Behind The Scene NET_CJ Versi Gagal Tayang

Hari ini saya masih ngubek-ngubek file lama dan nemu video-video yang DIBUANGSAYANG. Saya sengaja menyimpannya sebagai kenangan dan sebagai rantai proses pembelajaran jadi NET_CJ.

Perhatiakan video berikut ini:

Kemudian lihat video yang ada di sini. Perhatikan dengan seksama. Ada yang aneh?

Hmm.. sebelum Anda merapat kesana, baiklah, saya kasih bocorannya. Perhatikan baju yang saya pakai. Take PTC aka oncam alias omong-omong depan kamera kali ini mayan lancar, ketimbang video yang ini yang kacau banget karena lagi sakit gigi bo! 😀

Begitu saya bilang: “Bagaimana kalau kita tanya orang sekitar, ya?”
sayapun clingukkan kali aja ada orang lokal yang seliweran gitu. Sialnya, karena itu waktu udah sore, gak ada orang lokal, malah yang ada turis seliweran. Lah, mereka kan bukan orang Wales jadi gak bisa bacanya. Begitu juga dengan turis Jerman yang saya temui.
“Meneketehe,” katanya sambil melambaikan tangan ke arah kamera,  nyerah.. nyerah… Emang Dunia Lain! 😛 Selengkapnya bisa baca di sini.

Setelah keliling-keliling mencari orang lokal akhirnya saya pun nyerah.
Lalu?
ya sudah.. ciao…
cabut bo!
Seterusnya kami menuju tempat kemping yang sudah dibooking dan bermalam di sana.

Besok paginya, kami datang kembali ke desa ini hanya untuk oncam akan PTC.

Untunglah pagi itu banyak orang lokal (orang setempat alias orang Wales) yang seliweran. Akhirnya, saya pun berhasil obrol-obrol sama doi dan minta diajarin pengucapan desa dengan nama unik tersebut. Kata di-a-ja-rin- itupun batal. Karena saya teuteup ngak bisa melafalkannya. Nyerah… nyerah….

Dan inilah penampakkan video hasil perjuangan nyari orang lokal tersebut. Oiya, ini video kedua kalinya tayang. Pertama tayang tgl 2 oktober 2015 (NET10), sedangkan yang ini tayang 5 oktober 2015 (NET12). Dibacainnya, teuteuppp.. sama non Angie Ang 😉 Suka deh sama doi.

Eh ternyata, doi pacarnya G Pamungkas 😀
Paan sih! rumpipisan.com

 

Masih #dibuang saya

Behind The Scene NET_CJ

Selama nyemplung dalam per-NET_CJ-an banyak suka duka yang saya rasakan. Mulai dari nyari ide, menuju lapangan, ngerekam, ngedit, bikin narasi, ngaplod, duduk manis nunggu tayang, seneng akhirnya si video bisa nongol di TV, honornya…. dan sebagainya dan sebagainya.

Dari semua sesi itu memiliki ceritanya masing-masing. Salah satu contohnya ialah ketika oncam atau PTC (Piece To Camera) aka obrol-obrol depan kamera. Jujur, kelemahan saya adalah suka jlimet di bibir. Di otak mau ngomong apa, keluarnya di bibir malah apa. Di otak udah disusun rapih, keluar di mulut teuteup jlimet.

Nah ini salah satunya:
Silakan senyum sepuas hati melihat video ini. Saya juga nontonnya sambil mesem-mesem antara memalukan tapi juga mengenang sebuah proses 😉
Tahukah Anda, dari take 1.31 menit yang diambil cuman 10 detik doang.

Gangguan lain, selain terletak di otak dan di bibir saya, juga gangguan di sekitar. Seperti suara-suara dari pasukan yang ikut jalan-jalan 😀
Maklum, saya ambil video CJ kan biasanya sambil ngangon bocah atau sambil main sama keluarga.
Etapi, kadang mereka membantu juga sih. Kadang mereka jadi pengontrol ucapan kita 😉

Seperti di video ini.
Sink apa sih bahasa indonesianya?
WADAH CAI ! 😛 😛
Kacau, kadang pula tim sorak ini bikin kacau suasana 😀
*kieu tah ari urang sunda saba Inggris teh 😀

Cuplikan video ini diambil untuk melengkapi oncam saya di video tentang Mata Air Abadi di Malvern Hills berikut ini.

#DIBUANG SAYANG