All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Nikmati Ketenangan Hutan Lindung di Inggris

Telah tiga tahun kita memperingati hari hutan sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 maret. Lahirnya hari hutan sedunia ini  berdasarkan resolusi PBB pada 28 november 2012 atas keprihatinan nasib hutan dunia yang makin terkikis habis oleh keserakan manusia dan penanganan yang tidak benar, di indonesia salah satunya.

Bukan rahasia lagi, bertahun lamanya hutan Indonesia dijarah orang-orang serakah. Sama sadisnya dengan pembakaran hutan itu. Yang tentunya hal tersebut merusak ekosistem dan melenyapkan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Kondisi hutan yang sangat memprihatinkan di indonesia ini bertolak belakang dengan hutan yang ada di negara barat, Inggris contohnya.

Betapa pemerintah dan masyarakat Inggris begitu peduli hutan, ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Semua itu bisa Anda lihat di Knapp & Papermill Reserve di Kota Worcester.

Knapp & Papermill Reserve merupakan hutan lindung atau cagar alam yang berada di bawah Worcester Wildlife Trust. Cagar alam sekaligus destinasi wisata alam ini benar-benar terjaga keasriannya, pepohonan, belasan species burung dan kelelawar, kebersihan sungainya dan masih banyak lagi hayati lainnya yang ada di sini tak terjamah tangan-tangan jahil dan fandalisme.

Hutan lindung serupa ini banyak terdapat di kota-kota lainnya yang tersebar di Inggris. Untuk menikmati hutan lindung ini tak dipungut biaya alias gratis. Namun jika ingin memberikan donasi dipersilakan. Caranya dengan memasukan donasi tersebut di kotak donasi yang terdapat di turis informasi letaknya dekat  pintu masuk.

Uniknya kawasan ini tidak ada penjaganya begitupun turis informasinya. Meski ada barang-barang suvenir yang dijual di sini. Jika anda berminat membeli buku atau suvenir yang tersedia, masukan saja uang tersebut di kotak yang telah disediakan.

Di turis informasi inipun terdapat banyak brosur yang berkenaan dengan ekosistem dan keragaman hayati yang ada di hutan lindung ini. Anda bebas membaca, memilih dan mengambil brosur-brosur ini secara percuma.

Adapun pengunjung hutan lindung ini terdiri dari berbagai umur. Mulai dari anak-anak hingga oma-opa. Hutan lindung ini ramai di akhir pekan. Terutama lagi ketika cuaca hangat bersahabat.

Berwisata ke sini merupakan obat pelepas penat dari rutinitas kerja dan sekolah. Orang yang datang ke sini benar-benar menikmati keasrianya, kesegarannya, suasana, kesegarannya dan ketenangannya.

Ya, di sini tak ada polusi udara, tak ada polusi suara. Yang ada hanyalah suara alam. Kicau suara burung beraneka species, gemericik air, desir air, suara dan bau alam nan alami.

Di sini tak ada secuil sampah sedikitpun. Tak ada yang mengotori sungai, tak ada yang mencorat-coret atau merusak pohon, tak ada yang memelik bunga pula. Apalagi menginjak-nginjak bunga demi sebuah gaya berselfi 😀

Mau lihat bagaimana orang Inggris peduli pada hewan liar? Berikut ini Videonya..

Peduli Hewan Liar di Inggris

Pengunjung sadar atas makna menikmati alam, yaitu menjaga  ekosistem. Kalau di inggris bisa,  di  indonesia juga dong, ya? 😉

Mau intip seperti apa hutan lindung yang ada di Inggris? Ikuti jalan-jalan kami ke knapp and papermill nature reserve yang ada di Kota Worcester, yuk! Kebetulan videonya ini telah tayang minggu kemarin. Ini dia…

N10. NAdes30.23032016

Ada Bola Made In Indonesia di Old Trafford

Bagi penggemar sepak bola tentunya sudah familiar dengan klub sepak bola asal inggris,  Manchester United.

Setiap club sepak bola di Inggris menamai kandangnya masing-masing. MU menamai kandangnya dengan sebutan Old Trafford yang terletak di Sir Matt Busby Way, Manchester, Inggris. Old trafford berdiri sejak 1910. Wow, sudah lebih dari seabad, ya?

Mau lihat penampakkan stadion sepak bola lainnya di Inggris? Ayo merapat ke sini…

Villa Park, Kandang Aston Villa

Intip juga kandang Birmingham City FC yang diberi nama St Andrew’s berikut ini.

Dengan kapasitas 80.000 penonton, Old Trafford  merupakan stadion terbesar yang dimiliki club di Inggris Raya dan masuk dalam urutan terbesar kedua kategori stadion sepak bola di Inggris.

