Jembatan Air Usia 3 Abad, Pontcysyllte Aqueduct

Berwisata ke Inggris tak harus melulu London, Oxford, Birmingham ataupun kota-kota besar lainnya di Inggris. Tapi cobalah juga berkunjung ke negara bagian Inggris Raya, Wales. Wales memiliki banyak destinasi wisata yang cantik dan menarik untuk dikunjungi. Salah satunya ialah jembatan air Pontcysyllte Aqueduct yang dibangun pada tahun 1795.

Jembatan air?
Ya.
Dinamakan jembatan air karena di atas jembatan ini mengalir air yang menghubungkan dua kanal.

Awal mula pembangunan jembatan ini untuk menggabungkan dua desa yang terhalang oleh lembah dan sungai. Desa tersebut bernama Desa Froncysyllte dan Desa Trevor. Kedua desa tersebut memiliki kanal air. Kehadiran jembatan air ini berhasil menggabungkan kedua kanal tersebut dan mampu menjadi sarana transportasi air yang sangat efektif.

Jembatan air Pontcysyllte Aqueduct dibangun selama 10 tahun (1795-1805) lewat ide seorang insinyur sipil berdarah Skotlandia bernama Thomas Telford. Meski jembatan air ini telah berumur tiga abad namun masih kokoh berdiri dan masih beroperasi.

Namun kini fungsinya bukan hanya semata sebagai  sarana transportasi air tapi lebih ke tempat wisata. Wisata air yang merangkap wisata alam ini mampu menarik wisatawan lokal dan manca negara.

Desa tempat jembatan air ini berada sangat asri dan indah. Di atas  jembatan air kita bisa melihat pemandangan alam desa sekitar dari ketinggian, indah sekali.

Jembatan air Pontcysyllte Aqueduct tingginya 38 meter, panjangnya 307 meter, disanggah oleh 19 pilar yang amat sangat kokoh. Antar pilar yang berbentuk melengkung indah tersebut berjarak 16 meter. Hal ini menobatkan Pontcysyllte Aqueduct sebagai jembatan air tertinggi dan terpanjang di Inggris, Hal ini pula membuat Pontcysyllte Aqueduct masuk dalam a grade i listed building juga masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO.

Lebar jembatan air Pontcysyllte Aqueduct hanya 3,4 meter saja. Itupun dibagi dalam dua badan jalan. Satu untuk pejalan kaki ataupun pesepeda. Satunya lagi untuk jalur boat (perahu).

Karena jalur untuk pejalan kaki (pesepeda) sangat sempit maka kita harus sabar berbagi jalan antara mereka yang berlainan arah. Jalan di ketinggian jembatan ini sedikit memacu adrenalin ketika angin bertiup sangat kencang. Tak heran banyak yang berpegangan pada pagar besi yang dibuat hanya di satu sisi ini. Sedangkan sisi jembatan satunya lagi tidak diberi pembatas pagar jeruji besi

Jalur jembatan air ini hanya memuat satu boat saja. Maka dari itu harus ada koordinasi dari kedua belah arah. Boat mana dulu yang akan melewati jembatan air ini. Selain boat, jalur jembatan air inipun biasa dilalui kano dan kayak. Tapi hanya yang bernyali besar sajalah yang berani berkayak dan berkano ria di ketinggian jembatan plus diterpa angin yang sangat kencang sekali.

Untuk bisa merasakan sensasi menaiki boat selama 2 jam pulang pergi melintasi jembatan air plus kanal dari Froncysyllte ke Bryn howel dan sekitarnya, wisatawan dikenakan tiket sebesar 13,5 pounsterling atau sekitar 383.000 rupiah.

Sedikit bocoran, konon, salah satu material penguat pembangunan jembatan air Pontcysyllte Aqueduct ini menggunakan darah lembu.
Hmm… darah lembu.. rasanya ada sedikit mistis ya 😀
Mungkin dari darah lembu tersebut ada sebuat zat yang bisa membuat jembatan ini berdiri kokoh. Itu terbukti sampai sekarang, tiga abad kemudian, jembatan ini masih beroperasi.

Waktu yang tepat untuk berwisata ke jembatan air Pontcysyllte Aqueduct enaknya di musim panas. Selain cuaca hangat, anginnya tidak kencang, sehingga Anda bisa berlama-lama di atas jembatan air Pontcysyllte Aqueduct untuk menikmati keindahan suasana sekitar.

 

N10. N31Rosmel.19112015.

Cintai Anaknya, Sayangi Ibunya

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu ibu mertua saya Ultah nih. Sebagai menantu yang kurang perhatian sama mertua, terlintaslah ingin memberikan sesuatu kepada beliau, supaya beliau senang. Tapi, apa ya kira-kira… ? hmmm..

Oiya, sebelumnya, beberapa hari yang lalu, saya sempat pesan cake ke neng Nhie untuk teman saya yang lagi ada kerjaan di Bandung. Yaudah, saya pun menghubungi lagi si eneng yang pinter pisan bikin cake ini.

Sayangnya, itu dapur produksi yang gak pernah sepi orderan ngak pernah nyetok barang. Alias cake dibikin sesuai pesanan. Mana kita terpaut waktu 7 jam lagi. Indonesia lebih cepet. Jadi, tadinya, saya pikir kalau pesan pagi, sore bisa diantar. Ealah, dasar baru buka mata, dimana jiwa dan raga belum bersatu, perasaan kita dalam waktu yang sama, padahal di indonesia udah siang dong ah. Mana beliaunya lagi ngerjain orderan punya orang lain pulak.

