Selama nyemplung dalam per-NET_CJ-an banyak suka duka yang saya rasakan. Mulai dari nyari ide, menuju lapangan, ngerekam, ngedit, bikin narasi, ngaplod, duduk manis nunggu tayang, seneng akhirnya si video bisa nongol di TV, honornya…. dan sebagainya dan sebagainya.
Dari semua sesi itu memiliki ceritanya masing-masing. Salah satu contohnya ialah ketika oncam atau PTC (Piece To Camera) aka obrol-obrol depan kamera. Jujur, kelemahan saya adalah suka jlimet di bibir. Di otak mau ngomong apa, keluarnya di bibir malah apa. Di otak udah disusun rapih, keluar di mulut teuteup jlimet.
Nah ini salah satunya:
Silakan senyum sepuas hati melihat video ini. Saya juga nontonnya sambil mesem-mesem antara memalukan tapi juga mengenang sebuah proses 😉
Tahukah Anda, dari take 1.31 menit yang diambil cuman 10 detik doang.
Gangguan lain, selain terletak di otak dan di bibir saya, juga gangguan di sekitar. Seperti suara-suara dari pasukan yang ikut jalan-jalan 😀
Maklum, saya ambil video CJ kan biasanya sambil ngangon bocah atau sambil main sama keluarga.
Etapi, kadang mereka membantu juga sih. Kadang mereka jadi pengontrol ucapan kita 😉
Seperti di video ini.
Sink apa sih bahasa indonesianya?
WADAH CAI ! 😛 😛
Kacau, kadang pula tim sorak ini bikin kacau suasana 😀
*kieu tah ari urang sunda saba Inggris teh 😀
Di sebelah Barat Daya Kota Birmingham terdapat kota kecil bernama Malvern. Malvern memiliki barisan perbukitan yang kami sebut Malvern Hills. Setidaknya ada 20 bukit yang saling bertautan di sana.
Di dalam perut malvern hills terkandung banyak sumber mata air yang dipercaya berkhasiat bagi kesehatan tubuh juga sebagai penyembuh. Mata air tersebut melimpah ruah mengalirkan airnya di kaki – kaki perbukitan Malvern.
Untuk memanfaatkan khasiat air mujarab ini pada 1842 Dr. James Wilson dan Dr. james Gully mendirikan klinik SPA Hydrotherapy. SPA singkatan dari Sante Par Aqua (Bahasa Latin) yang artinya sehat melalui terapi air. Sejak itulah Malvern kian terkenal seantero Inggris.
Pada masa itu SPA ini amat dirasakan khasiatnya oleh para pasien yang datang dari berbagai kalangan. Mulai kalangan kerajaan Inggris, bangsawan, novelist, politikus / ilmuwan dsb.
Sebut saja diantaranya Charles Darwin yang tersohor dengan teori evolusinya itu. Istrinya Charles Dickens (novelis), Florence Nightingale (ibu perawat sedunia) bahkan Franklin Delano Roosevelt yang tak lain adalah presiden amerika yang ke-32. Franklin kecil yang pada tahun 1889 itu masih berusia 7 tahun sengaja melakukan terapi untuk kesembuhan penyakit kejangnya di Malvern ini.
Saking terkenalnya Malvern, sampai-sampai Ratu Victoria membeli rumah di sini. Bahkan kono katanya, jika melakukan perjalanan dinas ke luar negeri beliau harus membawa bekal minum dari mata air Malvern Hills.
Berabad telah berlalu, namun keasrian Malvern Hills masih tetap terjaga. Begitupun dengan mata air – mata airnya, masih mengalir di kaki – kaki perbukitan Malvern. Dan sampai sekarang air yang keluar dari mata air-mata air tersebut bisa langsung diminum tanpa harus melalui proses pematangan/pemasakan terlebih dahulu, rasanya pun sangat menyegarkan.
Banyak warga sekitar yang mengambil air Malvern Hills untuk dikonsumsi hari-hari dengan memakai jarigen/gallon. Pun para turis lokal dan mancanegara. Selain meminumnya di tempat juga dibawanya pulang.
