Berselancar air di laut, itu sudah biasa, iya kan?
Tapi, apa jadinya jika berselancar di taman kota?
Hmm, bisa juga kok!
Di Jerman, tepatnya di English Garden yang berlokasi di Kota Munichlah kita bisa berselancar. Iya, berselacar air. Apa sebab?
Karena taman ini dilalui aliran Sungai Eisbach. Di mana di beberapa titiknya memiliki gelombang sungai yang besar.
Kondisi sungai yang bersih dan terjaga kelestariannya serta memiliki gelombang deras di beberapa bagiannya ini menjadikan sungai ini cocok dijadikan tempat untuk berselancar.
Sungai di taman kota ini banyak diburu peselancar profesional maupun peselancar pemula. Di sini banyak titik beselancar, yang gelombangnya besar cocok untuk peselancar profesional. Sedangkan yang gelombangnya tidak begitu kencang cocok bagi peselancar pemula, dimana mereka bisa menggunakan tali pengaman yang dikaitkan pada pagar besi pembatas sungai.
Menariknya, dimanapun titik beselancar yang dipilih peselancar, menjadi objek menarik bagi para pengunjung yang datang ke taman ini. Bergerumul orang-orang menyaksikan atraksi seru para peselancar ini.
Pengunjung yang datang ke taman ini tak hanya bisa menyaksikan kepiawaian para peselancar beraksi tapi juga bisa menikmati keindahan, kenyamanan, ketenangan dan fasilitas lainnya di taman ini. Sehingga cocok dijadikan tempat untuk piknik keluarga dan rekreasi warga.
Meski berlokasi di jerman namun taman ini bernama English Garden karena taman ini dirancang oleh seorang Inggris bernama Sir Benjamin Thompson.
Fakta menarik lainnya dari taman yang berada di tengah Kota Munich ini dibuka untuk umum sejak tahun 1789 alias 227 tahun yang lalu. Wow, berarti usia taman ini sudah lebih dari 2 abad ya?
Satu hal menarik lainnya ialah, bahwa taman kota ini luasnya 3,7 km persegi atau 370 hektar. Dengan demikian English Garden ini merupakan salah satu taman kota terbesar di Eropa.
Mau tahu seperti apa asyiknya berselancar di taman kota ini? Ini dia videonya:
N10. NAdes11102016
Mau lihat keindahan taman kota lainnya di beberapa negara Eropa? Ayo merapat ke sini…
Ada yang tahu lagu Iwan Fals berikut ini?
“Biasanya… kereta terlambat dua jam mungkin biasa!”
Nah, kalau di Inggris, jika kereta terlambat, kita bisa dapatkan voucher belanja dan berhak mengajukan kompensasi 50% hingga 100% dari harga tiket.
Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu ada berita duka. Lalu saya ke Kota Bristol untuk bertakziah. Saat itu suami sedang tidak ada di tempat, maklum dia kuli di negara tetangga. Diantara dua moda transportasi, bus dan kereta, saya pilihlah kereta. Dengan beberapa pertimbangan. Stasiun kereta lebih dekat dari stasiun bus di kota saya. Jadwal keberangkatan kereta lebih banyak ketimbang bus. Waktu tempuhnya pun tentunya lebih cepat pula.
Bergegas saya ke stasiun kereta. Tumben, seumur-umur saya menggunakan moda transportasi ini di Inggris baru kali ini mengalami keterlambatan. Announcement aka halo-halo di stasiun kereta Worcester terus mengapdet keterlambatan kereta kami.
Cukup lama kami menanti, sekitar 15 menit adalah. Setelah itu, datanglah si kereta yang kami nanti sejak tadi. Semua penumpang masuk dengan tertibnya lalu duduk manis dengan posisi yang strategis.
Saya duduk di kursi sebelah kanan lorong. Seperti halnya saya duduk di dekat jendela, saya lihat penumpang lainnya duduk dekat jendela sebelah kiri lorong. Ia sandarkan kepalanya beralaskan bantal khusus untuk traveling. Sementara dua koper besarnya diletakkan di bawah dan di kursi sebelahnya. Sepertinya ia akan melakukan perjalanan jauh. Kereta malaju, iapun terpejam. Mungkin ia berharap sesampai di kota tujuan ia bangun dalam keadaan segar.
Untuk sampai ke Kota Bristol saya harus melewati 6 stasiun kereta terlebih dahulu. Belum lama kereta melaju, tetiba laju kereta melambat, melambat, kian melambat dan akhirnya berhenti. Announcement aka halo-halopun terdengar. Memberitahukan jika kereta yang kami tumpangi ini mengalami kerusakan mesin yang entah apalah itu. Bah!
