All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Warga Inggris mendongeng Bawang Merah Bawang Putih di Bristol Inggris

Sabtu 7 mei 2016 bertempat di Trinity Centre Bristol, Inggris, berlangsung acara Bristol Indonesian Society (BIS) Gathering. Sebuah acara yang digelar oleh perkumpulan orang Indonesia yang bermukim di kota Bristol dan sekitarnya untuk memperkenalkan budaya Indonesia lewat kesenian, makanan serta dongeng.

Dongeng? Ya, dongeng! dongeng alias folk tales atau cerita rakyat ini merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dilepaskan dari Indonesia. Betapa banyak dongeng/cerita rakyat (Indonesia) dari Sabang sampai Merauke yang kita miliki. Yang masing-masing cerita bermuatan lokal tersebut memiliki pesan moral yang sangat baik untuk disampaikan kepada anak-anak. Sehingga pelajaran baik dan buruk dari sebuah dongeng bisa dengan mudah sampai pada pemikiran anak-anak tanpa menggurui.

Dengan kekuatan folk tales Indonesia inilah BIS Gathering berusaha menarik perhatian warga Inggris akan Indonesia. Bahwa Indonesia tidak hanya terkenal akan makanannya yang enak dan sangat beragam. Tidak hanya karena keindahan alamnya. Tidak hanya karena kekayaan seni budayanya. Tapi ada hal lainnya yang  Indonesia miliki sebagai salah satu daya tarik yang bisa dimunculkan dan diperkenalkan kepada orang asing, yaitu dongeng.

Dalam kesempatan BIS Gathering ini ketua BIS berhasil mendatangkan pendongeng yang tentunya orang Inggris, bernama Louis Mc Kenzie yang kebetulan seorang guru drama. Dengan sangat ekspresif Louis Mc Kenzie mendongeng bawang merah bawang putih dihadapan para pendengar cilik, abg, orang tua, bahkan oma opa yang hadir pada saat itu, tak hanya orang Indonesia, tapi juga warga lokal (orang Inggris).

Dengan seksama audience larut dalam dongeng tersebut terlebih anak-anak berdarah Indonesia namun lahir dan besar di Inggris. Mungkin pula sebelumnya mereka belum pernah mendengar cerita bawang merah bawah putih dari orang tua mereka sendiri yang notabene orang Indonesia. Lucu juga ya? mereka mendengarkan dongeng Indonesia dari mulut orang Inggris 😀

Tak hanya dongeng bawang merah bawang putih, di sesi berikutnya Louis Mc Kenzie mengangkat judul Timun Mas dan Lutung Kasarung. Menurut Louis cerita rakyat (Indonesia) memiliki kekuatan sejarah, budaya, tradisi, kedalaman makna, sarat pesan moral serta kearifan lokal yang sangat kental. Oleh karena itulah ia sangat tertarik sekali akan dongeng yang Indonesia miliki. “Adalah suatu kehormatan besar bagi saya untuk bisa berpartisaipasi dalam acara yang sangat keren ini,” begitu yang disampaikan oleh Louis Mc Kenzie kepada penulis.

“Kalian tau gak sih? bahwa kebudayaan kalian itu sangat luar biasa! termasuk cerita-cerita rakyat seperti ini,” begitu lebih lanjut ujar pak guru drama yang saat itu memakai ikat kepala ala orang Indonesia.

Lihatlah Louis, betapa ia begitu terkesan, tertarik, menghargai dan sangat menyukai dongeng/cerita rakyat Indonesia. Apa kabarnya kita? Dongeng apa saja yang telah Anda sampaikan kepada anak-anak kita tercinta? Bukankah dari setiap dongeng itu memiliki kedalaman makna, pesan moral, pembelajaran dan nilai-nilai positif lainnya? 😉

Mau baca-baca cerita anak karya saya yang telah dimuat di Majalah Bobo yang keren itu? Mari merapat ke link ini 😉

Inilah dia ketika Louis  mendongeng dihadapan para audience, anak-anak hingga oma opa, WNI juga WNA 😀

BIS Gathering tayang di NET TV

Beginilah aksi Louis McKenzie di depan audience termasuk ibu Wakil Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia, Ibu Anita Luhulima.

Artikelnya bersambung ke sini:

Wakil Dubes RI Untuk Inggris Bermain Gamelan di BIS Gathering 2016

Silakan kunjungi juga website BIS di link berikut ini.

Video selengkapnya bisa dilihat di sini.