Dari sekian banyak titik sumber mata air yang digelontorkan untuk pengunjung salah satunya ada di St. Ann’s well. Di tempat itulah awal mula kota Malvern dibuka oleh para biarawan. Dimana st. Ann’s merupakan tempat tinggal para biarawan pada abad lampau.
Jejak Malvern Hills sebagai tempat terapi air alam bisa dilihat di salah satu bangunan menuju Malvern Hills yang bernama Aldwyn Tower yang merupakan tempat tinggalnya Franklin Roosevelt saat tetirah alias berobat aka melakukan terapi SPA di Malvern Hills.
Hingga kini Malvern Hills masih ramai dijadikan destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara. Selain dijadikan wisata alam juga dijadikan trek olah raga naik bukit.
Meski sering kali kami naik perbukitan Malvern, namun tak ada kesan bosan. Karena untuk menaiki perbukitan Malvern ini ada banyak titik pendakian. Yang tentu saja viewnya tidak selalu sama. Titik pendakian bisa dari Great Malvern yang paling mudah dijangkau ataupun dari titik pendakian lainnya. Dari titik manapun naiknya, jangan lupa nikmati kesegarannya air Malvern yang langsung keluar dari mata air-mata air yang keluar dari kaki perbukitan Malvern.
Ayo, siapa yang mau menikmati segarnya air pegunungan Malvern dan ingin menyaksikan keindahan perbukitan Malvern, jangan lupa ajak saya, ya? 😀
Karena perbukitan ini letaknya tak jauh dari rumah saya 😉
Waduh, PPnya anak gadiskuh 😀
Tolong abaikan penampakkan dirikuh yang agak bulat, sepertinya kesalahan ada pada mata anda. Atau mungkin setingan kameranya gak bener nih 😛 😛
Banyak cara yang dilakukan oleh organisasi pencinta hewan di inggris dalam menyelamatkan keberlangsungan satwa. Salah satunya adalah dengan adanya horse sanctuary atau tempat penampungan kuda yang berlokasi di Oxhill, Kota Coventry, Inggris.
Di sini ada 90 kuda, kuda poni dan keledai yang ditelantarkan, dianiaya atau diperlakukan tidak baik oleh pemilik sebelumnya. Maka, atas nama hak asasi hewan, kuda-kuda ini berhak diambil alih yayasan demi keselamatan hewan tersebut.
Ada pula kuda-kuda (poni, keledai) yang diserahkan langsung oleh pemiliknya karena tidak mampu lagi merawatnya. Baik karena alasan kuda tersebut sakit ataupun perlu perawatan khusus dll.
Setidaknya ada 2.000 kuda, kuda poni dan keledai bernasib sama yang dinaungi yayasan ini dan tersebar di banyak kota di Inggris. Dimana dana untuk pemeliharaannya mengandalkan swadaya warga yang peduli pada satwa ini.
Selain dengan cara donasi, kita juga bisa mengadopsi hewan ini hanya dengan £12,5 atau sekitar 260 ribu rupiah saja. Namun jangan paham. Istilah adopsi bukan berarti si kuda bisa dibawa ke rumah.
Teknisnya: setiap kuda memiliki nama, identitas detail beserta fotonya. Kita pilih kuda mana yang akan di adopsi. Per kuda £12,5. Kita bisa mengadopsi lebih dari satu kuda. Bisa atas nama kita, ataupun dihadiahkan atas nama orang lain. Biaya adopsi seterusnya ditransfer secara online ataupun langsung di tempat. Nantinya uang tersebut dialokasikan untuk biaya perawatan kuda yang diadopsi tersebut.
Pemilihan kuda yang akan diadopsi bisa dipantau lewat website ataupun langsung datang ke lokasi. Lokasi inipun merupakan destinasi wisata keluarga sekaligus wisata edukasi yang mengajarkan anak-anak untuk mencintai hewan, mengenalnya lebih dekat dan berkontribusi nyata dengan cara berdonasi dan mengadopsi. Tentunya pada diri anak-anak tersebut ada rasa memiliki tanpa harus memiliki (membawanya ke rumah).
