Unik, Pesona Minack Theatre, Teater di Tebing Batu, Berlatar Laut Lepas

Menonton drama indoor? itu biasa. Menonton pertunjukkan drama outdoor, itu baru unik.
Nah, di Cornwall Inggris ada sebuah teater terbuka bernama Minack Theatre.

Minack Theatre merupakan salah satu destinasi wisata Cornwall yang banyak diburu wisatawan. Baik lokal maupun manca negara, karena lokasi dan kontur teater terbuka ini sangat menakjubkan. Letaknya terpencil di tepi tebing.

Latar belakang teaternya bukan lukisan yang biasa digonta-ganti penata pangung. Melainkan scenery asli. Llangit luas, tanpa batas, membiru, laut lepas, menenangkan.

Sebelah kiri teater  terbentang lukisan alam berupa tanjung yang memanjang. Tanjungnya mendekap ceruk pantai. Dimana di atas tanjung tersebut terhampar rerumput hijau.

Untuk memasuki Minack Theatre kita harus membayar tiket seharga £4.5 atau sekitar Rp. 80.000,

Sayangnya, Minack Theatre tidak mengelar pertunjukkan setiap hari. Ada waktu-waktu tertentu. Biasanya seminggu 2-3 kali di akhir pekan. Dimana pertunjukan biasanya digelar di sore hari. Sehingga ketika sunset tiba dan tata lampu dinyalakan membuat suasana romantis kian terasa.

Ada atau tidak ada pertunjukkan, Minack Theatre terbuka bagi pengunjung. Setiap hari, mulai pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Kelebihan lainnya mengunjungi Minack Theatre diluar jadwal pertunjukkan, kita bisa leluasa berfoto ria, menikmati suasana dan menjelajah setiap sudut teater berbentuk setengah lingkaran tersebut.

Minack theatre memiliki tempat duduk yang unik, terbuat dari batu. Untuk kelas biasa posisinya melingkar di tengah area. Kelas VIP agak lebih tinggi, posisinya sebelah kiri. Uniknya bangku-bangku batu itu diberi nama sesuai judul film legendaris yang sempat dipentaskan dramanya di sana.

Ada lagi bangku VVIP, letaknya di balkon. Namanya juga balkon, tentu saja posisinya lebih tinggi. Di tempat ini semua penjuru terlihat jelas. Cakrawala benar-benar ada di depan mata.

Untuk mengetahui sejarah berdirinya Minack Teater kita bisa melihatnya di museum aka ruang pamer yang tak jauh dari teater tersebut. Minack theatre lahir dari tangan Rowena Cade. Seorang wanita perkasa yang mempunyai mimpi besar terhadap seni drama. Pada 1931 hingga akhir hayatnya pada 1983, Rowena mendirikan dan membiayai teater Minack sendiri.

Rowena lahir pada 1893 dari keluarga berada. Saat perang dunia pertama keluarganya jatuh bangkrut. Kondisi memaksa Rowena remaja menjadi pengurus kuda dan tinggal di karavan. Sampai akhirnya ia dan keluarganya pindah ke Cornwall.

Pada 1929 ia menggelar pertunjukan drama dan mendapat sambutan hangat dari kerabatnya. Dari sana ia memiliki ide gila. Ia ingin mengubah tebing bebatuan itu menjadi tempat pertunjukan. Dibantu dua orang pegawainya ia berhasil mewujudkan mimpinya tersebut. Dan jadilah Minack Theatre yang bisa kita kunjungi sampai saat ini.

Mau lihat seperti apa indahnya Minack theatre, ini dia video hasil jalan-jalan kami beberapa waktu yang lalu itu:

N24. NAdes13072016

Intip keindahan wisata Cornwall lainnya di sini!

Porthcurno Beach, Pantai Tersembunyi Nan Elok di Cornwall Inggris

Atau, artikel menarik lainnya berikut ini!

Pesona Wisata Land’s End, Si Ujung Inggris

Brick Lane Market, Pusat Kuliner Dunia di London

Wisata belanja London tak melulu wisata belanja kelas atas seperti Harrods dan sebagainya. Satu wisata belanja yang patut anda jajal saat melancong ke London adalah pasar tradisionalnya, karena di sini kita bisa melihat sisi lain kota London.

Salah satu pasar tradisional yang masuk dalam daftar destinasi kunjungan wisata london ialah Brick Lane Market yang buka setiap hari Minggu.

Pasar ini telah ada sejak abad ke-17 yang awalnya menjual sayur dan buah hasil petani lokal. Namun seiring waktu, sekarang bisa kita jumpai segala macam produk di sini. Tak hanya sayur dan buah, barang antik, pernak-pernik, pakaian, tas, sepatu, suvenir dan lainnya lengkap tersedia.

