All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Cinta Yang Tepat

Kang Abik mengisi ceramah di Bristol Inggris
Kang Abik, Bristol

Seperti di KIBAR Gathering sebelum-sebelumnya, tamu pembicara/ustadz yang diundang biasanya melakukan safari ceramah dari satu komunitas pengajian ke komunitas pengajian lainnya yang tersebar di beberapa kota di Inggris Raya.

Begitupun KSG kali ini. Ustadz Habiburrahman El Shirazy berceramah di pengajian Al Hijrah kami di Kota Bristol, setelah sehari sebelumnya memberikan ceramah di Kota Manchester.

ceramah Kang Abik di Inggris
Kang Abik bersama Ibu-Ibu Alhijrah Inggris

Pada Majelis Taklim yang beranggotakan keluar muslim Indonesia yang tinggal di Kota Bristol dan sekitarnya ini, Ustadz  Habiburrahman El Shirazy yang biasa disapa Kang Abik ini mengangkat tema tentang cinta yang tepat.

Kepada siapakah dan seperti apakah cinta yang tepat itu?

Dalam ceramah yang berdurasi satu jam tersebut banyak point yang disampaikan oleh Kang Abik. Namun secara garis besarnya ialah, bahwa: cinta yang tepat, cinta yang benar bisa mengangkat derajat kita di akhirat kelak.

Anas bin Malik

Karena ibunya Anas sangat menginginkan anaknya dekat dengan Rasulullah, maka semenjak kecil Anas dititipkan/diasuh/tinggal bersama Rasulullah SAW. Rasulullah SAW memperlakukan Anas seperti anaknya sendiri. Kedekatan ini sampai-sampai Anas bergelar khadimnya (asistennya) Rasulullah.

Anas bin Malik adalah sahabat nabi yang memiliki keistimewaan didoakan oleh Rasulullah SAW, “Ya Allah, panjangkan umurnya, banyakkan hartanya dan anaknya.” Anas bin Malik adalah sahabat nabi yang paling terakhir meninggal.

Karena Anas tinggal bersama Rasulullah maka Anas bin Malik  termasuk sahabat nabi yang banyak meriwayatkan hadits. Diantaranya hadits berikut ini: “Sesungguhnya engkau kelak akan berkumpul/bersama dengan orang yang engkau cintai.”

Dibawah redaksi itu ada komentar Anas, “Aku sangat menyukai hadits ini. Aku mencintai Rasulullah, aku mencintai Abu Bakar, aku mencintai Umar. Meskipun aku belum bisa beramal seperti mereka. Tetapi dengan cintaku kepada mereka aku berharap kelak diakhirat, aku akan berkumpul bersama mereka.

Masya Allah, betapa tawadhunya beliau. Sahabat nabi yang tingkat keshalehannya sedemikian rupa, berucap demikian. Bagaimana dengan kita? amalan kita? selama ini, siapa orang yang kita cintai? idolakan? sudah kah kita menemukan orang yang tepat untuk dicintai?

Kesimpulan, bahwa cinta yang benar (seperti cinta Anas bin Malik kepada Rasulullah SAW) cinta itu bisa mengangkat derajat seseorang di akhirat. 

Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita telah mencintai sosok yang tepat? seseorang yang akan mengangkat derajat kita di akhirat kelak?

Point lainnya dalam ceramah ini ialah:

  • Diceritakan bagaimana umat manusia meminta syafaat kepada para nabi, dan  siapakah nabi yang bisa memberikan syafaat itu? Serta doa Rasulullah apakah yang disimpan hingga akhir jaman?
  • Sebagai bentuk mencintai sosok yang tepat ialah mencintai seluruh Nabi dan Rasul Allah. Mulai dari nabi Adam, Ibrahim hingga Isa dan Muhammad yang selaras dengan rukun iman keempat.
  • Walaupun Imam Syafi’i termasuk orang shaleh dan berilmu tinggi, tapi beliau sangat  tawadhu, “Aku mencintai orang-orang yang shaleh dan aku bukan bagian dari mereka,” Kenapa? “Karena, semoga dengan cintaku kepada mereka kelak aku dapatkan syafaat dari mereka.”
  • Tak hanya manusia yang mencintai Rasulullah, tapi juga batu-batu dan pepohonan serta benda lainnya seperti kisah batang pohon kurma yang menangis. Mendengar bagian cerita ini saya menjadi haru dan berpikir dalam. Jika sebatang kurma itu bisa mencintai Rasul sedemikan rupa, lalu saya bagaimana? Sungguh saya merasa amat sangat jauh, jauh.