Suvenir Inggris

Tea time alias tradisi minum teh sudah berlangsung berabad lamanya di negeri Inggris. Maka tak heran jika  sejak berabad lalu Inggris memiliki banyak pabrik keramik porcelain yang memproduksi cangkir berkualitas unggulan dan harganya wuih…

Hal lainnya untuk menandakan bahwa tradisi ngenteh begitu lekat dengan masyarakat Inggris, kreasi teko hias salah satunya. Teko hias atau teko pajangan ini bisa Anda temukan di toko-toko suvenir di beberapa objek wisata di Inggris. Dan biasanya dibentuk serupa rumah Inggris. Tahukan rumah khas Inggris seperti apa?

Meski berfungsi sebagai teko hias namun desainnya sama seperti teko kebanyakan. Bagian tengahnya berupa ruang untuk air. Hanya saja, karena bentuknya yang unik, maka sayang rasanya jika teko hias ini dipakai untuk hari-hari.

Tadi siang cuaca lumayan hangat. Tak mau melewatkan cuaca yang istimewa itu, meluncurlah kami ke car boot sale. Mau tau apa itu car boot sale? silakan intip dimarih!

Prinsip ngarboot kami adalah, tak ada tujuan beli sesuatu, cuman niat cuci mata sambil menikmati sedikit hangat, klo nemu barang cantik, itu bonus. Jika cantik, kualitas bagus, harganya murah, itu bonusnya bonus.

Setelah menemukan beberapa barang cucok, eh.. saya menemukan pajangan lemari. Teko hias ala Inggris itu. Uniknya, ini teko bentuknya super mini aka liliput banget. Saya tanyalah harganya. Wah, untuk tiga buah teko liliput harganya lebih murah dari es krim 😀 Asik..

Uniknya lagi, meski seukuran liliput, namun teko ini didesain layaknya teko beneran. Bagian tengahnya ada ruang (untuk air) dan ada tutupnya pula. Kerennya lagi, masing-masing tutup teko ini dihiasi pernik yang sangat detil nan menarik. Duh, kebayang ribet banget bikinnya. Mana dilukis dengan warna yang sangat pelik pulak.

Tutup teko yang satu didesain layaknya wastafel. Lengkap dengan dua buah keran, sisir dan dua buah botol. Sedangkan dua lainnya dibuat seperti stove aka kompor. Lengkap dengan panci, teko dan sebagainya. Jadi, ada teko di atas teko 😀

Seperti halnya kebanyakan barang-barang antik yang dijual di carboot sale, biasanya adalah barang-barang yang sudah tidak diharapkan lagi oleh keturunan dari pemiliknya. Menurut analisa sotoy saya, sepertinya barang-barang yang dijual sama si om bule tadi itu adalah barang-barang peninggalan orang tuanya yang sudah meninggal dunia.

Makanya, kalau mau mencari barang antik, vintage, unik, jadul, sulit ditemukan di pasaran, sering-sering aja hunting di car boot sale ini 😀

Inilah dia penampakkan teko liliput yang tingginya setinggi jari tengah.

suvenir inggris

Mau cari barang murah lainnya di Inggris? Intip artikel saya yang satu ini.

Cara Unik Rayakan Hari Ulang Tahun Ratu Elizabeth di Inggris

Bertepatan dengan Hari Kartini, di Inggris merayakan Hari Ulang Tahun Ratu Elizabeth, dimana pada tahun ini menginjak usianya yang  ke 90 tahun.

Diantara banyak perayaan yang dilakukan Ibu Ratu, salah satunya adalah dengan dinyalakannya seribu beacon (obor) di seribu titik. Salah satunya di puncak Bukit Malvern, kota kecil tempat kami tinggal dulu.

Mau tahu keunikan Malvern Hills yang memiliki mata air abadi? Ini dia artikelnya.

Meski cuaca dingin karena berangin kencang namun tidak menyurutkan minat warga untuk berlelah-lelah menaiki Bukit Malven di saat senja hingga pulang dalam keadaan gelap.

Ya, penyalaan obor ini dilakukan jelang matahari tenggelam yang sebelumnya diawali dengan ceremonial, berupa persembahan lagu yang dibawakan oleh seorang penyanyi opera. Berlanjut pembacaan pesan dari Prince of Wales yang tak lain adalah Pangeran Charles yang disampaikan oleh pejabat setempat.

Setelah itu oborpun dinyalakan diiringi tepuk tangan warga. Berlanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Inggris “God save the queen”. Setelah itu, dalam hening, dimainkan alunan terompet oleh seorang tentara. Selanjutnya menyanyikan lagu Happy Birthday untuk Ibu Ratu Elizabeth.

