Category Archives: NET_CJ

Mejeng di NET 10

Ketika road trip ke Wales kemarin itu, kami menyempatkan diri ke sebuah desa kecil yang unik. Keunikan desa tersebut karena namanya. Terdiri dari 58 huruf, yang terdiri dari 13 huruf vokal dan 45 huruf konsonan.  Llanfair­pwllgwyngyll­gogery­chwyrn­drobwll­llan­tysilio­gogo­goch. TUING! ribet gak tuh bacanya? 😀

Selengkapnya, tentang desa unik ini bisa dibaca di sini.

Seperti biasa, klo jalan-jalan gini kurang afdol kalau ngak dibuat CJnya. Walhasil, video jalan-jalan tersebut dikirimlah ke NET_CJ.

Tunggu punya tunggu, akhirnya kemarin saya dapat kabar dari redaksi NET_CJ.
“Mbak Rosi, besok jam 10.30 waktu Jakarta memungkinkan gak kalau kita Google Hangout?,” ujar yang diseberang sana.

“Wah, apaan nih?”
Setelah chit-chat, kesimpulannya, video CJ saya tersebut mau ditanyangkan dan diakhiri sesi ngobrol-ngobrol. Baiklah. Tapi, masalahnya, acara yang tayang jam 10 pagi waktu Jakarta itu, jatuhnya jam 4 subuh di Inggris. Tapi, buat NET, apa sih yang enggak? 😛
Lagian, kan bakal masup tipi.. masup tipi…
*norak, tukul mode on 😛

Bedak’an jam 3 subuh tuh…

Jam 3 subuh waktu UK, berarti jam 9 waktu Jkt, Tim NET udah ngehubungi saya via WA untuk seting jaringan jam 3.30. Baiklah.

Sekarang waktunya cuci muka n merapikan diri. Plus bedakkan dong ya… Biar gak keliatan baru bangun tidur. Bedak mana.. bedak…
Ehm, bedakan jam 3 subuh tuh, rasanya, gimanaaaa… gitu.
Bentar, saya ingat-ingat, kapan ya, terakhir kali saya bedakan sesubuh ini 😀
Sependek ingatan saya, ini kali pertama bedakan jam 3 subuh deh, hehehe….

Jam 3.30 tim NET ngehubungin saya lagi via Google hangout. Tes.. tes..  satu dua.. satu dua.. cek jaringan, sinyal inet bagus.

*Kalau ngomongin cek sound testing.. testing.. testing.. testing… 1 2 3, 1 2 3 ini jadi ingat William Tempe 😀

Jaringan inet klir, tanpa kendala, kini waktunya ngatur posisi webcam.
BTW, PC ku kan gak pake kamera. Jadinya Google houngoutnya pake smart phone. Nah, supaya si HP bisa sejajar dengan badan, maka di meja komputer tersebut disusunlah dua box. Salah satunya box sepatu. Barulah si HP nongkrong di atasnya.

Udah ya.. semuanya siap! Sekarang tinggal duduk manis n nunggu dicalling 😀
Sambil duduk manis, kini saatnya nonton NET10 deh. Seumur-umur jadi Citizen Journalist untuk video-video yang dikirimkan ke NET, baru kali ini saya nongkrongin NET10 dari awal sampe akhir. Biasanya nonton versi youtubenya aja.

Dan, di segmen terakhir Tim Net kembali calling saya via Google Hangout. Eh, ternyata, TV streaming yang saya tonton berjarak sekian menit dari livenya. Maksudnya, di PC saya tonton baru iklan, tapi via Google Hangout, udah ada tayangan lainnya. Daripada bingung liatnya, ya sudah TV streamingnya saya matiin n konsen ke HP.

Dan, tak lama, eh penampakkanku ada di layar NET10 😀
“Halo, mba Rosi,” ujar Mas Vico n non Angie di seberang sana.

Wah, rasanya gimanaaa… gitu. Kalau dihitung-hitung entah berapa kali video CJ saya dibacain sama Host Uda Vico dan non Angie, dan sekarang berbincang langsung.

Seperti apa video NET_CJku dan bincang-bincang super singkat dengan host Vico n non Angie, cekidot dimarih:

*N10-25, 02012015

Bule Brazil cari sponsor ke Indonesia

Bule Brazil cinta indonesia

Sebagai seorang kontributor video citizen journalist sebuah TV swasta di tanah air, saya kerap mantengin program tersebut (walaupun versi Youtubenya). Liputan yang paling dinanti adalah liputan luar negeri. Karena di jatah liputan itulah video kiriman saya dan beberapa kontributor video CJ lainnya yang tinggal di luar negeri nongol.

Biasanya, liputan luar negeri itu dikirim oleh orang Indonesia yang tinggal di luar negeri, tapi tidak di hari itu. Liputan hari itu tentang wisata gua yang ada di Brazil. Terlintas pikiran, pastilah pengirimnya orang Indonesia yang bermukim di sana. Atau, anak PPI. Tapi kemudian hostnya bilang, video CJ ini kiriman dari Felipe Vandes. Hmm, namanya tidak berbau Indonesia sama sekali. Saya pun berpikir, kayaknya ini anak blasteran.

