Category Archives: NET_CJ

Porthcurno Beach, Pantai Tersembunyi Nan Elok di Cornwall Inggris

Wisata Inggris tak hanya wisata kota, wisata sejarah ataupun wisata belanja saja. Sesekali cobalah wisata alamnya. Karena Inggris memiliki banyak sekali wisata alam yang patut dijajal. Salah satunya adalah Cornwall.

Cornwall adalah sebuah county yang terletak di sebelah Barat Daya Inggris yang merupakan daerah pesisir pantai. Tak heran jika di sini terdapat banyak pantai. Pantainya asik-asik, cantik, bersih, tenang menyejukkan.

Saking banyaknya pantai di pesisir ini banyak pantai yang tersembunyi, sepi dan sangat alami alias tak banyak diserbu pengunjung. Mungkin karena pengunjungnya tersebar di banyak pantai lainnya di Cornwall ini.

Salah satunya pantai yang sepi alami nan elok itu ialah Pantai Porthcurno yang terletak di sebuah desa kecil bernama Porthcurno Village. Pantai Portcurno seolah pantai tersembunyi karena untuk mencapainya diperlukan perjuangan.

Pantai Porthcurno dilingkup tebing tinggi, jurang curam nan indah. Untuk mencapainya kita harus melewati tebing bebatuan dan tanaman (ilalang) yang menghadang jalan. Meski harus menuruni tebing curam dan ilalang tinggi namun perjalanan yang cukup melelahkan tersebut terbayar sudah ketika tiba di pantai yang berpasir sangat lembut ini.

Tiba di pantai, waktunya untuk bersantai, menikmati hangatnya matahari, deburan ombak serta pemandangan sekitar yang sangat eksotik berupa tebing bebatuan dengan rerumput hijau di atasnya. Ya, pantai yang tenang, damai serta relatif sepi ini dilingkup barisan tebing batu yang memesona. Seperti itu pula lah yang dirasakan dan diutarakan oleh Mc Owen, seorang turis asal Skotlandia yang saya temui ketika menuruni tebing ini.

Waktu itu, saya menuruni tebing bersama si sulung lalu berpapasan dengan Pak Owen beserta istrinya yang tengah menaiki tebing lalu duduk beristirahat di bebatuan tebing itu dengan napas terengah-engah kelelahan. Lalu kami duduk sebentar sambil menatap horizon yang luar biasa indahnya.

Rupanya, apa yang dirasakan Pak Owen saat menaiki tebing menuju arah pulang, saya rasakan pula. Hufff.. bikin lutut bergetar, maklum, umur 😀

Seperti pantai-pantai lainnya di Inggris, tentu saja untuk memasuki pantai ini tidak ada tiket masuknya, alias gratis.

 

Berwisata ke pantai, selain menikmati suasananya, bisa juga menikmati patung-patung pasir di pantai Somerset, Inggris, berikut ini.

Unik, Patung-Patung Pasir di Inggris

Nah, kalau yang ini hasil jalan-jalan kami berwisata ke pantai yang ada di Skotlandia.

Indonesia Hadir di Carnaval Oxford Inggris

Minggu, 10 juli 2016 Kota Oxford menggelar event tahunan yang bertajuk Cowley Road Carnival. Dinamakan demikan karena karnaval ini berlangsung di sepanjang Jalan Cowley Kota Oxford Inggris.

Karnaval ini melibatkan ratusan penari dan musisi juga orang biasa dari berbagai kalangan. Mulai dari siswa/siswi TK hingga para mahasiswa, profesional muda hingga kaum tua.

Seperti tahun-tahun sebelumnya karnaval dimeriahkan beberapa komunitas serta kelompok negara-negara asal Asia, Afrika, Amerika latin dll yang bermukim di Kota Oxford. Karnaval berlangsung sangat meriah karena diiringi alunan musik yang menghentak.

Acara tak hanya dimeriahkan karnaval saja tapi juga dimeriahkan panggung hiburan yang menampilkan segala jenis musik serta banyak tarian tradisional dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Cuaca hangat yang bersahabat ini begitu dinikmati oleh para pengunjung sambil menikmati musik, makan-makan dan berjemur di dekat panggung ataupun dekat pertunjukan musik yang tersebar di beberapa titik keramaian.

