All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Suporter Sambut Kemenangan Praveen-Debby di Inggris

Kabar gembira kemenangan tim ganda campuran indonesia di All England 2016 disambut hangat oleh para suporter indonesia yang menonton di Barcleycard Arena Birmingham pada minggu 13 maret 2016.

Pasangan Ganda Campuran Indonesia Praveen Jordan – Debby Susanto berhasil mengalahkan pasangan Ganda Campuran dari Denmark Joachim Fischer Nielsen – Christinna Pedersen dengan perolehan angka 21-12 21-17.

Suka cita yang dirasakan Praveen Jordan – Debby Susanto inipun dirasakan juga para suporter Indonesia yang mayoritas adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Inggris.

Mereka rela menunggu berjam-jam Praveen Jordan – Debby Susanto keluar dari pintu keluar atlet demi mengucapkan selamat sebagai ungkapan kebahagiaan.

Para suporter tersebut tak hanya student yang tinggal di Birmingham tapi juga berdatangan dari kota-kota lainnya seperti dari Kota london, Bristol, Liverpool, bahkan ada pula dari Southampton yang memakan waktu perjalanan 6 jam dengan berkendaraan bus.

PPI UK Suporter All England
Ini dia penampakkan suporter PPI UK yang datang dari berbagai kota di Inggris. Demi All England, apa sih yang enggak 😉

Perjuangan yang dilakukan para suporter ini berbuah manis, hingga sesi foto bersama dan berburu tanda tangan Praveen Jordan – Debby Susanto menjadi keseruan tersendiri.

Selain suporter mahasiswa Indonesia yang studi di Inggris suporter lainnya ialah bapak Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Dr. Rizal Sukma beserta istri dan rombongan dari KBRI London. Kebetulan pula Menteri Keuangan Bambang  Brodjonegoro turut hadir dan memberikan suport kepada tim Indonesia di All England 2016 disela kunjungan kerjanya di Inggris.

Jamuan makan malam dari Pak Dubes untuk kami semua 

Kemenangan  Praveen Jordan – Debby Susanto di All England diapresiasi oleh Duta Besar RI untuk Inggris, Bapak Dr. Rizal Sukma dengan mengajak kami, para atlet, tim pelatih, official, sebagian suporter Indonesia untuk makan malam di sebuah Rumah Makan di kawasan Pecinan Birmingham. Suasana hangat pun tercipta.

Tak sekadar makan malam, acara ini lebih kepada kumpul-kumpul kekeluargaan antara atlet, official, Dubes dan para suporter indonesia yang mayoritas mahasiswa indonesia. Sayangnya yang hadir di sini tidak semua suporter Indonesia yang menyaksikan final All England. Karena banyak suporter yang harus pulang menuju kota asalnya masing-masing.

Obrol-obrol berlangsung hangat diantara kami. Tak lupa sesi berfoto dan meminta tanda tangan atlet menjadi bagian seru di acara ini. Dalam kesempatan yang sama, selaku Kasubid Pelatnas, Ricky Subagja menyampaikan kegembiraannya atas kemenangan yang diraih Praveen Jordan – Debby Susanto.

Acara makan yang memakan waktu cukup lama ini diakhiri sesi foto bareng Pak dubes beserta tim KBRI, para atlet beserta tim pelatih-official, dan suporter yang super heboh. Restoran yang didominasi kamipun tampak riuh. Bahkan hingga acara bubar dan berlanjut di pelataran Resto dengan foto-foto, teuteupp….

Mau tahu keseruan liputannya? cekidot!
Tayang hari ini NET 10

N10. N50Rosmel. 14032016.

*Maaf, terdapat kesalahan narasi yang berakibat kesalahan voice over. Tertulis Indonesia menang atas Swedia, seharusnya menang atas Denmark* Artikel selanjutnya bersambung ya…. Insya Allah

Pesona Great Omre di Wales Utara, Inggris

Wisata Inggris tak hanya London, Manchester, Liverpool dan kota-kota lainnya di England. Karena Inggris memiliki banyak destinasi wisata yang patut dijajal. Tak hanya wisata belanja, wisata sejarah, museum dan kastil. Tapi juga wisata alamnya. Tak hanya England, karena masih ada Negara Bagian Inggris yang menyimpan banyak pesona alamnya.

Salah satunya di Wales, Negara Bagian Inggris, terdapat Great Omre yang memesona.   Omre dibaca Omr. Wisata alam ini masuk dalam kawasan wilayah Llandudno yang terletak di Semenanjung Wales Utara.

Letak geografis Great Omre merupakan nilai jual pariwisata sejak dulu kala. Banyak wisatawan yang ingin menikmati keindahan semenanjung Wales Utara itu dari ketinggian.

Pesona alam yang menawarkan keindahan itu membuat warga setempat membuat jalur pendakian pada tahun 1858 untuk mempermudah menuju puncak Great Omre. Seiring perkembangan teknologi dan minat wisatawan makin meningkat maka dibuatlah jalur Tramway (kereta kabel) pada tahun 1902.

Kini ratusan tahun telah berlalu. Namun pesona great Omre tidak pernah pudar, masih indah dan asri seperti dahulu kala, meski banyak diserbu wisatawan.

Sama seperti keindahan alamnya yang masih asri, keberadaan kereta kabelnya pun masih bisa kita gunakan sampai saat ini. Ya, kereta kabel usia seabad, atau lebih dari seratus tahun ini masih beroperasi sempurna. Bahkan badan keretanya pun masih bermaterialkan kayu layaknya kereta kabel seabad yang lalu. Tentu saja orisinalitas inilah yang menjadi daya tarik wisatawan.

Untuk menaiki kereta kabel ini penumpang dikenakan tarif £7 atau sekitar 125.000 rupiah dengan rute pulang-pergi. Di sepanjang perjanan kita bisa menikmati pesona Great Omre hingga diketinggian. Lapang rumput nan luas menghijau. Langit luas membiru serta gugusan elemen alam lainnya.

Tiba di puncak Great Omre kita bisa melihat lekuk semenanjung Wales. Tebing-tebing batuan kapur dan Laut Irlandia  tanpa bata. Sungguh indah memesona. suasananya menenangkan, udaranya segar. Membuat wisatawan betah berlama-lama menikmati ketenangannya dan menghirup udara segarnya di puncak Great Omre ini.

Saking segarnya Great Omre diklaim sebagai salah satu kawasan dengan kualitas udara terbersih di UK. Tak heran memang, karena kawasan ini tidak dilalui kendaraan bermotor kecuali sebagian kendaraan wisatawan yang menuju puncak Great Omre dengan menggunakan mobil pribadi. Selebihnya menggunakan Tramway tadi, seperti halnya saya. Disamping itu kawasan yang amat sangat luas nan menghijau ini kaya akan pepohonan. Tentunya sebagai pencetak oksigen.

Di puncak Great Omre terdapat sarana pelengkap wisata seperti: hotel, cafe,  restoran dan playground alias arena bermain anak. Oiya, cara lain untuk menikmati Great Omre dari ketinggian adalah dengan menggunakan kereta gantung. Cuman, buat saya yang ngeri akan ketinggian, lebih aman dan nyaman dengan menaiki tram saja 😀

Mau tahu seperti apa penampakan GREAT OMRE? cekidot!
Tapi, mohon maaf jika mimin NETCJ n mas voice over salah tulis dan salah ucap. Bukan Great More ya… tapi Great Omre 😉

N10. N50Rosmel. 11032016.

Tempat ini cucok banget buat romantis-romantisan 😀

Great Omre Wales

Mau liat keindahan pesona Wales lainnya? Ini dia..

Pesona Caban Coch, si Air Terjun Buatan

Jangan lupa, intip juga destinasi Wales lainnya berupa desa buatan bergaya desa Italia di liputan saya berikut ini, cucok deh!

