Jelajah Inggris, Badminton Village, Desa Cantik Tempat Lahirnya Badminton

Tahukan Anda, di Inggris ada sebuah desa kecil bernama Badminton Village. Badminton Village alias Desa Badminton di Inggris ini merupakan tempat lahirnya olah raga badminton alias bulutangkis yang kemudian menjadi olah raga yang mendunia.

Jelajah Inggis kali ini saya mau ngajak kalian ke desa cantik badminton village, kebetulan tak jauh dari rumah saya. Desa badminton ini cantik banget. Suasananya tenang dan sepi. Sebelum mencapai Desa Badminton kita lalui banyak ladang yang luas. Sesekali saya temui penduduk desa yang menunggang kuda. Video lengkapnya nanti kamu bisa lihat di link ini:

Badminton Village Desa Cantik di Inggris tempat lahirnya Badminton

 Sama seperti desa di inggris lainnya, desa-desa di Inggris sangat asri, jauh dari keramaian, udaranya segar, ladang terhampar dimana-mana, dan rumah-rumahnya sangat klasik.

Oiya, di video saya ini, saya pernah house tour ke sebuah rumah di sebuah desa di inggris, yang mana pemiliknya orang Indonesia, rumahnya dan ladangnya sangat luas sekali, intip videonya disini

House Tour Rumah Desa di Inggris

Saat saya eksplor Badminton Village, sayangnya desa tempat lahirnya olahraga badminton ini tidak terbuka untuk umum alias tidak dijadikan objek wisata. Padahal di Desa Badminton ini ada Badminton House, tapi tidak semua orang bisa masuk di Badminton House di Badminton Village tersebut.

Karena Badminton Village dan Badminton House di Desa Badminton Inggris tertutup untuk umum maka tak heran jika desa ini sangat sepi, penduduknya juga tidak banyak. Video ini diambil sebelum adanya Pandemi Covid-19.

Video lengkapnya bisa kamu lihat di bawah ini:

Oiya, buat yang belum subscribe, ayo disubscribe dan tekan tombol loncengnya.. biar bisa apdet video-video saya lainnya. Cheers..

Yang mau kepoin jalan-jalan seputaran london dan inggris lainnya bisa klik link berikut ini.

Llanfair­pwllgwyngyll­gogery­chwyrn­drobwll­llan­tysilio­gogo­goch, Desa Dengan Nama Terpanjang se-Eropa

Seperti yang saya bilang di sini, sesuatu yang “TER” itu biasanya menarik untuk diperhatikan.

Setelah saya posting rumah terkecil se-Britania Raya,

kali ini saya akan mengajak Anda mengunjungi sebuah desa dengan predikat desa terpanjang namanya se-Inggris Raya bahkan se-Eropa. Letak desa ini ada di Wales yang merupakan Negara Bagian Inggris.

Dari serangkaian road trip musim panas kemarin itu, saya sengaja memasukan destinasi desa ini. Ada yang bisa melafalkan nama desa berikut ini gak? Llanfair­pwllgwyngyll­gogery­chwyrn­drobwll­llan­tysilio­gogo­goch. Ehmm.. belibet pake banget ya? Begitu pun saya. Cuman, kata orang lokal di sana, kalau tidak bisa melafalkan sepanjang itu, sebut saja desa ini Llanfair yang diambil dari kata terdepannya saja.

Keribetan nama desa ini diambil dari bahasa setempat yaitu Bahasa Wales yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kurang lebih artinya Gereja Santa Maria di lembah pohon hazel putih, dekat pusaran berair deras dan gereja Santa Tysilio dari gua merah.

Kebayang ngak sih, jika penduduk setempat di pergi ke luar kota lalu ada orang yang bertanya: “Ibu tinggalnya dimana?”

Terus orang Wales tersebut menjawab: “Saya berasal dari Desa Gereja Santa Maria di lembah pohon hazel putih, dekat pusaran berair deras dan gereja Santa Tysilio dari gua merah.”
Ribet banget ya? 😀

Pemberian nama desa tersebut didasarkan pada ikon-ikon desa yang ada di sana. Sampai kini, kita bisa melihat ikon-ikon tersebut. Diantaranya Gereja Santa Maria dan sebuah muara sungai. Itu sebabnya dari sepanjang nama desa tersebut disebutkan berpusaran deras. Artinya merujuk pada sebuah muara yang pusaran airnya cukup deras.

Kenapa sih desa tersebut dinamakan demikian?

Awalnya, desa ini berjuluk Desa Llanfairpwllgwyngyll. Kemudian pada abad ke-19 desa nan sejuk, indah serta damai ini berganti nama seperti sekarang ini. Pergantian nama desa ini tentunya menjadi daya tarik wisata. Tidak hanya turis lokal yang berasal dari Inggris saja yang sengaja mengagendakan destinasi kunjungan mereka ketika ke Wales. Tapi juga banyak wisatawan manca negara yang sengaja bertandang ke sini.

Waktu itu road trip hari kedua kami ke Wales. Kami tiba terlalu sore, hingga kemudian saya dan keluarga harus bermalam tak jauh dari desa unik ini. Meski tiba terlalu sore, namun masih banyak turis berseliweran. Diantaranya turis Jerman.

Penasaran saya menanyakan hal ini kepada pasangan Jerman paruh baya tersebut. Menurut mereka, keunikan nama desa inilah yang menarik minat mereka sengaja bertandang ke sini. Selama beberapa hari melancong ke Inggris, ia masukan destinasi ini, katanya.

Masih menurut mereka, meskipun Bahasa Jerman terkenal lebih sulit dilafalkan, pelafalan desa ini lebih sulit lagi. Sampai mereka geleng-geleng kepala ketika mencoba membacanya. Ya begitulah Bahasa Wales. Hambur konsonan, pelit vokal. Coba perhatikan rangkaian huruf nama desa tersebut. Bahkan ada 12 konsonan berderetan. Gimana gak sulit melafalkannya, coba? Llanfair­pwllgwyngyll­gogery­chwyrn­drobwll­llan­tysilio­gogo­goch

Kami tertawa-tawa kecil ketika mencoba untuk membaca deretan huruf yang terpampang di sebuah bangunan di dekat stasiun kereta desa tersebut. Karena nama desa ini terdiri dari 58 huruf, maka berhasil tercatat di Guiness Book of Record sebagai desa dengan nama terpanjang di Eropa.

Sesama pelancong biasanya suka ngobrol-ngobrol, setelah mereka tahu kami orang Indonesia, seterusnya mereka menceritakan pengalaman perjalanan wisata mereka ke Indonesia. Dengan serunya ia bercerita panjang lebar tentang Borobudur, kerajian perak Kota Gede dan masih banyak lagi destinasi wisata Indonesia yang meninggalkan kesan indah tentang Indonesia dalam kenangan mereka.

Setelah puas ngobrol-ngobrol dengan mereka, kami pun sama-sama meninggalkan  Desa Gereja Santa Maria di lembah pohon hazel putih, dekat pusaran berair deras dan gereja Santa Tysilio dari gua merah