Semuanya kajian ini bisa dilihat di youtube berikut ini.

Sahabat nabi ingin meng-qisas Rasulullah SAW

Satu kisah lainnya yang dipaparkan Kang Abik adalah tentang seorang sahabat nabi yang ingin meng-qisas Rasulullah. Qisas = membalas sesuatu dengan setimpal. Cubit dengan cubit, pukul dengan pukul. CMIIW.

Peristiwa ini menjelang Rasulullah wafat dan Rasulullah merasakan hal ini. Kemudian beliau pergi ke mesjid dan menyampaikan kata maaf jika selama ini beliau punya salah dan khilaf. Dan sekiranya jika ada yang ingin melakukan qisas, Rasulullah akan menerimanya. diluar dugaan, tiba-tiba yang mengangkat tangan.

Sahabat Nabi: “Wahai Rasulullah, dulu, waktu perang badar, ketika itu engkau merapikan barisan. Aku agak maju ke depan, engkau memukul perutku. Aku ingin qisas.”

Tentunya permintaan SN tersebut membuat gerah semua yang hadir terutama Khulafaur Rasyidin. Abu Bakar maju dan menawarkan diri sebagai penganti qisas nabi. Tapi SN tersebut menolaknya. Karena Rasulullah yang melakukannya, maka Rasulullah yang harus menerima qisasnya. Umar pun maju. Lagi-lagi ditolak SN tersebut. Bahkan Ali siap melakukannya qisas dua kali lipat dari yang pernah diterima SN tersebut, tapi tetap ditolak. Rasulullah yang melakukannya, maka Rasulullah yang harus menerimanya.

Rasulullah menengahi dan beliau siap untuk diqisas dengan ikhlas.

SN: “Wahai Rasulullah, dulu engkau memukulku menggunakan tongkat. Aku ingin aku melakukan hal yang sama.”

Lagi-lagi jamaah yang hadir greget dan geram. Kok ya tega-teganya. Rasulullah siap dan mengatakan tongkat tersebut ada di rumahnya. Beliau menyuruh Ali, menantunya, untuk mengambil tongkat tersebut. Setelah didapat, Ali menyerahkan tongkat tersebut.

Ternyata, tidak cukup sampai di situ, SN tadi masih ada permintaan lainnya.

SN: “Wahai Rasulullah, dulu, waktu engkau memukul aku, aku telanjang dada. Tidak ada penghalang selembar kain pun. Sekarang, aku ingin melakukan hal yang sama.

Astagfirullahh… Ya Salammm… apa tidak cukupkah ia membuat Rasulullah bersusah hati. Demikian pula jamaah yang hadir di sana.  Semuanya makin geram.

Kemudian Rasulullah bersiap melepaskan jubahnya agar bertelanjang dada untuk memenuhi permintaan SN yang akan melakukan hukum qisas ini pada dirinya. Begitu Rasulullah membukanya, sahabat nabi ini bukannya memukul perut Rasulullah, tapi memeluk Rasulullah SAW seraya berkata,

“Wahai Rasulullah, manalah mungkin aku memukulmu. Aku melakukan hal ini tak lain agar kulitku bersentuhan dengan kulitmu. Aku berharap kulitku yang telah bersentuhan dengan kulitmu kelak tidak akan kena api neraka.”
Masya Allah… begitu besar kecintaannya ia kepada Rasulullah SAW

Kisah Bilal dan suara sendalnya di surga

Masih ada kisah cinta lainnya dalam ceramah Kang Abik kali ini. Tentang sahabat nabi bernama Bilal. Kisah haru ini cukup panjang, selengkapnya nanti saya sertakan video youtubenya.

