Ini Dia Air Terjun  Batman, di Inggris

Wales, Negara Bagian Inggris, memiliki banyak objek wisata alam yang memesona. Salah satunya ialah air terjun Henrhyd Falls yang berada di Wales Selatan.

Untuk menuju objek wisata ini disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena tidak dilalui kendaraan umum. Dari tempat parkir pengunjung harus berjalan kaki cukup jauh untuk mencapai air terjun ini. Meski demikian, selama perjalanan Anda tidak akan dibuat bosan karena di sepanjang perjalanan tersaji pemandangan alam nan indah.

Setelah melewati jalanan menaik, menurun, curam serta melewati jembatan sempit yang di bawahnya mengalir sungai berair jernih  tibalah kita di air terjun setinggi 27 meter.

Curahan air yang sangat deras terhempas angin hingga  menyiprat ke area sekitar. Ada  sensasi segar manakala cipratan air terjun tersebut terkena pengunjung yang berada tak jauh dari air terjun.

Suara gemuruh  air terjun dalam keheningan alam menambah asiknya suasana. Uniknya, Henrhyd Falls memiliki cekungan yang cukup luas di balik air terjunnya. Banyak pengunjung berusaha menuju cekungan tersebut. Meski mereka harus bersusah payah mencapainya karena cukup berbahaya. Sebaiknya Anda harus berhati-hati agar tidak terpeleset dan terjatuh.

Sukses mencapai cekungan dibalik air terjun tersebut, para pengunjung tak lupa mengabadikan momen ini dengan berfoto ria.

 Dua objek wisata yang keren lainnya di Wales bisa lihat di sini:

Pesona Great Omre di Wales Utara, Inggris

Pesona Caban Coch, si Air Terjun Buatan

Satu hal yang menarik lainnya, keindahan air terjun tersembunyi inipun dilirik Produser Film Batman yang berjudul “The Dark Knight Rises”.

Di dalam film tersebut diceritakan Batman memiliki ruang kerja dengan latar belakang air terjun. Beberapa kali batman keluar masuk dari air terjun tersebut.

Di ending film batman tersebut, Henrhyd Falls ditampakkan lebih jelas lagi. Meski kita tahu film batman tersebut adalah fiktif tapi untuk ide dari air terjunnya itu sendiri nyata. Ialah di sini, di  Henrhyd Falls, Wales, Inggris.

Oiya, waktu yang pas jika ingin berwisata ke air terjun Batman ini enaknya di musim panas agar asyik bisa berlama-lama di sini. Untuk diketahui air terjun yang seterusnya mengalir di sungai yang berada di bawahnya ini dinginnn… banget. Makanya, bertandanglah ke sini di musim panas, ya?

Mau lihat seperti apa penampakkan Air Terjun Batman tersebut? Ini dia videonya:

Indahnya Hamparan Daffodil (Jelmaan Pria Tampan, Narsissus)

Jika bermekarannya sakura di Jepang menjadi penanda datangnya musim semi. Maka musim semi di Eropa khususnya Inggris, ditandai dengan mulainya bermekaran bunga daffodil.

Daffodil dikenal juga dengan sebutan bunga narsissus. Menurut mitologi Yunani, bunga narsissus ini penjelmaan dari seorang pria rupawan.

Ketampanannya itu membuat ia mencintai bayangannya sendiri. Sering kali hari-harinya ia lakukan dengan bercermin di beningnya permukaan telaga yang kemudian  berujung kematian Lalu narsissus menjelma menjadi bunga berwarna kuning dengan posisi kelopaknya menunduk.

Ada pula versi lainnya. Konon katanya narsissus terlahir kembar. Saudara kembarnya perempuan. Mereka memiliki wajah serupa. Mereka jatuh cinta. Cinta terlarang tersebut  berakhir dengan meninggalnya si saudara kembarnya yang perempuan itu.

Untuk melampiaskan rindu pada kekasihnya, narsissus menghabiskan waktunya dengan bercermin di telaga seolah kekasihnya yang juga saudara kembarnya itu menatap ia.

Sama seperti versi pertama, narsissus mati dan menjelma menjadi bunga narsissus atau di Inggris terkenal dengan sebutan bunga daffodil.

Itu hanyalah sebuah mitologi di masa lampau. Entah benar atau tidak, yang jelas keindahan bunga daffodil sangat dinanti bagi mereka yang tinggal di Eropa, khususnya Inggris. Karena dengan bermekarannya bunga kuning nan cantik ini sebuah pertanda  musim semi tiba.

Di inggris, tepatnya di gloucestershire ada kawasan golden triangle. Dinamakan demikian karena di area tersebut mengguning (oleh daffodil) saat musim semi tiba. Area golden triangle ini luasnya sekitar 20 hektar. Dimana 8,8 hektarnya merupakan kawasan hutan lindung  “betty daw’s wood  nature reserve”.

Sisi keindahan Kota Gloucester lainnya bisa dilihat di sini:

Kota Tua Gloucester, Inggris

Uniknya, daffodil yang tumbuh liar di hutan ini merupakan daffodil jenis langka, asli Inggris. Dimana bentuk dan warnanya berbeda dengan daffodil yang diperjualbelikan.

Daffodil liar ini bentuknya lebih kecil, warnanya lebih kuning, dan kelopak bunganya lebih menunduk. Semenunduk narissus di cermin telaga.

Karena kelangkaan jenis daffodil ini maka daffodil yang ada di kawasan hutan lindung ini tidak boleh dipetik/dirusak dan harus dijaga kelestariannya.

Keindahan hamparan daffodil liar di hutan lindung Betty Daw’s mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke sini. Banyak warga lokal yang rutin datang menikmati keindahan hamparan daffodil liar ini. Banyak pula pengunjung yang sengaja datang dari luar kota. Seolah tak ingin melewatkan keindahan hamparan daffodil liar yang menyambut datangnya musim semi.

Artikel menarik tentang Gloucester lainnya lihat di sini deh! Tau JK Rowling? Masa kecilnya dia pernah di sini loh. Makanya Katedral Gloucester, Tempat Shooting Harry Potter

Untuk memasuki hutan lindung seluas 8,8 hektar ini pengunjung tidak dikenai biaya masuk. Kebetulan saat kami (saya dan suami) ke sana, berjumpa dengan beberapa pasang suami istri, pun beberapa keluarga, tak lain hanya untuk menikmati romantisme dan keindahan si si golden triangle ini. Salah satunya saya bertemu dengan Mr & Mrs Dore. Dimana suaminya Steve Dore yang penghobi photografi itu sempat saya wawancarai untuk keperluar video Citizen Journalist. Teuteup… ogah rugi 😛

Jalan-jalan.. jalan-jalan.. berduaan.. berduaan, romantis.. romantisan ujung-ujungnya punya misi kudu jadi video CJ heuheuheu… fulus gitu loh 😛

Mau lihat penampakkan hamparan bunga daffodilnya? Ini dia!

Ini Dia Terowongan di Perut Sungai Thames

Sungai Thames merupakan sungai terpanjang di Inggris. Sungai sepanjang 346 kilometer ini melintasi banyak kota, salah satunya melintas di Kota London. Hal ini menjadikan Thames sebagai salah satu ikon London. Dimana London Bridge, Gedung Parlemen, London Eye dan masih banyak lagi ikon London lainnya dekat ataupun melewati sungai masyur ini. Tak lupa, di sepanjang sungai inipun kita bisa menaiki cruise sambil berwisata air.

Destinasi-destinasi yang saya sebutkan di atas tadi tentunya sudah sangat familiar sekali di telingga para wisatawan. Namun tahukah anda, ada sebuah destinasi wisata yang unik dan menarik lainnya di salah satu sudut sungai ini yang tidak banyak diketahui para pelancong. Namanya Greenwich Foot Tunnel yaitu terowongan dalam Sungai Thames yang menggabungkan dua daratan. Terowongan ini khusus untuk pejalan kaki.

Awalnya terowongan yang mulai beroperasi pada tahun 1909 ini dibangun untuk memfasilitasi warga (para pekerja) yang tinggal di sisi selatan Sungai Thames menuju dermaga London.

Hal ini menjadi sangat ekonomis, efektif dan efisien. Dibandingkan jika mereka harus menggunakan perahu kecil ataupun kapal ferry (pada waktu itu) yang tentunya memakan waktu dan uang. Dua daratan yang terpisah oleh sungai lebar inipun kini mudah ditempuh.

Seiring berkembangnya London sebagai tujuan wisata, terowongan di perut sungai inipun menjadi salah satu objek wisata yang menarik.

Untuk memasuki terowongan yang buka 24 jam ini tidak dipungut biaya. Diantara terowongan terdapat 2 dom atau bangunan berkubah yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju terowongan. Dari dom yang berdinding merah bata dan berkubah kaca ini kita menuju bawah tanah dengan kedalaman sekitar 15 meter. Tersedia tangga manual dan lift yang cukup luas yang bisa memuat hingga 20 orang.

Lepas dari ujung tangga/lift barulah kita memasuki terowongan yang nyaman dan cukup luas. Terang benderang pula. Lebarnya sekitar 3 meter yang terbagi dalam dua jalur, pulang dan pergi. Panjang terowongan ini sekitar 370 meter.

Kontruksi dan struktur bangunannya yang kokoh membuat saya tidak waswas berjalan di dalam terowongan perut sungai yang usianya lebih dari seabad ini.

Menurut catatan, dalam setahunnya sekitar 1,5 juta orang hilir mudik dalam terowongan ini. Baik mereka yang merupakan warga sekitar maupun para wisatawan.

Greenwich Foot Tunnel berada diantara dua taman yang memiliki keindahannya masing-masing. Yaitu sisi masuk dari Island Gardens dan pintu keluar terowongan menuju Cutty Sark Gardens.

Oleh karena itu, lepas dari Greenwich Foot Tunnel jangan buru-buru pulang.  Nikmatilah keindahan pinggiran Sungai Thames dulu. Jika ingin sedikit ramai oleh lalu lalang wisatawan, aneka sajian resto dan menikmati sajian musisi jalanan bersantailah di Cutty Sark Gardens. Namun jika ingin menyepi menikmati ketenangan, bersantailah di Island Gardens.

Di kedua tempat ini terdapat banyak bangku taman yang menghadap sungai lepas. Sementara di seberang sana terdapat bangunan-bangunan yang indah baik yang klasik maupun yang modern.

Mau lihat keindahan Sungai Thames dari sisi yang lain? Ini dia! Intip deh videonya 😉

Eloknya Tepian Sungai Thames di Oxford

Naik Apa?

Jika Anda melancong ke London, menggunakan transportasi umum jauh lebih mudah dan murah. Ada banyak pilihan transportasi umum yang bisa Anda gunakan selama melancong di London. Diantaranya kereta bawah tanah atau underground, bus dan LDR atau Docklands Light Railway.

LDR adalah moda transportasi London sejenis monorel dengan jalur trek khusus. Melewati Sungai Thames serta berada di atas jalur darat yang  hiruk pikuk nan padat.

Untuk mencapai Greenwich Foot Tunel dari arah Utara, seperti jalur yang saya lalui, gunakanlah DLR menuju Lewisham. Turun dari sana sedikit berjalan menuju Islands Garden. Sampailah kita di pintu masuk menuju Greenwich Foot Tunnel.

Intip perjalanan saya jalan-jalan keliling London dengan hanya £11 saja di sini!

Keliling London £11

Mau wisata gratisan di London? Mari merapat di artikel saya berikut ini!

Wisata Gratisan Di London

 Pemandangan lain di Island Gardens dan Cutty Sark Gardens

Seperti yang saya ulas di atas, terowongan ini menggabungkan dua daratan di pinggiran Sungai Thames. Dimana di kedua sisi sungai ini memiliki pemandangan yang cantik. Untuk diketahui, dermaga London telah hidup sejak berabad silam. Selain sebagai tempat singgah kapal dari dan ke luar negeri, kawasan Greenwich merupakan salah satu kawasan yang disukai oleh raja-raja Inggris sejak jaman Tudor. Untuk itulah di abad ke-15 di kawasan Greenwinch ini dibangun komplek istana The Palace of Placentia.

Meski masa 5 abad telah berlalu, namun kemegahan Palace of Plancentia ini bisa kita saksikan dari Islands Garden. Kompleks istana ini nampak indah dari kejauhan. Dimana kapal-kapal ferry melintas di sungai Thames berlatar belakang Palace of Placentia yang megah dan agung. Cantik sekali.

Sementara itu, jika kita telah menyeberangi terowongan, kita akan saksikan pemandangan lain di Cutty Sark Garden. Selain bisa melihat kemegahan kompleks istana Palace of Plancentia dari jarak dekat, kita juga bisa menikmati kemegahan kapal Cutty Sark.

Cutty Sark adalah kapal layar yang ukurannya sangat besar sekali. Cutty Sark dibuat pada abad ke-19. Semasa masih beroperasi, kapal super jumbo ini sering mengangkut barang niaga dari dan ke Asia dan Australia.

Dua abad telah berlalu, namun kegagahan Cutty Sark masih bisa kita temui di dermaga ini. Tapi Cutty Sark sudah tidak beroperasi sejak semenjak tahun 1957. Ya, kapal megah ini beralih fungsi menjadi objek wisata. Pada tahun 2007 Cutty Sark pernah terbakar hebat. Diperlukan waktu 5 tahun untuk memperbaikinya. Akhirnya pada 2012 Cutty Sark dibuka kembali sebagai objek wisata sejarah yang memaparkan sejarah kelautan Inggris.

Kapal yang diseting museum merangkap restoran ini terlihat indah, baik dari dekat maupun dari kejauhan. Apalagi jika senja telah tiba, gelap di area sekitar membuat Cutty Sark lebih cantik oleh cahaya lampu.

 

Keindahan lainnya, bisa kita lihat di pesisir Sungai Thames, jejeran bangunan klasik dan modern berpadu bersama.

Artikel ini tayang di Koran PR, minggu, 20 Maret 2016

Tulisan Perjalanan di Koran

Pesona Sunset di Stonehenge

stonehenge_Inggris

Stonehenge merupakan salah satu objek wisata ikonik yang dimiliki Inggris. Hal ini menjadi fenomenal karena situs cagar budaya yang masuk dalam UNESCO ini telah ada sejak jaman neolitikum.

Situs wisata Inggris lainnya yang masuk dalam daftar warisan budaya, UNESCO bisa intip liputan saya berikut ini.

Berdasarkan perhitungan para arkeolog, Stonehenge telah berdiri sejak abad 30 Sebelum Masehi atau tahun 3000 SM. Sedangkan untuk pembangunan konstruksinya lebih dari itu tentunya.

Karena sejarah keberadaannya, tak heran banyak wisatawan yang mengagendakan Stonehenge sebagai destinasi yang harus dikunjungi ketika melancong ke Inggris. Menurut perhitungan management dalam setiap tahunnya Stonehenge si batu berdiri ini dikunjungi sekitar 1,3 juta orang.

Musim panas merupakan puncak kunjungan tertinggi. Meski demikian tidak berarti di musim lainnya sepi pengunjung. Seperti halnya di musim dingin seperti sekarang ini.

Pengunjung yang datang tak hanya turis dalam dan luar negeri, tetapi juga warga lokal. Seperti yang saya jumpai ketika berkunjung ke sana. Saya bertemu dengan Pak Simon yang tempat tinggalnya tak jauh dari Stonehenge. Seperti halnya warga lokal lainnya mereka kerap ke Stonehenge yang tak pernah bosan mereka kunjungi.

Apa yang mereka lakukan di sana ? tentu saja untuk menikmati  ketertakjuban Stonehenge dan pemandangan alam sekitarnya. Keingintahuan saya mengusik diri. Lalu saya ajak Simon berbincang.

Chit-chat dengan Simon asik sekali, ia seorang gentleman Inggris asli. Ramah, hangat, akrab dan mengasikkan. Penampilannya sedikit nyetrik, brewokan, bercoatnya planel  ala jubah gitu. Topi lakennya berhias bulu burung menjuntai. Entah burung atau unggas apalah.

Stonehenge berdiri kokoh di area lapang berumput hijau yang sangat luas. Tak ada bangunan di sekitar situs tersebut. Hal ini menyajikan keindahan alami ketika matahari mengeliat naik di awal hari dan mengelincir pulang di senja hari tanpa batas penyekat, sejauh mata memandang.

Dari Simon saya jadi tahu bahwa warga sekitar memiliki ritual penyambutan sunrise dan sunset di dua musim dalam setiap tahunnya yang dinamakan solstice. Ritual tersebut merupakan perayaan hari terpanjang dan hari terpendek dalam setiap tahunnya. Hari terpanjang biasanya jatuh di akhir bulan Juni (summer) dan hari terpendek di akhir bulan Desember (winter).

Ritual yang awalnya dilakukan kaum pagan tersebut telah berlangsung sejak dulu. Namun intinya adalah bahwa mereka menyambut pesona sunrise dan sunset yang merupakan keindahan karunia Tuhan, seperti yang dikatakan Simon.

Ya, benar saja, waktu itu kami dan banyak pengunjung lainnya tertakjub pada pesona tergelincirnya matahari di horizon Stonehenge. Dimana batu-batu raksasa itu menjadi latar belakang indahnya matahari tenggelam di bumi inggris.

Keindahan sudut Inggris lainnya bisa Anda intip di liputan saya berikut ini.

Jadi buat anda yang mengagendakan mengunjungi Stonehenge di musim dingin bisa sekaligus menyaksikan pesona indahnya sunset antara pukul 4-5 sore tergantung winter di bulan apa anda berkunjung ke sana.

Dan hasil jalan-jalan saya tempo hari itu telah tayang di sini…

NET5. N48Rosmel.24022016