Di Inggris, Tambang Aspal Disulap Jadi Objek Wisata

Seiring kemunculan Revolusi Industri Inggris pada abad ke-18, Inggris memiliki banyak tempat penambangan. Salah satunya adalah tambang batu bara di daerah Shropshire.

Dalam memfasilitasi pengangkutan hasil tambang tersebut dibuatlah terowongan bawah tanah di sepanjang tepi Sungai Severn di Desa Coalport.

Pembuatan terowongan ini digagas oleh seorang pengusaha tambang batu bara yang bernama William Reynolds, pada tahun 1786.

Saat para pekerja sedang menggali tanah dikejutkan oleh muncratan cairan alam berwarna hitam pekat nan kental. Yang kemudian diketahui cairan alam tersebut ialah cairan aspal. Hingga akhirnya terowongan inipun menjadi tambang aspal.

Di masa-masa kejayaannya, sumber aspal ini pernah menghasilkan  seribu galon aspal per minggunya.

Tambang aspal yang pernah melimpah ruah ini lama-kelamaan kandungan aspalnya mulai menyusut hingga akhirnya berhenti beroperasi di tahun 1840. Dan akhirnya terowongan itupun difungsikan kembali seperti rencana semula. Yaitu sebagai terowongan (lorong) untuk mengangkut batu bara yang beroperasi hingga akhir abad ke-19.

Seolah tak ingin melupakan kejayaan Revolusi Industri Inggris, maka pada 1965 terowongan yang sudah tidak beroperasional inipun terbuka bagi umum yang ingin mengetahui seluk beluk pertambangan ini.

Hingga kini, wisata tambang aspal di Shropshire ini banyak dikunjungi  wisatawan, baik lokal maupun manca negara. Karena unik, menarik serta menyimpan sejarah yang panjang.

Untuk memasuki terowongan tambang aspal ini dikenai tiket masuk sebesar £3,25 atau sekitar 50.000 rupiah. Dimana petugasnya mengharuskan kita untuk memakai helm proyek selama berada di dalam terowongan.

Tambang aspal di Inggris

Demi keamanan dan kenyamanan pengunjung, untuk memasuki terowongan ini dibatasi. Hanya 15 pengunjung per sekali masuk. Jadi jika pengunjung sedang membludak Anda harus sabar menunggu antrian dan baru bisa masuk setelah rombongan 15 orang itu keluar dari terowongan.

Panjang terowongannya seribu meter. Namun untuk keamanan pengunjung, kita tidak bisa menjelajahi terowongan sepanjang itu. Ada batas aman yang bisa dilalui oleh pengunjung dan diberi besi tralis penghalang.

Terowongannya agak gelap, hanya diterangi beberapa lampu penerangan di beberapa titik.

TInggi terowongannya setinggi orang bule dan ada beberapa bagian yang rendah sehingga kita harus menunduk.

Di dinding terowongan utama tersebut terdapat beberapa terowongan-terowongan kecil yang dulunya merupakan titik-titik penghasil  aspal.

Uniknya, meski tambang aspal sudah tidak beroperasi lagi, namun lelehan aspal masih bisa kita temukan di dinding-dinding terowongan. Bau khas aspalpun tercium. gelap, dingin, tanahnya sedikit becek, sunyi, suara menggema, bau aspal menyeruak, lengkap sudah. Berada di dalam terowongan  serasa kita berada di masa lalu saat tambang ini masih beroperasi.

Keunikan lainnya, jalan menuju terowongan aspal ini kita harus melewati rumah warga desa yang khas layaknya rumah Inggris. Termasuk destinasi wisata terowongan inipun memasuki lobi yang bentuknya seperti rumah kecil. Di mana ruangan sebelahnya merupakan toko suvenir. Di toko suvenir inilah terdapat mulut lorong terowongan.

Buat kamu yang ingin membawa cindera mata jangan lupa membelinya di toko suvenir ini.

Mau lihat lebih dekat lokasinya? Ini dia!

N10_N12.NRosmel8_11072016

Selain terowongan aspal yang dijadikan objek wisata. Inggris memiliki objek wisata terowongan lainnya yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, berikut ini:

Wisata terowongan di perut Sungai Thames London

Published by

Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

komentar Anda