Inilah Salah Satu Desa Tercantik Di Inggris

Nah, kalau yang ini jembatan air usia 3 abad di wales yang masih kokoh dan masih beroperasi. Seperti apa keunikannya? merapat…

Jembatan Air Usia 3 Abad, Pontcysyllte Aqueduct

 

Bule Jualan Sate di Inggris

Seperti kita ketahui kuliner indonesia sangat kaya dan beragam. Hal itulah yang sering kali membuat para perantau Indonesia di luar negeri mengidam-idamkan makanan indonesia. Dari sekian banyak ragam makanan tersebut sate salah satunya.

Peluang bisnis yang sangat menjanjikan ini ditangkap baik oleh Warga Negara Inggris bernama Phil Davenport. Ia sering berjualan sate di acara-acara besar yang diselenggarakan Warga Negara Indonesia di Inggris. Seperti dalam perayaan 17 agustusan, Indofest dan sebagainya.

Hal tersebut tentunya disambut hangat oleh para perantau yang sangat rindu akan sate. Tak pelak tenda sate Pak Phill yang diberi nama Waroeng Windsor ini kerap diburu pembeli hingga ludes.

Mau tahu meriahkan Indofest di UK, berikut liputannya.

Menurut Pak Phill yang pernah bekerja di salah satu perusaan minyak dan gas, kenikmatan sate buatannya terletak dari bahan-bahan yang fresh. Pemilihan daging yang baik, serta bumbu sate yang dibuat sendiri oleh istrinya, Aqaya Leatemia Davenport, seorang wanita berdarah Ambon. Dari ide istrinya itu pulalah awal mereka berjualan sate.

Pak Phill dan keluarga lama tinggal di jakarta, pada 2010 mereka kembali ke Inggris. Di tahun pertama sekembalinya ke Inggris mereka membuka Waroeng Windsor di acara 17 Agustusan. Makanan yang dijual tak hanya sate.

Seiring waktu berjalan Phill dan istri sering berjualan di banyak event. Dari sana ia menangkap peluang pasar sate jauh menjanjikan ketimbang menu lainnya. Maka sejak 2012 mereka lebih fokus berjualan sate.

Dalam setiap eventnya sekitar 3.000 tusuk sate bisa terjual. Dengan harga per porsi £5 atau sekitar 100.000 rupiah. Satu porsi terdiri dari 3 tusuk sate (ayam/kambing), nasi atau lontong, bumbu dan acar.

bule jualan sate di inggris

 

Kini, dalam setiap tahunnya Pak phill berjualan lebih dari 20 event besar. Baik yang diselenggarakan oleh orang Indonesia di Inggris maupun non Indonesia. Jika dirata-ratakan ia lebih sering buka stand sate di event yang diselenggarakan warga non Indonesia.

Hal tersebut karena ia tergabung dalam beberapa management festival food di UK. Diantaranya ia rutin berjualan di Foodys Festival, Windsor Independent Market dan yang paling terkenal adalah Nothing Hill Carnaval di London. Di event ini tumpah ruah orang menikmati sajian kuliner dari berbagai bangsa. Sate salah satunya. Adalah satu kebanggaan tersendiri bagi Phill bisa memperkenalkan makanan khas Indonesia ini ke kancah internasional.

Mau tahu warung sate Pak Phill? ini dia videonya…

Selain Phill, masih ada bule lainnya yang juga berjualan makanan khas Indonesia di Inggris. Ini dia liputannya:

Willian Tempe

Selain Phill, William ada lagi nih bule lainnya yang jualan bumbu Indonesia, namanya Jeremy (gak pake Tety) 😛 dan berikut ini liputannya:

Bumbu Rendang Instan Buatan Inggris

 

Peduli Hewan Liar di Inggris

Jika berkunjung ke inggris, Anda akan menemukan banyak angsa liar di tepian sungai, danau ataupun kolam taman kota yang sering dijadikan objek wisata. Termasuk di tepian Sungai Severn, Worcester, tempat kami tinggal sekarang ini.

Keberadaan angsa-angsa ini memiliki sejarah yang panjang. Dimana seluruh angsa ini dimiliki oleh Ibu ratu, Elizabeth II. Bahkan untuk jumlahnya pun dilakukan perhitungan angsa di seluruh inggris dalam setiap tahunnya.

Mau tahu, bentuk kepedulian orang Inggris terhadap angsa umumnya unggas? berikut ini artikelnya:

Jaga Ekosistem Bentuk Peduli Hewan di Inggris

Angsa-angsa liar ini dilindungi undang-undang Wildlife And Countryside sejak tahun 1981. Dimana angsa-angsa tersebut tidak boleh dilukai, ditangkap (dicuri) ataupun dibunuh.

Peraturan tersebut berimbas pada peningkatan populasi angsa dari tahun ke tahun. Sayangnya hal ini tidak berbanding lurus dengan ketersediaan makanannya. Dimana makanan alami yang biasa mereka dapatkan di sungai, danau ataupun kolam tempat tinggalnya tidak mencukupinya lagi.

Padahal di musim dingin mereka memerlukan banyak makanan untuk mempertahankan hidup dari suhu udara yang sangat dingin. Begitupun di musim panas, mereka memerlukan banyak makanan untuk pertumbuhan atau pergantian bulu.

Untunglah kekurangan makanan tersebut didapat dari pengunjung yang biasa memberi makan angsa berupa roti yang dibawa dari rumah masing-masing.

Namun sayangnya, itu tidak mencukupi, karena tidak rutin setiap hari. Atas keprihatinan tersebut banyak lembaga dan relawan yang mengupayakan penyediaan makanan bagi angsa-angsa tersebut. Salah satunya yang diupayakan oleh Marilyn dan rekan-rekannya dari program Swan Feeding Project di Kota Worcester.

Menurut Marilyn selaku Ketua Program Swan Feeding Project di Kota Worcester, ia dan timnya bekerja sama dengan beberapa supermarket lokal. Dimana mereka menampung roti-roti yang tidak laku terjual untuk dijadikan pakan angsa.

Selain itu upaya lainnya adalah dengan menjual pelet (pakan angsa) seharga £1,5 atau sekitar 30 ribu rupiah per kantongnya.

Pelet-pelet ini dijual di beberapa resto dan di area wisata sekitar tepian Sungai Savern. Pelet-pelet ini dibeli pengunjung yang ingin memberi makan angsa tanpa membawa roti dari rumah.

Keuntungan dari penjualan pelet ini dibelikan pelet kembali sebagai makanan tambahan bagi angsa-angsa tersebut. Upaya ini telah berlangsung selama 5 tahun dan mendapat respon yang positif.

Sebuah edukasi dan kerja sama yang baik, iya kan?

Antara pemerintah setempat, tempat wisata, lembaga pecinta hewan, supermarket resto dan warga yang peduli akan keberlangsungan hewan liar ini.

Mau lihat liputan saya tentang angsa lainnya yang ada di Kota London? Silakan intip di sini:

Keindahan taman kota di London

Saya harap, Indonesia bisa menerapkan hal seperti ini. Memang di Indonesia tidak ada wisata angsa seperti halnya di Inggris. Tapi paling tidak konsepnya bisa diterapkan. Apapun itu bentuknya.

Kerjasama antara pemerintah terkait, lembaga/unsur masyarakat dan warga selayaknya bersinergi dalam mengembangkan potensi daerahnya. Apapun itu. Iya gak? Iya dong… 😉

Nah, seperti apa penampakkan visualnya, cekidot videonya berikut ini.

N49. NRosmelN10N12.07032016

Satu lagi bentuk kepedulian hewan di Inggris, silakan intip liputan saya berikut ini,

Adopsi Kuda di Inggris