Category Archives: NET_CJ

SKSD Sama Kevin – Markus Juara All England 2017

Alow.. alow….

Udah lama ngak kutak-ketik di blog euy. Maklum, emak yang satu ini (sok) sibuk. Dari hari ke harinya adaa.. aja yang dikerjain. Kayak sehabis pengajian bulanan lalu, besoknya jalan bareng sama emak-emak lainnya hiking ke Malvern Hills, tempat tinggalku dulu. Dan sepulang dari hills kembali bermarkas di rumah, hingga bubaran sehabis makan malam. Moment ngumpul-ngumpul gini nih yang bikin asik buat kami-kami para diaspora.

Besoknya, bersama salah seorang MahMud aka Mamah Muda kece yang nginep di rumah, pergilah kami ke Kota Gloucester, kelayapan hingga sore hari.

Sepulang mantan dari dines LN, weekendnya jatah kelayapan buat nyari bahan liputan dong. Teuteup..

Minggu berikutnya berlangsunglah gelaran All England seminggu penuh. Kembalilah saya wara-wiri Worcester-Birmingham. Mulai di hari pertama pembukaan All England. Udah gitu, nontonnya sambil bawa bocah-bocah yang tentunya riweuh-riweuh seru. Hingga semifinal dan final, yang tentu saja serieus ngeliputnya bareng partner in crime nongkrongin Barclaycard Arena tempat dilangsungkannya All England. Mayan, liputannya langsung masuk TV keesokan harinya.

Ngomongin badminton, ngeliput All England bukanlah sebuah beban, walaupun effordnya besar. Karena si mantan, my partner in crime inipun pemain badminton pula. Dulu doi gila badminton banget. Seminggu bisa tiga kali badminton. Senin, Rabu, Jumat. Makanya, segala sesuatu berbau badminton, dia mah antusias banget. Apalagi pas liputan semi final n final.

Pas ngerayain kemenangan semifinal kami kan makan-makan sama jagoan-jagoan All England kita tuh.. Deuh, si doi mepet koh Hendra, Kevin n Markus terus. Belum lagi pas final. Sehabis liputan, doi kawal terus Kevin n Markus sampe ke hotel tempat mereka menginap yang kebetulan emang parkiran mobil kami berada di belakang hotel para Atlet All England kita. Sambil SKSD chit-chat sama Kevin ngulas permainan si atlet muda ini. Udah kayak coachnya aja doi 😀

Hendra Atlet Badminton Indonesia
Kokoh Hendra dan Kokoh Ade 😀

Markus-Kevin-Markis Kido

Ngomongin badminton, si mantan ini emang nge-fans sama atlet-atlet Indonesia. Makanya, gak heran kalo setiap All England menyempatkan diri mejeng sama sang Atlet. Foto atas, juara All England 2017, Kevin-Markus. Sedangkan bawah All England 2014, Markus-Markis. Foto diambil ketika kami lagi duduk manis di cafe shop tetiba dua atlet kita ini berjalan depan kami, dari hotel menuju Arena All England. Jarak 3 tahun, Markus tak mengalami perubahan. Sedangkan sang mantan? hmm…. 😀

Sekarang, karena kesibukan kerja yang mana sering bolak balik Selasa-Kamis kerja di Munich dan sisanya balik kandang, jatah badminton doi cuman di hari Jumat malam doang.

Dulu, waktu doi gila badminton, itu yang namanya perlengkapan badminton beserta tek-tek bengeknya kerap kali dia beli. Kaos badminton gak keitung banyak. Raketnya, grip raket, dan lain sebagainya. Bahkan senarpun doi nyetok sendiri. Jadi kalo raket putus langsung dia pasang sendiri. Alat pasang senar ini mayan juga harganya. Maka dari itu, doi sekalian terima orderan pasang senar, haha..  dasar!

Trus soal sepatu, kupikir, sepatu mah sepatu apa aja kali ya? Etapi ternyata ngak gitu juga. Soal sepatu badminton doi mah punya standar khusus. Ya kudu sepatu sport dong, say. Tepatnya sepatu khusus untuk badminton. Udah gitu, stok sepatunya gak cuman satu pula. Benaran si bapak ini hambur banget sama sepatu badminton. Tapi gak papa juga sih. Karena sejatinya bapak-bapak itupun harus diberi ruang untuk menyenangkan dirinya sendiri. Asal positip dong ya? 😀

Soklah, main badminton sana. Biar bisa jadi juara lagi 😉 😀

Mantan atlet badminton

Mantan juara Badminton kecamatan Worcester Inggris 😛

Bandung, Sulap Kawasan Macet Jadi Tepat Bermain Sepatu Roda

Ada sisa cerita mudik kemarin.