Acara ditutup dengan berfoto suka ria, baik anak-anak, remaja, orang tua serta oma-opa. Ada pula  organisasi tertentu yang datang  beramai-ramai menghadiri penyalaan obor menyambut hari ulang tahun Ibu Ratu ini. Salah satunya ialah Zulu Walking Group yang memanfaatkan acara ini untuk menggalang dana untuk sebuah charity.

Meski yang berulang tahun tidak hadir di lokasi, namun kemeriahan itu terasa. Sebegitunya cinta mereka kepada ratunya, Elizabeth. Seperti yang disampaikan oleh Maria Moll, seorang penyanyi opera yang merasa sangat senang didampuk untuk membawakan beberapa lagu dalam kesempatan ini.

Kemeriahan ini tak hanya terasa di puncak Malvern Hills saja, tapi juga di 999 titik obor lainnya. Untuk diketahui, penyalaan obor ini merupakan tradisi  yang telah berlangsung lama.

Awalnya tradisi penyalaan obor ini merupakan tanda pemberitahuan sebuah pesan penting dari satu daratan ke daratan lainnya di Inggris (yang bisa dijangkau oleh pandangan mata). Karena pada jaman dahulu kala belum ada alat komunikasi yang bisa mengabarkan berita secara cepat. Itulah sebabnya kenapa penyalaan obot ini dilakukan kala matahari tergelincir alias sunset? Ya, betul, agar nyalanya terlihat dari kejauhan. Terutama di tempat-tempat yang tinggi seperti di Malvern Hill ini.

Sebelum penyalaan obor di puncak Bukit Malvern sebelumnya kami memantau terlebih dahulu sinyal api obor lainnya dari kota/desa sebelahnya. Ketika telah terlihat sinyal api obor dari Herefordshire, barulah obor kami dinyalakan dari atas puncak Malvern Hill. Begitulah seterusnya paralel penyalaan obor ini di seluruh Inggris.

Sebagai yang punya hajat, obor pertama kalinya dinyalakan oleh Ratu Elizabeth dari Windsor Castle kemudian menyebar ke kota-kota lainnya di seluruh Inggris dengan seribu titik obornya itu.

Dalam ceremoni pembukaan, pejabat setempat, yaitu Lord Lieutenant of Worcestershire menyampaikan pesan dari Pangeran Charles yang ia terima. Ia membacakan pesan di secarik kertas tersebut.

“Saya sangat senang banyak rakyat inggris berkumpul dalam penyalaan obor dalam rangka merayakan ulang tahun ibu saya yang ke 90. Awalnya, menyalakan obor secara bersambungan ini merupakan cara menyampaian sebuah pesan penting sepanjang daratan (inggris) dan pesan ini merupakan sebuah kebanggaan. Yang Mulia Ratu berharap semua yang hadir di sini berbahagia dan menikmati (perayaan) ulang tahun ini.

Setelah malam tadi saya menulis narasi ini, saya pun menonton berita online, ternyata, pesan yang disampaikan oleh Pangeran Charles ini isinya sama persis dengan apa yang dibacakan oleh Lord Lieutenant of Worcestershire. Ehm.. sebuah acara yang sama dengan sebuah isi pesan yang sama, di seribu titik penyalaan obor, menyambut ulang tahun Sang Ratu. Selamat Hari Ulang Tahun yang ke-90, Ibu Ratu Elizabeth II. Sehat selalu!

Mau tau seperti apa kemeriahannya? Ini dia videonya. Tayang hari ini.

Intip Dining hall Universitas Oxford! Mirip di Harry Potter

Jika menyebut Oxford sangat erat kaitannya dengan Universitas Oxford.

Banyak pelajar berotak encer di seluruh dunia berharap dapat berkuliah di Universitas nomor wahid di Inggris sekaligus eropa ini. Karena sebuah kebanggaan bisa berkuliah di universitas yang berdiri sejak abad ke-11 ini. Dimana Universitas Oxford merupakan universitas berbahasa Inggris pertama di dunia sekaligus menduduki urutan kedua universitas tertua di dunia.

Sisi lain keindahan Kota Oxford ada. ELOKNYA TEPIAN SUNGAI THAMES DI OXFORD

Universitas Oxford tak hanya menjadi universitas impian bagi pelajar berotak encer dari seluruh dunia, tapi juga mampu menjadi  magnet wisata. Ya, dalam setiap tahunnya diperkirakan 8 juta wisatawan bertandang ke Oxford.

Tak lain, para wisatawan itu ingin menjejak ke universitas terkemuka di dunia yang berhasil melahirkan para intelektual dunia, ilmuwan, penerima nobel, banyak pemimpin negara,  politisi dan masih banyak profesi hebat lainnya yang diisi  oleh para alumni universitas ini.

Mau lihat kegiatan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Universitas Oxford? Ini diantaranya..

