Baity Jannaty

Baity Jannaty, Rumahku surgaku.

Tiada tempat yang paling menentramkan hatiku, selain rumahku sendiri.
Rumah yang baru dua tahun setengah ini kami tempati.
Rumah yang tak besar, namun penuh kasih.
Rumah yang tak mewah tapi penuh berkah, insya Allah.

Dinamakan rumah berkah, karena banyak keberkahan yang kami dapatkan sedari awal. Dimulai dari pencariannya yang berbulan-bulan. Cocok lokasi, cocok kondisi, tapi tak cocok harga. Memang sulit mendapatkan rumah dengan budget minim.

Sabar membuahkan berkah. Akhirnya kami mendapatkan rumah melebihi target impian, disertai tambahan dana yang tak diduga sebelumnya.

Keberkahan lainnya: posisinya strategis, dekat sekolahan kedua anak kami, halaman belakangnya cukup luas, denah rumahnya sesuai dengan yang diinginkan. Lantai atas terbagi dalam tiga kamar tidur dengan ukuran yang cukup besar.

Lantai bawah terbagi: toilet, kamar mandi, dapur, conservatory yang berfungsi sebagai ruang makan. Jangan heran jika Anda temukan toilet di dekat pintu masuk rumah. Inilah tipe-tipe rumah Inggris.

Sedangkan ruang tengah dan ruang keluarga tanpa sekat, sehingga terkesan luas. Sesuai dengan yang saya inginkan sedari dulu agar bisa leluasa dipakai untuk pengajian rutin komunitas kami yang beranggotakan student dan keluarga muslim yang bermukim di Kota Bristol dan sekitarnya. Alhamdulillah.

Ruang tamu dan ruang tengah adalah ruangan terfavorit bagi kami sekeluarga. Ruang ini merangkap ruang tamu, ruang TV, ruang komputer/ruang kerja. Ruang serba guna yang sering dihabiskan untuk bercengkerama bersama keluarga tercinta.

Dan yang terpenting, ruangan ini adalah tempat kami menghadapNYA. Saat Ramadan, setidaknya 5 waktu dalam sehari, berjamaah. Subuh, ashar, magrib, isya, dan momen spesial, terawih yang alhamdulillah belum bolong dalam seminggu ini. Sedangkan zuhur, tidak bisa kami lakukan berjamaah, kecuali di hari libur. Karena waktu kerja dan sekolah.

Sama seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kali ini jatuh pada musim panas dengan durasi puasa 19 jam. Durasi sepanjang itu menjadikan kami lebih betah berada di rumah. Bukannya apa, selain menghemat energi, bersarang di rumah terasa lebih adem, lahir dan batin.

Terhindar dari sengat matahari, juga terhindar dari tiupan angin kencang nan dingin. Maklumlah, awal musim panas ini suhu cuaca Inggris masih angin-anginan. Kadang panas terik, kadang berangin sangat kencang. Maka jika sekiranya tidak ada kebutuhan mendesak untuk keluar rumah, saya lebih betah tinggal di rumah.

Banyak menghabiskan waktu di rumah saat Ramadan, tidak berarti minim kegiatan dan menjenuhkan. Kami menghabiskan banyak hal. Salah satunya, saya dan si sulung lebih anteng kerja di depan PC/laptop produktif menghasilkan karya-karya.

Dan bagi si bungsu, Ramadan kali ini waktu yang tepat untuk banyak berdiam di rumah. Karena, selain untuk menghemat energi dengan durasi puasa 19 jam, juga waktu yang tepat untuknya belajar menghadapi ulang umum.

Kegiatan asik lainnya saat Ramadan ialah, saya betah berlama-lama di dapur. Yang biasanya saya suka memasak yang praktis, kini, karena tersedia waktu yang sangat panjang, saya bisa anteng memasak/membuat kue yang susah-susah. Seperti membuat bakso, siomay, kue bika ambon, kolak biji salak, dll. Demi menyajikan makanan spesial untuk keluarga tercinta selama Ramadan, bulan berkah.

Jika jenuh, biasanya saya pergi ke halaman depan atau halaman belakang untuk sekadar memotong rumput semampu tenaga saya. Karena jika total menyelesaikan memotong rumput dan merapikan hedge keseluruhan bisa memakan waktu dua hari. Manalah kuat.

Al hijrah Inggris
Suatu ketika, shalat jamaah di halaman belakang, terasa menyatu dengan alam.

Bagi saya, memotong rumput adalah aktifitas rumahan lainnya yang bisa menyegarkan badan. Karena bisa menghirup udara segar yang melimpah ruah. Meski tinggal di kota, alhamdulillah rerumputan, hedge dan pepohonan ijo royo-royo melingkup rumah kami. Alhamdulillah, berkah.

*** Worcester, 24062015, seminggu Ramadan ***

Yg mau ikutan lombanya, klik link berikut ini.

Published by

Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

26 thoughts on “Baity Jannaty”

    1. klo pohon/hedge itu bawaan dr pemilik rumah sebelumnya, kami tinggal nerusin aja ngerapiinnya. ternyata brabe juga ngurusnya, wan 😀

Leave a Reply to Vhoy Syazwana Cancel reply