Category Archives: inggris dan ceritanya

Cambridge, Kota Pelajar yang Menawan

Sejak kapan waktu, saya pengen banget berwisata ke Kota Cambridge. Dan akhirnya, setelah lama menunggu, kesempatan itu datang juga.

Ketika usai melaksanakan halal bihalal bersama masyarakat Indonesia rumah Pak Dubes pada 17 Juli lalu, kami langsung pergi menuju Utara. Sekitar satu setengah jam perjalanan, tibalah kami di Kota Cambridge.

Kesan pertama yang saya tangkap, ini kota bernuansa kota pelajar merangkap kota Wisata. Jejeran sepeda terparkir di beberapa spot di area parkir sepeda di pusat wisata/kota/gedung universitas. Rombongan tur anak-anak/pelajar bergerombol di sana-sini.

Puluhan bangunan tua, kokoh, klasik berdiri tegak di sana-sini. Dimana bangunan-bangunan itu kebanyakan merupakan college/universitas. Jadi, Cambridge ini merupakan Kota Pelajar-nya Inggris.

Mau tahu seperti apa suasana dan nuansa kota yang melahirkan banyak ilmuwan Inggris ini? Berikut ini saya kasih unjuk penampakkan kotanya.

*NET CJ-17 yang tayang pada Jumat, 31 Juli 2015.

Serunya Perayaan HUT RI ke 70 di London

 

Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 70 KBRI London mengelar tiga rangkaian acara. Dimulai Minggu, 9 Agustus 2015 berupa lomba olah raga, karaoke, permainan tradisional, dll.

Berlanjut pada Sabtu, 15 Agustus 2015 acara Perayaan HUT RI di Wisma Nusantara, kediaman Dubes RI untuk Inggris Raya dan Irlandia, di London. Acara dimulai pada pukul 11 hingga pukul 5 sore dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.

Sudah dua tahun terakhir ini KBRI London tidak mengundang penyanyi dari tanah air sebagai pengisi panggung hiburan. Namun demikian tidak mengurangi kemeriahan acara. Panggung dan suasana wisma menjadi milik kami bersama, masyarakat Indonesia yang berpartisipasi di dalamnya, Staf KBRI, pihak sponsor (Garuda Indonesia, BI, BNI, Bank Mandiri), PPI London, Duo MC yang heboh dan kocak, Duo artis lokal London Orbar dan Ana, serta pengisi acara lainnya.

Beberapa sajian hiburan yang menarik adalah Aubade cilik yang menyanyikan medley lagu-lagu daerah. Mulai dari lagu “Bunggo Jempa” hingga lagu “Buka Pintu”. Meski mereka berlatih singkat namun penampilannya cukup memuaskan. Mau tahu seperti apa aksi mereka yang keren menggemaskan itu? Berikut ini linknya:

Hiburan menarik lainnya adalah tarian Timor Leste yang dipersembahkan oleh saudara-saudara kita warga Timor Leste yang jauh-jauh datang dari Kota Bristol. Mereka yang tergabung dalam Sanggar Tari DaDili ini menyumbangkan dua tarian. Kedua tarian tersebut tidak dilakukan di atas panggung tapi di bawah panggung. Dimana tarian kedua yang mereka tampilkan melibatkan kami para penonton untuk menari bersama dalam satu lingkaran tarian.

Diiringi iringan musik dan lagu tradisional secara live kami menari penuh keakraban. Bahkan ibu Dubes pun ikut menari bersama. Berikut saya tampilkan cuplikan videonya:

Masih ada sajian menarik lainnya, yaitu tarian jaipong dari Sanggar Tari Lila Bhawa yang menari dengan luwesnya termasuk seorang mbak bule. Usai tarian jaipong pertama, mbak-mbak cantik ini memberikan workshop jaipongan. Setelah penonton paham gerakan demi gerakan untuk tarian jaipong berikutnya, musikpun dimainkan. Dan penonton pun menari bersama, walaupun dengan gaya bebas masing-masing 😀 Termasuk mas MC yang atraktif 😀