Karena sering memenangkan pertandingan dari masa ke masa, MU makin terkenal dan makin banyak penggemarnya. Menurut berita yang dilansir BBC serta website resmi  MU, pada tahun 2012 fans MU berjumlah 659 juta orang yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Kepopuleran MU menjadikan Old Trafford masuk urutan pertama stadion yang banyak dikunjungi di Eropa. Tak heran, saat cuaca dingin menusuk tulangpun tidak menyurutkan  pengunjung untuk datang ke sini. Seperti yang saya lakukan ketika musim dingin beberapa waktu lalu.

Bola made in Indonesia di Old Trafford 

Selain wisatawan/pengunjung bisa melakukan tur berkeliling stadiun Old Trafford, pengunjungpun bisa membeli cindera mata di sini. Toko suvernir Old trafford bernama Mega Store.

Tidaklah mengherankan dinamakan Mega Store karena areanya luas, jenis dan barang yang dijualnya banyak. Bahkan Mega Store diklaim sebagai toko suvenir terbesar diantara toko suvenir club sepak bola lainnya di  Inggris.

Lebih dari 800 jenis produk dijual di sini. Mulai dari suvenir kecil seperti gantungan kunci, mug, syal hingga jersey, jaket dan sebagainya.

Harga yang ditawarkan sangat bervariasi. Mulai yang termurah sekitar £2 atau sekitar 36.000 rupiah untuk sebuah pensil berlogo MU. Hingga jaket MU seharga nyaris £100 atau sekitar 1,8 juta rupiah.

Dari sekian banyak jenis barang yang dijual, kaos bola mendominasi Mega Store ini. Uniknya kaos-kaos dan jacket ini mayoritas buatan asia. Dulu, beberapa tahun yang lalu, saya menemukan kaos MU made in Indonesia namun sayangnya, kini saya tidak menemukan lagi jersey MU made in Indonesia. Malah jersey MU didominasi oleh buatan Vietnam. Sungguh disayangkan.

Namun demikian, masih ada satu yang membanggakan. Bahwa, bola sepak berbahan kulit dan berlogo MU ini salah satunya dibuat di Indonesia. Ya, bola made in Indonesia ada di Mega Store Old Trafford. Harganya £15 atau sekitar 270.000 rupiah.

Semoga kedepannya tak hanya bola sepak made in Indonesia saja yang bisa mejeng di sini, tapi juga produk-produk lainnya. Seperti jersey (lagi), jaket , sepatu bola dll 😉
Aamiin YRA.

Mau ngintip seperti apa penampakkan bola made in Indonesia di Old Trafford tersebut? Intip aja video berikut ini!

 


NetSport, NET TV, Net_CJ Rosmel, 20032016

Serunya Cerdas Cermat Ala Oxford

PPI Oxford, london, cambridge

Sabtu kemarin Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Oxford, London dan Cambridge mengadakan acara bertajuk Loxbridge Challence. Adapun challence tersebut serupa pertandingan cerdas-cermat ala TVRI ketika masih berjaya. Sekarang, masih adakah acara seperti itu di Indonesia? 😀

Acara yang digelar di ruang Habakkuk Room Jesus College Universitas Oxford ini tidak hanya sebagai ajang  menguji wawasan tapi juga bertujuan  mempererat persatuan antar para pelajar Indonesia di Inggris. Khususnya antar ketiga lokaliti PPI tersebut, yaitu PPI London, PPI Oxford dan PPI Cambridge.

Meski hanya dimeriahkan tiga lokaliti PPI namun tidak mengurangi keseruan acara yang digelar dari siang hingga sore hari ini.

Gelaran cerdas cermat berlangsung seru, serius tapi santai. Adapun tema yang dilontarkan kepada peserta mencakup beragam tema. Tak hanya science dan teknologi tapi juga pengetahuan seni dan budaya, baik Indonesia maupun dunia.

Serunya lagi, ada pertanyaan seputar musik dalam negeri beserta artisnya. Seperti pertanyaan berikut ini:
“Kapankah tanggal pernikahan Armand Maulana dan Dewi Gita?”
Spontan peserta dan penonton riuh tertawa.
Setelah juru bicara Regu Cambridge mengangkat tangan, langsung iapun bernyanyi ala Armand Maulana, “Sebelas januari bertemu…”
Tepuk tangan dan tawa makin seru.

Pertanyaan dilontarkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Adapun pesertanya terdiri dari empat regu. Dimana satu regu terdiri dari empat orang. 2 regu dari PPI Oxford, 1 regu dari PPI Cambridge dan 1 regu dari PPI London. Mayoritas peserta cerdas cermat ini rata-rata pelajar Indonesia yang tengah mengambil program PhD.

