TRANSFEZ, CARA MUDAH, MURAH, CEPAT, TEPAT DAN AMAN KIRIM UANG DARI INDONESIA KE LUAR NEGERI

Beberapa waktu lalu saya traveling ke Kota Brighton, Inggris selatan. Eh, gak sengaja ketemu sama anak-anak student Internasional. Satu diantaranya adalah Joseph anak student University of Sussex yang baru lulus tahun kemarin. Sebagai anak Internasional student alias kuliah beasiswa ayah ibu tentunya pengiriman uang dari Indonesia ke Inggris adalah hal penting.

Ketika saya tanya selama ini ortu kirim uang pake apa? ternyata ia memercayakannya pada Transfez. “Ngirimnya cepet, caranya mudah, kursnya bagus, biaya kirimnya murah, bahkan seringkali gratis biaya kirim,” kata Ocep, panggilan akrabnya Joseph.

Apa itu Transfez?  Transfez adalah aplikasi pengiriman uang ke luar negri dari PT Indo Koala Remittance. Dimana institusi finansial Penyelenggara Transfer Dana (PTD) ini berlisensi dan diawasi oleh Bank Indonesia dan PPATK di bawah peraturan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT): 19/10/PBI/2017 dan diatur oleh Bank Indonesia sebagai institusi remitansi resmi dengan nomor izin: 13/77/DASP/30, jadi aman.

Transfez

Layanan Transfez ini bisa kirim uang dari Indonesia ke 50 negara lebih untuk personal dan bisnis. Kemudian ada layanan juga untuk kirim uang dan pembayaran PPOB dari Singapura ke Indonesia. 

Kirim uang pake Transfez itu mudah, modal HP juga bisa. Nyampenya cepet. Tapi, sebelumnya kamu harus install dulu appsnya di App Store ataupun di Google Play, ya!

Untuk diketahui, kirim uang pakai Transfez ini kursnya bagus. Biaya kirimnya juga murah. Masing-masing negara penerima biaya transfernya beda-beda. Untuk Inggris sendiri, biaya kirimnya cuman 74k IDR per transkasi. Kirim banyakpun biaya transfernya sama aja, 74 ribu rupiah. Nah, jika kamu ingin bebas 3x biaya pengiriman bisa pakai referral code ROSIMEILANI

Cara lainnya agar bisa gratis biaya pengiriman adalah dengan menggunakan voucher-voucher yang tersedia. Dengan menggunakan fitur promo tersebut kamu bebas biaya transfer, asyik kan?

Menurut Joseph selama ini ia transfer menggunakan Transfez selalu menggunakan “PROMO” jadi gratis biaya kirim melulu. Ketika saya tanya ke Ocep, tahu dari mana TRANSFEZ ini? ternyata tau dari PPI Brighton. Yang mana PPI Brighton khususnya, PPI UK umumnya, udah pada pake Transfez juga. Jadi Transfez ini kerjasama dengan berbagai PPI-PPI di berbagai negara, termasuk PPI UK dan PPI Brighton. Mang keren banget sih Transfez ini. 

Semudah apa proses transfer menggunakan Transfez?

  • Pertama, kita instal dulu aplikasi nya disini.
  • Tentukan jumlah uang dan negara tujuan
  • Masukan informasi penerima uang
  • Transfer sejumlah yang sesuai dengan yang ditentukan

Lebih detailnya kamu bisa tonton tutorialnya disini:

Selain cocok digunakan para orang tua dalam mengirimkan uangnya dari Indonesia ke luar negeri untuk biaya study, Transfez juga cocok banget buat para diaspora Indonesia di luar negeri yang memiliki usaha di Indonesia. Jadi urusan transfer uang bisnis dari Indonesia ke Inggris bisa berjalan lancar. 

Oiya, transfer pake Transfez bisa dilakukan kapan saja, dimana saja. Pagi, siang, sore, malam, weekend, weekday, pake HP juga jadilah. Ada CS yang bisa membantu juga via WhatsApp official nya lho.

Sampai saat ini, Transfez  melayani ke lebih dari 50 negara di dunia. Asia Pasifik, Amerika, Eropa dan Afrika. Jumlah itu akan terus bertambah.

Transfez ini produk anak bangsa, loh. Bangga dong kita. Makanya, ayok support produk anak bangsa. Yang belum install Appsnya, yuk bisa yuk, install yuk

Download aplikasi Transfez disini: https://tfez.app/ysa-download

Pakai kode referral “ROSIMEILANI” untuk mendapatkan 3x gratis biaya transaksi

More info: www.transfez.com
Transfez for Bisnis: https://www.transfez.com/business/
CS Transfez: +62 822-9865-3838

Makan Vegetarian di Longrain Restoran Indonesia di Inggris, Jadi Begini Rasanya Jantung Pisang?!