Sajian kuliner indonesia yang beraneka ragam (sate, pempek, bakso, es cendol, nasi kapau dll), lomba permainan khas 17’an (tarik tambang, balap karung dll) serta sajian lagu-lagu yang dibawakan Duo Orbar dan Ana menambah ramai suasana. Apalagi saat mereka membawakan lagu dangdut. Wisma pun digoyang dengan hebohnya, seru. Terutama, mas MC yang entah siapa namanya. Nah, kalau mba MC yang juga tak kalah heboh, beliau lebih atraktif ketika pengocokan raffle tiket 😀

Raffle tiket diakhir acara adalah saat yang dinanti-nanti. Dimana bejibun hadiah keren menanti. Semua hadiah doorprize tersebut merupakan sumbangan dari para sponsor yang disebutkan di atas. Dimana hadiah utamanya sangat mengiurkan sekali. Yaitu dua tiket London – Jakarta persembahan dari Garuda Indonesia.

Sedangkan puncak acara dari rangkaian perayaan HUT RI ke 70 yang diselenggarakan KBRI London adalah upacara pengibaran bendera pada tanggal 17 Agustus 2015 mulai pukul 10 pagi yang berlangsung di tempat yang sama, Wisma Nusantara di Bishop Avenue London.

Ngak suka liat wajah sendiri di TV :D

Beberapa hari yang lalu saya kan mosting tentang Net Sport di sini.

Seperti yang saya bilang, waktu ini saya penasaran pengen liat penampakakn video setelah diedit tim NET CJ. Sebagai perbandingan aja gitu… Karena selang beberapa hari setelah tayang tak kunjung nongol juga versi Youtubenya.
Ya sudah… aku rapopo 😀
Walaupun teuteup ngarep.

Kemudian, kemarin itu, ada teman yang ngasih tau ada penampakkanku di NET10. Wah, yang mana ya? Karena belum bisa buka PC, jadi saya belum bisa liat, yang tayang tuh yang mana. Perkiraan saya sih yang Cambridge.

Etaunya, temanku bilang yang di stadion itu.
Hah? yang di stadion?
Perasaan aku kirim video tentang stadion udah tayang keduanya.

Dan setelah saya berkesempatan buka video youtubenya, oh… yang ini…
Hmmm, bukannya yang ini udah tayang di program lain?
Kalau pun iya, gak apa-apa juga sih.
Saya mah seneng-seneng aja 😉

Satu yang kurang seneng tuh, saya gak suka liat wajah sendiri dilayar kaca 😛
Entah kenapa, sebel aja liatnya 😀
Tapi mau ngak mau, oncam itu adalah salah satu bagian dari video CJ yang kita bikin.
Biasanya, option lainnya yang saya lakukan adalah mewawancarai orang lain. Nah, masalahnya, saat pengambilan video ini berlangsung sore hari, beberapa saat sebelum pintu gerbangnya ditutup, jam 8.

Oiya, saat lagi anteng-antengnya ambil Video, kami disamperin Pak Satpam 😀
Saat ia menghampiri, saya bertanya dalam hati.
Wah, kenapa nih?
Jangan-jangan ngak boleh ambil gambar.

Etaunya, doi bilang, “Maaf, sebentar lagi gerbang stadion ini akan ditutup,” ujarnya ramah.
Ohhhhh….
Baiklah.

Eh, jam 8 itu, sore apa malam, sih? 😀
Secara, matahari masih terik banget.
Sore kali ya?..
Soalnya buka puasa jam 9.30

Waktu oncam, kami kesulitan mengatur posisi yang tepat yang didukung pencahayaan yang baik.
Tau dong, kalau oncam ngebelakangin matahari, pastinya gambar kita jadi gelap, ya kan?
Nah, tapi, kalau berlawanan dengan matahari pastinya silau banget ke mata.
Yaudah, jadi kesimpulannya, saya membelakangi samping stadion sekaligus menantang sinar matahari. Dan resikonya, waktu oncam itu saya harus mengernyit dalam sekali (nyureng – sunda).
Beneran, silauuu.. banget. Hal tersebut tentu saja jadi menganggu saat oncam.
Mana gak bawa kaca mata item pulak.

Akhirnya suami bilang, “Nih, pake kacamata ini aja,” doi nyodorin kaca mata minusnya.
Ih, ternyata pusing pakenya. Tapi silaunya gak ketulungan.
Ya udah deh, daripada super nyureng.