Setelah berhasil dirayu dan sangat profesional banget si eneng ini menyanggupi bikin cake orderan saya nanti malam katanya. Dengan target itu cake dikirim jam 6 pagi keesokan harinya. Wah, jempol deh buat si eneng yang tinggal di Cimohai ini.

Jadi, ya gitu. Hari gini, dunia dalam genggaman. Meski saya tinggal di Inggris, pesan cake di Cimahi untuk diantarkan ke mertua saya di Bandung, bukan perkara sulit. Oiya, ini adalah pesanan saya yang kesekian, sebelumnya, saya juga pernah pesan cake untuk mama saya di sini.

Besoknya, Nhie ngabarin kalau cake udah sampai di alamat tujuan. Setelah saya cek, ternyata mertua sedang terapi ke Garut. Setelah selang beberapa waktu, terhubung, dan beliau baru saja sampai di rumah.
“Tan, ci eyang meni carinakdak… terharu…,“* begitu kata ipar saya 😀
(carinakdak = matanya berkaca-kaca, sunda-red)

Mamah mertua senang, saya juga ikut senang. Selamat ulang tahun, ma! Semoga panjang umur nan barokah, Aamiin.

Dan inilah penampakkan cake pesanan untuk mahmer (mamah mertua – kiri). Sedangkan yang kanan pesanan untuk teman saya (org Jakarta) yang tempo hari datang ke Bandung. Alamat kirimnya ke hotel tempat ia mengenap. So, buat kamu, orang luar kota Bandung, yang lagi berada di Bandung, bisa pesan seperti yang saya lakukan ini.

bolu keju

Cakep kan penampakkannya? Yang kanan itu namanya triple choco pudding cake kalau yang kanan namanya bolu keju gondrong, nama yang aneh 😀
Dikasih nama demikian karena parutan kejunya numpuk panjang-panjang, gondrong gitu deh. Hmmm… yummyy… Saya pesan 4 rasa sesuai dengan yang tersedia. Rasa vanila, pandan, lemon dan green tea.

Deuh, betapa enaknya hidup di jaman serba inet dan serba online shop seperti ini. Gak hanya beli pakaian, beli cake juga bisa sesimple ini. Alhamdulillah. Membahagiakan orang terkasihpun terasa lebih mudah. Selamat ulang tahun, ma. Salam baktos Aa-Osi.

So, buat kamu yang mau ngasih cake kepada orang terkasih, entah itu orang tua, mertua, saudara, teman, kerabat yang di Bandung, ataupun yang sedang berada di Bandung, bisa lakukan apa yang seperti saya lakukan ini. Mudah. Serasa dunia dalam genggaman.

Behind The Scene NET_CJ Versi Gagal Tayang

Hari ini saya masih ngubek-ngubek file lama dan nemu video-video yang DIBUANGSAYANG. Saya sengaja menyimpannya sebagai kenangan dan sebagai rantai proses pembelajaran jadi NET_CJ.

Perhatiakan video berikut ini:

Kemudian lihat video yang ada di sini. Perhatikan dengan seksama. Ada yang aneh?

Hmm.. sebelum Anda merapat kesana, baiklah, saya kasih bocorannya. Perhatikan baju yang saya pakai. Take PTC aka oncam alias omong-omong depan kamera kali ini mayan lancar, ketimbang video yang ini yang kacau banget karena lagi sakit gigi bo! 😀

Begitu saya bilang: “Bagaimana kalau kita tanya orang sekitar, ya?”
sayapun clingukkan kali aja ada orang lokal yang seliweran gitu. Sialnya, karena itu waktu udah sore, gak ada orang lokal, malah yang ada turis seliweran. Lah, mereka kan bukan orang Wales jadi gak bisa bacanya. Begitu juga dengan turis Jerman yang saya temui.
“Meneketehe,” katanya sambil melambaikan tangan ke arah kamera,  nyerah.. nyerah… Emang Dunia Lain! 😛 Selengkapnya bisa baca di sini.

Setelah keliling-keliling mencari orang lokal akhirnya saya pun nyerah.
Lalu?
ya sudah.. ciao…
cabut bo!
Seterusnya kami menuju tempat kemping yang sudah dibooking dan bermalam di sana.

Besok paginya, kami datang kembali ke desa ini hanya untuk oncam akan PTC.

Untunglah pagi itu banyak orang lokal (orang setempat alias orang Wales) yang seliweran. Akhirnya, saya pun berhasil obrol-obrol sama doi dan minta diajarin pengucapan desa dengan nama unik tersebut. Kata di-a-ja-rin- itupun batal. Karena saya teuteup ngak bisa melafalkannya. Nyerah… nyerah….

Dan inilah penampakkan video hasil perjuangan nyari orang lokal tersebut. Oiya, ini video kedua kalinya tayang. Pertama tayang tgl 2 oktober 2015 (NET10), sedangkan yang ini tayang 5 oktober 2015 (NET12). Dibacainnya, teuteuppp.. sama non Angie Ang 😉 Suka deh sama doi.

Eh ternyata, doi pacarnya G Pamungkas 😀
Paan sih! rumpipisan.com

 

Masih #dibuang saya

Ketika masuk Best Video of The Month

Senang itu ialah ketika si yayang kena virus NET_CJ. Setelah Video pertamanya tayang, doi makin rajin aja deh. Puncaknya, setelah salah satu videonya masuk Best video of the week lalu masuk Best Video of The Month. Selamat ya, bro! 😉