Restoran Indonesia di Inggris Longrain

Ini kali kedua kami (saya dan suami) traveling ke Kota Brighton, Inggris Selatan, sekaligus juga kali kedua makan di restoran Indonesia yang ada disana. Yang mau kepoin penjelajahan saya seharian penuh di kota yang nyentrik kamu bisa intip di link bawah ini:

Brighton punya pantai cantik, ada bangunan megah kayak masjid, liat kehidupan malamnya, mampir ke restoran Indonesia disana, Longrain namanya.

Jika kali pertama saya makan dengan menu rendang padang dan gulai bebek khas Aceh, dinner kami kali ini mencoba menu lainnya. Dengan pembuka spring roll alias lumpia. Satu porsi isi tiga. Lanjut bakwan sweet potato aka bakwan ubi manis. Ubi manis dibikin bakwan? aneh ya kedengerannya ya? tapi enak juga loh.

Ada cerita unik soal makanan yang satu ini. Sebelum makanan tersaji, kami diijinkan pemilik restoran untuk masuk ke dapurnya. Wow, tamu lain mana boleh ngintip rahasia dapurnya. Nah saat kutanya ini apa? Bang Chandra, ownernya, bilang ini bakwan. Saya sela, oh.. ini kalau di tatar sunda namanya bala-bala.

Eh, salah satu chefnya yang bule nyeletuk.
“Iya.. iya ini bala-bala!”
Lah, kok dianya tau.
Eternyata tu bocah anak Indo. Bapane wong Inggris, mamahnya orang Sunda, orang Bandung. SeBandung dong kita 😀

Cerita punya cerita ternyata dua chef yang kerja di Longrain ini anak blasteran Indo-Inggris. Video lengkapnya kamu bisa kepoin disini:

Balik lagi, keluar dari dapur, kembali menyantap yang lainnya, lanjut sate ayam. Satenya gak pake nasi tapi. Tenang, itu baru appatizernya doang. Lanjut pesan minum yang seger-seger. Entah apa namanya lupa blue cloud apalah gitu. Pokonya warnanya biru muda ada putih-putihnya. Emang kayak cloud sih, awan yang cantik. Gak tau namanya apa, pokonya enak, seger. Birunya dari blueberry beserta buah lainnya. Putihnya dari santan. Iya santan! Kedengarannya aneh ya? tapi yakinlah rasanya enak. Si abang ownernya ini emang pinter ngeracik food n Bev.

Sementara itu, si abang nawarin menu baru dari Longrain. Menu Vegetarian, judulnya Hiroshima apa..gitu.. pokonya itu satu plate besar isinya sayuran semua, nasinya dikit. Sayurannya rame, bukan sayuran mainstream orang Inggris. Satu diantaranya ialah jantung hati jantung pisang. Si abang awalnya bilang pucuk pisang. Aku agak loding bentar. Pucuk pisang? jantung pisang maksudnya yekan? iyes.

Ini kali pertama saya makan pucuk cinta ulampun tiba pisang aka jantung pisang. Padahal di Indonesia ini adalah makanan yang lumrah, tapi saya belum mencobanya. Eh, pertama kali makan beginian malah negri orang. Rare banget sih ini. Kesimpulannya ialah: enyak..enyak..enyak….

Lanjut!
Sambil minum yang seger-seger sambil cerita banyak hal. Biasalah, orang kita klo ngobrol gak ada hentinya. (Maksudnya “kita” ialah Indonesia yang tinggal di luar negeri).
Udah ngobrol ngaler ngidul waktu sudah menunjukan jam 10an.

Karena tadi saya udah pesan si Hiroshima, kang kameramen blom makan yang nendang. Yasutra, pesan rendang. Eh aku dipesenin kari bebek pula. Lanjut lagi.. gendut.. gendut deh! 😛 Eternyata, porsinya banyak,  dimakan dikit, sisanya? bungkus….

Saat kang kameramen makan, si abang lapar juga rupanya “coba abang minta rendang juga” kata si Bang Chanda ke karyawannya. Setelah tersaji di plate besar. “Wah banyak nih, enak loh, ayo bantuin saya!” Lha?! hahaha…

Rendangnya sebagian dihibahkan ke piring kang kameramen.
“Coba!” kata Kak Lorena, istrinya Bang Chandra, ikut ngeduk (sunda-red) itu rendang.
“Ayok kakak, coba ini, enak loh! banyak ini!” kata si abang.
Akupun ikutan ngeduk.
Lah udah kayak aku klo makan indomie, anakku ngeduk, suamiku ngeduk juga wkwkwk..