Intip juga kegiatan Perhimpunan Pelajar Indonesia Oxford di artikel berikut ini:

Oxford-Indonesia Forum 2015

Yang menjadikan acara ini seru adalah karena suport dari tim masing-masing yang sengaja datang dari London dan Cambridge serta tentunya tuan rumah, Oxford.

Pertandingan dibagi dalam 4 sesi, masing-masing sesi diberi jarak 15 menit. Dua sesi pertama diakhiri tea time. Di bakbak final melaju PPI Cambridge melawan PPI tuan rumah Oxford. PPI Cambridge digawangi Arief, Rierins, Elly dan Sabrina. Sementara PPI Oxford digawangi Dirgahayu, Najib, Nadine dan Enver.

Perolehan nilai yang ketat membuat babak final ini bertambah greget. Pertanyaan terakhir disambar PPI Oxford dan berhasil menambah nilai akhir 10  point. Total perolehan angka 140 untuk PPI Oxford dan 170 untuk PPI Cambridge.

Dengan demikian PPI cambridge keluar sebagai juara pertama dan berhak mengantongi hadiah sebesar £150. Disusul juara kedua, tuan rumah, PPI Oxford.

Dua sesi diakhiri tea break dan di sesi terakhir diakhiri dengan makan bersama dalam suasana hangat penuh keakraban. Dimana makanan terhidang berupa makanan Indonesia tentunya. Hiburan musik spontas menambah hangat suasana acara makan di salah satu ruangan di Jesus College Universitas Oxford ini hingga malam menjelang.

Satu pemandangan yang khas dari Kota Oxford adalah sepeda! Ya, sepeda! Ngak percaya? Mari merapat…

Asiknya Bersepeda di Oxford

Menurut Presiden PPI Oxford, Rahmat Mulyawan, acara yang baru digelar pertama kali ini akan dijadikan acara rutin tahunan dengan mengundang lebih banyak lagi lokaliti PPI lainnya di Inggris.

Mau tahu seperti apa keseruan cerdas cermat ala mahasiswa Indonesia di Oxford ini? Ini dia tayangannya:

NET10. N53Rosmel.23032016

Ini Dia Terowongan di Perut Sungai Thames

Sungai Thames merupakan sungai terpanjang di Inggris. Sungai sepanjang 346 kilometer ini melintasi banyak kota, salah satunya melintas di Kota London. Hal ini menjadikan Thames sebagai salah satu ikon London. Dimana London Bridge, Gedung Parlemen, London Eye dan masih banyak lagi ikon London lainnya dekat ataupun melewati sungai masyur ini. Tak lupa, di sepanjang sungai inipun kita bisa menaiki cruise sambil berwisata air.

Destinasi-destinasi yang saya sebutkan di atas tadi tentunya sudah sangat familiar sekali di telingga para wisatawan. Namun tahukah anda, ada sebuah destinasi wisata yang unik dan menarik lainnya di salah satu sudut sungai ini yang tidak banyak diketahui para pelancong. Namanya Greenwich Foot Tunnel yaitu terowongan dalam Sungai Thames yang menggabungkan dua daratan. Terowongan ini khusus untuk pejalan kaki.

Awalnya terowongan yang mulai beroperasi pada tahun 1909 ini dibangun untuk memfasilitasi warga (para pekerja) yang tinggal di sisi selatan Sungai Thames menuju dermaga London.

Hal ini menjadi sangat ekonomis, efektif dan efisien. Dibandingkan jika mereka harus menggunakan perahu kecil ataupun kapal ferry (pada waktu itu) yang tentunya memakan waktu dan uang. Dua daratan yang terpisah oleh sungai lebar inipun kini mudah ditempuh.

Seiring berkembangnya London sebagai tujuan wisata, terowongan di perut sungai inipun menjadi salah satu objek wisata yang menarik.

Untuk memasuki terowongan yang buka 24 jam ini tidak dipungut biaya. Diantara terowongan terdapat 2 dom atau bangunan berkubah yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju terowongan. Dari dom yang berdinding merah bata dan berkubah kaca ini kita menuju bawah tanah dengan kedalaman sekitar 15 meter. Tersedia tangga manual dan lift yang cukup luas yang bisa memuat hingga 20 orang.

Lepas dari ujung tangga/lift barulah kita memasuki terowongan yang nyaman dan cukup luas. Terang benderang pula. Lebarnya sekitar 3 meter yang terbagi dalam dua jalur, pulang dan pergi. Panjang terowongan ini sekitar 370 meter.

Kontruksi dan struktur bangunannya yang kokoh membuat saya tidak waswas berjalan di dalam terowongan perut sungai yang usianya lebih dari seabad ini.

Menurut catatan, dalam setahunnya sekitar 1,5 juta orang hilir mudik dalam terowongan ini. Baik mereka yang merupakan warga sekitar maupun para wisatawan.

Greenwich Foot Tunnel berada diantara dua taman yang memiliki keindahannya masing-masing. Yaitu sisi masuk dari Island Gardens dan pintu keluar terowongan menuju Cutty Sark Gardens.

Oleh karena itu, lepas dari Greenwich Foot Tunnel jangan buru-buru pulang.  Nikmatilah keindahan pinggiran Sungai Thames dulu. Jika ingin sedikit ramai oleh lalu lalang wisatawan, aneka sajian resto dan menikmati sajian musisi jalanan bersantailah di Cutty Sark Gardens. Namun jika ingin menyepi menikmati ketenangan, bersantailah di Island Gardens.

Di kedua tempat ini terdapat banyak bangku taman yang menghadap sungai lepas. Sementara di seberang sana terdapat bangunan-bangunan yang indah baik yang klasik maupun yang modern.

Mau lihat keindahan Sungai Thames dari sisi yang lain? Ini dia! Intip deh videonya 😉

Eloknya Tepian Sungai Thames di Oxford

Naik Apa?

Jika Anda melancong ke London, menggunakan transportasi umum jauh lebih mudah dan murah. Ada banyak pilihan transportasi umum yang bisa Anda gunakan selama melancong di London. Diantaranya kereta bawah tanah atau underground, bus dan LDR atau Docklands Light Railway.

LDR adalah moda transportasi London sejenis monorel dengan jalur trek khusus. Melewati Sungai Thames serta berada di atas jalur darat yang  hiruk pikuk nan padat.

Untuk mencapai Greenwich Foot Tunel dari arah Utara, seperti jalur yang saya lalui, gunakanlah DLR menuju Lewisham. Turun dari sana sedikit berjalan menuju Islands Garden. Sampailah kita di pintu masuk menuju Greenwich Foot Tunnel.

Intip perjalanan saya jalan-jalan keliling London dengan hanya £11 saja di sini!

Keliling London £11

Mau wisata gratisan di London? Mari merapat di artikel saya berikut ini!

Wisata Gratisan Di London

 Pemandangan lain di Island Gardens dan Cutty Sark Gardens

Seperti yang saya ulas di atas, terowongan ini menggabungkan dua daratan di pinggiran Sungai Thames. Dimana di kedua sisi sungai ini memiliki pemandangan yang cantik. Untuk diketahui, dermaga London telah hidup sejak berabad silam. Selain sebagai tempat singgah kapal dari dan ke luar negeri, kawasan Greenwich merupakan salah satu kawasan yang disukai oleh raja-raja Inggris sejak jaman Tudor. Untuk itulah di abad ke-15 di kawasan Greenwinch ini dibangun komplek istana The Palace of Placentia.

Meski masa 5 abad telah berlalu, namun kemegahan Palace of Plancentia ini bisa kita saksikan dari Islands Garden. Kompleks istana ini nampak indah dari kejauhan. Dimana kapal-kapal ferry melintas di sungai Thames berlatar belakang Palace of Placentia yang megah dan agung. Cantik sekali.

Sementara itu, jika kita telah menyeberangi terowongan, kita akan saksikan pemandangan lain di Cutty Sark Garden. Selain bisa melihat kemegahan kompleks istana Palace of Plancentia dari jarak dekat, kita juga bisa menikmati kemegahan kapal Cutty Sark.

Cutty Sark adalah kapal layar yang ukurannya sangat besar sekali. Cutty Sark dibuat pada abad ke-19. Semasa masih beroperasi, kapal super jumbo ini sering mengangkut barang niaga dari dan ke Asia dan Australia.

Dua abad telah berlalu, namun kegagahan Cutty Sark masih bisa kita temui di dermaga ini. Tapi Cutty Sark sudah tidak beroperasi sejak semenjak tahun 1957. Ya, kapal megah ini beralih fungsi menjadi objek wisata. Pada tahun 2007 Cutty Sark pernah terbakar hebat. Diperlukan waktu 5 tahun untuk memperbaikinya. Akhirnya pada 2012 Cutty Sark dibuka kembali sebagai objek wisata sejarah yang memaparkan sejarah kelautan Inggris.

Kapal yang diseting museum merangkap restoran ini terlihat indah, baik dari dekat maupun dari kejauhan. Apalagi jika senja telah tiba, gelap di area sekitar membuat Cutty Sark lebih cantik oleh cahaya lampu.

 

Keindahan lainnya, bisa kita lihat di pesisir Sungai Thames, jejeran bangunan klasik dan modern berpadu bersama.

Artikel ini tayang di Koran PR, minggu, 20 Maret 2016

Tulisan Perjalanan di Koran