Meski beragam barang dijual di sini namun lebih dari setengahnya merupakan penjual kuliner. Uniknya, sebagai kota multi etnik dan beragam bangsa, di sepanjang Jalan Brick Lane ini akan kita temukan segala rupa kuliner dari berbagai negara di dunia. Asia, Afrika, Amerika, Eropa.

Kuliner Malaysia, Singapura, Korea, Cina, Burma, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, Bangladesh, Jepang, Maroko, Turki, Brasil, Spanyol, Athena, Italia, Jerman, Polandia, Caribia, bahkan kuliner Ethiopia pun ada dan masih banyak lagi kuliner negara lainnya.

Mulai dari makanan kecil hingga makanan berat. Mulai dari yang asin hingga yang manis. Rata-rata harga makanan yang ditawarkan di sini per-porsinya £5 pounsterling atau sekitar Rp. 90.000. Sedangkan untuk minuman,  yang termurah £1 atau sekitar Rp. 18.000 untuk segelas jus stroberi.

Adapun lapak jualan mereka menggunakan tenda non permanen. Ada pula yang menggunakan mobil seperti yang saya temui. Yaitu penjual kopi yang menggunakan black cab alias taksi hitam, ciri khas taksi London, sebagai boot jualanannya.

Di pasar ini terdapat dua toko beigel yang sangat laku dan legendaris. Telah ada sejak tahun 1855 dan 1974.

Melirik ke belakang, kawasan ini cukup menarik untuk diketahui. Brick lane diambil dari kata brick yang artinya bata karena pada abad ke-15 di kawasan ini terdapat pabrik bata.

Di abad ke-19 kawasan ini didatangi para migran dari Irlandia dan migran Yahudi. Di abad ke-20 masuklah para migran Banglades bersamaan dengan perlahan keluarnya kaum Yahudi di kawasan ini.

Hingga sekarang kawasan ini didominasi migran Banglades. Tak heran jika penamaan jalan di kawasan ini selain menggunakan Bahasa Inggris juga menggunakan Bahasa Urdu. Tak heran pula jika di sini terdapat mesjid yang cukup besar bernama Brick Lane Jamme Masjid. Nuansa keragaman pun terasa ketika melewati mesjid ini manakala bel gereja sebelah berdentang kencang.

Diantara hiruk pikuk wisatawan yang tengah hilir mudik musisi jalanan menambah marak suasana pasar ini. Jika Anda memasukkan Brick Lane Market sebagai salah satu destinasi tujuan anda melancong ke London, catat waktunya, ya! karena Brick Lane Market hanya buka di hari minggu saja, mulai pukul 10 pagi hingga 5 sore. Sedangkan di hari lain kawasan ini tidak begitu ramai karena hanya toko-toko permanen saja yang buka.

****

Waktu kian merapat siang, saya pun segera meninggalkan Brick Lane Market untuk menghadiri perayaan HUT RI  di Wisma Nusantara yang tak lain adalah kediamannya Pak Dubes kita. Mau tahu keseruan acara 17’an kami? Mari merapat kemari..

Ana & Fia BGT  Meriahkan Perayaan HUT RI di London

Ana & Fia BGT  Meriahkan Perayaan HUT RI di London

Masih ingat dengan ana dan Fia yang masuk 10 besar Britain’s Got Talent 2016?
Pasti inget dong ya..
Nah, mereka menghibur masyarakat indonesia di Wisma Nusantara London, pada 7 Agustus 2016. Acara tersebut dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-71.

Bertempat di kediaman Dubes RI untuk Inggris dan Irlandia perayaan HUT RI ini berlangsung meriah. Dihadiri ratusan masyarakat indonesia yang diramaikan lomba ala 17 Agustusa, seperti balap karung, tarik tambang dll.

30 stan meriahkan acara yang dimulai pukul 11 siang hingga 5 sore. Diantaranya sajian aneka kuliner Indonesia hingga batik dan kerajinan tangan. Pagelaran busana batik, tarian dan nyanyian menyita perhatian para penonton yang tak hanya masyarakat Indonesia tapi juga para bule.

Dari sekian penampilan yang disuguhkan, permainan angklung dari Bandung terasa lebih Indonesia. Selain menampilkan beberapa lagu daerah, tarian serta tembang sunda, grup angklung yang terdiri dari 40 orang yang tour selama 40 hari di Eropa inipun memainkan lagu barat seperti “Mama Mia” menambah hangat suasana.

Yang tak kalah menarik ialah penampilan Ana dan Fia. Dari sekian banyak lagu yang mereka bawakan “Tell Him” lagu andalan mereka di Birtain’s Got Talent dinyanyikan kembali di perayaan HUT RI yang ke-71 ini. Hal tersebut berhasil memukau penonton.

Setelah menyanyikan beberapa lagu Barat, pop dan rock, puncaknya, duo ibu anak yang serba bisa membawakan aneka genre musik ini pun menyanyikan berberapa lagu dangdut. Diantaranya Terajananya Oma Irama dan Alamat Palsunya Ayu Tingting yang bikin penonton bergoyang seru dan menambah hangat suasana London yang kala itu cukup panas.