Kang Abik memang pandai berkisah dengan penuturan yang lembut, runut, mampu mencipta haru tapi sesekali ada candanya juga, sehingga pendengar tidak dibuat jenuh hingga akhir ceramah.

Sesi terakhir ceramah bersama adalah sesi tanya jawab/interaksi. Dari sekian banyak pertanyaan, satu diantaranya ialah:
Betapa beruntungnya orang-orang yang hidup di masa Rasulullah. Jika saja kita hidup dimasa itu, mungkin tingkat keimanan kita bisa lebih tinggi dibandingkan dengan umat yang hidup di jaman ini yang penuh godaan/tantangan hidup. Jadi bagaimana dengan kita-kita ini yang hidup di jaman sekarang?

Kang Abik menjelaskan:
Suatu ketika Rasulullah SAW berkumpul bersama para sahabatnya. Kemudian beliau berucap.

Rasulullah: “Wahai Abu Bakar, aku rindu kepada saudara-saudaraku.”

Abu Bakar: “Bukankah kami-kami ini adalah saudara-saudaramu?”

Rasulullah: Kalian adalah sahabat-sahabatku. Tapi bukan saudara-saudaraku.  Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman padaku dan mereka mencintaiku.  

Masya Allah.. Seorang Rasul Allah, kekasih Allah, Muhammad Rasulullah SWA merindukan saudara-saudaranya. Siapa mereka? Bisa jadi kita salah satunya? Aamiin Ya Allah Ya Rabbal Alaminn.

Jika tiket menuju surga itu telah tersedia untuk kita, maka janganlah disia-siakan.

Kesempurnaan hanya milik Allah, kesalahan ada pada diri saya. Jika penulisan narasi ada kesalahan saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya lakukan hal ini tak lain ingin berbagi hasil ceramah yang saya datangi di pengajian Al Hijrah Bristol, Inggris, minggu lalu.

Selengkapnya, anda bisa saksikan video ceramah Kang Abik yang saya rekam bersama Majelis Taklim Al Hijrah Bristol, Inggris, berikut ini:

Dapat Duit Dari Citizen Journalism

Sejak tahun 2012 saya sudah membuat artikel citizen journalism untuk media cetak di tanah air. Buat saya, si anak bawang yang baru nyemplung ke dunia tulis-menulis, citizen journalism sangat efektif dalam mengasah kemampuan tulisan saya. Dan itu terbukti. Karena sekali tayang di media, ada rasa yang memacu saya untuk bisa menampilkan tulisan lainnya lagi, lagi dan lagi.

Selain sebagai media untuk mengasah kemampuan menulis, citizen journalism (CJ) juga sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan kepercayaan diri. Bahwa, nih, tulisanku masuk media cetak 😉 Karena sejatinya, semua genre tulisan mengacu pada 5H 1W. Jadi, menulis itu ya.. begitu-begitu aja. Seiring waktu, saya menulis tulisan perjalanan, cerpen anak, cerpen dewasa, resensi buku, liputan, dll.

Dulu, media CJ saya berupa artikel/tulisan, tapi setelah saya kenal dengan seseorang, rupanya ada CJ berformat video. Aha!

Allah Maha Pengasih, Maha Pemurah. IA memberikan saya waktu yang tepat. Dipertemukan dengan orang yang tepat. Dan dihadapkan pada acara yang tepat untuk mempraktikkan ilmu yang baru saja saya dapatkan itu.

Dengan modal Hp doang saya hadir di sebuah event kumpul-kumpul orang Indonesia di Bristol. Saya datang, saya ambil scene. Besoknya saya meramu video, lalu mengirimkannya ke media tersebut. Tak lama langsung tayang. Dan berikut ini penampakkannya:
Eitu, nama kontributornya pake nama penaku dulu/id twitterkyu, salah ketik pulak 😉

Ada rasa yang sama seperti halnya ketika artikel kita dimuat di media. Hmm, kudu bikin lagi nih. Kirim lagi nih. Nah, saya pun demikian. Beruntungnya, seminggu kemudian, ada lagi event yang tak kalah besar, KSG 2015.

