Mesin Penukar Receh

Beberapa waktu lalu saya pernah posting tentang mesin penukar receh di sini. Di mesin tersebut remahan uang (1p, 2p, 5p, 10p) yang nyaris tiada arti itu bisa cukup untuk belanja. Yaiyalah, orang recehannya setoples penuh.

Nah, kali ini saya akan kasih unjuk kebalikan dari mesin penukar receh tersebut. Beberapa waktu yang lalu, untuk sebuah keperluan saya dan suami pergi ke London. Pas di Liverpool Street Station kami kebelet pipi*. Penunjuk arah mengarah ke lantai bawah. Di ujung tangga saya liat untuk memasuki area toilet tersebut terdapat palang pembatas. Artinya saya perlu koin untuk menewatinya.

Wah, celaka, mana kebelet, mana gak punya koin pula. Soalnya keping logam terakhir yang saya punya 20p itu dipakai untuk ke toilet  lainnya tadi pagi. Duh, London mah WCnya matre 😛

Sejauh ini, yang saya alami, toilet berbayar di Inggris kisaran 20p-30p. Atau sekitar 4.000 rupiah – 6.000 rupiah. Sejauh ini, selama saya suka jalan-jalan Jelajah Inggris, cuman beberapa tempat aja sih yang WC umunya berbayar. Terutama London. Secara, kota metroplolitan gituloh.

Tapi, ebentar, ketika saya menuruni anak tangga terdengar gemerincing jatuhan suara koin di kotak mesin itu. Ya, mesin yang mirip vending machine itu rupanya mesin penukar uang. Bedanya dengan postingan saya sebelumnya mesin ini kebalikannya. Dari uang gede ke uang receh. Sebelum saya menukar nampak orang-orang menukar uang di sana. Ada yang nukarnya lembar £5. Udah gitu malah gak ke toilet. Oh… kali dia butuh untuk keperluan lainnya. Ya, karena di Inggris banyak fasilitas mandiri (artinya tidak ada petugasnya) yang dioperasikan oleh mesin dengan cara memasukan koin terlebih dahulu. Selain toilet umum, vending machine makanan/minuman, bayar parkir dll.

Saya pun ikut menukarkan di mesin penukar koin tersebut. Karena suami udah nuker uang sendiri, jadi saya cukup menukar £1 aja yang jadi pecahan 10p dan 20p. Mayanlah cukup untuk beberapa kali pipi* 😀 Maklumlah Inggris udah dingin. Bawaannya gampang kebelet ke belakang.

Nah, ini dia penampakkan mentahnya:

Dan ini penampakkan yang tayang di NET12. 10122015. N_34Rosmel

Gurita, Kaos Kece, Harga Cepek

Bandung tuh ya.. tempat lahirnya para kreator muda. Emang orang Bandung itu pada kreatip. Apapun itu usahanya, mereka selalu berinovasi dalam mengembangkan usahanya. Entah itu industri makanan, industri hiburan, industri pakaian dan sebagainya.

Dulu, cireng ya cireng aja. Sekarang… beuhh… itu cireng udah dikolaborasi dengan kejulah, kornetlah, sosislah, rasa rujak lah dan sebagainya sebagainya lah. Hingga akhirnya cireng menglobal. Terkenal di Indonesia, bahkan luar negeri. Ya, temen saya yang tinggal di Inggris juga ngejual cireng yang didatangkan dari Indonesia. Hidup cireng! hidup Bandung! Orang Bandung tea.. atuh.. kreatip, segala diulik.

Begitupun dengan kaos oblong. Ditangan Eka dan Adrian yang sama-sama lulusan ITB, pake kaos jadi terasa keren. Kenapa? Karena kaos yang diberi label Kaos Gurita ini bertuliskan kata-kata yang keren bin kece.

Nih, Kang Emil juga pake Kaos Gurita. Kamu? 😉
kang emil Ridwan Kamil Walikota Bandung

Jadi, kalau kamu ke Bandung, ngak cuman oleh-oleh makanan aja yang bisa kamu bawa pulang, Kaos Gurita juga cucok buat dijadiin oleh-oleh Bandung. Karena Kaos Gurita blom buka outlet di luar Kota Bandung.

Kalau mau lebih jelas lagi ada kaos keren apa aja yang cocok buat kamu, nih, saya kasih linknya berikut ini. Banyak banget kan koleksinya? Kata-katanya pun keren. Ada yang kocak, ada yang nyunda abis, ada yang buat nu geulis (yang cantik), nu kasep (yang cakep), super emak, super bapak dan lain sebagainya. Liat aja detail foto yang saya kasih linknya di atas. Kali aja kamu tertarik membelinya. Tuh, ada yang bacaannya Gendut? #AKURAPOPO  😀 upss… maap 😉

Eh, bentar, tadi bilang ada yang tulisannya SUPER EMAK?
Iya, ada. Kamu super emak juga kan?
Jika iya, kamu berhak mendapatkan kaos ini secara gratis 😉
Tapi, tapi harus ikutan lombanya dulu di sini.
T
ersedia 8 Kaos Gurita bagi 8 orang pemenang.

Tapi, tapi itu juga kalau Anda beruntung memenangkan hadiahnya. Jikapun enggak. Tenang aja, kamu tinggal buka websitenya Kaos Gurita. Pilih kaosnya, order via sms, bayar, lalu duduk manis. Tunggu aja besok atau lusa pintu hati rumahmu diketuk abang kurir 😀  Simple banget kan?

Mengenai harga, relatif murah. Untuk ukuran dewasa rata-rata harganya cuman cepe ceng  aka 100k. Trus, buat para bocah harganya mulai dari 65k. Untuk lebih jelasnya mampir aja ke websitenya Kaos Gurita. Tadi di atas udah saya kasih linknya kan?

Kalau buat orang Bandung sih, atau kalau kamu lagi ke Bandung mendingan langsung kunjungin aja ouletnya yang tersebar di Kota Bandung. Sekalian jelong-jelong gitu…. Kali aja nanti ketemu ownernya trus minta foto bareng sama Teh Eka. Eh? 😀

Inga.. inga… (hanya orang jadul yang tau jargon layanan masyarakat ini ) 😀

Ini dia outlet alamat outlet Kaos Gurita di Kota Bandung:

  • Toko Kaos Gurita – Piset square (samping Hotel Horison)
    JL. Pelajar pejuang 45 No. 119 Bandung.
  • Toko Kaos Gurita – Hotel De Barata
    JL. Cihampelas 112 Bandung.
  • Kios Kaos Gurita – Young Street – Cihampelas Walk Bandung.
    Kios Gurita – Trans Studio Mall Lt.2 Bandung.
  • Kios Gurita – Toko Kartika Sari Dago Lt.2 Bandung.
    JL.Ir.H Djuanda No.85-87 Bandung (Lantai 2).

Phone: 081321130020, 0818432300, 081321130020 , PIN BB 2BD8EEA7
Email: guritaindonesia@gmail.com
kaosgurita@gmail.com
Toko online: kaosgurita.com

Daftar Peserta GA Sejuta Kisah Ibu

Terima kasih saya ucapkan kepada para peserta GA Sejuta Kisah Ibu. Inilah nama-nama peserta dan link URLnya.

  1. Ina Tanaya. Judul: Kearifan Seorang Ibu.
  2. Rinrin Sjafriani. Judul: Kasih dari Ibu yang tak pernah melahirkan saya.
  3. Nda Syahdu/Vina Maysari. Judul: Sepenggal kisahku bersama ibu.
  4. Irhayati Harun. Judul: Wanita Berwajah Surga Itu Bernama Ibu.
  5. Jampang. Judul: Kisah Perempuan yang telapak tangannya menguning.
  6. Yasinta Astuti. Doa Ibu Bekerja Padaku.
  7. DNZ. Judul: Lidah Kucing Kesukaan Ibu.
  8. Hikmawati Cahyaning Tyas. Judul: Kisah perempuan sederhana yang kupanggil ibuk.
  9. Tarry KittyHolic. Judul: Giwang Pemberian Emak.
  10. Hastira. Judul: Surat-surat Cinta Dari Mama.
  11. Een Endah. Judul: Kasihnya Sepanjang Usia.
  12. Shiq4. Judul: Kasih Sayang Seorang Ibu.
  13. Dessy Natalia. Judul: Mama: Musuh Terbesar dan Pahlawan Hidupku.
  14. Nur Annisa. Judul: Tak Ada Kata Memaksakan Diri. 
  15. Tri Wahyuni. Judul: Teruntuk Putriku Raisyah.
  16. Kania. Judul: Kontak Batin Dengan Ibu.
  17. Arni. Judul: Tentang Sebuah Kenangan.
  18. Sri Efriyanti Harahap. Judul: Guru Kehidupan.
  19. Afin Yulia. Judul: Bulan-bulan Terakhir Bersama Ibu.
  20. Inda Chakim. Judul: Tulisan untuk Ibu dari Anak Pertama.
  21. Dian Onasis. Judul: Maafkan Bundamu Yang Pemarah Ini, Ya, Nak.
  22. Melati. Judul: Terbang Dan Berbahagialah, Ma.
  23. Dian Farida Ismyana. Judul: Anakku, Bila Kelak Engkau Menjadi Ibu.
  24. Ernawati Lilys. Judul: Menjadi cermin yang baik untuk anak-anak.
  25. Sri izawati. Judul: Sulaman Terakhir.
  26. Khoirur Rohmah. Judul: Potret Malaikat Tanpa Sayapku.
  27. Yervi Hesna. Judul: Surat Untuk Mama.
  28. Wahyu Triyani. Judul:  Tentang Aku dan Ibu.
  29. Yun Mintarsih. Judul: Simbok … Begitu Saya Memanggilnya.
  30. Gilang Maulani. Judul: Tentang Mama.
  31. sheieka. Judul: menaikan level kesabaran bersama ibu.
  32. Wiwik. Judul: Pada Sekaleng Tancho.
  33. Izzah Annisa. Judul: Ibu Tiri dan Jambu Biji
  34. Dwi Murniati. Judul: Cerita Tentang Ibu. 
  35. Ayunda Slamet. Judul: Berdamai dengan Mama.
  36. Fitri Restiana. Judul: Ibu, Tolong Ajari aku Menjadi Imam.

