Di Inggris, Kemahalan Naik Kereta? Minta Refund Aja!

Bukannya saya mau membanding-bandingkan. Tapi, inilah faktanya. Bahwa, pemerintah Inggris memperhatikan hak konsumen dengan baik.

Banyak contoh yang telah saya rasakan. Misalnya, saya pernah membeli pasta maker alias gilingan cistik di Ar*** (sebuah Toko Serba Ada dengan jaringan retail yang sangat banyak di penjuru Inggris). Setelah saya pakai sekali, saya kurang cocok dengan barang ini. Selang beberapa hari, saya kembalikan barang ini. Alasannya? karena barang ini tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Alasan simple itu diterima petugasnya. Sayapun dapat refund.

Pernah pula, suami membeli kabel untuk smart TV kami secara online. Entah bagaimana, pokonya kabel tersebut tidak sesuai dengan yang dipesan. Walhasil, mereka mengirimkan kabel baru, sedangkan kabel sebelumnya tidak perlu dikembalikan.

Dua contoh di atas hanya sebagian cerita ketidakpuasan kami yang disambut baik. Saya rasa, hampir semua keluarga Inggris pernah mengalami hal ini. Maksudnya, refund/dikembalikan/menukar barang yang sudah dibeli, karena tidak puas ataupun tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ternyata, perlindungan konsumen tidak hanya berlaku pada barang, tapi juga jasa. Seperti yang kami alami beberapa waktu lalu. Saya pernah cerita, kan? dua minggu lalu saya ke London.

Seperti biasa, jika ke London, kami memarkirkan mobil di pinggiran kota London, seterusnya menggunakan kereta dan underground, dengan alasan praktris dan ekonomis (bisa dibaca di sini).

Nah, waktu itu terjadi perubahan jalur. Dimana Jubilee line yang biasa mengantar kami hingga ke pusat Kota London ditutup. Saya baru sadar kemudian, sepertinya penutupan jalur ini dikarenakan ligt festival yang berlangsung di titik-titik keramaian Kota London.

Well, akhirnya, kereta api berhenti di Harrow on The Hill. Kala itu terjadi penumpukan penumpang. Sumpeh, seumur-umur pake kereta di Inggris, ini kali pertama kami melihat penumpang berjubel. Bahkan kereta yang pertama datang tak mampu mengangkut semua penumpang. Untunglah datang kereta tambahan. Akhirnya, penumpang yang tersisa tersikat habis.

Memasuki kota, terjadi lagi kebingungan jalur. Walhasil kami tap in, tap out, kartu oyster yang kami pegang. Keluar-masuk underground hingga LDR.  Mengenai kartu Oyster bisa dibaca di sini.

Akhirnya…. kamipun sampai di Greenwich. Seperti apa destinasi pertama yang kami jajal? ini dia…

Setelah puas di destinasi pertama, selanjutnya kembali menuju tengah Kota London. Capcusss….

Eit, pas mau tap in  oyster card, pemberitahuan, credit saya udah habis. Lah, padahal sisa travel dulu ada £2,6. Trus pas mau pergi top-up £10. Masa £12,6 ludes sekali jalan?

Baiklah, saya top-up lagi £10 deh. Kamipun naik LDR. Seterusnya naik turun underground dengan rute membingungkan karena beberapa jalur ditutup. Setelah berpusing ria, akhirnya tiba jua di destinasi yang ke-2, yaitu London Light Festival dan jadilah liputan berikut ini.

Bener deh, itu light festival bikin heboh acaranya. Piccadilly Street udah kayak lautan orang. Imbasnya, pintu masuk undergroud di seputar titik pertunjukkan yang tersebar di beberapa tempat ditutup. Akhirnya, gemporlah kami berjalan kaki menuju Green Park Underground Station. Lagi-lagi di sini terjadi penumpukan penumpang. Kendala yang sama terjadi lagi, bingung, banyak jalur ditutup, banyak jalur dipindahkan, naik turun underground bikin kami banyak tap-in, tap-out oyster card.

Akhirnya, tap out terakhir di Hillingdon.
Fiuhhhh….
Selanjutnya, menuju area parkir mobil di bawah stasiun kereta itu pukul satu…. (kyk lagu iwan fals :D)
Tapi ini pukul satu dinihari bok! ckckck…

Sambil ngaso di mobil sebelum meluncur pulang, kepikiran, kenapa perjalanan kita kali ini mahal banget, ya? tanya suami.
Malah, pas tadi tap out terakhir, saldo: -30p. Minus? iya, mineus… ckckck..

Kok semahal itu ya?
Hmm… apakah karena banyak turun naik? banyak tap-in, tap-out? ataukah…
Tau deh, kaka…
Mikirinnya nanti lagi yang penting sekarang cepet pulang n istirahat.

Beberapa hari kemudian, suami cari tahu pasalnya.
Masaiya, keliling London abis £22,9?
Normalnya sih abis £11. Harga tersebut sudah diperhitungkan dinas transportasi London. Karena jika kita membeli tiket untuk seharian penuh keliling London harganya £12.

Jadi jika kita keliling London seharian penuh melebihi harga perkiraan itu, pasti ada kesalahan hitung. Akhirnya, suami menelfon pihak terkait dengan menyebutkan nomor kartu Oyster kami, plus rute yang kemarin kami lalui. Akhirnya, diketahui ada yang tap-in tapi belum tap-out. Entah bagaimana obrol-obralan suami dan petugas di ujung telfon sana. Pokoknya, mereka akan refund £10,60 Ok deh sip…

Eh, sebelum yang £10,60 itu refund. Ada imel masuk menyatakan kami mendapat refund £5,10. Lah, bukannya £10,60? Ternyata eh ternyata… yang £5,10 itu diluar yang dikomplen itu. Mungkin semacam konpensasi karena ada penutupan jalur kemarin itu.

Emmm…. 22,9 – 5,10 – 10,60 = £7,2?
Benar £7,2?
Jadi, keliling London kemarin itu, habisnya £7,2 saja?
Iya, £7,2 aja 😀
Hmm.. sebuah konspensasi dari perubahan jalur 😛

Garis merah: Di Inggris jangan sungkan untuk komplen atau menanyakan hak kita. Karena hak konsumen diperhatikan benar di sini 😉

pelayanan kereta di inggris

15 thoughts on “Di Inggris, Kemahalan Naik Kereta? Minta Refund Aja!

  1. halo mbak rosi…
    seneng deh ada blog mbak dan jadi nambah pengetahuan
    mbak boleh sy discus via email (japri).. sy rencana tahun depan liburan ke london seminggu berdua adik saya.. saya butuhb guidance krn konsepnya backpacker.. tmksh sblmnya

  2. Senang ya disana hak konsumen begitu diperhatikan…..kalau disini harus pakai urat dulu…bahkan kalau harganya ternyata beda dari rak belum tentu dikasih harga termurah..

    1. Padahal klo ga salah di Indonesia ada badan perlindungan bagi konsumen ya?
      Sy lupa namanya. Harusnya lembaga itu ngurusin hal beginian juga kali, ya? :)

      1. oh ya ada….tetapi umumnya konsumen tidak mau ribet atau kurang aware, jadi banyak penjual barang atau jasa yang semena-mena…

      2. Hmmm.. kebanyakan gitu ya? Ga mau ribet. Padahal bukan karena jumlahnya. Tapi hak adalah hak. Dgn memahami hak org lain jdnya lebih peduli.

komentar Anda