Di sana saya melakukan aksi yang sama. Meliput, meramu video, menambahkan sedikit narasi lalu mengirimkannya ke media tersebut. Cuman video CJ kali ini lumayan lama waiting listnya. Jika Video pertama tayang dalam hitungan jam setelah dikirimkan. Video kedua ini harus duduk manis di waiting list seminggu lebih. Ga papa juga sih. Karena pada akhirnya berhasil mejeng juga.

Kesenangan lainnya dalam mengirimkan CJ berformat video ini, karena visual, jadi ada keseruan tersendiri. Masuk tipi.. masuk tipii… 😀
Walaupun saya di belakang kamera (gak bisa dadah-dadah sama keluarga di tanah air) tapi saya cukup senang karena teman-teman saya yang terekam di video saya tersebut tayang di tanah air. Mak.. anakmu di Inggris ini masuk tipi…. 😀

Biarlah saya ngak bisa dadah-dadah di televisi Indonesia yang penting transferannya 😉 soal besaran honornya, japri ya.. Japri..;)

Dan berikut ini adalah penampakkan Video CJ saya yang tayang 12 Mei 2015.

Buat kamu-kamu yang mau melakukan hal serupa silakan klik link ini dan ikutin step by stepnya.
http://sg.netcj.co.id/

Cerpen Anak di Majalah Soca/Koran Sinar Harapan

SOCA adalah sebuah nama majalah. Singkatan dua anak bocah laki dan perempuan. Yaitu Soni dan Caca. Tulisan saya pernah dimuat beberapa kali di sana. Untuk genre jalan-jalan, flora, feature, dan liputan khusus. Selengkapnya bisa dilihat di sini. Karena saya penulis kutu loncat, alias penulis segala macam genre, tergantung mood datang, saya pun mencoba mengirimkan cerpen anak ke sana.

Tidak seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya, Soca bertransformasi, dari format majalah menjadi format koran, yang menginduk pada Sinar Harapan. Jadi, untuk 4 tulisan saya sebelumnya masuk di Majalah Soca, kalau yang cernak ini masuknya ke koran Sinar Harapan SabtuMinggu. Tapi teuteup dua lembar rubrik anak-anak ini bernama SOCA.

Cerpen anak yang saya kirimkan ke SOCA berjudul Konde Leluhur dan dimuat dengan judul yang sama seperti yang saya kirimkan. Konsep cerita ini muncul ketika saya masuk dalam sebuah kelas cernak yang isinya satu guru keren dan 4 murid yang tak kalah keren 😉

Salah satu murid tersebut ada yang bernama Tary. Nah, saya tuh kadang mengambil nama tokoh cernak yang saya buat dari nama-nama orang terdekat saya. Misalnya, nama anak saya sendiri, nama teman-temannya anaks saya, nama ponakans, nama sepupus, nama temans dan relasi. Dengan catatan, namanya menarik, mudah diingat, mudah dibaca, keren, ngak jadul.

Nah, karena waktu itu saya satu kelas dengan Tary, maka nama itulah yang saya ambil untuk tokoh cernak yang saat itu harus saya selesaikan sebagai PR.

Dan berikut ini cernak saya dalam naskah lengkapnya:

Konde Leluhur
(Rosi Meilani)

 Beberapa hari lalu, telah terjadi pencurian di istana. Pencuri berhasil mengambil kotak perhiasan Sang Ratu. Beruntung aksi tersebut berhasil digagalkan. Ketika Si Pencuri melewati benteng istana, pengaman istana yang bernama Paman Arya memergokinya.  Paman Arya mengejar pencuri yang ternyata Si Codet. Pencuri paling berbahaya di negeri itu. Terjadilah aksi kejar-kejaran.

Si Codet pontang-panting. Ketika akan menyeberangi sungai, ia terpeleset, lalu terjatuh. Berhamburanlah hasil curiannya. Paman Arya mencoba mengejar Si Codet. Namun tak terkejar.  Lagi pula Paman Arya harus segera memunguti perhiasan Ratu sebelum terhanyut aliran sungai.

Sesampainya di istana, Paman Arya menyerahkan kotak perhiasan kepada Ratu. Namun wajah Ratu terlihat kuyu

“Mengapa Ratu terlihat sendu?” tanya Paman Arya.