Urusan makan semuanya udah rebes. Tapi masih aja ngobrol-ngobrol. Dapur udah tutup, karyawan satu persatu pamit. Ini kita nunggu diusir apa gimana ya? hahaha..
Ka Lorena yang sedari tadi pamit mau pulang duluan dari jam 9an malah ikut seru-seruan ngobrol sampe tutup warung.

Udah ah, udah jam 11 lewat, klo kita ga pamit, terus aja ngobrol kali. Semua lampu dimatikan. Restoran dikunci. Kami diberi tumpangan ke tempat parkiran. Eh malah diajak jalan-jalan keliling kota Brighton jelang tengah malam itu. Indah sih kotanya. Sampailah kita di tempat parkir.

“Makasih Bang Chandra, Kak Lorena. Sampai jumpa kapan-kapan klo ke Brigton lagi!”

Bye….

Sungguh malam minggu malam yang panjang. Beneran panjang ini mah.
Pulang.. sebelum Cinderela berubah jadi upik abu 😀

Jelajah Inggris, Seharian di Kota Brighton, Ada Restoran Indonesia Namanya Longrain, Tempatnya Asik

Di Inggris banyak restoran Indonesia. Satu diantaranya ialah Restoran Longrain di Kota Brighton, sekitar 65 mile dari London ke arah Selatan. Jika ditempuh menggunakan mobil, perjalanannya sekitar 2 jam.

Sebagai tukang jalan yang sering kali pergi tanpa planing, hari itu saya grudugan ngajak suami ke Brighton. Tiba di Brighton sekitar jam 3 sore, bukan waktu yang tepat untuk makan karena cabut dari rumah lepas makan siang. Walhasil kami ngobrol santai di Longrain bersama pemiliknya, Bang Chandra. Ini kali kedua kami ketemu dengan bapak anak tiga ini. Sebelumnya kami pernah jumpa di sebuah acara kemping bersama orang Indonesia di Inggris sekitar 3 tahun yang lalu.

Obrol-obrol kami diselingi seruput kopi gayo, kopi Aceh, kampung halaman Bang Chandra. Kami cerita-cerita soal Pulau Weh, Sabang, Gapang, kampungnya Bang Chandra, indahnya pesona pantai disana. Juga tentang titik nol ujung Barat Indonesia. Hingga nyanyi lagu Dari Sabang sampe Merauke lagu jaman SD yang entah kapan terakhir kami nyanyikan lagu ini. Jika jaman SD saya tidak tahu dimana itu Sabang, eh sekarang malah ketemu sama orang Sabangnya langsung di negeri orang.

Cerita panjang kali lebar, kali tinggi, terus berlanjut, yang asalnya duduk di dalam hingga nyambung duduk di teras restoran hingga tak terasa nyaris gelap, sedangkan kami belum eksplor Brighton yang terkenal dengan pantainya yang indah itu. Terpaksa kami harus sudahi obrolan karena sudah ada janji dengan tour guide lokal. Adapun video  obrolan santai kami tersebut bisa kalian tonton disini:

Setelah pamit dari Longrain, kami langsung jalan ke pantai yang tak jauh dari Longrain. Santai di pantai. Seperi apa indahnya pantai Brighton? Ini dia!

Lepas dari pantai kami merapat ke sebuah bangunan mirip mesjid yang sangat mewah dan elegan, namanya Royal Paviliun. Explore tempat ini berasa di Timur Tengah. Seperti apa penampakannya? Ini dia!

Lepas memantai, kami explore Royal Pavilion diantar guide lokal aka anak student yang kuliah di Brighton, namanya Rafka. Saya udah pernah wawancara dia, sharing tentang pengalaman kuliah di Inggris tanpa beasiswa alias beasiswa ayah ibu. Seperti apa sih kehidupan international student? Berapa biaya kuliahnya? berapa biaya hidupnya? apa mereka hidup hedon dan borju? Video lengkapnya disini:

jalan sampe malem, makan di resto murmer budget kantong anak student, liat kehidupan malam di Brighton, jalan-jalan ngukur jalan sampe gempor. seperti apa sih?

Setelah lelah jelajah Brighton, kembalilah kami ke Longrain restoran untuk makan malam. Ehm.. sajian makanannya enak-enak. Suami saya pesan rendang komplit. Saya pesan bebek masaman khas Aceh atau kari bebek yang rasanya gurih, asam, segar. Khas dari Longrain ini apapun makanannya, platingnya ramai meriah oleh garnis sayuran segar yang  fresh. Seperti kari bebek ini sayurannya toge kres..kres.. bikin seger. Videonya disini:

selain makanannya yang enak, suasananya asyik, tempatnya cozy abis makan minumnya punch buah yang segar, entah apa campurannya yang jelas dominan nenas. Obrolan terus berlanjut teh dan kopi. Percaya gak? kami ngobrol sampe tutup warung alias sampe tutup restoran saking asyiknya ngobrol banyak hal. Sudah pamitanpun tipikal orang Indonesia, ngobrol-ngobrol berlanjut di teras restoran.

