Hadiah Buat Anak Manis

Satu dari sekian banyak senangnya bersekolah di sini, tim pengajar n management sekolah sering ngasih reward sama murid. Entah hanya berupa selembar sertifikat, sampai hadiah berupa voucher belanja.

Di akhir term, si bungsu, Alba, sering kali dapat 100% attendance certificate. Emang sih, hadiahnya cuman selembar sertifikat. Tapi ada rasa lain yang bisa dirasakan anak-anak. Merasa diapresiasi. Dampaknya, si anak jadi ogah bolos. Kadang kalau Alba rada anget badan dikit, saya suka nahan dia untuk tidak pergi sekolah. Tapi dia bersi keras, teuteup pengen masuk sekolah. Begitupun ketika ada ulangan/tes, banyak PR yang susah, bakal ketemu guru galak, tak ada alasan. Teuteup harus masuk, meski plus deg-degan.

Ada lagi bentuk reward lainnya, Alba pernah dapat emblim apa gitu.. (di KBBI sih tertulis emblem, hahaa.. ini kata jadul amat. Pokonya, sejenis pin yang disematkan di jas gitu deh 😀 )

Kayak senioritas, mungkin sejenis OSIS, gitulah kira-kira. Kurang paham gimana cara penilaian untuk mendapatkan emblim tersebut. Nah, jika si adik kelas ada masalah atau ada pertanyaan apa.. gitu bisa minta bantuan ke kaka kelas yang pake emblim tersebut. Dampak pemberian emblim itu, bikin si kaka kelas bangga karena diapresiasi sama management sekolah untuk bisa bermanfaat bagi adik kelasnya.

Salah satu bentuk apresiasi lainnya, beberapa waktu lalu Alba dikasih amplop sama sekolahan. Trus dia menyodorkannya pada saya. Oh.. rupanya dia dapat voucher belanja atas sikapnya yang manis di sekolah.

Di amplonya tertulis Behavior 2nd. Bahasa resminya anak berkelakuan terbaik kedua di kelas angkatannya. Hadiah buat anak manis itu berupa voucher belanja sebesar £10. Lumayan bingits kan? Modalnya cuman jadi anak manis. Gampang kan.

Dasar anak manis, 2 kali ke town, 2 kali bingung. Muter-muter toko ga jelas mau beli apa. Ditawarin ini gak mau, ditawarin itu gak perlu. Kalau soal belanja-belanji, emang sepertinya Alba dapat gen dari saya 😀
Kalau gak ada yang perlu dibeli, kenapa harus dibeli. Walhasil itu voucher belom diapa-apain.

“Gimana kalau mamih belanjain aja, dek?” tanya saya.
Sok aja, jawabnya.
Tapi, mamih juga bingung, mau beli apaan ya?
Walhasil itu voucher udah sebulan ada di dompet sampe lecek keluar masuk 😀

Kadang, reward itu hanya sebuah efek baik. Ya, kadang hadiah bukan sesuatu yang ditunggu kalau kita melakukan sesuatu dengan senang hati dan iklas. Tsahhhh…. 😀

photo

5 thoughts on “Hadiah Buat Anak Manis

Leave a Reply to bung syaf Cancel reply