Tapi, setelah ia oncam aka on camera alian nongol di kamera, ternyata wajahnya 100% bule. Saya pun berpikiran ini bule pasti pernah ikutan pertukaran pelajar atau pernah tinggal di Indonesia, atau setidaknya pernah liburan di Indonesia. Karena Bahasa Indonesianya lumayan bagus. Tapi ternyata, semua dugaan itu salah.

Video si bule itu saya tonton di siang hari ketika ngintip-ngintip video saya yang tayang hari itu. Malamnya, ketika saya membuka Facebook, nongol ajakan pertemanan di sana. Tertulis nama Felipe Valdes. Lalu fotonya? Lah, ini kan si bule yang kutonton tadi. Ko bisa ya? Beberapa jam lalu saya nonton video CJnya. Lah sekarang doi minta di add. Sebuah kebetulan yang pas.

Saya confirmlah ajakan pertemanan darinya. Seterusnya dia menyapa dan mengatakan kalau  tadi doi nonton video CJ saya dan kamipun chit-chat tentang segala rupa. Tentang video CJ, tentang ia belajar berbahasa Indonesia dll. Salut deh, kecintaannya pada Indonesia sampai-sampai ia bisa berbahasa Indonesia dengan cara belajar otodidak.

felipe Valdes

Dugaan saya diawal tentang ia siswa pertukaran pelajar, pernah tinggal di Indonesia ataupun pernah liburan di Indonesia terbantahkan semua. Dia belum pernah menginjak tanah Indonesia, tapi jiwanya seolah bagian dari Indonesia. Jika kita tengok laman Facebooknya di sini. Anda bisa bayangkan segimana cintanya ia terhadap Indonesia.

Kecintaannya terhadap Indonesia diawali pada tahun 2007. Bule Brazil yang biasa disapa Lipe ini berkenalan dengan seorang gadis Indonesia lewat FB. Mereka sering berinteraksi. Dengan segala informasi yang ia dapat tentang indonesia, lama-kelamaan Lipe makin cinta Indonesia salah satunya dengan belajar bahasa Indonesia. Dia juga suka lagu-lagu Indonesia. Juga nge-fans sama artis-artis Indonesia, terutama Agnes Monica. Sampe-sampe ia punya mimpi pengen ketemua Agnes Mo. Tak heran, lagu Indonesia pertama yang ia unggah di youtubenya adalah lagunya Agnes Mo berjudul Matahariku. Itu 3 tahun yang lalu, bo. Wajahnya masih unyu, aksennya masih chincha Lawura gitu deh 😀 Tapi, jempol deh, sungguh!

Sejak ia jatuh cinta sama Indonesia dan makin gila sama Indonesia ia punya mimpi pengen banget ke Indonesia. Tonton deh unggkapan hatinya di video ini:

Video yang ia unggah pula di laman Facebooknya ini telah dilihat oleh 4,5k viewer dan di share sebanyak 227 kali.

Ia berharap ada yang mau menyeponsori kepergiaannya ke Indonesia. Negeri dengan beragam adat tradisi, bahasa, seni budaya, keelokan alam dan keramahtamahan penduduknya. Semoga mimpi Lipe bertahun lamanya itu bisa terkabul. Aamiin.

Semoga ada mas/mba, bapak/ibu calon sponsor yang membaca postingan ini.

Good luck, Lipe!

Sistem Pengelolaan Sampah di Inggris

Pemerintah Inggris mengangkut sampah warga dengan jatah seminggu sekali. Dimana sampah yang diangkut oleh petugas sampah itu berupa sampah rumah tangga (non daur ulang) dan sampah daur ulang. Adapun jenis sampah daur ulang tersebut berupa berbahan kertas (koran, buku, kardus kemasan bekas makanan, junk mail/brosur dll), berbahan kaleng (bekas makanan/minuman kaleng), berbahan plastik (bekas botol minuman).

Pengambilan sampah itu dilakukan bergilir. Jika minggu ini jatahnya pengambilan sampah rumah tangga non daur ulang. Maka minggu depannya jatah pengambilan sampah daur ulang. Jadi sebetulnya masing-masing jenis sampah tersebut mendapat jatah pengambilan dua minggu sekali.

Kedua tempat sampah itu dicirikan dengan warna yang berbeda. Jika sampah rumah tangga non daur ulang berwarna hitam, maka tempat sampah daur ulang berwarna hijau. Saya rasa, dengan jatah mingguan seperti itu menjadi hemat waktu, hemat tenaga dan hemat biaya bagi pengeluaran pemerintah daerah setempat.

Lalu, bagaimana dengan nasib barang-barang lainnya yang sudah tidak kita inginkan/perlukan lagi?

