Lomba 17 Agustusan di London

Seperti halnya saudara-saudara kita yang tinggal di tanah air, kami, masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri pun ikut merasakan kemeriahan peringatan HUT RI dengan segala kegiatan lomba khas 17 Agustusan.

Keriaan peringatan HUT RI yang diselenggarakan di luar negeri biasanya dilakukan di kota besar, seperti London. Beruntunglah bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di ibu kota negara yang ditempatinya. Bagi WNI Londoners tinggal gabung dan memeriahkan acaranya. Tapi bagi kami yang tinggal di luar kota, tentunya perlu perjuangan khusus.

Dari Kota Worcester tempat kami tinggal, diperlukan waktu 3 jam perjalanan. Meski demikian, jarak dan waktu tidak mengendurkan kami untuk ikut berpartisipasi dalam memeriahkan HUT RI yang ke-70 kali ini. Apalah artinya 3 jam perjalanan dibanding upaya para pahlawan kita dalam memerdekakan bangsa ini. Kalau dipikir-pikir, enak banget ya kita-kita yang hidup setelah jaman kemerdekaan. Semoga Allah SWT, Tuhan sekalian alam, memuliakan para pejuang negeri ini di alam sana.

Jujur, setelah delapan tahun tinggal di negeri ini, ini kali pertama saya dan suami mengikuti perlombaan 17 Agustusan yang digelar KBRI London dan PPI London. Itu juga karena suami diajak bermain badminton, ganda putra, oleh seorang teman. Sambil nunggu mereka badminton, kenapa enggak saya ikutan perlombaan lainnya.

Dari sekian banyak jenis perlombaan, saya memilih dua diantaranya. Yaitu lomba karaoke dan lomba congklak. Kalau lomba congklak terhenti di urutan ke-4, sedangkan lomba karaoke lumayan jadi juara ketiga. 😀

Perlombaan digelar di dua tempat. Indoor dan outdoor, dimana keduanya masih berada di kompleks yang sama. Jenis perlombaan yang dilakukan di gedung olah raga ialah: badminton, tenis meja, lomba karaoke, lomba congklak, gaple dan catur. Tentunya saya lebih berlama-lama di sini. Saya menuju lapangan outdoor hanya sesekali untuk melihat perlombaan lainnya, dimana beberapa stand makanan/jajanan/indonesian groceries tersedia di sana.

Acara dimulai pada pukul 10 lewat. Perlombaan demi perlombaan terus bergulir. Suami beberapa kali tanding berakhir kemenangan, juara tiga. Mayan lah. Saya peserta pertama lomba karaoke yang dimulai pada pukul satu lewat. Setelah itu, saya ikutan lomba lainnya, congklak, bersama ibu dubes, staf KBRI dan peserta lainnya yang duduk lesehan di atas matras pinggir lapangan.

Enaknya yang sedang tanding congklak, catur, gapleh, tenis meja dan bulu tangkis di GOR tersebut, karena diiringi lagu peserta lomba karaoke yang jumlahnya belasan. Suaranya bagus-bagus, yang atraktif juga banyak. Apalagi yang milih lagu dangdut Jablaynya Titi Kamal. Heboh deh.

Jelang usai perlombaan-perlombaan, saya menuju outdoor untuk ngerekam kegiatan. Setelah itu kembali lagi ke GOR. Ealah… saya disambut seorang teman.
“Mbak, tadi dipanggil tuh! Juara karaoke.
“What? gak salah?” 😛
“Makanya, takutnya saya salah dengar. Sana, tanya mas/mba Juri aja, gih!”
Oh, baiklah…
Dan ternyata, benar 😛
Aneh deh, soalnya suaraku tuh pas-pasan pake banget hehehe..

Dan, penyerahan hadiah untuk semua pertandingan tersebut dilakukan selang seminggu yang bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-70 bersama masyarakat Indonesia lainnya di Wisma Nusantara, kediaman Bapak Dubes. Panitia bilang, para pemenang lomba karaoke, musti naik panggung untuk menyanyikan sebuah lagu. Waduh! 😀 Mau mengintip keseruan perayaan HUT RI tersebut, intip aja di sini. Minus akyu yang naik panggung dong ya… 😀 takutnya kalian pada mules liatnya 😀

Nah, kalau perlombaan-perlombaan yang saya ceritakan di atas tadi, berikut ini cuplikan kegiatannya. 

Sayangnya, video durasi 4 menit yang saya buat, jadinya cuman seuprit. Karena digabung dengan kontributor lainnya 😀
Dan inilah penampakkannya. Tapi, kalau mau melihat versi lengkapnya klik aja link yang di atas tadi 😉

Video barjamaah kedua, setelah yang ini video duo, sekarang video trio 😀

*NET_CJ 18, tayang Selasa, 18 Agustus 2015

komentar Anda