Monthly Archives: February 2015

Trauma Penipuan Lewat SMS, berakhir konyol

Bertahun lalu, sebuah SMS masuk ke HP teman saya. Mengabarkan hadiah 50 juta rupiah. Syaratnya, transfer hadiah dilakukan via ATM. Karena tidak memiliki rekening yang disyaratkan, ia meminta tolong saya. Meski riskan, iming-iming rupiah membuat saya mengalah.

Kami hubungi si pengirim SMS. Ia berbicara cepat sekali, menyuruh saya menekan tombol ini-itu, transfer pulsa dan entah apa lagi, saya tak ingat, saking kedernya.

Terakhir, ketika ia meminta nomor pin ATM, saya terhenyak. Jantung berdebar cepat. Wah, penipuan ini! Saya ditampar kesadaran. Ponsel langsung dimatikan lalu keluar dari ATM sambil mengomeli teman, “ini penipuan, tau!”

Selang seminggu, saya ke ATM. Heran, ATM menolak mengeluarkan uang. Lalu saya mengecek saldo. Lutut saya lemas, keringat dingin pun keluar saat melihat saldo yang semula tiga jutaan, menjadi tiga digit saja. Sialan! SMS berhadiah itu ….

Orang Bank bilang, pembobolan rekening lewat internet diluar kuasanya. Ia angkat tangan. Kesal! Geraammm…

Sejak itu, saya trauma dengan apa-apa yang namanya hadiah yang to good to be true.

***

Waktu berselang. Beberapa bulan kemudian, di sebuah siang telefone rumah berdering.

“Ini dengan Ibu Ade?”

“Betul.”

“Bu, saya akan mengirimkan barang, cuma kesulitan menemukan rumah ibu. Posisi saya ada di wartel Z, dekat mesjid M. Tolong ibu beri alamat lengkapnya, ya?” ujar di seberang sana.

Barang? Heran. Saya tidak merasa memesan barang apapun. Mungkin suami saya memberi surprise. Saya menyuruh si kurir untuk menelefon beberapa menit lagi. Segera saya menelefon suami di kantor. Ternyata, dia tidak memesan barang apapun.

Hmm, saya curiga. Modus ini pernah saya dengar. Alih-alih mendapat barang gratisan,  malah rumah kita digasak mereka yang biasanya membawa mobil van.

Telephone berdering lagi, kurir itu mendesak meminta alamat rumah. Saya keukeuh tidak memberitahukannya.

“Pokoknya, saya tidak mau menerima barang yang bukan hak saya!”

“Bu, saya cuma disuruh bos untuk mengirimkan Mini Compo yang telah dibeli, telah dibayar. Ibu tinggal terima saja. Saya sudah berputar-putar dari tadi, pekerjaan saya masih banyak,” omelnya.

Saya emosi, “Kalau begitu, saya harus cek dulu, tokonya apa? alamatnya dimana? pemilik tokonya siapa?”

Sayangnya, ia tidak menjawab dengan jelas siapa nama pemilik toko bosnya itu. Dia cuman bilang Engko dan Enci. Ya sudah, tidak saya ladeni. Apalagi ia malah bersungut-sungut, keukeuh memaksa alamat saya. Telefon pun saya matikan.

***

Lepas isya, seorang anak kos bertanya.

“Teh, apakah ada titipan barang untuk saya?”

“Barang apa ya?”

“Mini Compo.”

“Hah?” perasaan bersalah mendera.

“Mbak ini siapa namanya?” tanya saya yang baru sebulan tinggal di rumah mertua yang memiliki 10 kamar kos.

“Ade,” jawabnya. Saya merasa makin bersalah.

Saya meminta maaf pada gadis itu. Lalu saya ceritakan kejadian tadi siang. Ia menatap kosong.

“Makanya De, lain kali kalau beli barang seperti itu, beri tahu orang rumah (ibu kos, termasuk saya),” saya mencari alasan.

Wajahnya kecut. Pikirnya, tak yakin si kurir mau datang kembali.  Lalu ia berinisiatif untuk mengambilnya sendiri ke toko tsb. Dalam tatap nanar yang hambar ia bertanya,

“Jadi, teteh namanya Ade juga, ya?”

“Bukan.”

Ia melongo.

“Teteh namanya siapa?

“Nama saya Rosi.”

Ia ternganga.

“Suami saya namanya Ade. Jadi, di perumahan tempat kami tinggal dulu, saya dipanggil Bu Ade.”

“?!….” alis gadis itu berkerut. Heran dengan kekonyolan saya.

***

Pesan moral:

  • Waspada boleh, parno jangan! 😀
  • Ingat sama nama anda sendiri 😛
  • Buat yang punya kos-kosan kenalin nama anak-anak kos anda 🙂

Tulisan konyol ini telah dimuat di Majalah Ummi Edisi 9, 2014 dengan judul “Karena Sebuah Nama” yang covernya ustad Reza 😉

ummi senyum simpul

Penipuan lewat Facebook

Pesan Ari Lasso kepada para pria, bagaimana cara menjebol hati wanita: “Sentuhlah ia tepat di hatinya, buatlah dia terbang melayang…” sangat tepat.