Tak pelak sajian hiburan, jajanan kuliner Indonesia dan perlombaan ala 17’an ini mampu mengobati kerinduan para perantau akan tanah air.

Sama halnya dengan masyarakat Indonesia lainnya yang bermukim di Inggris, Ana dan Fia menuturkan selalu kangen dengan suasana 17’an di tanah air. Apalagi Fia yang 7 tahun lalu masih mengikuti upacara 17’an serta memeriahkan lomba-lomba ala 17’an di tempat tinggalnya dulu, Bekasi. Balap karung, lomba makan krupuk dan perlombaan lainnya adalah yang selalu ia kangenin dalam perayaan 17 agustusan di tanah air.

Mau lihat penampilan Ana & Fia nyari Alamat Palsunya Ayu Ting Ting?
Ini dia!

Mau intip keseruan acara 17 Agustusan kami di Wisma Nusantara London? Ini dia!

Tayang hari ini di Net12. NRosmel12082016

Sepulang dari Wisma Nusantara, saya langsung meluncur ke beberapa ikon London lainnya. Ikuti jalan-jalan saya yang berjudul:

Romantisme London Eye Kala Senja 

Romantisnya London Eye Kala Senja

Sebagai kota besar di Eropa sekaligus kota terbesar di Inggris London memiliki banyak ikon yang banyak diburu wisatawan lokal dan mancanegara. Diantaranya ialah Trafalgar Square, Big Ben, Gedung Parlement, London Eye, Sungai Thames dsb dan masih banyak lagi lainnya.

Beberapa tempat yang disebutkan di atas itu bisa kita jajal dalam sekali jalan. Dimulai dari Trafalgar Square yang merupakan alun-alunya Kota London. Ke london tanpa mampir ke sini rasanya tidak syah. Trafalgar square tak hanya diburu wisatawan saja tapi juga dijadikan tempat nongkrong yang asyik bagi londonernya itu sendiri. Terlebih di sore hari di saat musim panas seperti ini. Di sini akan kita temui art performance. Seperti musisi jalanan, pelukis jalanan dll.

Trafalgar itu sendiri dilingkup beberapa ikon london lainnya yang sangat terkenal diantaranya  National Gallery, monumen menjulang lengkap dengan patung 4 singa ukuran besar serta kolam air mancur yang sangat besar di tengah alun-alun ini.

Duduk-duduk sore hari saat musim panas seperti saat ini terutama di pinggiran kolam air mancur terasa menyegarkan. Dimana cipratan air mancurnya kadang menerpa kita ketika tertiup angin.

Selain duduk-duduk menikmati suasana berfoto di sini adalah hal wajib yang dilakukan para wisatawan.

Setelah puas menikmati suasana Trafalgar Square, saatnya melaju ke arah selatan untuk mencapai London Eye yang ikonik itu. Jarak keduanya cukup dekat. Dengan berjalan kaki 15 menit sampailah kita di London Eye.

Sebelum tiba di London Eye mata kita disajikan pemandangan ikon london lainnya. Salah satunya ialah Downing Street yang tak lain adalah kantor Perdana Menteri Inggris yang juga jadi sasaran foto para wisatawan.

Tak jauh dari Downing Street menjulang Big Ben terlihat dari kejauhan. Hiruk pikuk wisatawanpun makin terasa. Banyak spot yang cantik untuk mengabadikan Big Ben. Salah satunya di perempatan yang terdapat phone box merah khas Inggris yang ikonik itu.

Langkah makin merapat ke westminster bridge yang ramai diserbu wisatawan karena di sini merupakan spot yang pas untuk mengambil foto Gedung Parlement, London Eye dan Sungai Thames.

Saat senja makin merapat suasana makin terasa romantis karena udara makin sejuk terasa dan lampu remang mulai menerangi Big Ben dan Gedung Parlement yang kuning keemasan.

Begitupun London Eye dan gedung di sekitarnya, pantulan sinar lampunya jatuh di permukaan Sungai Thames yang indah dimana kapal-kapal dan boat melaju tenang di atasnya.

london eye at night

Tak lupa kios suvenir yang berada di sisi Westminster Bridge terkena imbas ramainya diserbu wisatawan yang ingin membeli cindera mata khas Inggris.

Jadi, jika ingin menikmati sisi lain keindahan kota london cobalah jalan di sore hingga malam hari. Khususnya di Sungai Thames yang melingkup London Eye, Gedung Parlement dan Westminster Bridge ini.

 

N10. NRosmel. 12082016

Sebelum saya JJS ke sini terlebih dahulu saya ikut merayakan HUT RI di Wisma Nusantara bersama Ana n Fia, tau kan mereka?
Iya betul! mereka yang lolos Britain’s Got Talent itu loh..
Mau intip kegiatan saya tersebut? ini dia!

Ana & Fia BGT Meriahkan HUT RI di London