Category Archives: travel

Seram! Hantu-hantu Bergentayangan di Bandung.

foto seram

Pocong, kuntilanak, genderewo, nenek lampir, valaks dan masih banyak lagi jenis hantu lainnya biasanya hanya kita temukan dalam cerita ataupun film horor. Tapi, di Bandung kita bisa temukan mereka bergentayangannya di jalanan.

Ya, di Jalan Asia Afrika yang terkenal akan sejarahnya, Konferensi Asia Afrika, kita akan banyak temukan hantu berkeliaran di sana. Saat malam hari, antara lampu temaram, lalu lalang orang dan hantu-hantu bergentayangan ada rasa takut tapi juga seru.

Bagi sebagian orang mungkin itu menakutkan. Apalagi ada hantu-hantu yang berdiri di pojokan sudut temaram. Tapi ada juga orang-orang yang merasa senang seru-seruan. Ya, karena berbagai jenis hantu itu bukan hantu betulan. Melainkan hantu-hantuan. Alias para pekerja kreatif yang bisa memanfaatkan moment.

Kerennya, semua hantu tersebut berkostum, berakting dan ber-make up total. Jadi, melihat hantu-hantu tersebut, seremnya dapet, ngerinya berasa.

Sebagai kota yang memiliki banyak objek wisata, wisata hantu di seputaran Jalan Asia Afrika ini bisa dijadikan destinasi kunjungan kamu saat melancong ke Bandung. Biasanya, wisata hantu ini amat ramai di akhir pekan. Bahkan, hingga tengah malam lewat. Namun, buat kamu yang mau menjajal Jalan Asian Afrika selain akhir pekan juga gak papa. Karena aneka jenis hantu tersebut hadir setiap malam demi menghibur para wisatawan.

Tak hanya berbagai jenis hantu, di sinipun kamu bakal temukan banyak  superhero. Batman, Superman, Power Ranger dan masih banyak lagi karakter superhero lainnya. Seperti halnya si hantu-hantuan, superhero ini berkosum total pula, plus masker dan aksesoris pendukun lainnya. Bahkan sampai ada yang kostunya menyala-nyala layaknya robot beneran. Pokoknya, TOP banget buat akang-teteh hantu dan superhero Kota Bandung yang total dalam bekerja. Jempol!

Meski hantunya seram-seram dan superheronya sok gagah dan sok jaim, tapi semuanya ramah dan asik untuk diajak berfoto bersama. Tak lain untuk menyenangkan para pengunjung.

Oiya, untuk mengapresiasi hantu dan superhero yang kita ajak selfie tersebut, jangan lupa isi kotak rupiah yang mereka sediakan. Karena itulah mata pencaharian mereka.

Jalan-jalan pada Sabtu malam ke Jalan Asia Afrika yang saya lakukan ini terjadi tanpa sengaja. Setelah ngupi-ngupi di salah satu cafe Jalan Pasteur Bandung, saya diajak ke sini. Diluar dugaan, ternyata, wisata hantu ini seru juga. Secara, hangout sampai malam, di kota kelahiranku sendiri. Duh, Bandung banyak berubah. Secara, setiap mudik ke Bandung gak pernah kelayapan sampai semalam ini. Soalnya, setiap mudik bawa pasukan lengkap, suami dan anak-anak 😀

Mau lihat seperti apa hantu-hantu Bandung itu bergentayangan? Ini dia liputannya:

London Underground Musician

Yang kusuka kalo travel ke London itu diantaranya sering menemukan mas-mas pengamen bule yang ngamennya gak ngasal. Mulai dari permainan musiknya, nyanyinya dan perlengkapan ngamennya pun ngemodal pula.

Seperti mas bule yang ngamen di salah satu lorong underground berikut ini. Diantara hiruk pikuk London yang sibuk, mas-mas pengamen ini menghibur kita-kita yang selewat melintas. Ada juga berhenti sejenak menikmati permainan musiknya, mungkin ia turis. Ya, seperti saya ini 😉

Sebelum capcus, rekam bentaran dong ya… 🙂

Btw, lagunyah aku suka bangeud. Creep by Radiohead.

 

Di Inggris Kereta terlambat? Dapatkan Kompensasi!

Ada yang tahu lagu Iwan Fals berikut ini?
“Biasanya… kereta terlambat dua jam mungkin biasa!”

Nah, kalau di Inggris, jika kereta terlambat, kita bisa dapatkan voucher belanja dan berhak mengajukan kompensasi 50% hingga 100% dari harga tiket.

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu ada berita duka. Lalu saya ke Kota Bristol untuk bertakziah. Saat itu suami sedang tidak ada di tempat, maklum dia kuli di negara tetangga. Diantara dua moda transportasi, bus dan kereta, saya pilihlah kereta. Dengan beberapa pertimbangan. Stasiun kereta lebih dekat dari stasiun bus di kota saya. Jadwal keberangkatan kereta lebih banyak ketimbang bus. Waktu tempuhnya pun tentunya lebih cepat pula.

Bergegas saya ke stasiun kereta. Tumben, seumur-umur saya menggunakan moda transportasi ini di Inggris baru kali ini mengalami keterlambatan. Announcement aka halo-halo di stasiun kereta Worcester terus mengapdet keterlambatan kereta kami.

Cukup lama kami menanti, sekitar 15 menit adalah. Setelah itu, datanglah si kereta yang kami nanti sejak tadi. Semua penumpang masuk dengan tertibnya lalu duduk manis dengan posisi yang strategis.