Si Announcement aka halo-halo terus bilang jika memungkinkan kereta akan diperbaiki di tempat, namun jika sekiranya tak bisa diperbaiki terpaksa kereta kembali ke kandang, ke Worcester Stasiun. Terserah lu deh!
Tapi menurutku, orang Inggris itu banyak yang baik hati dan penyabar. Kesel iya, tapi pada woles aja gitu.
Dan ternyata, teknisi menyerah! Terpaksa kereta balik kandang.
Ya Alloh.. memiliki niat baik untuk bertakziah di luar kotapun masih pula diberikan jalan kerikil-kerikil yang mengemaskan ini. Baiklah. Saya pun mengabari teman yang rencananya akan menjemput saya di stasiun kereta di Bristol sana. Bahwa saya pasti datang terlambat. Dan ternyata, rencana yang telah dirancang teman-teman di Bristol sanapun delay pula, baiklah. Saya pun berpikir, Allah punya rencana, Allah punya kuasa.
Juggijakgijukgijakgijuk (bukan lagu umi Elvi :D) keretapun kembali ke Worcester Stasiun. Announcement aka halo-halo bilang kalau kita musti turun untuk berganti kereta. Semua turun dengan tertib seperti bebek yang manis dan penurut. Saya turun agak belakangan. Penumpang yang berseberangan dengan saya membuka mata, mungkin agak sedikit ribut saat penumpang turun.
“Loh, apaan nih? Udah sampe?” ia celingukan bingung. Melihat pada kami, melihat ke sekitar, melihat ke luar jendela. “Apa? ini masih di Worcester?” bingung dia 😀
Saya bilang, keretanya mogok sis, bukan karena si komo liwat, bukan pula karena ban keretanya gembos, mungkin mesinnya lelah, kurang piknik 😛 😀
Setelah berduyun-duyun turun dan bergerumul beberapa waktu, kami di PHP, antara ganti kereta atau mau diperbaiki bentar itu si kereta. Setelah cukup kesal. Datangnya kereta pengganti. Persis bebek masuk kandang, untuk kedua kalinya kami masuk lagi kereta 😀
Juggijakgijukgijakgijuk.. kereta berangkat.. (lagi).
Setelah beberapa menit. Ealahh…. itu kereta kembali melambat dan terus melambat. Anehnya, posisinya sama persis di tempat yang mogok tadi. Kok bisa sih? seperti ada mistis mistis gitu 😛 Apa perlu dilemparin rokok kayak ditanjakan Emen? 😀
Dalam masa itu, tukang announcement, tukang periksa tiket serta penumpang lainnya becanda-canda tentang melambatnya kereta untuk kedua kalinya ini. Maju.. maju.. maju… heuheu.. udah kayak apaan aja. Setres dibawa happy.
Beneran, sejak menginjak tanah Inggris pada 2007, ini adalah pengalaman pertama saya mengalami keterlambatan naik kereta. Kecewa sih, tapi gak begitu stres, apalagi ketika pihak management memberikan kami selembar kertas yang bertuliskan Compensation for Delay.
Awalnya saya bengong. Eh, apaan nih?
Ternyata di dalamnya ada voucher senilai £5. Oh… uang kecewa… 😀 Baiklah. Terima kasih.
Nah, di Form Compensation for Delay tersebut kita bisa isi data-data keterlambatan kereta, lalu dikembalian ke GWR (Great Western Railway) untuk diproses uang kompensasinya.
Jika keterlambatan kereta satu jam, maka penumpang berhak mendapatkan 50% uang kompensasi untuk jenis tiket return (PP). Sedangkan tiket single aka sekali jalan berhak mendapat kompensasi sebesar 100%.
Sedangkan jika keterbatan kereta memakan waktu 2 jam, apapun jenis tiketnya, penumpang berhak mendapat kompensasi 100% dari harga tiket yang sudah dibeli.
Semakin saya matang (mau bilang tua, takut ada yang manggil oma), semangkin saya matang, semangkin saya yakin Allah selalu berikan yang berbaik buat kita, apapun itu. Termasuk keterlambatan kereta ini.
Gimana tidak, si Compensation for Delay ini bisa mejeng di NET10. Mayan kan? 😉 Alhamdulillah.
N10. NRosmel,05102016
Ngomongin soal Bristol, nih, saya kasih tau beberapa tempat wisata yang keren di Kota Bristol, cekidot!
Sejak tahun 1810 Jerman punya tradisi pesta rakyat yang bertepatan dengan datangnya musim gugur. Hajat tahunan ini bertajuk Oktoberfest yang digelar mulai pertengahan September hingga senin pertama di bulan Oktober. Awalnya sih pesta rakyat ini dimulai pertengahan September hingga minggu pertama di Bulan Oktober. Namun, sejak moment bersatunya Jerman, maka perayaan pesta rakyat ini diperpanjang sehari. Menjadi, dimulai pertengahan September sampai Senin pertama di Bulan Oktober.