_______________________________________________________________________

Alhamdulillah dengan ini GA Sejuta Kisah Ibu telah ditutup.
Worcester, 18 Desember 2015. Pukul 17.00 GMT

Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah meramaikan GA menyambut hari ibu pada tanggal 22 Desember ini.

Selanjutnya tahapan penilaian yang dilakukan oleh dua juri kita yang baik hati berkenan meluangkan waktunya. Mba Maya dan Kak Icha. Rupanya, bu juri yang satu ini terkena virus menulis tentang ibu. Judul: Ibu Mungil Nan Tanguh. 

Alhamdulillah, kita dapat sponsor tambahan dari Mba Evia yang baik hati, berupa tiga buah kalender keren. Selanjutnya hadiah ini akan dijadikan hadiah tambahan bagi pemenang 1, 2 dan 3.

Dengan demikian, berikut ini urutan hadiah yang disediakan oleh para sponsor yang baik hati.

Pemenang pertama: 1 bouquet dan 1 kalender.
Pemenang ke-2    : 1 kaos gurita dan 1 kalender.
Pemenang ke-3   : 1 kaos gurita dan 1 kalender.
Pemenang ke-4    : 1 kaos gurita.
Pemenang ke-5    : 1 kaos gurita.
Pemenang ke-6    : 1 kaos gurita.
Pemenang ke-7    : 1 kaos gurita.
Pemenang ke-8    : 1 kaos gurita.
Pemenang ke-9    : 1 kaos gurita.
Pemenang ke-10    : 1 paket cake (isi 2 box)
Pemenang ke-11    : 1 paket cake (isi 2 box)
Pemenang ke-12    : 1 paket keripik jamur Alfian (isi 5 bungkus).
Pemenang ke-13    : 1 paket keripik jamur Alfian (isi 5 bungkus).
Pemenang ke-14    : 1 paket keripik jamur Alfian (isi 5 bungkus).
Pemenang ke-15    : 1 paket bingkisan dari Restu Mande (rendang kemasan dan bumbu rendang).
Pemenang ke-16    : 1 paket bingkisan dari Restu Mande (rendang kemasan dan bumbu rendang).

 

GA Sejuta Kisah Ibu

Hari ini, tanpa sengaja saya menonton iklan Thailand bertema ibu yang nongol di FB. Video singkat itu berhasil membuat saya mewek. Udah tau gitu, saya mengulang lagi nontonnya. Iklan Thailand emang sering kali merobek-robek perasaan trus bikin mewek termehek-mehek.

Video yang hanya beberapa menit itu menceritakan seorang anak lelaki bernama Nat yang hendak melepas lajang. Waktu bergerak begitu cepat, ujar si ibu. Ibu memberi restu. Dalam kesempatan itu ia memberikan buku catatan tumbuh kembang anaknya kepada calon menantunya. Mulai kisah saat Nat dilahirkan. Ia suka makanan apa, ia tak suka makanan apa dan sebagainya. Lembar demi lembar diary tersebut dibuka Nat di mobil menuju pulang. Nat terkenang semua kisah itu sampai terhenti di satu kalimat:
“Nat suka makan kepala ikan. Sama seperti aku,” tutur si ibu.