“Terima kasih atas usaha yang paman lakukan. Tapi ada satu barang yang hilang,” jawab Ratu.

“Apakah itu?”

“Konde Leluhur. Konde pemberian leluhurku yang diwariskan secara turun-temurun. Konde itu sangat berharga untukku,” lirih Ratu.

***

Seperti biasanya, sepulang dari hutan untuk mencari kayu bakar, Tary berjalan menyusuri sungai. Tiba-tiba matanya terkena silau sebuah benda. Tary segera menghampiri sumber kilau. Lalu  memungut benda yang tersangkut di ranting pohon tepi sungai itu.

“Eh, ini kan konde? Bentuknya indah sekali.” gumannya sambil mengamati  konde yang bersemat taburan bebatuan bening nan berkilauan. “Apakah ini yang disebut dengan batuan berlian itu? Ehm, entah lah. Yang jelas, konde ini akan kupakai saat parade besok lusa.” lanjutnya.

Hari dinanti tiba. Tary didandani oleh Ibu. Ia memakai pakaian adat dan diberi riasan sangul di kepalanya. Setelah itu Tary menyelipkan konde di sangulnya, tanpa sepengetahuan Ibu. Lalu Tary diantar Ayah ke istana.

Di halaman istana tengah digelar perayaan ulang tahun Ratu Amira. Acara dimeriahkan parade anak-anak yang berpakaian tradisional. Meski acaranya berlangsung meriah, tapi Ratu Amira terlihat gundah.

***

Ketika iring-iringan parade dimulai, Tary menjadi pusat perhatian. Karena sangulnya memancarkan kilau ketika terkena sinar matahari. Ratu Amira  terperanjat . Seketika ia berdiri dari singgasananya di teras istana itu.

“Paman Arya, bawa anak itu kemari!” titah Ratu menunjuk ke arah Tary.

Paman Arya bergegas. Sayang, Paman Arya kalah cepat dengan Si Codet. Tary diculik oleh Si Codet.

Rupanya semenjak pencurian tempo hari ini, Si Codet terus mengintai istana. Ia masih penasaran ingin memiliki konde leluhur yang sangat bernilai tinggi. Ketika  menyusup saat parade, ia tahu benar, bahwa konde yang dipakai oleh Tary adalah konde yang diincarnya sedari dulu.

“Tolong … tolong …,” Tari meronta-ronta saat tubuhnya dipikul di pundak Si Codet.

Codet berlari kencang. Paman Arya mengejarnya. Orang-orang yang berada di sana terlihat bengong dan bingung. Apa yang terjadi, pikir mereka. Lalu Paman Arya berteriak.

“Penculik … penculik …,” pekiknya. Serta mertalah orang-orang ikut mengejar Si Codet.

Dasar Si Codet penjahat ulung, ia menyambar kuda istana. Lalu menungganginya. Sedangkan Paman Arya dan yang lainnya hanya bisa mengejarnya dengan berlari saja. Hingga tertinggal.

Melihat situasi tersebut, Tary langsung mencabut kondenya. Lalu ia tusukkan ujung konde yang tajam itu pada punggung Si Codet.

“Awww … ” Si Codet kesakitan, tapi Tary belum juga terlepas dari pundsak Si Codet. Sekali lagi Tary menusuk punggung Si Codet.

“Aww …,” Si Codet kesakitan. Kali ini, terlepaslah Tary.

Tary terpelanting. Untunglah sebelum jatuh ke tanah, badan Tary berhasil ditangkap Paman Arya. Selamatlah Tary.

Kejadian itu membuat heboh pesta ulang tahun Ratu. Namun demikian, Ratu Amira kini berbahagia. Karena Konde Leluhur telah kembali ke tangannya. Karena aksi Tary yang sangat cerdas dan berani, Ratu Amira memberikan hadiah kepada Tary. Berupa konde lainnya. Namun kecil dan mungil. Semungil tubuh Tary.

*****************************************

Demikianlah naskah aslinya yang saya kirimkan ke SOCA. Nah, yang di bawah ini adalah penampakkan cerpennya yang sudah tayang. Ayo pelajari! Bagian mana yang diedit! Dengan begitu, kita jadi tahu dan bisa membandingkan serta mengambil ilmunya.