Saya duduk di kursi sebelah kanan lorong. Seperti halnya saya duduk di dekat jendela, saya lihat penumpang lainnya duduk dekat jendela sebelah kiri lorong. Ia sandarkan kepalanya beralaskan bantal khusus untuk traveling. Sementara dua koper besarnya diletakkan di bawah dan di kursi sebelahnya. Sepertinya ia akan melakukan perjalanan jauh. Kereta malaju, iapun terpejam. Mungkin ia berharap sesampai di kota tujuan ia bangun dalam keadaan segar.

Untuk sampai ke Kota Bristol saya harus melewati 6 stasiun kereta terlebih dahulu. Belum lama kereta melaju, tetiba laju kereta melambat, melambat, kian melambat dan akhirnya berhenti.  Announcement aka halo-halopun terdengar. Memberitahukan jika kereta yang kami tumpangi ini mengalami kerusakan mesin yang entah apalah itu. Bah!

Si Announcement aka halo-halo terus bilang jika memungkinkan kereta akan diperbaiki di tempat, namun jika sekiranya tak bisa diperbaiki terpaksa kereta kembali ke kandang, ke Worcester Stasiun. Terserah lu deh!

Tapi menurutku, orang Inggris itu banyak yang baik hati dan penyabar. Kesel iya, tapi pada woles aja gitu.

Dan ternyata, teknisi menyerah! Terpaksa kereta balik kandang.

Ya Alloh.. memiliki niat baik untuk bertakziah di luar kotapun masih pula diberikan jalan kerikil-kerikil yang mengemaskan ini. Baiklah. Saya pun mengabari teman yang rencananya akan menjemput saya di stasiun kereta di Bristol sana. Bahwa saya pasti datang terlambat. Dan ternyata, rencana yang telah dirancang teman-teman di Bristol sanapun delay pula, baiklah.  Saya pun berpikir, Allah punya rencana, Allah punya kuasa.

Juggijakgijukgijakgijuk (bukan lagu umi Elvi :D) keretapun kembali ke Worcester Stasiun. Announcement aka halo-halo bilang kalau kita musti turun untuk berganti kereta. Semua turun dengan tertib seperti bebek yang manis dan penurut. Saya turun agak belakangan. Penumpang yang berseberangan dengan saya membuka mata, mungkin agak sedikit ribut saat penumpang turun.

“Loh, apaan nih? Udah sampe?” ia celingukan bingung. Melihat pada kami, melihat ke sekitar, melihat ke luar jendela. “Apa? ini masih di Worcester?” bingung dia 😀

Saya bilang, keretanya mogok sis, bukan karena si komo liwat, bukan pula karena ban keretanya gembos, mungkin mesinnya lelah, kurang piknik 😛 😀

Setelah berduyun-duyun turun dan bergerumul beberapa waktu, kami di PHP, antara ganti kereta atau mau diperbaiki bentar itu si kereta. Setelah cukup kesal. Datangnya kereta pengganti. Persis bebek masuk kandang, untuk kedua kalinya kami masuk lagi kereta 😀

Juggijakgijukgijakgijuk.. kereta berangkat.. (lagi).

Setelah beberapa menit. Ealahh…. itu kereta kembali melambat dan terus melambat. Anehnya, posisinya sama persis di tempat yang mogok tadi. Kok bisa sih? seperti ada mistis mistis gitu 😛  Apa perlu dilemparin rokok kayak ditanjakan Emen? 😀

Dalam masa itu, tukang announcement, tukang periksa tiket serta penumpang lainnya becanda-canda tentang melambatnya kereta untuk kedua kalinya ini. Maju.. maju.. maju… heuheu.. udah kayak apaan aja. Setres dibawa happy.

Beneran, sejak menginjak tanah Inggris pada 2007, ini adalah pengalaman pertama saya mengalami keterlambatan naik kereta. Kecewa sih, tapi gak begitu stres, apalagi ketika pihak management memberikan kami selembar kertas yang bertuliskan Compensation for Delay.

Awalnya saya bengong. Eh, apaan nih?

Ternyata di dalamnya ada voucher senilai £5. Oh… uang kecewa… 😀 Baiklah. Terima kasih.

Voucher Kompensasi di Inggris

Nah, di Form Compensation for Delay tersebut kita bisa isi data-data keterlambatan kereta, lalu dikembalian ke GWR (Great Western Railway) untuk diproses uang kompensasinya.

Jika keterlambatan kereta satu jam, maka penumpang berhak mendapatkan 50% uang kompensasi untuk jenis tiket return (PP). Sedangkan tiket single aka sekali jalan berhak mendapat kompensasi sebesar 100%.

Sedangkan jika keterbatan kereta memakan waktu 2 jam, apapun jenis tiketnya, penumpang berhak mendapat kompensasi 100% dari harga tiket yang sudah dibeli.

Semakin saya matang (mau bilang tua, takut ada yang manggil oma), semangkin saya matang, semangkin saya yakin Allah selalu berikan yang berbaik buat kita, apapun itu. Termasuk keterlambatan kereta ini.

Gimana tidak, si Compensation for Delay ini bisa mejeng di NET10. Mayan kan? 😉 Alhamdulillah.

N10. NRosmel,05102016

Ngomongin soal Bristol, nih, saya kasih tau beberapa tempat wisata yang keren di Kota Bristol, cekidot!

Ke Clifton Bridge Ikonnya Bristol, yuk!

Ada Goa Raksasa di Kota Bristol

Kuliner Libanon di Bristol Inggris, Round Four, Cukup Untuk 7 Perut