Rubbish Compactor, Si Tempat Sampah Gembul

London dan Birmingham merupakan dua kota terbesar di Inggris. Maka tak heran jika Anda mengunjungi pusat kota ini. Atau wara-wiri di pusat-pusat perbelanjaan yang tersebar di London dan Birmingham. Hilir mudik orang tak terelakan lagi. Apalagi jika di akhir pekan dan hari libur lainnya.

Semakin padat pusat kegiatan warga, tentunya semakin banyak pula sampah yang dihasilkan di tempat tersebut. Hight street di pusat perbelanjaan salah satunya. Untuk menjaga kebersihan tempat umum, salah satunya di kawasan pusat perbelanjaan, Pemerintah Inggris menyediakan banyak tempat sampah di titik-titik keramaian.

Sebelum meneruskan baca, di sini juga ada artikel tentang penggelolaan sampah di Inggris yang diatur dengan baik.

Sayangnya tempat sampah konvensional kadang tak mampu lagi menampung sampah dalam jumlah banyak. Walhasil, sampah-sampah tersebut berjubel di tong sampah hingga meluber, bahkan sampai berjatuhan ke lantai. Tertiup angin, tertendang kaki, belum lagi sisa-sisa makannya berserakan. Dengan kata lain, jijai bajai dan tak sedap dipandang mata.

Dengan begitu, petugas kebersihan  harus sering kali mengepul kantong-kantong sampah yang mudah penuh itu.

Untuk menyiasati timbunan sampah dan efektivitas pekerja kebersihan, Pemerintah Inggris meluncurkan rubbish compactor. Yaitu tempat sampah yang mampu menampung 8 kali lipat dari tempat sampah konvensional.

 

Rubbish compactor memiliki ukuran yang sama seperti halnya tempat sampah konvensional. Bentuknya pun tak jauh beda. Cuman, keistimewaan rubbish compactor ini dilengkapi mesin pengepres.

Ya, cara kerja tempat sampah yang gembul ini dengan cara dipres. Dimana sumber penggerak mesinnya berasal dari tenaga surya. Panel surya tersebut terletak di bagian atas tong sampah modern ini.

Mengenai tenaga surya, kebetulan rumah kami telah  menggunakan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah kami, bahkan sisa listrik yang dihasilkan bisa menghasilkan uang. Klik aja link ini. 

Kembali ke Rubbish Compactor yang diberi nama Big Belly. Jadi, biar kata alat ini memiliki mesin, tidak lantas, terlihat serabutan kabel-kabel diluarnya, Ya, karena si solar panel tadi itu.

Inovasi ini tentunya menjadi sebuah solusi untuk permasalahan sampah yang sifatnya bulky (banyak makan tempat).

Tak ada lagi sampah berserakan akibat berjejalnya sampah di tong sampah yang sudah penuh. Lokasi sekitarpun jadi lebih rapih, lebih bersih, lebih indah dan tentunya lebih sehat.

Dan lagi, tentunya hal ini lebih meringankan para petugas kebersihan. Karena mereka tidak harus mengangkut sampah-sampah itu lebih sering dari biasanya. Mereka jadi bisa bekerja seminggu sekali untuk mengepul kantong-kantong plastik sampah dari dalam perut si gembul rubbish compactor ini.

Kadang, jika saya melihat yang begini-begini tuh besar harapan saya jika negeriku yang kucinta bisa memiliki alat seperti ini. Bisa gak ya?

Dan inilah penampakkan Rubbish Compactor, si tempat sampah gembul itu.

N10. N26Ades.20012016

15 thoughts on “Rubbish Compactor, Si Tempat Sampah Gembul

Leave a Reply to Rosi Cancel reply