Sunguh, 10 tahun yang lalu, jalanan Bandung adalah tempat keliaran saya. Sejak pagi hingga sore hari bahkan sering pula pulang malam. Nganter sekolah dua bocah, satu SD satu SMP. Jemput sore. Les sana-sini, serta kerjaan lainnya. Salah satu rute rutin saya adalah Kiaracondong – Supratman – Katamso.

Di tahun 2007 saja beberapa ruas jalanan Bandung udah banyak yang macet. Beberapa kali mudik, kemacetan Bandung makin parah. Hal ini membuat saya jadi ngak PD bawa motor. Mungkin karena biasa di UK (khususnya Worcester) jalanan lengang dan tertib.

Dari sekian banyak titik kemacetan Bandung Jalan Supratman salah satunya. Mungkin karena di area ini banyak terdapat sekolahan dan perkantoran, tak heran jika setiap pagi-sore bahkan jelang magrib masih juga macet. Mungkin juga karena faktor lainnya, antar stopan jaraknya kurang panjang sehingga mengganggu laju kendaraan.

Namun, ada sesuatu yang berbeda di kepulangan saya Desember lalu itu.

Jadi, seusai meliput kegiatan 1212 di Gasibu lalu, saya janji ketemuan dengan dua orang teman di Taman Pramuka, kebetulan di sana ada event lempar pisau skala besar dan teman saya main di sana.

Sebagai tukang momotoran, sumpeh saya bingung harus pake angkot apa untuk menuju kesana. Padahal jaraknya gak jauh-jauh amat. Sempat menelfon teman, menanyakan angkot jurusan apa untuk bisa tiba di sana. Tapi teuteup aja ujung-ujungnya nyasar juga.

Niat hati pake angkot pengen turun di Taman Pramuka, malah gagal paham, turun di Taman Supratman. Hadeuhhh…

Sambil clingukan n buka HP. Uwow… ternyata di area terbuka itu ada Wifinya. Bandung juara! Jujur, ini baru kali pertama saya di Bandung, duduk di taman n pake Wifi gratis. Bandungku banyak berubah. Jempol buat Kang Emil.

Sambil nyusun strategi, sekarang mau kemana? pake apa? tetiba kulihat ada tukang es potong tak jauh dari taman. Merapatlah saya kesana. Dibeli sepotong es potong. Kuperhatikan, kok banyak anak-anak bermain sepatu roda di sana.

Bentar, ini kan ruas jalan?!

Sambil binggung saya clingukan. Layaiyah, ini ruas jalan. Ruas jalan yang dulu, 10 tahun lalu, sering saya lalui kalau mengantar dua anakku les di Cinderela n Tridaya. Loh, kenapa kawasan macet itu malah dipake area bermain sepatu roda.

Ternyata, rupanya, ruas jalan yang tak panjang ini menjadi salah satu biang kemacetan karena ruasnya tak panjang terhalang beberapa persimpangan, maka dari itu menghambat laju kendaraan yang padat.

Karena alasan itulah, ruas jalan ini ditutup, lalu jalur kendaraan dibuat memutar ke ke kiri mengikuti alur sebundaran Taman Supratman dan ternyata itu berhasil. Kenapa gak dari dulu ya? 😀

Nah, bagaimana dengan ruas jalan yang ditutup tersebut. Dari pada nganggur tentunya lebih baik dimanfaatkan dong ya? Oleh karena itulah saat di sini dijadikan area bermain sepatu oleh anak-anak. Sementara itu, orang tua pengantar, asik-asikan, ibu-bapanya duduk di tepian trotoar, tepian taman, menikmati rindangnya pepohonan yang memayungi mereka. Asikkk euy…

Tempat bermain sepatu roda di bandung

Ada juga remaja-remaja yang duduk-duduk di pinggiran sana sambil membuka laptonya. Entah sedang belajar kelompok entah hanya sekadar memanfaatkan Wifi gratis.

Melihat bocah-bocah itu bermain sepatu roda, asik sekali, terpikirlah olehku. Kamera…. action! 😀 😀

Jadilah ketersesatan siang itu sebuah video CJ yang kemudian tayang pada Selasa 14 February lalu.

Mau lihat seperti apa area sepatu roda di ruas jalan tersebut?

Pesan moral:
Jangan sesali yang terjadi, karena pasti itu rencana Tuhan 
(Rosimeilani.com)

Ini Dia Gudangnya Makanan Asia di London

makanan indonesia di london

Berwisata ke London jangan khawatirkan soal makanan. Karena di sini kita bisa jumpai banyak makanan yang sesuai dengan lidah dan perut kita orang Indonesia. Salah satunya adalah di kawasan China Town yang letaknya di pusat kota London.

Di sini segala makanan asia lengkap. Baik makanan jadi maupun makanan mentah. Baik sayuran, buah-buahan serta aneka jenis cemilan.