Dalam kesempatan ini, Indonesia menampilkan dua tarian daerah yaitu tari merak dari Jawa Barat dan tari Badindin dari Sumatra Barat yang dibawakan oleh para mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang tengah menimba ilmu di Universitas Oxford.

Boot Indonesia di Cowley Rd Festival Inggris
Boot Indonesia, Ibu Dubes RI (Ibu Hana) beserta para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Oxford.

Acara yang diperkirakan dihadiri 45.000 pengunjung ini menyajikan aneka sajian kuliner dari berbagai negara, salah satunya ialah kuliner indonesia. Adapun menu-menu Indonesia yang banyak diserbu pengunjung ialah sate, rendang, bakso, es cendol dan masih banyak lagi. Rupanya pengunjung bule banyak yang menyukai makanan Indonesia. Tak heran makanan yang dijual itupun ludes diserbu pembeli.

Menurut Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia, Bapak Rizal Sukma, kesempatan ini merupakan ajang yang tepat untuk mempromosikan Indonesia lebih luas lagi. Hal tersebut diwujudkan dengan sediakannya boot/counter Indonesia. Dimana segala hal tentang adat budaya dan pariwisata Indonesia diperkenalkan kepada para pengunjung karnaval.

N10. NRosmel_11072016

Hal menarik lainnya di konter ini disediakan beberapa pakaian tradisional Indonesia yang bisa dikenakan oleh para pengunjung. Tentu saja hal ini berhasil menarik minat pengunjung.

Mereka begitu antusias mencoba pakaian-pakaian tradisional indonesia tersebut. Seperti segerombolan mahasiswa Internasional yang saya jumpai. Salah satunya bernama Talia dari Argentina.

Mau lihat kegiatan para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Oxford? ataupun hasil jalan-jalan kami seputar Oxford? Intip di sini!

Wisata Lengkap di Covent Garden London

Dari sekian banyak wisata belanja di London, Covent Garden adalah salah satu yang patut dijajal. Wisata belanja di sini terasa lebih memuaskan karena terdapat banyak toko yang menjual barang bermerek berupa pakaian, tas, sepatu, perhiasan, parfum dan lain-lain. Interior dan bentuk bangunannya pun keren dan klasik.

Selain sebagai destinasi wisata belanja, Covent Garden juga merupakan destinasi wisata kuliner. Karena di sini banyak terdapat restoran dan cafe. Mulai kelas yang berkelas juga kelas menengah. Aneka ragam kuliner tersaji di sini. Beberapa diantaranya posisinya berada di tengah hall yang disekat dinding kaca.

Selain dijadikan destinasi wisata belanja dan wisata kuliner, objek menarik lainnya dari Covent Garden ini menawarkan segala jenis hiburan. Seperti musisi jalanan yang memainkan musik klasik lengkap dengan biola, celo dan flutenya. Musik klasik yang dimainkan oleh anak-anak muda ini akan menemani Anda saat menikmati sajian makanan di cafe dan restoran yang melingkup di tengah hall pusat perbelanjaannya. Gaung alunan musik klasik itupun akan menemani Anda selama berbelanja di sana.

Mau liat seperti apa kerennya pertunjukan musik klasik yang mereka mainkan?
Ini dia!

Klo mau intip-intip hasil jalan-jalan saya jelajahi Inggris follow aja IG saya @rosmeryashalba 😉

Adapun hiburan lainnya berupa atraksi akrobat, sulap ala Houdini, penampilan lagu opera dan lain sebagainya yang mampu menghibur para pengunjung.

Seolah ingin merangkul banyak kalangan, di kompleks perbelanjaan inipun terdapat barang-barang kualitas menengah agar terjangkau bagi semua kalangan wisatawan yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Untuk barang-barang kelas menengah ke bawah ini letaknya berada di sebelah bangunan utama Covent Garden. Barang yang ditawarkan di sini beraneka ragam dengan harga yang bervariasi dan agak ringan di kantong. Sepertinya produk-produk yang dijual di sini menyasar turis anak sekolahan dari negara-negara tetangga yang kerap mengagendakan study tour ke destinasi wisata belanja ini.

