Category Archives: travel

ELOKNYA TEPIAN SUNGAI THAMES DI OXFORD

Sungai Thames mengalir sepanjang 346 km. Antara Gloucestershire – London. Sepanjang alur sungai tersebut Oxford salah satu kota yang dialirinya.

Di inggris, pinggiran sungai bisa menjadi objek wisata, tempat rileksasi, tempat berolah raga, tempat bercengkerama bersama teman dan keluarga. Terlebih apabila pinggiran sungai tersebut memiliki panorama alam yang elok juga didukung semesta bangunan nan indah seperti di penggiran sungai Thames di kota Oxford ini. Sempurna sudah.

Suasana dan pemandangan sore hari di tepian sungai Thames ini terasa lebih indah saat musim gugur. Pantulan sinar mentari senja jatuh di permukaan sungai, bak cermin alam berwarna kuning keemasan. Daun-daun kuning nan mengering jatuh di kaki pepohon, menebar di tanah.

Orang-orang lalu lalang sekadar berjalan-jalan sore bersama orang terkasih, duduk-duduk santai menikmati suasana senja nan keemasan. Adapula yang berolah raga khusuk, jogging, lari sore, bersepeda, banyak pula yang berolah raga dayung di sini.

Seperti halnya tempat wisata lainnya di inggris, di sini terdapat cafe dan restoran. Jika Anda ingin merasakan sensasi menaiki cruise cukup sediakan uang 7 pounsterling atau sekitar 150 ribu rupiah untuk 40 menit berlayar di sungai thames yang indah ini:

N10, NAdes16, 30102015

Camden, Wisata Belanja Serba Ada

Camden merupakan kawasan wisata serba ada yang terletak di Kota London. Awalnya kawasan ini merupakan pasar tradisional/konvensional, yang telah ada sejak awal abad 20. Diiawal dekade 70’an, kawasan ini mulai diramaikan oleh stan-stan (lapak) kerajinan tangan yang berjualan setiap hari minggu. Lama-kelamaan, kawasan belanja ini makin meluas dan makin ramai saja yang akhirnya memiliki daya tarik tersendiri hingga menjadi objek wisata yang terkenal di manca negara. Khususnya negara-negara tetangga, Eropa.

Di sini wisatawan bisa berburu aneka pernak-pernik suvenir bertema inggris. Juga bisa memuaskan berwisata belanja pakaian, tas, sepatu serta beragam aksesoris, barang seni dan kerajinan tangan. Wisata kuliner pun tak kalah ramai.

Satu yang menarik dari kawasan yang banyak diburu kaum muda ini adalah jejeran toko dengan eksterior yang dibuat senyentrik mungkin. Tentunya agar menarik perhatian wisatawan.

Toko-toko di sepanjang Camden High Street ini memutar musik yang mendentam kencang menambah marak suasana. Ingar-bingar inilah yang menjadi ciri khas kawasan Camden.  Jika bandung punya cihampelas, maka di london punya camden.

Kawasan wisata belanja ini tidak hanya dimeriahkan oleh toko-toko permanen tapi juga lapak – lapak tidak permanen. Wisata kuliner tak kalah ramai, mulai dari restoran, cafe, bar, pub juga street food dengan cita rasa makanan dari berbagai negara diantaranya makanan Amerika Latin, Belanda, Italia, dan lain lain.

Saking terkenalnya kawasan wisata ini, di akhir pekan setidaknya dikunjungi 100 ribu wisatawan yang didominasi kaum muda. Kawasan ini paling ramai dikunjungi pada hari minggu. Jadi, jika akan melancong ke Camden pastikan datang di hari minggu, ya….

Yang menarik lainnya, kawasan ini dilalui kanal, sehingga menjadi tempat yang asik untuk bersantai di tepian kanal sambil duduk – duduk santai menikmati suasana bersama teman-teman sebaya, anak muda.

N12-NAdes11-20102015

Magnet Harry Potter di Platform 9 ¾

 

N12, N26-Rosmel. Tayang 5 Oktober 2015

Llanfair­pwllgwyngyll­gogery­chwyrn­drobwll­llan­tysilio­gogo­goch, Desa Dengan Nama Terpanjang se-Eropa

Seperti yang saya bilang di sini, sesuatu yang “TER” itu biasanya menarik untuk diperhatikan.

