Eksistensi Mesin Uap di Inggris

Pada suatu masa di abad ke-18 Inggris mengalami Revolusi Industri yang mengubah tatanan perekonomian Inggris menjadi semakin maju. Perubahan sistem di bidang pertanian, industri, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi lainnya mengalami perubahan besar-besaran.

Di masa itu produksi batu bara Inggris melimpah ruah. Maka tak heran jika pada masa kejayaan tersebut banyak terdapat tambang batu bara di Inggris. Diantaranya di Cornwall, seperti yang telah saya tulis di buku Jelajah Inggris. Dan terciptalah cornish pasty alias kue pastel ala Inggris yang dilatarbekangi kisah para penambang baru bara tersebut.

Melimpahnya batu bara dimanfaatkan untuk mesin uap. Apapun itu mesinnya. Entah untuk kereta api, mesin-mesin industri, mesin-mesin pertanian, traktor pembajak ladang, traktor pengangkut hasil pertanian, mesin uap pengepak jerami, mesin pengupas gandum, mesin pemotong kayu dan masih banyak lagi mesin-mesin bertenaga uap yang menggunakan bahan bakar batu bara pada saat itu.

Seiring waktu, diawal awal abad 20 persediaan batu bara di perut bumi Inggris makin menipis. Dalam waktu bersamaan, keberadaan batu bara tergantikan oleh bensin dan solar. Mulai saat itulah kepopuleran mesin uap mulai memudar, perlahan tergantikan oleh mesin-mesin berbahan bakar bensin, solar, bahkan kini merambah dengan mesin bertenaga listrik juga mesin bertenaga surga.

Meski jaman semakin canggih dan batu bara beserta mesin uapnya adalah cerita lama, namun masih banyak orang Inggris pecinta mesin uap. Bahkan mereka membentuk klub-klub pecinta dan perakit mesin uap. Kebanyakan, anggota klub tersebut adalah opa-opa yang mungkin pada masa itu mengalami ataupun saksi sejarah jaman kejayaannya mesin uap. Meski demikian, ada juga kaum muda pecinta mesin uap di klub tersebut. Intinya ialah mereka itu adalah pecinta seni otomotif klasik. Kalau tak cinta, mana mungkin mereka menghabiskan waktunya untuk hobi tersebut.

Mereka penyuka mesin uap tersebut merakit mesin uap dalam ukuran kecil. Mulai dari skala 1 banding 3, hingga 1 banding 10. Bahkan lebih. Kesemua mesin replika tersebut disesuaikan dengan bentuk aslinya. Baik ukuran, sistem mesinnya juga interiornya.

Pada sebuah kesempatan di akhir pekan dua minggu lalu, saya diajak oleh seorang teman ke Thornbury untuk melihat pameran bertajuk: Bristol Model Engineering & Hobbies Exhibition 2015 yang kebetulan salah satu peserta pameran tersebut adalah seorang Indonesia. Tapi beliau bukan pecinta/pembuat replika mesin uap, melainkan penghobi pesawat remot kontrol.

Dari sekian banyak atraksi pamer yang berhubungan erat mesin, engineering, moda transportasi ukuran kecil, mesin-mesin, dan tektek bengek lainnya, saya lebih tertarik dengan replika mesin uap yang ruang pamernya berada out door, sedangkan stand lainnya berada di dalam sebuah aula yang sangat besar.

Saya bukan penghobi dan penikmat mesin/otomotif apalagi seperti mesin uap yang sangat lawas, namun saya cukup terhibur oleh kendaraan bermesin uap yang ada di pameran tersebut.

Satu hal yang bisa saya pelajari, betapa sebuah kesukaan atau hobi bisa membuat orang sebegitu sangat kreatif dan total melakukannya, membuatnya dengan sepenuh hati. Demi sebuah kepuasan batin, bukan materi.

Seperti apa yang dilakukan oleh opa-opa yang ada di pameran tersebut. Salah satunya adalah seorang opa yang membuat mesin uapa pengepak jerami, pemotong kayu dll. Dengan detail ia merakit mesin uapnya yang sangat super kecil tersebut.

Untuk melihat seperti apa replika mesin uap tersebut bisa dilihat di sini.

N-20, 28082015

 

Published by

Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

5 thoughts on “Eksistensi Mesin Uap di Inggris”

Leave a Reply to Rosi Cancel reply