Cerpen anak di majalah soca
Cerpen Anak Soca, dimuat 10 Mei 2015

 

Tips menulis cerpen anak kali ini adalah:

  • Pilih nama tokoh cernak yang keren, unik, mudah dibaca.
  • Gunakan kalimat efektif.
  • Hindari kalimat bersusun. Karena kita sedang menyuguhkan bacaan untuk anak-anak. Jadi buat kalimat sesimple mungkin.
  • Pesan moral. Ini yang penting!

Hmm.. menurut kalian, pesan moral dari cerpen anak ini, apa ya?…..

Oiya, buat kamu yang mau ngirim cerpen anak ke Soca, catet alamat imel berikut ini: redaksisoca@sinarharapan.co.id

KIBAR Spring Gathering 2015

Pada 2-3 Mei 2015 lalu keluarga muslim Indonesia melaksanakan hajat besar berupa kumpul bersama di The Bordesley Centre, Stratford Road, Birmingham, bertajuk KIBAR Spring Gathering 2015.

Acara yang digelar setahun dua kali ini selalu mendatangkan pembicara/penceramah utama dari tanah air. Untuk Kibar Spring Gathering kali ini, panitia KSG mengundang Bapak Habiburrahman El-Shirazy, yang biasa disapa Kang Abik, penulis best seller novel islami. Bagi para pencinta novel islami dan penikmat film islami tentu sudah tak asing dengan nama beliau. Dua novel best sellernya yang juga sukses difilmkan adalah Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih.

Seperti Kibar Gathering sebelum-sebelumnya, dihadiri pula Duta Besar Indonesia untuk Irlandia dan Britania Raya, Bapak T.M. Hamzah Thayeb beserta istri dan rombongan dari KBRI London.

KGS yang mengangkat tema “Enriching Civil Society” ini dihadiri sekitar 350 peserta yang datang dari berbagai penjuru Inggris Raya. Dari Skolandia (Aberdeen, glasglow, Dundee, Edinburgh). Dari Belfast Irlandia. Dan peserta terbanyak tentunya berasal dari England, diantaranya dari kota Birmingham sebagai tuan rumah, London, Bristol, Worcester, Manchester, Oxfordshire & Swindon, Leicestershire, Nottinghamshire, Newcastle, Southampton, Sheffield, Leeds,  dan kota-kota lainnya.

Kang Abik mengisi dua sesi kajian/ceramah/dialog/diskusi yang berjudul Moeslem Role in Developing Civilization. Sesi lainnya berupa sambutan dari Duta Besar Indonesia untuk Irlandia dan Britania Raya, Bapak T.M. Hamzah Thayeb, Ketua Panitia KSG 2015 dan ketua KIBAR.

Selain acara utama dibuka juga sesi lainnya di ruang terpisah. Diantaranya untuk anak-anak dan muslimah. Untuk kelas muslimah mengambil tema keluarga dan karir.

Hari pertama berlangsung padat, diawali dengan registrasi di jam 9 pagi hingga berakhir pada jam 9 malam. Disambung hari kedua dengan kegiatan olah raga, games, cerdas cermat, dan pertunjukkan anak-anak.

Untuk para pria diadakan tanding fulsal antar lokaliti pengajian. Pengajian Al Hijrah Bristol dan Pengajian Manchester berhasil masuk final yang dimenangkan oleh tim sepak bola Pengajian Manchester. Untuk para ibu dan remaja putri berlangsung olah raga ringan yang lebih ke permainan tradisional berupa gobak sodor.

Acara yang paling dinanti di hari kedua adalah bazaar. Betapa tidak, aneka jajanan, makanan, minuman khas Indonesia tersedia di sini. Gudeg, sate, sate padang, bakso, siomay, bubur ayam, pempek, getuk, onde, es cendol dan masih banyak lagi menjadi obat kangen akan makanan Indonesia.

Liputan acara tersebut telah dimuat di koran Tribun Timur edisi 7 Mei 2015 dan berikut penampakkan artikelnya 😉

Kibar 2015 tribun

Sedangkan berikut ini merupakan penampakkan videonya,