Batik Kudus Karya Denny Wirawan Melenggang di Inggris

Pada Minggu 7 Juni 2015, Denny Wirawan, perancang muda Indonesia menggelar peragaan busana di Nottingham Inggris.

Tema Fashion Show Denny kali ini mengangkat tema Batik Kudus. Sebuah motif batik yang kurang mendapat perhatian masyarakat. Oleh karena itu, Denny mengangkat Batik Kudus agar mampu disejajarkan dengan motif batik lainnya yang telah terkenal di Indonesia.

Acara yang digelar di University Boulevard Lenton, Nottinghamshire ini merupakan rangkaian gelaran Indofest. Yaitu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PPI Nottingham, Inggris.

Denny Wirawan mementaskan karyanya di hadapan Duta Besar RI untuk Inggris serta pengunjung lainnya yang terdiri dari masyarakat Indonesia yang bermukim di Inggris serta warga Nottingham itu sendiri.

Denny Wirawan di Inggris
Denny W, Dubes RI, Atiqah Hasiholan

 

Dalam Fashion  Show ini Denny menampilkan 20 busana yang elegan. Ditampilkan oleh 6 perawagati. Salah satunya adalah Atiqah Hasiholan.

Seperti apa serunya pertunjukkan busana tersebut, silakan ditonton:

Dapat Duit Dari Citizen Journalism

Sejak tahun 2012 saya sudah membuat artikel citizen journalism untuk media cetak di tanah air. Buat saya, si anak bawang yang baru nyemplung ke dunia tulis-menulis, citizen journalism sangat efektif dalam mengasah kemampuan tulisan saya. Dan itu terbukti. Karena sekali tayang di media, ada rasa yang memacu saya untuk bisa menampilkan tulisan lainnya lagi, lagi dan lagi.

Selain sebagai media untuk mengasah kemampuan menulis, citizen journalism (CJ) juga sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan kepercayaan diri. Bahwa, nih, tulisanku masuk media cetak 😉 Karena sejatinya, semua genre tulisan mengacu pada 5H 1W. Jadi, menulis itu ya.. begitu-begitu aja. Seiring waktu, saya menulis tulisan perjalanan, cerpen anak, cerpen dewasa, resensi buku, liputan, dll.

Dulu, media CJ saya berupa artikel/tulisan, tapi setelah saya kenal dengan seseorang, rupanya ada CJ berformat video. Aha!

Allah Maha Pengasih, Maha Pemurah. IA memberikan saya waktu yang tepat. Dipertemukan dengan orang yang tepat. Dan dihadapkan pada acara yang tepat untuk mempraktikkan ilmu yang baru saja saya dapatkan itu.

Dengan modal Hp doang saya hadir di sebuah event kumpul-kumpul orang Indonesia di Bristol. Saya datang, saya ambil scene. Besoknya saya meramu video, lalu mengirimkannya ke media tersebut. Tak lama langsung tayang. Dan berikut ini penampakkannya:
Eitu, nama kontributornya pake nama penaku dulu/id twitterkyu, salah ketik pulak 😉

Ada rasa yang sama seperti halnya ketika artikel kita dimuat di media. Hmm, kudu bikin lagi nih. Kirim lagi nih. Nah, saya pun demikian. Beruntungnya, seminggu kemudian, ada lagi event yang tak kalah besar, KSG 2015.

Di sana saya melakukan aksi yang sama. Meliput, meramu video, menambahkan sedikit narasi lalu mengirimkannya ke media tersebut. Cuman video CJ kali ini lumayan lama waiting listnya. Jika Video pertama tayang dalam hitungan jam setelah dikirimkan. Video kedua ini harus duduk manis di waiting list seminggu lebih. Ga papa juga sih. Karena pada akhirnya berhasil mejeng juga.

Kesenangan lainnya dalam mengirimkan CJ berformat video ini, karena visual, jadi ada keseruan tersendiri. Masuk tipi.. masuk tipii… 😀
Walaupun saya di belakang kamera (gak bisa dadah-dadah sama keluarga di tanah air) tapi saya cukup senang karena teman-teman saya yang terekam di video saya tersebut tayang di tanah air. Mak.. anakmu di Inggris ini masuk tipi…. 😀

Biarlah saya ngak bisa dadah-dadah di televisi Indonesia yang penting transferannya 😉 soal besaran honornya, japri ya.. Japri..;)

Dan berikut ini adalah penampakkan Video CJ saya yang tayang 12 Mei 2015.

Buat kamu-kamu yang mau melakukan hal serupa silakan klik link ini dan ikutin step by stepnya.
http://sg.netcj.co.id/