Net Good People #Jelajah London 1

London adalah kota kedua yang sering kami kunjungi setelah Bristol.
Selama September kemarin aja wara-wiri  Worcester-London sampai 3 kali, 3 weekend. Ada aja yang harus dikerjakan di London.
Walaupun cape, tapi senang juga sih klo lagi banyak liputan.

Mulai dari liputan fashion show, kulineranm, juga silaturahin sama teman.

Dan inilah rangkuman klipnya selama kami 2 hari di sana.

 

Mari Berwisata ke Patokan Waktu Dunia, Greenwich London

Bismillahirrahmanirrahim.

Greenwich, London

Assalamualakum semua..
Duh, udah lama banget ngak mosting euy. Kangen sih pengen nulis oleh-oleh hasil kelayapan sana-sini atau seengaknya mosting remeh temeh, tapi karena (sok) sibuk ngerjain ini itu plus klayapan sana-sini jadinya, gitu deh….

Baiklah, kali ini saya pengen otrat-otret hasil kelayapan 2 minggu lalu ke London.

Ini kali kesekian kami ke London. Iya lah, secara, kayaknya ini kota ke-2 setelah Bristol yang sering kami kunjungi. Tiap kali bilang kami, artinya saya dan suami. Secara, #duocj_aderos 😀

Kelayapan kali ini plus si bungsu, dalam rangka perpanjangan pasport si ganteng yang habis September ini. Makanya gak heran klo jalan bertiga. Ya lah, klo bukan karena alasan itu, manalah mungkin dia mau ikut 😀

Seperti biasa, perjalanan dari Worcester – London 2 jam lebih. Parkir mobil di Ealing Broadway, zona 3 jalur tube. Begitu mau bayar parkir. Yalloh, lupa. Ini hari kerja, artinya parkir jam-jaman. Biasa kami klayapan London weekend, artinya, parkiran cuman £1 doang, seharian penuh. Ya sutralah, itungannya, parkiran seharian penuh £10 (180k IDR). Jam-jaman £1. Kita masup jam hampir jam 10 lebih. Yasud, beli parkir sampe jam 6 sore. Kenafa? karena dari jam 6 sore ke atas free, nyampe besok pagi lagi. Bayarlah £8. Dari parkiran ke stasiun cuman selemparan batu.

Sesudah top up oyster card, capcus naik kereta menuju Kedutaan RI.
Stop bentar, buat kamu yang belum tau apa itu Oyster Card,

Pengen Praktis Jalan-Jalan di London, Pake ini aja!

Atau, bisa juga baca artikel yang saya tulis 3 taon laloe berikut ini:

Keliling London Pake Oyster Card

Singkat cerita, sampailah di Kantor Kedutaan RI yang baru.
Yang baru? iya. Baru aja pindahan beberapa waktu yang lalu. Jadi, ini kali pertama kami menginjakan kaki ke kantor KBRI yang baru, setelah sebelumnya sering bolak-balik kantor kedutaan yang lama. Yang mana kantor yang dulu jauh lebih cakepp…. hehehe.

Nah, di sini ada yang baru. Dimana layanan perpanjangan pasport dan lain sebagainya dilakukan secara online yang terintegrasi kedalam data basenya arsip Kedutaan RI di London. Jadi ngak usah ngisi formulir di TKP, trus ntar diupdate petugas di sana. Jadi kita bisa isi  formnya di rumah. Begitu juga yang pernah disampaikan Pa Gulfan saat saya obrol” sama beliau pada perayaan HUT RI ke-72 di rumah Pa Dubes tempo hari.

Setelah ini itu ini itu ini itu dan ada keribetan teknis yang bikin BT, singkat cerita, bereslah. Seperti biasa, pasport baru ntar dikirim ke rumah. Lalu? kemana kita? *mirip si Dora*
Ehmm… ntar, ngopi dulu dong ya..
Secara, lelah gitu bok.

Sejurus itu, saya kontak Pa Dimas, Humas KBRI yang selama ini ketemuan klo ada event aja. Tak lama, nongol deh di teras kantor. Di sebelahnya kan ada tukang kopi tuh. Kopi, obrol-obrol sambil moyan aka bejemurlah disana. Mumpung ada matahari, hangat…

Beres ngupi plus obrol-obrol, kemana lagi kita?
*Dora lagi* 😛
Capcus makan siang…

Tadinya, optionnya mau makan di blok sebelah kantor KBRI. Tapi bok.. itu warung” tenda sepanjang jalan kenangan itu penuh. No wonder, da emang waktunya orang kantoran makan siang. Padahal warung” itu tebarkan aroma sedap yang bikin netes air liur dan cacing perut ngamuk.