Jelajah Inggris explore Brighton hari itupun ditutup jam 11 malam, berjalan dalam dingin tapi tetap ramai oleh mereka pencari hiburan di kota yang nyentrik. Sampai di tempat parkir, bayar tiket, ebusyet.. parkir di Brighton mihil juga ya…

Sampai rumahpun tiba ganti hari..
Sungguh perjalanan yang melelahkan tapi bikin seru.

Ajaib, Pohon Pisang dan Pohon Pepaya Bisa Tumbuh di Eropa

Sama seperti negara Eropa lainnya, Inggris memiliki empat musim. Spring, summer, autumn dan winter. Alias musim semi, musim panas, musim gugur dan dan musim dingin. Yang mana tanaman dan pepohonan mulai tumbuh di musim semi, bermekaran dan berbuah di musim panas mengering di akhir musim gugur kemudian mati di musim dingin.

Mengingat cuaca di negara empat musim yang dingin, maka banyak sekali tumbuhan/ tanaman/ sayuran/ buah-buahan tropis tidak bisa tumbuh di negeri ini. Misalnya saja pohon pisang dan pohon pepaya. Mengingat pohon ini hanya bisa tumbuh di negara hangat seperti halnya Indonesia.

Bertahun lamanya saya punya pohon gak pernah merasakan buahnya. Karena di November pohon pisang sudah mati. Baru tumbuh lagi di bulan April. Pucuk-pucuk baru itu baru membesar hingga top di akhir spring. Setelah itu mati kembali. Begitulah siklusnya. Maka jangan berharap nanem pisang di Inggris bisa berbuah.

Kalau gak percaya lihat video ini, saat saya panen daun pisangnya saja di rumah seorang tante asal Singapur yang tinggal di Gloucester Inggris: PANEN DAUN PISANG DI INGGRIS

Maka, adalah sebuah keajaiban jika di Inggris bisa melihat pohon pisang tumbuh subur dan berbuah lebat. KOK BISA?

Jadi, ketika beberapa waktu lalu kami, saya dan suami liburan ke Wales, berkunjung dan menginap ke rumah teman. Namanya Pa James yang orang asli Wales dan Mba Siska yang orang Balikpapan (Videonya kamu bisa lihat disini), pulangnya saya ke Botanical Garden yang ada di Wales. Atas saran teman saya, Mba Neta, yang mana kami pernah roadtrip bareng ke Isle of Wight, Pulau Balinya Inggris.

Anyway, di Botanical Garden inilah saya melihat pohon pisang tumbuh subur  dan buahnya lebat. Bahkan banyak juga pohon pepaya disini. Pertanyaan tadi, kok bisa?

Nah, tanaman-tanaman istiwewa ini bisa tumbuh karena dimanja tumbuh di ruangan khusus. Ruangan kaca yang selalu terjaga kehangatannya. Yang selalu dikontrol seperti layaknya hangat negara tropis. Ehmm.. pantesan… sampe segitunya ya?

Padahal costnya buat listrik jauh lebih mahal dari setandan buah pisang yang diharapkan tumbuh disana. Demi apa coba? Tentunya demi edukasi kepada orang Inggris yang gak pernah lihat pohon pisang. Orang Inggris yang gak pernah tau bagaimana tandan pisang itu. Gak tau berapa lama pohon pisang pisang ini hingga bisa dinikmati buahnya. Karena selama ini mereka hanya tinggal memakannya.

Dan buat saya yang orang Indonesia ini betapa bahagianya bisa melihat pohon pisang yang lebat berbuah ini. Dan ini adalah pertama kalinya saya melihat buah pisang setandan full di sebuah ruangan hangat di sebuah Botanical Gardern di Wales.

Dan tau gak? di luar bangunan ini cuaca dingin banget. Masuk kesini serasa di Jakarta. Teknologi!

Video lengkapnya disini AJAIB POHON PISANG DAN POHON PEPAYA TUMBUH SUBUR DI INGGRIS

Buat kamu yang mau lihat seperti apa kehidupan kami orang Indonesia di Inggris, kamu bisa sukreb YOUTUBE ROSI MEILANI dan jangan lupa tekan loncengnya biar kamu bisa dapat informasi dan video-video terbaru dari sana. Beragam cerita: kisah sukses para diaspora indonesia di inggris, jalan di london, kuliner di london, kisah inspirasi, kerja di inggris, kuliah di inggris dsb