Pesta yang telah berlangsung lebih dari 200 tahun ini berawal dari pernikahan Raja Ludwig dan Putri Therese pada 12 Oktober 1810. Untuk merayakan pernikahan Sang Raja, pihak kerajaan mengelar pesta rakyat untuk berbagi kebahagiaan dengan seluruh rakyatnya, maka digelarlah pesta ini.
Meski sistem pemerintahan telah berubah, masa telah berlalu, bahkan dua abad lamanya, namun pesta rakyat ini masih berlangsung hingga saat ini.
Gelaran akbar ini diselenggarakan di Kota Munich. Menariknya, pengunjung yang datang tak hanya warga Kota Munich saja, tapi juga diserbu wisatawan dari manca negara. Diperkirakan dalam setiap tahunnya pesta akbar ini dihadiri 6 juta pengunjung.
Tak heran jika pesta rakyat yang digelar selama tiga minggu berturut-turut ini mengambil lahan yang sangat luas. Luasnya 40 kali lapangan sepak bola.
Oktoberfest dikonsep seperti pesta rakyat dan pasar malam yang dimeriahkan aneka acara, atraksi, wahana, hiburan, sajian minuman dan makanan khas Jerman.
Meski cuaca mulai sedikit dingin dan sedikit rintik hujan tipikal musim gugur namun tidak menyurutkan pengunjung datang ke acara yang paling dinanti dalam setiap tahunnya ini.
Tua-muda, laki-perempuan tumpah ruah nikmati suasananya. Karena ini pesta rakyat, banyak diantara pengunjung yang menggenakan pakaian tradisional Jerman sehingga terlihat nyentrik.
Intip keseruan Oktoberfest berikut ini!
N10. NAdes.04102016
Mau lihat keseruan gelaran akbar lainnya di Jerman? Berikut ini saya beri liputannya!
Dengan semakin banyaknya migran dari berbagai negara ke Inggris termasuk dari Asia, maka kini mie instan dari Indonesia, beras, aneka bumbu, rempah, sayuran juga buah-buahan khas Asia makin mudah ditemui di Inggris. Bahkan di sebuah kota kecil seperti Worcester saja kini tersedia toko asia yang cukup lengkap.
Mulai dari umbi-umbian seperti singkong, ubi, talas, aneka terong, aneka labu, aneka sayur, kangkung, hingga lalapan seperti kecipir juga ada. Pare, kelapa segar, lengkuas, kunyit, serai, kunci dan tektek bengek bumbu masak lainnya lengkap sudah.
Begitupun dengan buah-buahan khas asia seperti jeruk bali, nangka, manggis, delima juga tersedia. Bahkan batang tebupun ada. Yang tak kalah asik, durian pun tersedia.
Kadang kala nangka dan durian fresh juga ada. Namun tiap kali durian dan nangka segar datang, cepat habis diburu pembeli. Terutama pembeli asal Asia Tenggara seperti orang Thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia dll.
Namun demikian, jangan khawatir karena di toko ini, juga di banyak toko-toko asia lainnya, dengan mudah kita bisa temukan durian frozen. Meski frozen, kelezatannya tidak berkurang.
Untuk sekotak durian beku dibandrol £5 (sekitar 80-90 ribu rupiah) yang beratnya 400 gram, berisi 2 pcs buah daging duren.
Sedikit ya? Iya sih. Tapi, biar sedikit tapi isinya memuaskan. Dijamin tidak gagal. Rasa duriannya sangat legit, manis sekali. Daging buahnya tebal, tentu saja. Karena jenis duriannya durian montong gituloh. Seperti kebanyakan makanan frozen lainnya yang beredar di UK merupakan Produk Thailand. Hmm.. Indonesia kapan ya? 😉
£5 mahak gak? relatif mungkin ya? biarpun dibilang mahal tapi lumayanlah sebagai pengobat rasa kangen pada buah eksotis khas Asia ini.
Makanya, buat kamu yang tinggal di tanah air, puas-puasinlah makan duren sepuas hati. Apalagi saat musim duren seperti ini, iya kan?
Duren? sikattt…. 😉
N10.NRosmel.27092016
FYI, untuk sebuah Video CJ yang saya buat tidak semua scene ditayangkan, dan ternyata, sesi pas lagi makan durennya ga kebagian durasi. Padahal itu bagian yang paling lazizzzz.. Yasud, kuposting aja di IG berikut ini 😉