Di sinipun berjejer restoran bercita rasa asia. Entah itu resto Jepang, China, Thailand, Malaysia, Singapura dan lain sebagainya.

Jenis menunya pun ada yang ala carte (menu sesuai pesanan) ada pula yang buffet alias makan sekenyangnya. Untuk menu buffet yang termurah dibandrol sekitar 90.000 rupiah dengan pilihan menu yang sangat banyak dan beragam.

Adapun makannya bisa disantap indoor bisa juga disantap di teras cafe/resto yang tentunya bisa sambil menikmati hiruk pikuknya kawasan China Town yang ramai oleh para wisatawan. Ya, karena china town ini merupakan kawasan belanja sekaligus jadi objek wisata andalan Kota London. Maka jangan heran jika di kawasan ini sering kali kita saksikan rombongan turis manca negara bergerombol.

Selain bertebarannya restoran, disinipun banyak terdapat toko yang menjual barang-barang, makanan, buah-buahan serta sayuran asia. Lalapan serupa terong, kangkung, rambutan, duku, mangis, duren, nangka dsb, lengkap tersedia. Bahkan saos sambal dan mie instan produk Indonesia pun lengkap.

Tak hanya itu, aneka makanan ringan atau cemilan layaknya yang biasa kita makan di Indonesiapun tersedia. Seperti lontong isi, kue moci, kue klepon, onde-onde, cakue, kue pancong dll, lengkap sudah.

 

Seram! Hantu-hantu Bergentayangan di Bandung.

foto seram

Pocong, kuntilanak, genderewo, nenek lampir, valaks dan masih banyak lagi jenis hantu lainnya biasanya hanya kita temukan dalam cerita ataupun film horor. Tapi, di Bandung kita bisa temukan mereka bergentayangannya di jalanan.

Ya, di Jalan Asia Afrika yang terkenal akan sejarahnya, Konferensi Asia Afrika, kita akan banyak temukan hantu berkeliaran di sana. Saat malam hari, antara lampu temaram, lalu lalang orang dan hantu-hantu bergentayangan ada rasa takut tapi juga seru.

Bagi sebagian orang mungkin itu menakutkan. Apalagi ada hantu-hantu yang berdiri di pojokan sudut temaram. Tapi ada juga orang-orang yang merasa senang seru-seruan. Ya, karena berbagai jenis hantu itu bukan hantu betulan. Melainkan hantu-hantuan. Alias para pekerja kreatif yang bisa memanfaatkan moment.

Kerennya, semua hantu tersebut berkostum, berakting dan ber-make up total. Jadi, melihat hantu-hantu tersebut, seremnya dapet, ngerinya berasa.

Sebagai kota yang memiliki banyak objek wisata, wisata hantu di seputaran Jalan Asia Afrika ini bisa dijadikan destinasi kunjungan kamu saat melancong ke Bandung. Biasanya, wisata hantu ini amat ramai di akhir pekan. Bahkan, hingga tengah malam lewat. Namun, buat kamu yang mau menjajal Jalan Asian Afrika selain akhir pekan juga gak papa. Karena aneka jenis hantu tersebut hadir setiap malam demi menghibur para wisatawan.

Tak hanya berbagai jenis hantu, di sinipun kamu bakal temukan banyak  superhero. Batman, Superman, Power Ranger dan masih banyak lagi karakter superhero lainnya. Seperti halnya si hantu-hantuan, superhero ini berkosum total pula, plus masker dan aksesoris pendukun lainnya. Bahkan sampai ada yang kostunya menyala-nyala layaknya robot beneran. Pokoknya, TOP banget buat akang-teteh hantu dan superhero Kota Bandung yang total dalam bekerja. Jempol!

Meski hantunya seram-seram dan superheronya sok gagah dan sok jaim, tapi semuanya ramah dan asik untuk diajak berfoto bersama. Tak lain untuk menyenangkan para pengunjung.

Oiya, untuk mengapresiasi hantu dan superhero yang kita ajak selfie tersebut, jangan lupa isi kotak rupiah yang mereka sediakan. Karena itulah mata pencaharian mereka.

Jalan-jalan pada Sabtu malam ke Jalan Asia Afrika yang saya lakukan ini terjadi tanpa sengaja. Setelah ngupi-ngupi di salah satu cafe Jalan Pasteur Bandung, saya diajak ke sini. Diluar dugaan, ternyata, wisata hantu ini seru juga. Secara, hangout sampai malam, di kota kelahiranku sendiri. Duh, Bandung banyak berubah. Secara, setiap mudik ke Bandung gak pernah kelayapan sampai semalam ini. Soalnya, setiap mudik bawa pasukan lengkap, suami dan anak-anak 😀

Mau lihat seperti apa hantu-hantu Bandung itu bergentayangan? Ini dia liputannya: