Camden, Wisata Belanja Serba Ada

Camden merupakan kawasan wisata serba ada yang terletak di Kota London. Awalnya kawasan ini merupakan pasar tradisional/konvensional, yang telah ada sejak awal abad 20. Diiawal dekade 70’an, kawasan ini mulai diramaikan oleh stan-stan (lapak) kerajinan tangan yang berjualan setiap hari minggu. Lama-kelamaan, kawasan belanja ini makin meluas dan makin ramai saja yang akhirnya memiliki daya tarik tersendiri hingga menjadi objek wisata yang terkenal di manca negara. Khususnya negara-negara tetangga, Eropa.

Di sini wisatawan bisa berburu aneka pernak-pernik suvenir bertema inggris. Juga bisa memuaskan berwisata belanja pakaian, tas, sepatu serta beragam aksesoris, barang seni dan kerajinan tangan. Wisata kuliner pun tak kalah ramai.

Satu yang menarik dari kawasan yang banyak diburu kaum muda ini adalah jejeran toko dengan eksterior yang dibuat senyentrik mungkin. Tentunya agar menarik perhatian wisatawan.

Toko-toko di sepanjang Camden High Street ini memutar musik yang mendentam kencang menambah marak suasana. Ingar-bingar inilah yang menjadi ciri khas kawasan Camden.  Jika bandung punya cihampelas, maka di london punya camden.

Kawasan wisata belanja ini tidak hanya dimeriahkan oleh toko-toko permanen tapi juga lapak – lapak tidak permanen. Wisata kuliner tak kalah ramai, mulai dari restoran, cafe, bar, pub juga street food dengan cita rasa makanan dari berbagai negara diantaranya makanan Amerika Latin, Belanda, Italia, dan lain lain.

Saking terkenalnya kawasan wisata ini, di akhir pekan setidaknya dikunjungi 100 ribu wisatawan yang didominasi kaum muda. Kawasan ini paling ramai dikunjungi pada hari minggu. Jadi, jika akan melancong ke Camden pastikan datang di hari minggu, ya….

Yang menarik lainnya, kawasan ini dilalui kanal, sehingga menjadi tempat yang asik untuk bersantai di tepian kanal sambil duduk – duduk santai menikmati suasana bersama teman-teman sebaya, anak muda.

N12-NAdes11-20102015

Jaga Ekosistem Bentuk Peduli Hewan di Inggris

Tidak hanya manusia yang memiliki hak asasi, Satwa pun demikian. Sebagai manusia beriman, berilmu, beradab serta punya rasa kasih, sudah selayaknya kita menjaga ekosistem. Dalam hal ini adalah menjaganya alam, lingkungan, serta satwa yang hidup di habitat tersebut.

Banyak hal yang bisa dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada satwa ciptaan Tuhan. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah inggris dan didukung oleh warganya terhadap unggas-unggas yang hidup bebas di taman kota, pinggiran sungai,  area kanal dan tempat-tempat umum lainnya.

Salah satu upaya pemerintah inggris dalam menciptakan hak asasi hewan, terutama unggas, diantaranya dengan menjaga ekosistemnya. Menjaga agar sungai, kanal, pantai dll, selalu bersih dari sampah, bahan kimia, serta hal lainnya yang mengusik keberlangsungan satwa.

Secara alami dan secara rantai makanan, Tuhan telah sediakan makanan untuk semua makluknya, termasuk unggas yang akan kita bahas. Tuhan sediakan ikan-ikan di sungai untuk makluk ini. Maka dari itu, pemerintah Inggris menerapkan yang aturan-aturan demi terjaganya keberlangsungan ekosistem. Dari sekian banyak aturan tersebut satu diantaranya ialah pelarangan memancing ikan di beberapa titik aliran Sungai Severn yang melintas di kota Worcester, tempat tinggal kami. Karena sedianya ikan-ikan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Hampir di setiap kota/desa yang dialiri sungai, kanal, ataupun pantai/laut, tempat wisata, serta taman kota di inggris, banyak terdapat unggas (angsa, bebek, merpati, camar dan aneka jenis burung lainnnya) kami terbiasa memiliki adab yang santun kepada mereka. Kami tidak pernah mengusik keberadaan mereka, apalagi menangkapnya. Kami biarkan mereka hidup bebas. Bahkan biasanya kami membawa makanan untuk unggas-unggas tersebut dari rumah. Entah itu roti ataupun biskuit yang disukai oleh unggas-unggas tersebut.

Kehadiran unggas yang sehat dan atraktif mampu menjadi obat pelepas penat dan objek rileksasi. Tak heran, banyak warga yang sengaja datang ke tempat-tempat tersebut diatas hanya untuk melihat dan memberi makan unggas-unggas nan elok. Entah itu saat makan siang, pulang kerja ataupun di akhir pekan bersama keluarga.

Kiranya itulah timbal balik yang bersinergi dan saling menguntungkan antara manusia dan hewan. Kita menjaga ekosistem dan keberlangsungan mereka. Mereka memberikan rasa tenang di hati.

N10, NAdes10-15102015

Cornish Pasty

Satu tema beda format, begitu kira-kira untuk mendeskripsikan tulisan saya ini. Mungkin Anda pernah membaca artikel saya berikut ini, dimana tulisan tersebut telah saya bukukan dalam buku Jelajah Inggris. Atau, tentang hal inipun telah saya tuliskan dalam bentuk cerpen anak yang dimuat di Majalah Ummi berikut ini.

Nah, jika dua tulisan saya di atas bentuknya narasi. Sekarang saya kasih unjuk tayangan visualnya. Berikut ini:

N12, NAdes9. 14102015

Fasilitas Umum Ramah Difabel di Inggris

Menjadi kaum difabel sering kali mengalami banyak kesulitan. Baik dalam berkegiatan harian maupun ketika mereka berinteraksi dengan dunia luar. Difabel adalah sebuah kondisi yang bukan pilihan, tapi takdir Tuhan. Maka dari itu, seharusnya menyandang difabel memeliki kesempatan yang sama layaknya orang normal. Janganlah memarjinalkan mereka. Bisa jadi ia hanya memiliki keterbatasan fisik, tapi tidak dengan kecerdasannya. Bisa jadi kemampuan mereka melebihi orang normal. Lihat saja Stephen Hawking, Nick Vujicic dan masih banyak lagi kaum difabel yang memiliki segudang prestasi.

Di negara-negara maju, Inggris contohnya, pemerintah dan dinas-dinas terkait  memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi warganya yang mengalami keterbatasan fisik ini. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah Inggris dalam memberikan kenyamanan kepada para penyandang difabel tersebut diantaranya ialah tempat parkir khusus. Oiya, tempat parkir khusus ini tidak hanya bagi mereka kaum difable tapi juga berlaku bagi oma-opa atau siapa saya yang berkursi roda.

Mengingat sulitnya gerak langkah mereka, maka, posisi tempat parkir khusus difabel harus paling dekat dengan pintu masuk gedung perkantoran, kampus, supermarket, toko dan tempat-tempat lainnya, bahkan di area tempat wisata sekalipun. Tempat parkir khusus ini ditandai dengan garis batas dan tanda yang jelas, berupa gambar orang berkursi roda.

Tak hanya tempat parkir khusus, toilet umum pun harus dirancang sedemikian rupa demi kenyamanan para penderita difabel. Baik di supermarket, mall, tempat wisata dan lain sebagainya.

Mengingat banyak gedung bertingkat baik di mall, supermarket, toko, kampus, perkantoran, tempat wisata dan lain sebagainya, maka keberadaan lift ataupun tangga khusus untuk difabel tentulah harus tersedia untuk memudahkan mereka.

Begitupun dengan trotoar. Di sini ramp (turunan/naikan) dari trotoar ke jalan ataupun sebaliknya, diperhatikan benar. Semuanya harus lancar. Tidak boleh ada yang menghalangi. Jika ada sembarang orang yang parkir dekat ramp tersebut, siap-siap kena tilang. Di Birmingham, kelalaian seperti ini bisa mengakibatkan £30 melayang, atau sekitar 630 ribu rupiah.

Mengenai transportasi umum, Inggris pun sangat ramah terhadap kaum difabel. Baik di Bis maupun kereta, ada posisi khusus untuk penyandang difabel. Naik turunnya pun dimudahkan. Pendek kata, semuanya sudah diperhitungkan.

Mau tahu seperti apa kemudahan-kemudahan sarana prasana lainnya bagi kaum difabel di Inggris, tonton aja tayangan di bawah ini:

N10, NAdes8. 12102015

Dan alhamdulillah liputan ini jadi sebagai Best video in the week. Congrats hun! 😀
Klo kepanjangan, skip aja hingga menit ke 1.27 😉