Adopsi ini banyak pula dijadikan hadiah ulang tahun yang sangat keren dan didambakan anak-anak. Dengan berdonasi dan mengadopsi, mereka sepuas hati bisa menaiki kuda adopsiannya tersebut.
Jika istilah adopsi si kuda tidak bisa dimiliki (dibawa ke rumah) lain halnya dengan istilah rehome. Dimana kita bisa mengambil alih kepemilikan kuda-kuda tersebut untuk dibawa pulang. Tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku. Cuman agak ribeut kalau berniat rehoming si kuda tersebut. Perawatnnya lah, makanannya lah, kandangnya lah, kesehatannya dan sebagainya dan sebagainya. Maka dari itu program adopsi ini jauh lebih mudah. Dimana kuda-kuda (kuda poni, keledai) yang kita adopsi tetap berada di horse sanctuary (penampungan kuda) dan tentunya ditangani/diurus oleh orang-orang yang tepat.
Untuk masuk ke sini tidak dikenai tiket masuk alias gratis. Area penampungan kuda ini sangat luas sekali. Terdiri dari beberapa bagian. Kandang-kandang tertutup (istal) yang diberi nomor urut. Kandang terbuka luas dibatasi pagar agar memudahkan interaksi dengan pengunjung. Ada juga ruang pemeriksaan kuda, ruang presentasi untuk keperluan adopsi, toilet, café, toko suvenir dll. Semua keuntungan dari penjualan suvenir dan cafe seutuhnya untuk yayasan ini. Adapun barang-barang yang dijual di toko suvenir sangat beragam dari harga termurah 1 pounsterling sampai puluhan pounsterling. Mulai dari kartu pos, alat tulis, mug, kaus, tas hingga lukisan kuda dan masih banyak lagi.
Wisata edukasi sekaligus wisata keluarga ini banyak dipilih para orang tua. Di sini kita bisa mengetahui sifat, karakter, fakta-fakta dan ilmu lainnya tentang perkudaan. Juga bagaimana cara yang baik memperlakukan mereka. Petugas-petugas di sini sangat ramah kepada para pengunjung. Mereka siap membantu dan memberikan penjelasan tentang segala hal yang berkaitan tentang horse sanctuary ini.
Semua kuda yang ada di sini diperlakukan baik oleh tangan-tangan profesional di bidangnya masing-masing. Makanannya, kesehatannya, kondisi kandangnya dan lain sebagainya. Maka tak heran di setiap bagian area ini terjaga kebersihannya. Demikian pula untuk menjaga kebersihan tangan, disediakan banyak hand sanitizer dispenser di beberapa spot. Agar pengunjung yang sudah berinteraksi/ mengelus/ memegang kuda segera mencuci tangannya.
Sungai Thames mengalir sepanjang 346 km. Antara Gloucestershire – London. Sepanjang alur sungai tersebut Oxford salah satu kota yang dialirinya.
Di inggris, pinggiran sungai bisa menjadi objek wisata, tempat rileksasi, tempat berolah raga, tempat bercengkerama bersama teman dan keluarga. Terlebih apabila pinggiran sungai tersebut memiliki panorama alam yang elok juga didukung semesta bangunan nan indah seperti di penggiran sungai Thames di kota Oxford ini. Sempurna sudah.
Suasana dan pemandangan sore hari di tepian sungai Thames ini terasa lebih indah saat musim gugur. Pantulan sinar mentari senja jatuh di permukaan sungai, bak cermin alam berwarna kuning keemasan. Daun-daun kuning nan mengering jatuh di kaki pepohon, menebar di tanah.
Orang-orang lalu lalang sekadar berjalan-jalan sore bersama orang terkasih, duduk-duduk santai menikmati suasana senja nan keemasan. Adapula yang berolah raga khusuk, jogging, lari sore, bersepeda, banyak pula yang berolah raga dayung di sini.
Seperti halnya tempat wisata lainnya di inggris, di sini terdapat cafe dan restoran. Jika Anda ingin merasakan sensasi menaiki cruise cukup sediakan uang 7 pounsterling atau sekitar 150 ribu rupiah untuk 40 menit berlayar di sungai thames yang indah ini: