Peduli Hewan Liar di Inggris

Jika berkunjung ke inggris, Anda akan menemukan banyak angsa liar di tepian sungai, danau ataupun kolam taman kota yang sering dijadikan objek wisata. Termasuk di tepian Sungai Severn, Worcester, tempat kami tinggal sekarang ini.

Keberadaan angsa-angsa ini memiliki sejarah yang panjang. Dimana seluruh angsa ini dimiliki oleh Ibu ratu, Elizabeth II. Bahkan untuk jumlahnya pun dilakukan perhitungan angsa di seluruh inggris dalam setiap tahunnya.

Mau tahu, bentuk kepedulian orang Inggris terhadap angsa umumnya unggas? berikut ini artikelnya:

Jaga Ekosistem Bentuk Peduli Hewan di Inggris

Angsa-angsa liar ini dilindungi undang-undang Wildlife And Countryside sejak tahun 1981. Dimana angsa-angsa tersebut tidak boleh dilukai, ditangkap (dicuri) ataupun dibunuh.

Peraturan tersebut berimbas pada peningkatan populasi angsa dari tahun ke tahun. Sayangnya hal ini tidak berbanding lurus dengan ketersediaan makanannya. Dimana makanan alami yang biasa mereka dapatkan di sungai, danau ataupun kolam tempat tinggalnya tidak mencukupinya lagi.

Padahal di musim dingin mereka memerlukan banyak makanan untuk mempertahankan hidup dari suhu udara yang sangat dingin. Begitupun di musim panas, mereka memerlukan banyak makanan untuk pertumbuhan atau pergantian bulu.

Untunglah kekurangan makanan tersebut didapat dari pengunjung yang biasa memberi makan angsa berupa roti yang dibawa dari rumah masing-masing.

Namun sayangnya, itu tidak mencukupi, karena tidak rutin setiap hari. Atas keprihatinan tersebut banyak lembaga dan relawan yang mengupayakan penyediaan makanan bagi angsa-angsa tersebut. Salah satunya yang diupayakan oleh Marilyn dan rekan-rekannya dari program Swan Feeding Project di Kota Worcester.

Menurut Marilyn selaku Ketua Program Swan Feeding Project di Kota Worcester, ia dan timnya bekerja sama dengan beberapa supermarket lokal. Dimana mereka menampung roti-roti yang tidak laku terjual untuk dijadikan pakan angsa.

Selain itu upaya lainnya adalah dengan menjual pelet (pakan angsa) seharga £1,5 atau sekitar 30 ribu rupiah per kantongnya.

Pelet-pelet ini dijual di beberapa resto dan di area wisata sekitar tepian Sungai Savern. Pelet-pelet ini dibeli pengunjung yang ingin memberi makan angsa tanpa membawa roti dari rumah.

Keuntungan dari penjualan pelet ini dibelikan pelet kembali sebagai makanan tambahan bagi angsa-angsa tersebut. Upaya ini telah berlangsung selama 5 tahun dan mendapat respon yang positif.

Sebuah edukasi dan kerja sama yang baik, iya kan?

Antara pemerintah setempat, tempat wisata, lembaga pecinta hewan, supermarket resto dan warga yang peduli akan keberlangsungan hewan liar ini.

Mau lihat liputan saya tentang angsa lainnya yang ada di Kota London? Silakan intip di sini:

Keindahan taman kota di London

Saya harap, Indonesia bisa menerapkan hal seperti ini. Memang di Indonesia tidak ada wisata angsa seperti halnya di Inggris. Tapi paling tidak konsepnya bisa diterapkan. Apapun itu bentuknya.

Kerjasama antara pemerintah terkait, lembaga/unsur masyarakat dan warga selayaknya bersinergi dalam mengembangkan potensi daerahnya. Apapun itu. Iya gak? Iya dong… 😉

Nah, seperti apa penampakkan visualnya, cekidot videonya berikut ini.

N49. NRosmelN10N12.07032016

Satu lagi bentuk kepedulian hewan di Inggris, silakan intip liputan saya berikut ini,

Adopsi Kuda di Inggris

 

Published by

Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

One thought on “Peduli Hewan Liar di Inggris”

komentar Anda