Tips Menulis, Memilih media

Tips memilih media, gimana? tanya teman saya.

Hmm, baiklah. Ijinkan saya yang sedikit ilmu dan pengalaman ini berbagi.

Setiap yang suka menulis biasanya ada kecenderungan satu tulisan yang paling ia sukai. Misalnya, saya suka menulis segala macam genre tulisan. Cernak, cerpen, resensi, tokoh/profil dll. Tapi saya lebih senang menulis tulisan perjalanan. Apapun jenis tulisan yang kita sukai. Semuanya memiliki chance untuk mejeng di media masa di Indonesia.

Jika ditanya, gimana cara memilih medianya? Saya balikin lagi. Untuk jenis tulisan apa? Untuk koran atau majalah? Mau yang lokal atau nasional?

Untuk tulisan apa?

Rata-rata, semua koran memiliki rubrik opini. Jadi kalau mau menjajal rubrik opini, chancenya sangat luas sekali.

Gimana dengan cerpen, puisi, cerpen anak, tulisan perjalanan, resensi, dll? Biasanya, tulisan bersifat hiburan yang saya sebutkan barusan hanya dapat jatah seminggu sekali. Ibarat kata, pembaca udah disuguhin berita polteksosbud (terutama politik) seminggu 6 hari. Pusing kan? Makanya, redaksi menyajikan berita yang ringan-ringan dan menghibur. Nah, di lahan itulah kamu bisa jajal kemampuan tulisanmu.

Untuk koran atau majalah

Berbeda dengan koran, majalah memiliki sedikit chance untuk penulis luar. Tergantung majalahnya sih. Cuman rata-rata mereka welcome untuk: Tulisan perjalanan, Feature dan cerpen.

Kalau ditanya memilih media mana yang lebih asik? pastinya antara koran dan majalah memiliki plus minusnya. Kita tau, koran terbit tiap hari. Sebanyak itu, sebanyak itu pula tulisan opini yang tayang. Artinya menulis di genre itu lebih banyak kemungkinan dimuatnya. Trus untuk jenis tulisan hiburan seperti tulper, cernak, cerpen, puisi, resensi, chancenya seminggu sekali tayang.

Nah, kalau untuk majalah, rata-tata terbit sebulan sekali. Ada juga sih yang terbit 2 minggu sekali ataupun seminggu sekali. Bisa dibilang, majalah yang terbit mingguan/dua mingguan itu keren. Itu berarti tim redaksinya harus lebih banyak materi untuk menayangkan tulisan. Mana rubriknya kan banyak banget tuh (mudah-mudahan di sini ga ada orang redaksi majalah yang dimaksud) 😀

Ngomongin soal majalah yang terbit mingguan, 2 mingguan dan sebulan sekali, maka bisa disimpulkan 1:2:4. Artinya, kalau kita ngirim ke majalah bulanan, berarti kita harus menunggu 1 bulan 1 tulisan. Kalau kita masuk waiting list urutan 4, itu artinya tulisan kita bakal mejeng 4 bulan yang akan datang.

Kalau di majalah 2 mingguan tulisan kita duduk di urutan 4, itu artinya kita duduk manis nunggu tayang 2 bulan yang akan datang.

Kalau di majalah mingguan, jika tulisan kita duduk di urutan 4, itu artinya kita cuman nunggu kurang sebulan aja. Abis itu senyum-senyum deh tulisannya mejeng manis di sana.
***

Ayo, dipeleh.. dipeleh.. dipeleh…. tulisan kamu mau dimasukin kemana? Jawabannya ada di kamu sendiri. Oiya soal jenis-jenis tulisan n jenis-jenis media ini ada plus minus terkait honornya.  Ah, soal ini mah lain kali aja dibahasnya, biar fokeus 😛

Lokal atau Nasional

Nah, soal tulisan kita dilempar ke media lokal dan nasional, ini juga perlu dipertimbangkan.

Ibarat anak kecil yang sedang meniti tangga, tentulah kita lakukan langkah termudah untuk menguasai medan. Bukan berarti meremehkan kemampuan diri. Tapi cara inilah yang banyak dilakukan orang untuk mengukur kekuatan diri.

Ada sebagian orang yang menjajal koran-koran lokal terlebih dahulu, setelah menguasai medan, barulah PD menjajal koran nasional. Atau, awalnya menjajal majalah yang saingannya tidak terlalu banyak. Setelah PD baru maju ke medan yang lebih berat.

Tapi, yang saya katakan di atas itu bukan sesuatu yang mutlak.

Ibarat kata, kita ingin jadi juara satu. Lalu kita bekerja keras, gigih, pantang menyerah, dll. Ketika hasil akhir hanya jadi juara 2, itu masih memuaskan, kan? Dibanding, sedari awal cuman narget juara harapan doang. Setelah semangat berusaha, nyatanya hanya masuk 10 besar. Rasanya, enak yang mana? juara 2 atau masuk 10 besar doang? Wah analoginya kejauhan ya? hehe..

Jika anda membaca sebuah artikel di sebuah koran/majalah populer lalu terbersit. Hmm, sepertinya saya juga bisa bikin tulisan seperti ini. Maka lalukanlah!

Jadi.. ya gitu deh..
Kalau ditanya gimana cara memilih media yang tepat untuk tulisan kita?
Kembali lagi: jenis tulisannya apa? mau dikirim ke koran apa majalah? mau yang lokal apa nasional? Mau majalah mingguan, 2 mingguan, bulanan? Kita mampunya kemana kira-kira?

Semangat menulis….

keyboard

 

 

 

14 thoughts on “Tips Menulis, Memilih media

  1. Pengalamanku (halah, padahal nulis masih dikit, hehehe) lokasi wisata menentukan media yang saya kirimi juga. Misal, kalau tempatnya ada sisi islami, saya mengirimnya ke majalah islami. kalau adventure, saya kirimkan ke majalah cowok. Kalau shopping, tentu saja kirimkan ke majalah style perempuan. Terima kasih tipsnya mbak Rosi :)

  2. Mak Rita, klo gitu coba aja “Rubrik Perempuan” koran SM, scoopnya lebih ke hal-hal per-emak-an 😀
    Atau feature ringan-ringan untuk rubrik Pelangi-nya Majalah Paras.

  3. Artikel yg sngt bernanfaat.. Mksh selalu sharring info2 spt ini Mak.. Mengenai artikel opini di koran memang muncul setiap hari di koran.. Masalahnya aku gak pede banget nulis opini krn takut tulisan kita itu ntar jadi polemik bila ada org yg komplain dg ide2 dlm opini yg aku buat…

komentar Anda