WNI di Bristol Inggris Galang Dana Untuk Yayasan Kanker

Pada Sabtu 24 september 2016 terlihat keseruan Warga Negara Indonesia dan warga lokal Bristol dalam gelaran sebuah acara di   Brook Way Activity Centre Kota Bristol. Gelaran ini dalam rangka penggalangan dana untuk salah satu yayasan kanker terbesar di Inggris, MacMillan.

Acara ini digagas oleh cancer survivor Opy Sufinar, seorang warga Indonesia penderita ovarian cancer stage 3B selama 4 tahun terakhir ini. Adapun acaranya bertajuk coffee morning plus +. Kenapa dinamakan demikian?

Karena gelaran ini plus acara yang serba Indonesia. Jadi sebetulnya acara coffe morning MacMillan itu sendiri bukan perkara baru alias sudah banyak dilakukan oleh para sukarelawan lainnya namun dalam skala kecil. Biasanya hanya ngopi dan obrol-obrol pagi saja. Karena acara yang kami gelar ini heboh dengan rasa Indonesia, maka acara yang penuh kehangatan ini bertajuk coffe morning plus +.

Plusnya tersebut berupa penampilan aneka tarian dan nyanyian daerah Indonesia. Seperti tari bali, tari Aceh, lagu medley daerah dari Sabang sampai Merauke dll. Oiya, acara inipun dimeriahkan sumbangan tarian dari negara tetangga kita, Timor Leste.

Rasa Indonesia lainnya, dengan dijualnya aneka kuliner nusantara. Seperti nasi kuning, kue jajanan pasar, pisang ijo, kue lapis, es cendol dll. Harganya mulai  50p-£2 (antara Rp. 9.000 – Rp. 35.000)

Semua makanan yang dijual di sini merupakan donasi dari relawan/pengunjung dimana 100% hasil penjualannya untuk yayasan kanker MacMillan.

Yang tak kalah seru adalah brave shave yang dilakukan Pak Budi yang juga warga Indonesia. Itulah salah satu bentuk support bagi para penderita kanker di inggris. Bagi siapa yang ingin mengunduli rambut beliau, tentunya harus berdonasi terlebih dahulu. Dalam hitungan menit terkumpulah £130 (sekitar 2.5 juta rupiah).

kegiatan charity di inggris

Adapun total uang dari acara yang digelar 3 jam ini terkumpul lebih dari £1.300 (lebih dari 20 juta rupiah).

Bagi pengunjung cilik ada kegiatan sehingga mereka betah mengikuti kegiatan ini. Seperti face painting,mewarnai, mendekorasi cookies, yang lagi-lagi keuntungannya untuk yayasan MacMillan.

Ada pula lelang tas bermerk serta raffle ticket (kupon berhadiah) yang keuntungannya untuk yayasan ini pula. Sedangkan tas bermerk serta hadiah untuk raffle ticketnya itunya sendiri didapat dari para donatur.

Acara yang penuh kehangatan ini ditutup dengan tari poco-poco serta tari maumere dimana para pengunjung yang hadir ikut menari bersuka ria. Baik masyarakat Indonesia maupun warga lokal berbaur dalam keakraban.

Inilah sebuah cara kepeludian pada penderita kanker serta pengumpulan dana yang dikemas dalam bentuk hiburan serta tak lupa menyisipkan pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat Inggris.

Seru kan? Intip cuplikan kegiatan kami disindang bok! 😉

Tentang charity di Inggris lainnya, kamu  bisa intip postingan di sini.

Atau, artikel yang ini:

Charity Shop di Inggris

Indonesia Hadir di Carnaval Oxford Inggris

Minggu, 10 juli 2016 Kota Oxford menggelar event tahunan yang bertajuk Cowley Road Carnival. Dinamakan demikan karena karnaval ini berlangsung di sepanjang Jalan Cowley Kota Oxford Inggris.

Karnaval ini melibatkan ratusan penari dan musisi juga orang biasa dari berbagai kalangan. Mulai dari siswa/siswi TK hingga para mahasiswa, profesional muda hingga kaum tua.

Seperti tahun-tahun sebelumnya karnaval dimeriahkan beberapa komunitas serta kelompok negara-negara asal Asia, Afrika, Amerika latin dll yang bermukim di Kota Oxford. Karnaval berlangsung sangat meriah karena diiringi alunan musik yang menghentak.

Acara tak hanya dimeriahkan karnaval saja tapi juga dimeriahkan panggung hiburan yang menampilkan segala jenis musik serta banyak tarian tradisional dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Cuaca hangat yang bersahabat ini begitu dinikmati oleh para pengunjung sambil menikmati musik, makan-makan dan berjemur di dekat panggung ataupun dekat pertunjukan musik yang tersebar di beberapa titik keramaian.

Dalam kesempatan ini, Indonesia menampilkan dua tarian daerah yaitu tari merak dari Jawa Barat dan tari Badindin dari Sumatra Barat yang dibawakan oleh para mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang tengah menimba ilmu di Universitas Oxford.