Makanya jangan heran jika saat Anda berwisata  ke sini akan kita temui banyak bergerombolan anak-anak sekolahan dari luar negeri. Adapun selain barang-barang yang disebutkan diatas tadi, barang-barang lainnya yang dijual di komplek perbelanjaan ini diantaranya aneka jenis suvenir dan segala rupa produk seni dan kerajinan tangan. Banyak juga diantaranya yang merupakan produk lokal.

Mau liat secuplik jalan-jalan kami tempo hari di Covent Garden? Intip aja youtubenya..

N12. NAdes.15062016

Mau lihat wisata belanja lainnya yang berkonsep unik di London? Ayok ikuti saya jalan-jalan ke sini!

Boxpark, Puluhan Peti Kemas Bekas Disulap Jadi Pertokoan di London

Intip juga jalan-jalan saya lainnya seputaran London di link berikut ini 😉

Unik, Patung Dari Pasir di Inggris

Membuat patung dengan media kayu tentunya itu sudah biasa. Yang menarik itu ialah membuat patung dari pasir.

Wah, bagaimana bisa, ya?

Adalah Weston Sand Sculpture Festival yang digelar di pantai Weston Super-mare Inggris. Di sini dipamerkan patung-patung dari pasir dalam ukuran-ukuran besar.

Bagaimana mungkin butiran pasir bisa dibentuk menjadi patung? mengingat sifatnya bila ditumpuk yang mudah hancur?

Ternyata, untuk membuat patung-patung pasir tersebut ada tekniknya. Hal inipun dipamerkan dan dijelaskan bagaimana teknik pembuatan patung-patung pasir ini dibuat hingga kokoh berdiri. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Pertama, dudukan dasar sebuah patung dibuat padat dengan menggunakan cetakan kayu dan sebuah alat untuk memadatkannya.

Setelah benar-benar padat, naik ke bagian atasnya dengan proses yang sama. Jadi kekuatan dasar agar patung-pantung pasir itu tidak rapuh terletak pada dasar desainnya yang harus kokoh dan padat.

Cetakan patung disesuaikan dengan bentuk keseluruhan patungnya. Barulah diberi sentuhan akhir sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.

Festival patung pasir ini merupakan kegiatan tahunan dan untuk tahun ini mengangkat tema “when i grow up” atau “cita-citaku” bukan cita-citata 😀

Ide awal dari patung-patung ini berasal dari beberapa  anak terpilih. Beberapa anak disuruh mengungkapkan apa cita-cita mereka kelak besar. Cita-cita yang mereka harapkan tersebut  kemudian dieksekusi oleh para seniman pembuat patung  pasir ternama.

Oleh karena itu di sini kita bisa saksikan patung seorang chef alias koki aka juru masak), polisi, petugas pemadam kebakaran, traveler, fotografer, road worker, pilot, dokter bedah, penjelajah, pemain sepak bola,joki, ilmuwan, astronot dan lain sebagainya.

Kesemua patung pasir ini diberi papan informasi mengenai ide, proses produksi dan nama seniman pembuatnya.

Karena patung pasir mudah terkikis oleh cuaca (hujan) maka perbaikan dilakukan segera  jika ditemukan kerusakkan, meski hanya sedikit pengikisan. Oleh karena itu ada beberapa petugas/senimannya itu sendiri yang berada di lokasi untuk berjaga, sekaligus siap memberikan informasi yang dibutuhkan pengunjung.

Di sinipun disediakan area berpasir beserta peralatan membuat patung pasir untuk anak-anak. Sehingga pengunjung cilik ini betah berlama-lama di sini yang tentunya ditemani bermain pasir bersama orang tua mereka masing-masing.

Untuk memasuki pameran patung pasir ini pengunjung dewasa dikenai tiket masuk £4 pounsterling (sekitar rp. 80.000). Sedangkan anak-anak tiketnya seharga £3 (atau sekitar rp. 60.000).

Mau lihat penampakkannya, ini dia:

N5. NRosmel16062006