Banyak upaya yang dilakukan pemerintah Inggris dalam penanganan sampah. Inovasi demi inovasi terus dilakukan. Jika sebelumnya saya pernah menuliskan artikel tempat sampah di Birmingham berikut ini: Rubbish Compactor, Si Tempat Sampah Gembul maka sekarang saya akan mengulas tetang gerobak sampah di kota tempat saya tinggal, Worcester.
Mau tahu seperti apa cantiknya Worcester dikala banjir? Intip artikel saya berikut ini.
Biar kata saya tinggal di kota kecil yang relatif sepi dengan jumlah penduduknya hanya sekitar 100 ribu jiwa saja, tapi soal inovasi penangan sampah boleh diperhitungkan.
Untuk diketahui, di pusat pertokoan Worcester tidak diperbolehkan melintas kendaraan bermotor. Hal ini berlaku juga di banyak pusat pertokoan di kota-kota lainnya di Inggris. Salah satu alasannya adalah demi kenyamanan para shopper berjalan kaki tentunya. Nah di sepanjang area itu banyak disediakan tempat sampah.
Setiap sore sampah-sampah yang terkumpul dalam kantong plastik sampah itu akan diambil dan dikumpulkan petugas kebersihan di ujung pusat pertokoan. Seterusnya, setelah terkumpul banyak dari berbagai area, kantong-kantong plastik itu akan diambil oleh mobil pengangkut sampah.
Dalam masa tunggu itu kadang si kantong sampah mengalami kebocoran, kadang pula berceceran. Tentunya hal ini menambah pekerjaan bagi petugas kebersihan.
Akhirnya PEMDA berpikir kenapa tidak langsung saja mengangkut kantong-kantong sampah itu dari tempat sampahnya langsung kemudian membuangnya ke TPA tanpa harus dikumpulkan di ujung pedestrian.
Karena kendaraan bermotor tidak boleh melintas di pusat pertokoan karena alasan kenyaman, polusi udara, bising dan lain sebagainya akhirnya diciptakanlah gerobak sampah listrik.
Nah, si gerobak listrik ini mampu mengatasi semua permasalahan. Bisa masuk area pusat pertokoan karena tidak bising, tidak mengeluarkan polusi udara, tidak mengganggu pejalan kaki (shopper), ukurannya pun tidak besar. Tapi, biarpun ukurannya tak besar, ia mampu mengangkut hingga 500kg sampah.
Pengoperasiannya pun mudah tanpa menguras tenaga. Untuk menurunkan muatan sampah digunakan tenaga hidrolik.
Gerobak sampah inipun dilengkapi dengan alat keselamatan bagi operator dan orang-orang di sekitar pedestrian. Seperti rem otomatis bertenaga hidrolik, lampu depan, lampu sen, alarm dan lampu hazard.
Hmm… kayaknya gerobak sampah listrik ini cocok juga diterapkan di Indonesia, ya?
Lebih manusiawi, ramah lingkungan, cocok pula digunakan di perumahan-perumahan dan jalanan yang relatif sempit.
Seperti apa penampakan gerobak sampah listrik tersebut? Ini dia liputannya yang tayang kemarin.
N10. NAdes28.02032016
Mau tahu sistem pengelolaan sampah di Inggris lainnya? Silakan intip artikel saya berikut ini,


