Cemilan Monyet

Jadi, Sabtu kemaren tuh kan waktunya blanja-blanji seperti biasa. Daftar belanjaan pun rutin seperti biasa. Sayur-mayur, ikan dan daging-dagingan, serta cemilan. Di kota saya, cuman ada dua toko halal. Kesian ya? hehe…

Satu diantaranya, lebih lengkap barang dagangannya. Daging halalnya berupa sapi, kambing, ayam. Standar sih, gak ada jeroan, kikil, lidah, paru, babat dsb. Tapi, ya, segitu juga udah lumayanlah. Daripada lumayun. Ikan frozennya cukup lengkap. Tilapia, tuna, udang, cumi, dll. Makanan frozen yang instan juga banyak. Kayak samosa, spring onion, chiken nudget dll.

Sayur & buahnya semakin lengkap dalam beberapa bulan belakangan ini. Mungkin karena makin banyaknya pelanggan asia yang menyerbu toko ini. Kangkung, kacang panjang, labu, rambutan, nangka, manggis, dsb memeriahkan konternya.

Tempe, tahu, kecap n saos ABC, cemilan pun banyak ragamnya. Pokoknya banyak deh item makanan asianya. Kemarin-kemarin, saya beli kripik singkong di sana, sampai bosan. Saya nyari cemilan lainnya di frezzer toko tersebut ada kue putu, singkong siap rebus, obi, dll
Obi? ituloh, ubi merah yang direbus, dihaluskan, diberi gula dan tepung, lalu digoreng. Saya sih menyebutnya obi. Kalau kamu?
Ntar lain waktu, saya potoin penampakannya.

Nah, diantara milih-milih cemilan itu, saya milih kripik pisang. Eh, kali ini kemasannya beda. Ya sutralah. Kripik masuk keranjang, lalu bayar. Pulanglah saya.

Sesampainya di rumah, dengan tergesa saya rapikan semua barang belanjaan. Karena mau langsung masak. Dan, hari ini, saatnya me time sambil nongkrong depan PC disertai sesuguh (kayak mbah dukun 😀 ) Berupa mokacino dan dan kripik pisang.

Eh, ko label kripiknya diberi judul Kera bites? Maknanya apa, ya? Saya liat kemasan belakangnya. Tertulis, made in India. Ehmm.. maksudnya apa nih? Cemilan monyet? Gigitan monyet? Atau… tauk deh… . pokonya dicemil ajalah.. 😛

Monyet suka pisang, aku juga 😉 krauk.. krauk..

Published by

Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

2 thoughts on “Cemilan Monyet”

komentar Anda