Nat tertegun.
Tertegun pada kalimat terakhir.
Apa iya?
Apa iya ibunya suka kepala ikan.
Iyalah.
Lalu kenapa, jika iya, saat makan tadi ibu menyerahkan kepala ikan kepada si Nat dan berkata,”Nih, kesukaanmu.”
“It’s ok, bu. Buat ibu aja,” kata Si Nat.
“Ngak, ibu suka ekornya,” ucap si ibu ikhlas.
Suami si ibu alias bapaknya si Nat melirik penuh arti pada istrinya. Mungkin ia tahu benar bahwa istrinya itu suka kepala ikan.

Berarti ibu itu bohong dong?
Bukan bohong, tapi menyembunyikan hal yang sebenarnya.
Itulah ibu, demi kesukaan anaknya, demi kebahagian, demi kebutuhan anaknya, kadang ia mengalah.

Kisah Si Nat mungkin pula teralami kita. Tanpa kita tahu, tanpa kita sadar. Mungkin pula saat kita minta sesuatu sejak kecil hingga besar saya ia kobarkan apa yang menjadi kebutuhannya.

Kisah Si Nat hanya secuplik kecil kehidupan kita. Antar ibu dan anak. Pada kenyataannya, puluhan bahkan mungkin ratusan cuplik perjuangan, perhatian, kasih sayang, mengalah dan segala upaya yang ibu kita lakukan menjadi rahasia mereka yang dipendamnya sendiri. Tanpa kita mengetahuinya, tanpa kita menyadarinya. Atau mungkin kita tak mempedulikannya.

Saya sudah setua ini, tapi ibu saya tidak pernah lepas mendoakan saya. Ketika saya susah ataupun bahagia. Ketika beberapa waktu lalu ada kedukaan, saya menelfon ibu mohon doa dan restunya. Ibu saya bilang, “Tak usah dimintapun mamah selalu mendoakanmu dan keluargamu. Ihikkss…

Ibu saya figur ibu ideal bagi saya. Memiliki lima anak perempuan yang umurnya berjarak 1-2 tahun. Kami tidak pernah memiliki pembantu rumah tangga. Tapi ibu saya melakukan semua pekerjaannya dengan baik, tanpa keluh. Pekerjaan rumah, urusan dapur bahkan urusan pakaianpun beliau menjahit sendiri untuk semua anak-anaknya. Ibu saya tipe orang yang selalu happy. Cara berpikirnya sederhana. Tidak pernah menyimpan dendam dan sakit sakit. Maka terlihat hidupnya nyantai-nyantai saja dan lempeng-lempeng saja di usianya yang kini seumur dengan NKRI, 70 tahun.

Ibu saya tipe orang yang suka berbagi. Jika seorang anak memberi sesuatu, ia akan membagikannya kembali kepada anak lainnya, kepada cucunya, saudaranya, bahkan tetangganya. Misalnya, ketika saya pulang mudik kemarin membawa coklat, biar kata cuman kebagian sedikit tapi semuanya terbagi, anak, cucu, saudara, tetangga. Atau ketika saya memberikan kue ini, ia membaginya kepada anak, cucu dan saudaranya. Begitulah ibu saya.

Setelah menikah, ibu saya jadi dua. Ya, mertua. Ini kisah tentang ibu mertua. Kembali ke kisah Nat dan Ibunya, kisah inipun kurang lebih sama benang merahnya. Bapak mertua saya seorang pegawai negeri, bekerja di perkebunan. Tentu saja kerjanya di perkebunan. Kalimantan, pangalengan dsb. Sementara mereka berdua tinggal di perkebunan, anak-anaknya bersekolah di Bandung. Untuk menambah keuangan keluarga, ibu mertua rajin mencari uang tambahan. Salah satunya, pernah bertaman kentang. Sebelum masa panen, ibu sudah mengancang-ancang peruntukan uang dari penjualan kentang tersebut. Ia bermaksud membeli beberapa barang yang diinginkannya sedari dulu. Ketika keuntungan panen diterima, beliau datang ke Bandung untuk menengok anaknya. Uang yang ia pegang lepas dengan mudahnya ketika seorang minta dibelikan komputer untuk keperluan kuliahnya. Ya, begitulah ibu. Dan anaknya itu adalah suami saya.

Saya yakin, setiap ibu memiliki segudang kisah. Terhadap anaknya, terhadap keluarganya, lingkungannya. Kisah haru, kisah sendu, kisah tawa. Kisah yang dibagikan maupun yang disembunyikan.

Kapan terakhir kali kamu memberi sesuatu kepada ibu? kapan terakhir kali kamu memeluknya, kapan terakhir kali kamu melihat tawanya?
Saya, terakhir kali memeluknya dan terakhir kali tertawa bersama tepat setahun yang lalu, ketika saya mudik tahun lalu. Tak sabar ingin segera memeluk dan bercanda tawa lagi bersama beliau.

Buat kamu yang fisikmu dekat dengan ibu, peluklah ia, gembirakan ia, bahagiakan ia. Karena membagiakan mereka tak sulit. Kata ibu saya, mamah senang kalau liat kalian (anak-anaknya) senang. Kalau kata mamah Dedeh, nyenengin ibu itu gampang, kasih makanan yang ia sukai. Episode berapa tuh ya, saya lupa – curhat dong mah… ya donggg 😀

Sebentar lagi hari ibu, apa yang paling kamu ingat tentang ibumu. Boleh kisah haru biru, boleh kisah kocak jenaka, boleh kisah seru. Pokoknya kisah tentang ibu. Boleh ibu kita sendiri, boleh ibu mertua, ataupun kisah kamu sendiri selaku ibu. Karena temanya ibu, boleh juga kisah ibunya orang lain 😀

Saya kan nonton video si Nat tuh tadi siang. Trus tercetuslah ide bikin GA yang saya tulis di FB. Trus saya cari sponsor. Alhamdulilah, dalam hitungan jam terkumpul 5 sponsor yang ditotalnya akan memberikan 16 hadiah kepada 16 pemenang GA.

Syarat ketentuan GA

  1. Tulis kisah tentang ibu (seperti yang sudah saya ulas di atas).
  2. Panjang tulisan minimal 200 kata.
  3. Tulisan ditulis di blog ataupun di note FB.
  4. Dibawah tulisan cantumkan kalimat “Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Sejuta Kisah Ibu dengan back link URL ini.
  5. Sertakan link tulisan tersebut ke kolom komentar postingan ini.
  6. Share postingan lomba ini ke sosial media yang Anda punya (FB/Twitter)
  7. Peserta wajib me-like https://www.facebook.com/rosimeilanidotcom/?fref=ts
  8. DL tanggal 18 Desember 2015 pukul 23.59 WIB
  9. Pengumuman pemenang tanggal 20 Desember 2015.
  10. Akan dipilih 16 pemenang oleh dua orang juri, yang tentunya bukan saya, supaya lebih objektif 😉
  11. Karena hadiah bouguet cantik riskan dikirim lewat jasa paket (harus kurir pribadi), maka hanya bisa diantar ke tujuan Kota Bandung dskt, jika ternyata pemenang di luar kota Bandung, maka hadiahnya bisa ditukar dengan pemenang lainnya dengan alamat kirim Bandung dskt.
  12. Begitupun dengan hadiah cake, karena alasan riskan rusak, ancur dan basi, maka berlaku bagi pemenang di Bandung-Jabodetabek. Jika ternyata pemenang berada di luar kota yang disebutkan di atas, maka bisa bertukar hadiah dengan pemenang lainnya.

Dan inilah 16 hadiah yang sementara ini terkumpul dari 5 orang sponsor yang baik hati.

  1. 1 bouquet cantik senilai Rp. 250.000,- persembahan Rossaflorist Jl. Wastukencana 43B 4 Bandung. Hadiah ini cocok dipersembahkan untuk ibunda tercinta. Alamat kirim hanya berlaku untuk daerah Bandung dskt.
  2. 2 paket cake persembahan Nhie Kitchenette. Masing-masing berisi 2 bolu keju gondrong rasa lemon dan green tea. Cocok untuk diberikan kepada ibu, ibu mertua, ataupun ibu lainnya yang bakal happy menerima hadiah ini. Alamat kirim Bandung-Jabodetabek 😀
  3. 2 paket Bumbu Padang Restu Mande persembahan RM Restu Mande. Masing-masing berisi 3 varian rasa yang berbeda.
  4. 3 paket kripik jamur persembahan dari Iwan Keripik Jamur Alfian. Masing-masing berisi 5 bungkus dengan varian rasa yang berbeda.
  5. 8 kaos keren bertema super emak persembahan Kaos Gurita.

Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para sponsor yang terdiri dari 3 ibu superb yang mengawali karirnya dengan gigih hingga sekarang terus berjaya. Satu bapak yang cinta istri dan hormat ibunya 😀 dan satu bujang yang sayang sama ibunya.
Hidup ibu-ibu! 😉

Apdet nama-nama peserta silakan intip di sini