Walhasil sambil oncam sambil pusing liat kameranya, hahaha..
Sesekali saya ngomong sambil merem ataupun sedikit melek 😀
Mana take-nya beberapa kali lagi.
Entah nyambung entah tidak, makanya saat oncam saya ngomong terbata-bata, antara pusing liat kamera dan emang gak pinter ngomong aja kali yaaa…
*Sumpeh, saya kalau oncam gini suka blibet 😀

Mangkanya, pas liat video ini, aduh, ngak banget deh 😀

Jadi, ini video CJ ke berapa ya? 15 apa 17 ya?
17 kayaknya 😀

*oncam = on camera aka nampang bin mejeng depan kamera 😉

Cerita Monster, Bobo Edisi 17, 2015

Yipyyyy… cerpenku dimuat lagi di Majalah Bobo yang keren itu. Baru juga kemarin dapat berita bagus tentang pemuatan cerpenku di edisi 16, eh.. sekarang dapat berita bagus lagi. Alhamdulillah.

Cerpen anak di Majalah Bobo kali ini tentang cerita monster. Tips yang ingin saya bagikan kali ini adalah: Carilah tema-tema menarik yang bikin pembaca cilik penasaran.

Monster. Wah, apa tuh? Monster Diona. Kira-kira seperti apa itu bentuknya, ya?

Meski ini cerita tentang monster. Tapi bukan berarti kita ngayal sembarangan. Diperlukan pengetahuan tentang hal ini. Cerita monster sebagai pembuka ilmu. Dan saya harap pembaca cilik mengetahui dan menyukai dunia Flora. Bahwa, iniloh.. di dunia ini ada tumbuhan yang seperti ini.

Ide Cerita

Ide cerita ini seperti kebanyakan cerpen saya lainnya adalah hasil pengalaman pribadi. Dulu si cakep Alba ingin dibelikan Venus Fly Trap. Seperti apakah tanaman aneh itu? Silakan baca tulisan saya tentang tanaman monster itu di sini.

Udah dibuka linknya?
Loh, itu udah dimuat di majalah lain kan?
Iya benar.

Tips, kedua dari saya adalah: Satu tema beberapa karya.

Jadi, jika tulisan di Majalah Soca itu masuk dalam rubrik Flora, maka di Majalah Bobo ini formatnya cerpen. Asik kan? Satu tema jadi dua karya. Atau mungkin bisa jadi tiga karya. Misalnya, suatu saat saya berhasil mengembangbiakkan tanaman ini lalu membuat buku “Panduan pengembangbiakan Venus Fly Trap” 😀

Karena majalahnya baru edar hari ini, jadi saya ngak bisa kasih unjuk penampakkannya secara jelas. Yang penasaran, bisa merapat ke lapak koran/majalah atau toko buku terdekat. Okeh?

Tapi tenang, saya kasih bocoran sinopsisnya, ok?

Adalah tiga ekor lalat yang bersahabat. Satu diantara gak suka makan sayur, sukanya makan daging dan cake,puding serta makanan manis-manis, makanya gendut. Kegendutan itu bikin ia susah bergerak, mudah lelah dan mudah tertidur. Itu terbukti ketika dia terjebak dilahap monster Diona, ia tidak bisa melepaskan diri.

Tips ketiga dari saya: Jangan lupa, sertakan selalu pesan moral dalam setiap cerpen yang kita buat. Pesan moralnya bisa satu bahkan lebih. Dalam cernak ini saya sisipkan beberapa pesan moral. Diantaranya: tentang membaca, dengan membaca jadi banyak tahu. Juga tentang pola makan. Makanan yang sehat.

Kembali ke cerita, ketiganya pergi ke hutan angker dimana konon katanya, setiap lalat yang masuk ke hutan itu tidak pernah kembali. Mengapa hal itu terjadi? ternyata di sana terdapat monster Diona.

Seperti apakah monster tersebut? Hmm… baca aja versi lengkapnya di majalah bobo edisi 17 😉

Inilah penampakkan cerpennya:

Cerpen di majalah bobo

Wah, ilustrasi gambarnya bagus! Saya suka banget ilustrasi gambarnya.

Dan inilah penampakkan Alba ketika masih memelihara Monster Diona di rumah kami, waktu dia masih imut banget 😉

Tanaman Carnivora