TPS Mandiri

Di setiap daerah/wilayah di Inggris tersedia Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Kenapa dinamakan TPS Mandiri? Karena kita membuangnya sendiri. Di TPS (kami menyebutnya TIP) ini semua sampah/barang yang sudah tidak kita inginkan dibuang berdasarkan jenisnya dan berdasarkan material bahannya.

Mengapa demikian? tentu saja untuk memudahkan proses selanjutnya. Entah itu yang akan didaur ulang ataupun tidak.

Sampah daur ulang terbagi dalam beberapa jenis. Misalnya, berbahan/bermaterialkan kain, gelas/kaca, plastik, metal, kayu, kimia, elektronik dll. Kesemuanya itu dibuang ke dalam kontainer terpisah. Kenapa wadah sampahnya berupa kontainer? Tentu saja untuk memudahnya proses pengangkutan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir/TPA ataupun ke tempat pendaurulangan sampah. Jadi, tidak ada sampah yang berserakan. Tidak pula berantakan. Semuanya tertata rapi, bersih dan tak berbau.

Minggu lalu, saya bongkar-bongkar lemari dan menyingkirkan beberapa pakaian yang sudah tidak terpakai, gorden-gorden tua, sepatu dll. Selain itu, stok sampah beling berupa gelas retak, botol bekas kecap dan saos sudah menumpuk pula. Olie bekas pun ada sejerigen penuh. Nah, sampah-sampah seperti inilah yang harus dibawa ke TIP. Seterusnya, barang tak terpakai berbahan kain masuk ke dalam kontainer khusus, botol/gelas beling serta olie pun dibuang berdasarkan wadahnya masing-masing.

Jika musim panas, biasanya orang ramai membuang sampah hijau (sampah pemotongan rumput, dahan, pohon). Selanjutnya sampah-sampah tersebut dijadikan pupuk.

Lalu bagaimana dengan sampah non daur ulang? 

Sampah non daur ulang yang dibuang ke sini adalah sampah-sampah dalam ukuran besar. Karena sampah kecil kan bisa masuk tempat sampah hitam yang biasa diambil dua minggu sekali itu. Adapun yang dibuang di TIP ini diantaranya ialah kasur, ranjang, lemari, karpet dan lain sebagainya. Untuk memadatkan sampah-sampah tersebut. Sampah yang masuk ke dalam mesin masif itu ditekan/dipres/dipadatkan. Selanjutnya didorong ke dalam kontiner besar hingga padat dan mampu menampung banyak sampah. Selengkapnya bisa dilihat di sini.

Yang menarik perhatian saya adalah, ituloh, ngejogroknya kulkas dua pintu, mesin pengering baju, mesin pencuci pakaian,  mesin cuci piring, dan penuhnya kontainer berisi setumpuk PC juga TV layar datar mana ukuran gede-gede lagi.

kulkas bagus dibuang
Kulkas dua pintu itu sepertinya masih bagus, ya?

Coba kalau Indonesia, masih bisa diakalin nih sama tukang servis TV, servis PC, servis kulkas dan servis barang elektronik lainnya. Di sini mah, rusak dikit buang! Bahkan ada yang dibuang dengan alasan udah gak suka, udah punya yang baru, udah ketinggalan jaman. Salah satu contohnya adalah TV-TV layar cembung yang ngejokrok di kontainer itu.

Sepertinya ada kesalahan narasi yang dibacakan oleh mbak voice over 😉

N12-23. 08092015.

Rumah Terkecil di Inggris

Semua yang “ter” biasanya menarik perhatian. Tercantik, terganteng, terpintar, termegah, terkaya, terimut, dan ter ter lainnya. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang rumah terkecil di Inggris. Inggris di sini maksudnya Great Britain alias Britania Raya atau kerennya kita menyebut UK aka United Kindom dimana Wales masuk di dalamnya.

Dalam rangka mengisi liburan musim panas, saya, suami dan si bungsu merancang road trip menyusur Wales, negara bagian UK. Dari sekian destinasi wisata yang menarik di Wales, rumah terkecil di UK ini salah satunya. Setelah berjam-jam melakukan perjalanan tibalah kami di desa kecil bernama Conwy. Desa yang terletak di pesisir pantai ini memiliki keindahan alam yang memesona.

Rumah terkecil seInggris ini letaknya tak jauh dari bibir pantai. Saking banyaknya wisatawan yang tertarik pada rumah mungil ini, kami harus mengantri panjang sekali. Meski lumayan pegal mengantri lama, tak surut niat kami demi rasa penasaran. Seperti apakah isi rumah yang berukuran 3,1 meter kali 1,8 meter dengan tinggi 3 meter tersebut.

Meski tingginya hanya 3 meter, rumah ini terbagi dua lantai. Lantai bawah terdiri dari ruang duduk dan tempat masak. Lantai atas ruang tidur. Uniknya, rumah yang dibangun pada abad 16 ini pernah dihuni oleh seorang nelayan yang memiliki tinggi badan 1,9 meter.

Ingin tahu seperti apa uniknya rumah tersebut, klik aja videonya.

N-22, 03092015