Baiklah, option kedua. Merapat ke warung rumpi. Apa, dimana, seperti apa warung rumpi tersebut? Ntar saya mau bikin vlognya perjalanan ini tapi blom sempet aja. So, kamu bisa intip warung makan di London ini. Barangkali aja pas kamu traveling ke London pengen nyari makanan Indonesia. Mau intip seperti apa penampakan warungnya? Ini dia!

Cari Makanan Indonesia di London? Kesini aja!

Pas nyempe warung, cipika-cipiki sama Mba Wati, ownernya yang baik hati. Makan sambil ngobrol kesana-kemari. Perut kenyang, sampe-sampe kengantukan, apalagi cuara panas. Kenyang + mager + hawa panas + lelah = ngantuk 😀

Tapi, mau ngak mau musti cabut… udah tanya ke Mba Wati, destinasi seputaran apa yang bisa diliput sekitar situ. Option A, B, C, D. Yasud, pamit…
Tak lupa aku dioleh-olehi barang berharga, hasil beliau mudik kemarin. Jengkol muda! 😀
Heuheuy..

Option yang dibincangkan tadi mentah semua. Jadinya spontan langsung merapat ke Greenwich. Perjalanannya mayan jauh sih dari sini. Pake bus sekitar sejam. Abisnya banyak brenti n macet kan. Tak apalah, woles aja, lagi pengen naek beus sih soalnya, sambil keliling London, nyantei ini.
Oiya, kita melewati Big Ben yang lagi gak cantik. Karena 1/3 body menaranya ditutupin plus “pakuranteng” scaffolding. Tak lain karena Big Ben lagi cuti beberapa taun kedepan. Dalam rangka perbaikan.

Otrey, sampailah kami ke “Patokan Waktu Dunia” Greenwich (dibaca: Greenich)
Sebenarnya itu bukan kali pertama kami ke Greenwich, tapi beberapa kali ke sini waktunya kurang pas. Alias lagi spring atau Autumn gitu deh. Sehingga ngak napsu untuk rekam-rekam 😀
Barulah kali ini semangat untuk dibikin Vlognya. Karena cuaca lagi kece, lagi mood pula nampang-nampang depan kamera.
Dan, voila… inilah dia Vlognya (udah tayang di NET10 kemarin) 😉

Takut bacanya kepanjangan n bikin kamu bosen, saya cukupkan sekian dulu ya jalan-jalan kita kali ini. InsyaAllah nanti saya posting hasil kelayapan lainny di London. Dimana saya berkesempatan nonton Pertunjukan Setan Jawa-nya Mas Garin Nugroho yang keren banget.

Bye.. sampe jumpa di postingan berikutnya.
(Klo gak lupa n gak males mosting itu juga) 😀

Wassalam…

Romantisnya London Eye Kala Senja

Sebagai kota besar di Eropa sekaligus kota terbesar di Inggris London memiliki banyak ikon yang banyak diburu wisatawan lokal dan mancanegara. Diantaranya ialah Trafalgar Square, Big Ben, Gedung Parlement, London Eye, Sungai Thames dsb dan masih banyak lagi lainnya.

Beberapa tempat yang disebutkan di atas itu bisa kita jajal dalam sekali jalan. Dimulai dari Trafalgar Square yang merupakan alun-alunya Kota London. Ke london tanpa mampir ke sini rasanya tidak syah. Trafalgar square tak hanya diburu wisatawan saja tapi juga dijadikan tempat nongkrong yang asyik bagi londonernya itu sendiri. Terlebih di sore hari di saat musim panas seperti ini. Di sini akan kita temui art performance. Seperti musisi jalanan, pelukis jalanan dll.

Trafalgar itu sendiri dilingkup beberapa ikon london lainnya yang sangat terkenal diantaranya  National Gallery, monumen menjulang lengkap dengan patung 4 singa ukuran besar serta kolam air mancur yang sangat besar di tengah alun-alun ini.

Duduk-duduk sore hari saat musim panas seperti saat ini terutama di pinggiran kolam air mancur terasa menyegarkan. Dimana cipratan air mancurnya kadang menerpa kita ketika tertiup angin.

Selain duduk-duduk menikmati suasana berfoto di sini adalah hal wajib yang dilakukan para wisatawan.