Boot Indonesia di Cowley Rd Festival Inggris
Boot Indonesia, Ibu Dubes RI (Ibu Hana) beserta para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Oxford.

Acara yang diperkirakan dihadiri 45.000 pengunjung ini menyajikan aneka sajian kuliner dari berbagai negara, salah satunya ialah kuliner indonesia. Adapun menu-menu Indonesia yang banyak diserbu pengunjung ialah sate, rendang, bakso, es cendol dan masih banyak lagi. Rupanya pengunjung bule banyak yang menyukai makanan Indonesia. Tak heran makanan yang dijual itupun ludes diserbu pembeli.

Menurut Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia, Bapak Rizal Sukma, kesempatan ini merupakan ajang yang tepat untuk mempromosikan Indonesia lebih luas lagi. Hal tersebut diwujudkan dengan sediakannya boot/counter Indonesia. Dimana segala hal tentang adat budaya dan pariwisata Indonesia diperkenalkan kepada para pengunjung karnaval.

N10. NRosmel_11072016

Hal menarik lainnya di konter ini disediakan beberapa pakaian tradisional Indonesia yang bisa dikenakan oleh para pengunjung. Tentu saja hal ini berhasil menarik minat pengunjung.

Mereka begitu antusias mencoba pakaian-pakaian tradisional indonesia tersebut. Seperti segerombolan mahasiswa Internasional yang saya jumpai. Salah satunya bernama Talia dari Argentina.

Mau lihat kegiatan para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Oxford? ataupun hasil jalan-jalan kami seputar Oxford? Intip di sini!

Lebih Dua Dasawarsa, John Pawson, Warga Inggris, Geluti Gamelan Indonesia

Indonesia memiliki sejuta pesona budaya. Diantaranya keberagaman seni musik. Satu diantaranya ialah gamelan.

Perpaduan alunan bonang, kendang, saron, kenong dan lainya mencipta harmonisasi nada yang mampu menelusuk sukma hingga tercipta rileksasi. Ketenangan dan kenyamanan itulah yang dirasakan banyak orang ketika mendengarkan alunan gamelan, termasuk seorang Inggris bernama John Pawson.

Pak John Pawson Guru Gamelan Orang Inggris

Beliau jatuh cinta pada gamelan karena pesona harmonisasi alunannya serta  etos kebersamaan dalam bermain gamelan.

Pria ramah yang pintar berbahasa Indonesia ini berlatar belakang kuliah jurusan musik. Iapun berkesempatan mendapatkan beasiswa  belajar gamelan di STSI (sekang menjadi ISI alias Institut Seni Indonesia) di Surakarta, lebih dari dua puluh tahun yang lalu.

Sekembalinya dari indonesia ia menjadi penggiat gamelan. Mengajar di beberapa tempat salah satunya di Southbank Center.

Selain mengajarkan bermain gamelan, John sering tampil di berbagai kesempatan. Baik di Inggris maupun di negara Eropa lainnya.

Pada sebuah kesempatan bertajuk Bristol Indonesian Society Gathering (kumpulan orang indonesia yang mukim di Kota Bristol) John beserta rekan-rekannya tampil di sini.

Adalah sesuatu yang unik, menarik, bangga sekaligus gimana… gitu.. 😀
Bangga ada orang luar negeri yang sangat cinta budaya Indonesia. Rasa gimananya itu ialah ketika beliau beserta teman-teman grupnya menghibur kami, orang indonesia, yang nyata-nyata pemilik kesenian ini.

Apapun itu, terbukti gamelan disukai hingga ke luar negeri. Menurut John, rekan-rekan pemain gamelan dan murid-muridnya nyaris didominasi oleh orang Inggris. Ada juga sih orang Indonesia, tapi bisa dihitung jari.

Sering kali dalam setiap penampilannya, John memberikan workshop super singkat kepada penonton yang hadir untuk bermain gamelan bersama. Dalam kesempatan BIS Gathering kala itu penonton diantaranya masyarakat indonesia serta Wakil Dubes RI untuk Inggris, Ibu Anita, ikut serta memainkan gamelan (bagian kendang). Mantap deh ini ibu 😉

Mau lihat permainan Ibu Dubes kami bermain gamelan? Intip aja artikelnya di sini. 😉

Tak perlu waktu lama. Peserta workshop yang dipandu oleh para pemain gamelan profesional inipun berhasil mengalunkan tembang sederhana atas arahan John.

John pandai memainkan semua alat musik gamelan, terutama kendang. Tangannya begitu piawai memukul kendang. Iapun pintar ngawih sebagai pelengkap seni pertunjukan gamelan tersebut. Lengkap sudah. Memimpin gamelan, bermain kendang serta ngawih.

Mau lihat penampilan Pa John saat mimpin gamelan, maen kendang serta nembang? Klik ini!

Makasih, Pak John, Anda telah melestarikan budaya kami serta menyebarkan seni gamelan ke belahan bumi Inggris.

intip guru gamelan orang inggris lainnya di sini

John hanyalah salah satu orang bule yang sangat mencintai budaya Indonesia. Masih banyak John-John lainnya di inggris serta di seluruh dunia yang cinta budaya Indonesia. Lalu, bagaimana dengan kita?

Oiya, selain Pak John, intip juga kegiatan Louis Mc Kenzie seorang Inggris yang pintar mendongeng “Bawang Merah Bawah Putih” di link ini.

 

Ana-Fia Lolos Semifinal Britain’s Got Talent, Promosikan Indonesia

Ada kabar gembira dari Inggris untuk semua saudara di tanah air, Indonesia. Bahwa Ana dan Fia,  ibu anak peserta Britain’s Got Talent asal Indonesia yang tinggal di Kota Essex lolos ke babak semifinal.

Sejak penampilan perdananya di babak penyisihan, malam sabtu 14 mei 2016, Ana dan Fia mencuri perhatian karena kualitas vokal, kekompakan serta aksi panggungnya di  Britain’s Got talent (BGT) yang masuk ke tahun 10 ini.

Merekapun mendapat standing aplausse dari  penonton dan semua juri yang terkesima, termasuk simon cowell. Maka adalah suatu kebanggaan ketika simon berdiri dan bertepuk tangan untuk mengapresiasi aksi panggung Ana dan Fia di minggu lalu.

Setelah semua peserta BGT 2016 tampil di Sabtu malam (waktu inggris), 21 mei 2016, kini waktunya juri untuk memilih siapa saja yang berhak maju ke babak semifinal.

BGT adalah salah satu acara TV yang banyak disukai warga Inggris. Maka tak heran jika kami rela menonton dari awal hingga akhir untuk melihat hasil resultnya. Termasuk saya dan orang-orang Indonesia yang mukim di Inggris. Karena ada yang special di BGT tahun ini. Tentu saja untuk terus memantau jagoannya, Ana dan Fia, apakah mereka bakal lolos ke babak semifinal dan selanjutnya?

Pengumuman di segmen terakhirpun keluar, dan sunguh mengharukan serta menyenangkan ketika juri mengatakan Ana dan Fia lolos ke babak semifinal yang akan berlangsung mulai hari Minggu, 22 Mei 2016 hingga hari Kamis, 26 Mei 2016. Setiap pukul 19.30 hingga pukul 21.00. Empat hari berturut-turut di jam yang sama.

Ana Promosikan Indonesia

Setelah result keluar disambung acara bincang-bincang dengan para peserta yang masuk ke babak semifinal. Satu yang paling menarik pertahian, khususnya bagi kita orang Indonesia, adalah ketika Ana menanyakan satu hal kepada Stephen Mulhern, presenternya.

Diawali dengan Ana dan Fia masuk belakang panggung dimana ada Stephen Mulhern di sana. Bagi Ana dan Fia adalah sebuah mimpi ketika bertemu Stephen Mulhern yang mereka idolakan dan sebelumnya hanya bisa melihatnya di layar TV.

Maka di malam special itupun Stephen Mulhern mempersilakan Ana dan Fia untuk menanyakan kepadanya tentang apa saja  yang ingin mereka ketahui tentangnya. Diluar dugaan, Ana menanyakan hal ini kepada Stephen Mulhern:
“Apakah anda pernah ke indonesia?”

Pertanyaan tersebut disambut tawa crew, dengan sedikit malu Stephen Mulhern menjawabnya “no”. Semoga saja dengan pertanyaan Ana yang mengelitik Stephen Mulhern ini menjadi salah satu jalan bagi orang Inggris yang ingin mengetahui seperti apa itu Indonesia? dimana itu Indonesia dan semoga (pesan implisit ini) menjadikan orang Inggris berbondong-bondong berwisata ke Indonesia 😀

Mau tahu obrolan Ana dan Stephen Mulhern tentang Indonesia? ini dia videonya..

Sisi Lain Ana & Fia

Sejak penampilan perdananya di layar kaca, Ana dan Fia yang makin terkenal. Viralnya meraja lela di dunia maya. Contohnya saja artikel rosi meilani di rosimeilani.com yang diunggah pada 17 mei mampu mendatangkan sekitar seribu pembaca dalam satu hari. Linknya bisa dilihat di sini:

Ana dan Fia Bikin Bangga Indonesia di BGT 2016

Di postingan tersebut diulas sisi lain Ana dan Fia yang biasa manggung di acara yang diselenggarakan KBRI London. Di link di atas terlihat bahwa Ana mampu menyanyikan berbagai jenis aliran musik. Tak hanya Pop, rock and roll tapi juga lagu Jawa “Rek Ayo Rek” berikut ini:

Saking viralnya Ana dan Fia, video berjudul Dancing Queen, Ana dan Fia yang diunggah di youtube Rosi Meilani beberapa hari lalu inipun ditonton lebih dari 20 ribu orang.