Setelah saya posting rumah terkecil se-Britania Raya,

kali ini saya akan mengajak Anda mengunjungi sebuah desa dengan predikat desa terpanjang namanya se-Inggris Raya bahkan se-Eropa. Letak desa ini ada di Wales yang merupakan Negara Bagian Inggris.

Dari serangkaian road trip musim panas kemarin itu, saya sengaja memasukan destinasi desa ini. Ada yang bisa melafalkan nama desa berikut ini gak? Llanfair­pwllgwyngyll­gogery­chwyrn­drobwll­llan­tysilio­gogo­goch. Ehmm.. belibet pake banget ya? Begitu pun saya. Cuman, kata orang lokal di sana, kalau tidak bisa melafalkan sepanjang itu, sebut saja desa ini Llanfair yang diambil dari kata terdepannya saja.

Keribetan nama desa ini diambil dari bahasa setempat yaitu Bahasa Wales yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kurang lebih artinya Gereja Santa Maria di lembah pohon hazel putih, dekat pusaran berair deras dan gereja Santa Tysilio dari gua merah.

Kebayang ngak sih, jika penduduk setempat di pergi ke luar kota lalu ada orang yang bertanya: “Ibu tinggalnya dimana?”

Terus orang Wales tersebut menjawab: “Saya berasal dari Desa Gereja Santa Maria di lembah pohon hazel putih, dekat pusaran berair deras dan gereja Santa Tysilio dari gua merah.”
Ribet banget ya? 😀

Pemberian nama desa tersebut didasarkan pada ikon-ikon desa yang ada di sana. Sampai kini, kita bisa melihat ikon-ikon tersebut. Diantaranya Gereja Santa Maria dan sebuah muara sungai. Itu sebabnya dari sepanjang nama desa tersebut disebutkan berpusaran deras. Artinya merujuk pada sebuah muara yang pusaran airnya cukup deras.

Kenapa sih desa tersebut dinamakan demikian?

Awalnya, desa ini berjuluk Desa Llanfairpwllgwyngyll. Kemudian pada abad ke-19 desa nan sejuk, indah serta damai ini berganti nama seperti sekarang ini. Pergantian nama desa ini tentunya menjadi daya tarik wisata. Tidak hanya turis lokal yang berasal dari Inggris saja yang sengaja mengagendakan destinasi kunjungan mereka ketika ke Wales. Tapi juga banyak wisatawan manca negara yang sengaja bertandang ke sini.

Waktu itu road trip hari kedua kami ke Wales. Kami tiba terlalu sore, hingga kemudian saya dan keluarga harus bermalam tak jauh dari desa unik ini. Meski tiba terlalu sore, namun masih banyak turis berseliweran. Diantaranya turis Jerman.

Penasaran saya menanyakan hal ini kepada pasangan Jerman paruh baya tersebut. Menurut mereka, keunikan nama desa inilah yang menarik minat mereka sengaja bertandang ke sini. Selama beberapa hari melancong ke Inggris, ia masukan destinasi ini, katanya.

Masih menurut mereka, meskipun Bahasa Jerman terkenal lebih sulit dilafalkan, pelafalan desa ini lebih sulit lagi. Sampai mereka geleng-geleng kepala ketika mencoba membacanya. Ya begitulah Bahasa Wales. Hambur konsonan, pelit vokal. Coba perhatikan rangkaian huruf nama desa tersebut. Bahkan ada 12 konsonan berderetan. Gimana gak sulit melafalkannya, coba? Llanfair­pwllgwyngyll­gogery­chwyrn­drobwll­llan­tysilio­gogo­goch

Kami tertawa-tawa kecil ketika mencoba untuk membaca deretan huruf yang terpampang di sebuah bangunan di dekat stasiun kereta desa tersebut. Karena nama desa ini terdiri dari 58 huruf, maka berhasil tercatat di Guiness Book of Record sebagai desa dengan nama terpanjang di Eropa.

Sesama pelancong biasanya suka ngobrol-ngobrol, setelah mereka tahu kami orang Indonesia, seterusnya mereka menceritakan pengalaman perjalanan wisata mereka ke Indonesia. Dengan serunya ia bercerita panjang lebar tentang Borobudur, kerajian perak Kota Gede dan masih banyak lagi destinasi wisata Indonesia yang meninggalkan kesan indah tentang Indonesia dalam kenangan mereka.

Setelah puas ngobrol-ngobrol dengan mereka, kami pun sama-sama meninggalkan  Desa Gereja Santa Maria di lembah pohon hazel putih, dekat pusaran berair deras dan gereja Santa Tysilio dari gua merah