Setelah puas menikmati suasana Trafalgar Square, saatnya melaju ke arah selatan untuk mencapai London Eye yang ikonik itu. Jarak keduanya cukup dekat. Dengan berjalan kaki 15 menit sampailah kita di London Eye.

Sebelum tiba di London Eye mata kita disajikan pemandangan ikon london lainnya. Salah satunya ialah Downing Street yang tak lain adalah kantor Perdana Menteri Inggris yang juga jadi sasaran foto para wisatawan.

Tak jauh dari Downing Street menjulang Big Ben terlihat dari kejauhan. Hiruk pikuk wisatawanpun makin terasa. Banyak spot yang cantik untuk mengabadikan Big Ben. Salah satunya di perempatan yang terdapat phone box merah khas Inggris yang ikonik itu.

Langkah makin merapat ke westminster bridge yang ramai diserbu wisatawan karena di sini merupakan spot yang pas untuk mengambil foto Gedung Parlement, London Eye dan Sungai Thames.

Saat senja makin merapat suasana makin terasa romantis karena udara makin sejuk terasa dan lampu remang mulai menerangi Big Ben dan Gedung Parlement yang kuning keemasan.

Begitupun London Eye dan gedung di sekitarnya, pantulan sinar lampunya jatuh di permukaan Sungai Thames yang indah dimana kapal-kapal dan boat melaju tenang di atasnya.

london eye at night

Tak lupa kios suvenir yang berada di sisi Westminster Bridge terkena imbas ramainya diserbu wisatawan yang ingin membeli cindera mata khas Inggris.

Jadi, jika ingin menikmati sisi lain keindahan kota london cobalah jalan di sore hingga malam hari. Khususnya di Sungai Thames yang melingkup London Eye, Gedung Parlement dan Westminster Bridge ini.

 

N10. NRosmel. 12082016

Sebelum saya JJS ke sini terlebih dahulu saya ikut merayakan HUT RI di Wisma Nusantara bersama Ana n Fia, tau kan mereka?
Iya betul! mereka yang lolos Britain’s Got Talent itu loh..
Mau intip kegiatan saya tersebut? ini dia!

Ana & Fia BGT Meriahkan HUT RI di London

 

PPI Inggris Tanding Badminton dan Sepak Bola di Nottingham


Tanding sepak bola mahasiswa Indonesia di InggrisTim Sepak Bola PPI Bristol

Dalam rangkaian kegiatan Indofest, pada Minggu 7 Juni 2015, tidak hanya digelar pertunjukkan seni budaya, seperti pagelaran busana karya anak bangsa,  tapi juga digelar pertandingan olah raga. Berupa badminton dan sepak bola. Dengan menempati lokasi yang sama, yaitu di area kampus University Boulevard Lenton, Nottinghamshire.

Kedua pertandingan tersebut berlangsung bersamaan, dimulai pada pukul 11 siang. Rombongan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) perlokaliti kota mulai berdatangan sejak pukul 10 pagi. Banyak diantara mereka datang bersama rombongan dengan menggunakan bus sewaan ataupun dengan kendaraan umum. Ada pula peserta yang datang sehari sebelumnya dan bermalam di Kota Nottingham ini. Seperti rombongan PPI Bristol yang terdiri dari belasan mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang kuliah di University of Bristol dan University of the West of England.

Acara ini bukan hanya sekadar tanding olah raga semata. Tapi lebih dari itu. Diharapkan acara ini mampu merekatkan Persatuan Pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di Inggris. Agar silaturahin akbar ini berjalan seru maka dikonseplah pertandingan olah raga salah satunya.

Semua Tim PPI per lokaliti kota berlaga sepenuh hati, gigih dan penuh perjuangan dalam pertandingan badminton dan sepak bola ini. Sehingga pertandingan berjalan seru dan alot. Bahkan untuk pertandingan sepak bola itu sendiri berakhir hingga jelang pukul enam sore.

Pertandingan sepak bola Indofest yang ke-12 ini dimenangkan oleh Tim London. Begitupun untuk badminton ganda putra dan ganda campuran, dimenangkan pula oleh PPI London. Selamat!

Melihat antusiasme PPI se Inggris yang semangat bertanding dengan sepenuh hati dan penuh kegigihan, jadi tak sabar menunggu Indofest tahun depan.

Bagaimana serunya pertandingan badminton dan pertandingan sepak bola antara PPI per lokaliti Kota di Inggris ini? Silakan tonton cuplikan kegiatannya berikut ini: