Category Archives: NET_CJ

Mau Angkat 13Kg Emas? Ke Museum ini Aja!

Bertempat di Bartholomew Lane Kota London, terdapat Bank of England yang berdiri sejak tahun 1694. Di salah satu bagian Bank of England ini terdapat sebuah Museum bernama Bank of England Museum.

Museum terbuka bagi umum dan tidak dikenakan biaya masuk. Buka setiap hari kerja mulai pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore.

Berwisata ke Museum Bank of England ini kita akan dibuat takjub dengan keindahan bangunannya yang kokoh dan klasik berusia 4 abad. Adapun interior dan tampilan dalam museum dibuat modern. Serta seting ruangannya dibuat menarik agar tidak menjemukan bagi pengunjung.

Salah satunya dengan disediakannya beberapa  komputer layar sentuh yang bisa diakses oleh pengunjung. Dari sini pengunjung bisa mendapatkan segala informasi mengenai perbankan Inggris sejak dulu kala hingga kini.

Selain dibuat takjub pada bangunannya yang klasik dan kecanggihan fasilitasnya, pengunjung pun akan disuguhkan sejarah, tokoh-tokoh yang berjasa dalam perbankan Inggris, artefak, peralatan memproduksi uang, koin-koin kuno, koin emas berusia 4 abad serta setumpuk  emas batangan dll.

Emas batangan yang merupakan emas murni ini dicetak dalam ukuran standar 13kg dan dinamakan London Good Delivery (LGD) bar. Untuk diketahui, LGD bar ini merupakan benda berharga yang diperjualabelikan di London Bullion Market. Menariknya, dari sekian banyak LGD yang tersimpan di Bank of England satu diantaranya boleh disentuh/diangkat oleh pengunjung museum.

Tak pelak, para pengunjung  mencoba kesempatan langka ini. Namun tak semua pengunjung bisa mengangkatnya (terutama anak-anak) karena logam mulia yang padat berkilau tersebut beratnya 13 kg.

Demi keamanan, emas batangan tersebut disimpan dalam display ( kotak kaca tebal) yang hanya bisa dimasuki sebuah lengan, serta dilengkapi 4 buah CCTV. Yang lebih menariknya lagi, tepat di bawah display emas LGD bar tersebut terdapat ruang bawah tanah yang menyimpam 400.000 batang emas LGD bar.

Namun ke 400.000 batang emas tersebut bukan milik Bank of England seluruhnya, melainkan aset Inggris, milik Bank Central negara-negara lain di dunia serta milik Institusi Keuangan lainnya.

Jadi, jika anda ingin merasakan menyentuh dan mengangkat emas murni seberat 13kg datang saja ke Museum Bank of England ini.

Penasaran seperti apa tempatnya? klik aja YouTubenya!

Mau tau kira-kira habis berapa keliling London? Baca aja pengalaman jalan-jalan saya berikut ini:

Keliling London £11

Oiya, saya pernah merasa kemahalan bayar tube aka underground alias kereta bawah tanah loh. Lalu, apa yang saya lakukan? Tentu saja claim, dan saya pun dapat uang ganti. Selengkapnya silakan baca artikelnya berikut ini:

Di Inggris, Kemahalan Naik Kereta? Minta Refund Aja!

Ibot, Kursi Robot di Inggris

Negara Inggris memperhatikan benar warganya yang menyandang disabilitas. Selain mengenyam pendidikan dan mendapatkan kesempatan kerja yang sama seperti halnya orang normal, fasilitas publikpun sangat ramah pada mereka.

Mulai dari toilet khusus, tangga khusus, tempat parkir khusus, jalan khusus, kendaraan umumpun dibuat sedemikian rupa agar mudah dinaiki oleh mereka kaum difabel. Dengan segala fasilitas itu pengguna kursi roda dan moped menjadi lebih mudah dalam beraktifitas sehari-hari.

Membincang kursi roda, di Inggris ada kursi roda yang tak biasa. Kursi roda yang diberi nama IBOT ini lebih canggih dari kursi roda konvensional yang biasa kita temukan. Dimana si Ibot ini bisa berdiri tegak sehingga tingginya bisa sejajar dengan orang normal.

Tentunya hal ini jadi terasa mengasyikan, sebagai orang normal kita tidak harus menunduk dan penderita disabel tersebut tidak perlu menengadah. Itulah pengalaman kami, saya dan suami ketika berjumpa dengan pengguna Ibot di Kota London beberapa waktu yang lalu.

Awalnya, ketika kami sama-sama menunggu bus di stopan saya pikir itu adalah kursi roda biasa. Ketika bus yang hendak kami tumpangi tak kunjung tiba, tiba-tiba si bapak penyandang disabilitas tersebut menggerakkan kursi rodanya. Lalu, perlahan kursi roda itu meninggi berdiri dengan dua roda kecil sebagai tumpuannya. Eh, canggih juga saya pikir.

Dengan keponya kami samperin beliau. Chit-chatlah kami dan diketahui bapak penyandang difabel tersebut bernama Keith. Sebagai tukang enginer kekepoan suami makin menjadi. Bertanya teknik dan cara kerja mesinnya yang bisa bertumpu dengan dua roda kecil itu. Malah si Pak Keith beratraksi menggerak-gerakkan dan mengoyang-goyangkan kursi rodanya ke depan ke belakang bikin saya deg-degan takutnya ia ngejengkang (cari kamus sunda, bo!) 😛

Lebih lanjut kami ketahui bahwa roda  ibot didesain khusus hingga mampu menempuh medan berpasir dan berkerikil juga bisa digunakan saat menaik dan menuruni anak tangga. Juga memudahkan penggunanya ketika berbelanja di swalayan. Karena bisa mengambil sendiri barang yang posisinya ada di rak atas. Sama halnya ketika Ibot Keith tadi berdiri untuk melihat bus nomor sekian dari kejauhan.

Semua sistem robotik kursi roda ini bergerak luwes dan tentunya bisa berdiri lebih dari 180 derajat tanpa terguling.

Ibot diciptakan oleh Dean Kamen, seorang penemu berkebangsaan Amerika yang tak lain penemu Segwey. Jadi, bisa dibilang, si Ibot ini cikal bakal dari Segwey.

Sayangnya kursi roda robot yang pernah diatraksikan di depan Presiden Bill Clinton pada tahun 2001 ini tidak diproduksi lagi sejak tahun 2009.

Hal ini sangat disesalkan oleh kaum difabel yang memimpikan kebebasan bergerak. Sebagai bocoran, si Ibo ini harganya sekitar $25,000 atau sekitar 340 juta per unitnya.

Obrol-obrol kami terhenti ketika bus nomor sekian yang akan ditumpangi Keith datang merapat. Obrolanpun kami akhiri, selanjutnya si Ibot yang berdiri itu kembali turun dan memposisikan menjadi kursi roda biasa. Lalu Keith pamit. Kemudahan lainnya diberikan oleh si bus. Secara otomatis si bus mengeluarkan penghubung antara trotoar dan pintu masuk bus. Dengan perlahan penyambung yang disediakan untuk kursi roda, moped, stroller tersebut dinaiki si Ibot.

Bye Keith…. Buspun melaju, sedang kami menunggu bus nomor sekian untuk menuju destinasi berikutnya.

*selalu ada cerita lain saat traveling 😉

Mau lihat fasilitas yang berikan pemerintah Inggris kepada warganya yang difabel? Intip liputan kami di bawah ini!

Fasilitas Umum Ramah Difabel di Inggris

Juga liputan berikut ini!

Pemerintah Inggris Permudah Mobilitas Kaum Difabel

Kamu Pelajar/Mahasiswa? Boleh  Menginap di Wisma Merdeka London

Sebagai upaya memberikan kemudahan akomodasi bagi para pelajar indonesia yang sedang melakukan kegiatan study, kompetisi, atau apapun itu, KBRI London sediakan  Wisma Siswa Merdeka.

Bertempat di kawasan elit, Willesden Green London, pelajar/mahasiswa Indonesia boleh menginap di sini.

Keberadaan Wisma Siswa Merdeka sangat panjang. Diawali dari ide pendiriannya di awal dekade 60’an.

Wisma Siswa Merdeka berdiri berkat bantuan dari para donatur yang 95%nya merupakan pihak asing (terutama Inggris). Baik Perusahaan Pemerintah, Swasta, Komunitas, perorangan dll. Dimana sekitar 50 nama-nama donatur tersebut tertulis dalam plakat yang tersemat di ruang tamu wisma.

Sisma Merdeka resmi dibuka pada 5 desember 1963 yang diresmikan oleh Dubes RI untuk Inggris yang ke-4, yaitu Bapak Burhanuddin Diah yang juga ketua “Jajasan Balai Peladjar Indonesia” pada waktu itu.

Bangunan Wisma Merdeka bergaya arsitektur Victoria dengan fasilitas ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, taman belakang yang ditumbuhi pohon pear dan pohon apel yang lebat saat musim panas, 2 toilet, 2 kamar mandi, 5 kamar dengan jumlah bed yang bervariasi. Jumlah bed terbanyak adalah 5 bed dalam satu kamar. Cocok untuk rombongan pelajar/mahasiswa. Antara mahasiswa/mahasiswi tentunya dipisahkan.

Di dekade awal keberadaannya, tidak banyak mahasiswa Indonesia  menggunakan fasilitas akomodasi wisma ini. Kamar dan bed yang tersedia banyak yang kosong tak terisi. Sehingga akhirnya penggunaan kamarnya tidak hanya bagi mahasiswa saja tapi juga WNI umum yang berkegiatan di London bisa menginap di sini.

Namun beberapa tahun terakhir seiring makin banyaknya  mahasiswa indonesia yang mendapat beasiswa di Inggris mengakibatkan wisma sering kali fully booked.

Hingga akhirnya setahun terakhir ini Wisma Merdeka kembali difungsikan sebagaimana niat awalnya yaitu menyediakan akomodasi bagi para pelajar/mahasiswa yang memerlukan penginapan selama berada di London. Baik itu mahasiswa dari indonesia yang tengah melakukan kegiatan pendidikan atau tengah melakukan kompetisi antara universitas ataupun kegiatan kemahasiswaan lainnya, apapun itu.

Sering pula wisma ini dijadikan penginapan sementara alias akomodasi trasit bagi mahasiswa Indonesia baru tiba di London sebelum mendapatkan tempat menetap yang tetap.

Pendek kata, wisma ini terbuka bagi seluruh siswa/mahasiswa Indonesia yang memerlukan akomodasi penginapan selama di London.

Untuk pemesanan kamar dilakukan melalui email KBRI London. Adapun biayanya sangat murah sekali, yaitu £13,5 per malam per mahasiswa (sekitar Rp. 225.000).

Sedangkan untuk akademisi/dosen, pengantar siswa/mahasiswa (orang tua/ istri/suami ybs) dikenai tarif umum yaitu £17,5 per orang per malam (sekitar Rp. 300.000).

Karena wisma siswa merdeka merupakan akomodasi sementara bukan tempat tinggal permanen maka maksimal menginap di sini tidak boleh lebih dari 3 bulan dan minimalnya semalam.

Posisi Wisma Merdeka sangat strategis karena masuk dalam zona 2 yang tak jauh dari pusat Kota London, serta mudahnya akses bus dan kereta.

Jadi, buat pelajar/mahasiswa yang hendak ke London untuk keperluan studi, course, summer school, kompetisi, mencari informasi pendidikan, transit atau apapun itu, kamu bisa menginap di sini dengan catatan booking dulu ke email Wisma Merdeka berikut ini: wisma.merdeka@indonesianembassy.org.uk. Jangan lupa berikan informasi yang jelas, identitas diri dan keperluannya selama kamu di London.

Sayangnya, wisma yang telah berjalan setengah abad ini kurang perawatan karena semenjak dibuka belum dilakukan perbaikan. Bahkan sebagian besar furniture termasuk gorden di ruang tamunya pun masih sama seperti dulu. Itu terlihat dari foto-foto pengurus wisma yang berfoto berlatar belakang kursi dan gorden tersebut.

Namun menurut pengurus wisma dalam tahun ini rencananya wisma akan direnovasi demi kenyamanan para pelajar dan mahasiswa yang akan menginap di sini.

Hmm, selama setengah abad tersebut berapa ratus atau mungkin ribu pelajar/ mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang telah menginap di sini ya? Dan sepertinya banyak diantara mereka yang telah menjadi “orang” 😉

Barang kali kamu perlu alamat lengkapnya, catat ya..
Wisma Siswa Merdeka
44 Dartmouth Road,
Willesden Green,
London NW2 4EX.

Pemesanan kamar ke email berikut ini:  wisma.merdeka@indonesianembassy.org.uk

 

Oiya, nanti kalau kamu menginap di sini, jangan lupa sekalian eksplore London sepuas hati. Nih, saya kasih bocoran beberapa tempat yang asik untuk dikunjungi selama kamu berada di London.

Brick Lane Market, Pusat Kuliner Dunia di London

Romantisme London Eye Kala Senja

Mau tau kira-kira abis berapa untuk keliling London, cekidot!

Keliling London Cuma £11

 

Jembatan Romantis di Kota Salzburg Austria

Sekilas, Makartsteg Bridge yang berada di pusat Kota Salzburg ini sama halnya dengan jembatan kebanyakan. Namun ada yang menarik di jembatan yang melintas di atas Sungai Salzach di negara Austria ini.

Di kedua sisi pembatas jembatannya tergantung ribuan gembok. Bahkan mungkin lebih. Ini bukan gembok biasa, tapi gembok cinta. Ya, pada gembok-gembok tersebut tersemat nama-nama sepasang kekasih ataupun keluarga dan saudara tercinta.

Pemilik gembok-gembok ini secara simbolik menyatukan nama mereka dengan maksud dan harapan agar hati keduanya tergembok, tertaut dan terkunci selamanya.

Dari tahun ke tahun jembatan yang menjadi objek wisata andalan Austria ini makin dipenuhi gembok-gembok cinta yang beraneka warna, bentuk dan rupa.

Hal ini tentunya menjadi fenomena unik dan menarik. Banyak pelancong yang datang dari berbagai daerah dan berbagai belahan dunia ikut menambatkan gembok cinta di sini. Tak lupa mereka mengabadikan diri berfoto berlatar belakang jembatan yang unik ini.

Untuk wisatawan yang tidak membawa gembok dari rumah, jangan khawatir, karena di toko-toko suvenir di area wisata ini dijual aneka jenis gembok.

Karena kehadiran gembok-gembok  cinta yang memenuhi pagar pembatas jembatan, nuansa jembatan salzburg inipun menjadi romantis.

Bagusnya, jika hendak melancong ke sini ajaklah orang terkasih anda. Jangan lupa sematkan gembok cinta kalian di jembatan  nan romantis yang didekap suasana sungai Salzach nan menawan.

Selain kekuatan gembok cinta, objek wisata ini menjual pesona alam berupa keindahan Sungai Salzach yang menenangkan serta tebing-tebing tinggi melatarbelakangi bangunan megah sekitarnya yang bergaya artisektur Austria yang khas.Banyak turis yang duduk-duduk, tiduran atau bersantai sambil  berjemur di tepian Sungai  Salzburg yang berumput hijau sambil menyaksikan keindahan alam sekitar yang tanpa batas.

N10-12. NAdes.0507072016

Intip juga wisata Austria yang kece lainnya berikut ini:

Mirabell Gardens, Taman Fenomenal Tempat Shooting Film Sound of Music di Austria