Penipuan lewat Facebook

Pesan Ari Lasso kepada para pria, bagaimana cara menjebol hati wanita: “Sentuhlah ia tepat di hatinya, buatlah dia terbang melayang…” sangat tepat.

Sayangnya pesan Ari Lasso itu banyak dimanfaatkan oleh lelaki jahat. Setelah hati digenggam, akal sehat tenggelam, nalar pun tak lagi berfungsi ketika ia “terbang melayang”, seperti yang Ari Lasso bilang.

Fakta mudah lelehnya hati perempuan melahirkan fenomena tipu daya lelaki jahat di dunia maya. Sebenarnya ini lagu lama. Tapi herannya, sampai detik ini, masih saja banyak wanita yang termakan tipu rayu lelaki. Ironis memang.

Senjata apa sih yang digunakan lelaki jahat dalam merampok hati wanita? Sepele, hanya kata-kata. Kata-kata cinta, kata-kata harapan dan masa depan dan tentunya dibumbui drama fiksi belaka.

Kisah sedih istrinya yang meninggal karena kanker, menjadi single parent lalu mencari pengganti istrinya, ia memiliki karir bagus dan seterusnya. Modal kata-kata seperti itu mampu membuat banyak perempuan masuk dalam kisahnya yang seolah nyata. Tak lupa kata-kata manis diumbar. Babe, love, honey dan seterusnya. Membuat si perempuan tersanjung dan terperangkap dalam romantisma.

Tak usah menunggu lama untuk sampai perempuan itu terbuai dan klepek-klepek dibuatnya. Dalam hitungan beberapa minggu, dipastikan si perempuan merasa klik. Klop. Dan berkesimpulan, inilah tambatan hati yang selama ini dinanti.

Facebook, perempuan Indonesia yang lugu, dan lelaki bule yang lihai merayu, itulah fenomena scam cinta dunia maya. Saat si perempuan telah melayang, termakan kata-kata, hatinya jebol, nalar pun mengikuti kata hati, jebol pula. Maka, ketika si belahan jiwa yang (katanya) terpisah benua itu berada dalam kesulitan, tentunya si perempuan tak sungkan untuk menolongnya. Bahkan untuk urusan yang sangat sensitiv sekalipun. Uang.

Meski beresiko, toh banyak juga perempuan Indonesia yang melakukan hal ini. Mengirimkan uang kepada seseorang yang belum pernah ia jumpai di dunia nyata. Dengan asumsi, semua yang kirimkan pasti kembali dengan hitungan yang berkali lipat, sesuai janji si bule. Tak hanya itu iming-iming perhiasan pun melengkapi kepercayaan si perempuan.

Tidak disangkal, bagi sebagian perempuan Indonesia mendapatkan pasangan hidup seorang bule adalah nilai lebih. Mereka berpikir lelaki bule lebih romantis, bisa mempebaiki keturunan, bisa hidup “wah” dan memperlakukan perempuan dengan baik dan istimewa. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Baik-buruk, hitam-putih, selalu ada di setiap tempat, setiap negara. Begitu pun dengan laki-laki.

Mengenai scam cinta dunia maya ini, penulis pernah bersigungan langsung. Adalah seorang teman lama, sebut saja Bunga 😀 yang terkait kembali di jejaring sosial, setelah ia mengetahui bahwa penulis bertempat tinggal di Inggris. Bunga yang memiliki kekasih orang London, meminta bantuan untuk menelurusi keberadaan kekasihnya, sebut saja ia bernama X.

Pasalnya, dalam sebulan terakhir X sangat sulit dihubungi. Padahal sebelumnya mereka intens bertemu di media chat room Facebook. Bahkan mereka telah mereka-reka rencana masa depan berdua. Bunga memberikan alamat rumah dan nomor telefon X.

Sebenarnya, bagi penulis yang tinggal di kota Worcester, sangat mudah mengecek keberadaan alamat rumah X di London, yang berjarak 137 mile dan harus ditempuh sekitar 3 jam. Tinggal klik Google Map, semuanya terlihat di sana dalam hitungan detik. Setelah di klik, cukup mencengangkan. Sebab alamat rumah X itu adalah sebuah gedung perkantoran yang baru dibangun.

Lalu, mengenai nomor telefon. Penulis lebih tercengang lagi. Bunga menyebutkan nomor ponsel X adalah +447012946054. Kesan pertama setelah telefon tersambung,  suaranya di seberang sana terdengar kurang jelas. Kesan kedua, si penerima telefon tidak beraksen Inggris British, lebih ke aksen orang kulit hitam. Kesan ketiga, ia tercengang ketika saya katakan, saya temannya Bunga dari Indonesia. Seterusnya ia menjadi sulit diajak komunikasi dengan alasan sinyal tidak bagus. Ia memberi saran agar meng-SMS alamat email saya kepadanya. Ia berjanji akan menjelaskannya semuanya melalui email.

Anehnya, berulang kali SMS dikirimkan selalu gagal. Kembali Google menjadi tempat untuk bertanya. Kesimpulannya adalah: nomor +4470xxxx tersebut bisa dibeli dari dua perusahaan di UK yang menyediakan service telefon internet. Biasanya nomor ini dipakai oleh pebisnis yang sering wara-wiri lintas negara. Tapi kemudian, nomor ini banyak digunakan oleh para scamer karena pendaftarannya tidak ketat dan murah. Scamer juga mendapatkan bagian uang dari setiap telefon yang masuk ke nomor +4470xxxx ini. Jadi, telephone dengan nomor awal +44xx tersebut belum tentu berlokasi di UK, bisa di Nigeria, bisa di Malaysia, bisa pula di Indonesia

Kecurigaan pun semakin bulat. Sebab, penulis menggunakan paket telefon sekian pounsterling untuk penggunaan sepuasnya (free) ke handphone seluruh UK. Tapi ketika mengontak nomor telefon X di nomor +4470xx tadi, sekitar satu menit penulis kena biaya sebesar £ 4,5.

Mencengangkannya lagi, ketika Bunga makin terbuka. Ia katakan, bahwa sebelum X menggunakan nomor +4470xx ini, Bunga biasa menghubungi X di nomor +2347060516686. Surprise, karena menurut Google +23470 adalah nomor handphone Nigeria dan nomor scam ini sudah terkenal di jagat maya.

Setelah fakta-fakta terbuka jelas, lemaslah Bunga yang sudah empat kali mengirimkan uang kepada X, mulai dari Bulan Mei hingga Agustus. Dan satu persatu kekukuhan Bunga terbantahkan, berguguran. Tapi X bilang, ia lulusan Universitas A dan bisnis perhiasannya cukup sukses. Hei, bukankah lidah tak bertulang? Siapapun bisa mengatakan ini dan itu, A, B, hingga Z?

Lalu, dengan PPnya di FB itu? Hei, bukankah kita hidup di jaman internet? Berapa miliar wajah-wajah manusia di dunia ini nampang di internet? Milyaran. Tinggal pilih, dalam hitungan detik, kopas, lalu masukkan dalam akun Facebook yang baru dibuat, jadilah sosok baru. No wonder, jika si X ingin akunya diseting privat, tanpa teman lainnya. Hanya kalian berdua. Terlebih koleksi fotonya hanya satu-dua saja, buram pula.

Jadi, wahai perempuan Indonesia, berhati-hatilah akan ucapan lelaki yang baru dijumpai. Jangan mudah percaya. Apalagi jika menyangkut hal yang paling sensitive, uang. Juga, selain menggunakkan hati, gunakan pulalah nalar yang sehat ketika seorang lelaki mengumbar kata-kata. Bukankah lidah tak bertulang? Tak terbatas kata-kata.

Dan yang tak kalah penting, wahai perempuan Indonesia, gunakanlah smart phone dan gadget yang anda miliki untuk mengakses internet dan menjawaban tindakan-tindakan yang mencurigakan. Sebelum anda terjatuh dalam lubang scam asmara yang membutakan nalar dan menguras rekening isi rekening.

******

Sebuah tulisan lama yang ingin dishare, karena sampai saat ini masih saja ada yang termakan rayuan gombal yang jijai bajai.

Opini tribun

 

 

 

Lebaran di Inggris

Biar kata tinggal di negeri orang. Tapi lebaran kami selalu berkesan.
Kumpul-kumpul di rumah kami (Worcester) inipun saya buatkan artikelnya.
Mejeng di Koran Tribun Timur deh…
Kenapa Tribun Timur? karena sesepuh pengajian kami berasal dari Makasar.
Ketika artikel ini tayang, tentu saja keluarga beliau senang sekali membaca dan melihat foto kami yang berkumpul bersama penuh suka cita di hari kemenangan.
Idul Fitri 1435 H.

tribun timur lebaran

Ketemu Kido-Gideon di Birmingham

Biasa, sambil menyelam minum air. Sambil nonton All England, sambil bikin laporan pandangan mata. Setelah nonton beberapa babak pertandingan, saya dan suami break sebentar sambil ngupi-ngupi di cafe dekat tempat berlangsungnya All England. Tetiba, ketika kami duduk manis di teras cafe yang depannya ada air mancur, lewatkan pasangan ganda putra kebangaan Indonesia, Markis Kido dan Maskus Gideon, beserta coachnya.

“Eh, Kido? Gideon?” tunjuk saya sambil bengong, mereka pun mengangguk ramah.

Suer, beneran mereka ramah banget, pelatihnya juga. Ternyata Gideon itu pemalu (sepertinya). Oiya, dari dekat saya baru tahu, kalau doi pake behel, hehe.. OOT. Klo lg tandingkan ga keliatan. Ya iya lah.. orang nontonnya jauh gitu. Kalo Kido (kayaknya) kocak n seneng ngobrol, sambil ngebecandain Gideon gitu. Oiya, Gideon itu panggilan akrabnya “Sinyo” ternayta.. 😀

Udah deh, ngobrol-ngobrol sebentar, ujung-ujungnya minta foto bareng, heuheu… norak. Saya ambil foto gantian sama suami. Jepret!

Ealah, pas kirim ke media, saya salah attach file foto, walhasil, tertulis nama penulinya: Rosi Meilani, lah, fotonya malah foto suamikuh. Ga papa juga sih, sekali-kali doi suruh mejeng di media 😀

Image