Oxford-Indonesia Forum 2015

Universitas Oxford terdiri dari 38 college. Dimana masing-masing college menempati bangunan berarsitektur klasik. Dengan demikian Kota Oxford dikepung 38 bangunan college yang megah plus 6 hall yang tak kalah megah. Belum lagi bangunan-bangunan klasik lainnya yang banyak terdapat di kota ini. Hal itulah yang menjadi daya tarik wisatawan dunia untuk bertandang ke sini.

Dari sekian sekian banyak college dan bangunan mewahnya itu, mari kita bertandang ke jesus college yang berdiri pada tahun 1571 dan diresmikan oleh Ratu Elizabeth Pertama.

Meski bangunan ini telah berusia lebih dari 5 abad tapi masih  masih kokoh, cantik dan klasik. Kompleks Jesus College melingkup persegi empat dengan lahan rumput hijau ditengah-tengah kompleksnya.

Adapun bangunan yang ada di komplek tersebut terdiri dari ruang pertemuan, ruang dekan, dining hall, chapel dan banyak ruangan lainnya yang menempati area lantai satu.

Dedangkan lantai 2 dan 3 merupakan tempat tinggal (asrama) untuk para mahasiswa dan dosen. Suasana yang amat sangat tenang jauh dari polusi suara menjadikan kompleks Jesus college cocok bagi para mahasiswa untuk belajar khusuk.

Yang menjadikan kompleks gedung ini cukup hening karena kawasan ini tidak dilalui kendaraan bermotor. Tak heran jika di sini anda akan saksikan sepeda yang berseliweran kesana ke mari. Artikel selengkapnya tentang Oxford dan sepeda bisa diintip di artikel saya berikut ini..

Asiknya Bersepeda di Oxford

Intip Dining Hall Yang Mirip di Harry Potter itu

Seperti halnya semua bangunan college yang ada di Universitas Oxford, Jesus College inipun bisa dikunjungi wisatawan. Lebih asiknyanya lagi jika anda dipandu oleh pemandu wisata. Seperti yang saya lakukan beberapa waktu lalu.

Beruntung saya dipandu oleh Sandy Ekahana. Orang Indonesia pertama yang berkuliah di Jesus college ini. Ia mengambil program Doktor untuk jurusan Fisika. Diantara sekitar 20 orang Indonesia yang berkuliah di Universitas Oxford, 2 diantaranya berkuliah di Jesus College ini. Sedangkan total keseluruhan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Kota Oxford sekitar 40 orang. Demikian informasi yang saya dapatkan dari Presiden PPI Oxford Rahmat Mulyawan.

Salah satu yang menarik perhatian saat saya bertandang ke sana, adalah di bagian dining hall atau ruang makan. Sejak College ini berdiri, acara makan bersama adalah sebuah tradisi yang masih berlangsung hingga saat ini.

Sama halnya seperti yang digambarkan dalam film Harry Potter, setiap mahasiswa yang makan di sini harus menggunakan baju rapi dan formil tak lupa harus menggunakan gown, sejenis rompi hitam yang dikenakan di bagian luar.

Meja makan mahasiswa diposisikan berjejer memanjang di bagian tengah hall. Sedangkan meja makan untuk para dosen/profesor posisinya terletak di ujung dining hall. Sehingga dosen bisa memantau semua mahasiswa dari depan.

Dalam setiap minggunya  ada formal dinner dimana ada mahasiswa pilihan yang diundang duduk bersama di meja makan para dosen/profesor. Tentunya  itu merupakan sebuah moment kebanggaan bagi si mahasiswa tersebut.

Adapun pemilihan kriteria mahasiswa pilihan itu bisa  karena prestasi si mahasiswa ataupun  pertimbangan lainnya terserah profesor yang menunjuk mahasiswa tersebut. Betul-betul seperti yang digambarkan dalam film harry potter ya?

Interior dining hall ini terlihat klasik, warna dinding dan furniturenya didominasi warna gelap, coklat-hitam, begitupun dengan pintu, kusen, tiang-tiang ukir dan lain-lainnya.

Adapun dindingnya dipenuhi lukisan orang-orang ternama yang merupakan alumni Universitas Oxford.

Satu lukisan yang paling menarik perhatian di dinding dining hall ini adalah lukisan Ratu Elizabet Pertama yang merupakan pendiri Jesus College.

Saking tuanya meja dan bangku di dining hall ini nampak mengkilat karena dimakan waktu dan seringnya diduduki para mahasiswa dari generasi ke generasi.

Mau lihat seperti apa penampakkan dining hall tersebut? Ini dia Videonya…

N10. N54Rosmel01042016