Sayangnya pesan Ari Lasso itu banyak dimanfaatkan oleh lelaki jahat. Setelah hati digenggam, akal sehat tenggelam, nalar pun tak lagi berfungsi ketika ia “terbang melayang”, seperti yang Ari Lasso bilang.

Fakta mudah lelehnya hati perempuan melahirkan fenomena tipu daya lelaki jahat di dunia maya. Sebenarnya ini lagu lama. Tapi herannya, sampai detik ini, masih saja banyak wanita yang termakan tipu rayu lelaki. Ironis memang.

Senjata apa sih yang digunakan lelaki jahat dalam merampok hati wanita? Sepele, hanya kata-kata. Kata-kata cinta, kata-kata harapan dan masa depan dan tentunya dibumbui drama fiksi belaka.

Kisah sedih istrinya yang meninggal karena kanker, menjadi single parent lalu mencari pengganti istrinya, ia memiliki karir bagus dan seterusnya. Modal kata-kata seperti itu mampu membuat banyak perempuan masuk dalam kisahnya yang seolah nyata. Tak lupa kata-kata manis diumbar. Babe, love, honey dan seterusnya. Membuat si perempuan tersanjung dan terperangkap dalam romantisma.

Tak usah menunggu lama untuk sampai perempuan itu terbuai dan klepek-klepek dibuatnya. Dalam hitungan beberapa minggu, dipastikan si perempuan merasa klik. Klop. Dan berkesimpulan, inilah tambatan hati yang selama ini dinanti.

Facebook, perempuan Indonesia yang lugu, dan lelaki bule yang lihai merayu, itulah fenomena scam cinta dunia maya. Saat si perempuan telah melayang, termakan kata-kata, hatinya jebol, nalar pun mengikuti kata hati, jebol pula. Maka, ketika si belahan jiwa yang (katanya) terpisah benua itu berada dalam kesulitan, tentunya si perempuan tak sungkan untuk menolongnya. Bahkan untuk urusan yang sangat sensitiv sekalipun. Uang.

Meski beresiko, toh banyak juga perempuan Indonesia yang melakukan hal ini. Mengirimkan uang kepada seseorang yang belum pernah ia jumpai di dunia nyata. Dengan asumsi, semua yang kirimkan pasti kembali dengan hitungan yang berkali lipat, sesuai janji si bule. Tak hanya itu iming-iming perhiasan pun melengkapi kepercayaan si perempuan.

Tidak disangkal, bagi sebagian perempuan Indonesia mendapatkan pasangan hidup seorang bule adalah nilai lebih. Mereka berpikir lelaki bule lebih romantis, bisa mempebaiki keturunan, bisa hidup “wah” dan memperlakukan perempuan dengan baik dan istimewa. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Baik-buruk, hitam-putih, selalu ada di setiap tempat, setiap negara. Begitu pun dengan laki-laki.

Mengenai scam cinta dunia maya ini, penulis pernah bersigungan langsung. Adalah seorang teman lama, sebut saja Bunga 😀 yang terkait kembali di jejaring sosial, setelah ia mengetahui bahwa penulis bertempat tinggal di Inggris. Bunga yang memiliki kekasih orang London, meminta bantuan untuk menelurusi keberadaan kekasihnya, sebut saja ia bernama X.

Pasalnya, dalam sebulan terakhir X sangat sulit dihubungi. Padahal sebelumnya mereka intens bertemu di media chat room Facebook. Bahkan mereka telah mereka-reka rencana masa depan berdua. Bunga memberikan alamat rumah dan nomor telefon X.

Sebenarnya, bagi penulis yang tinggal di kota Worcester, sangat mudah mengecek keberadaan alamat rumah X di London, yang berjarak 137 mile dan harus ditempuh sekitar 3 jam. Tinggal klik Google Map, semuanya terlihat di sana dalam hitungan detik. Setelah di klik, cukup mencengangkan. Sebab alamat rumah X itu adalah sebuah gedung perkantoran yang baru dibangun.

Lalu, mengenai nomor telefon. Penulis lebih tercengang lagi. Bunga menyebutkan nomor ponsel X adalah +447012946054. Kesan pertama setelah telefon tersambung,  suaranya di seberang sana terdengar kurang jelas. Kesan kedua, si penerima telefon tidak beraksen Inggris British, lebih ke aksen orang kulit hitam. Kesan ketiga, ia tercengang ketika saya katakan, saya temannya Bunga dari Indonesia. Seterusnya ia menjadi sulit diajak komunikasi dengan alasan sinyal tidak bagus. Ia memberi saran agar meng-SMS alamat email saya kepadanya. Ia berjanji akan menjelaskannya semuanya melalui email.

Anehnya, berulang kali SMS dikirimkan selalu gagal. Kembali Google menjadi tempat untuk bertanya. Kesimpulannya adalah: nomor +4470xxxx tersebut bisa dibeli dari dua perusahaan di UK yang menyediakan service telefon internet. Biasanya nomor ini dipakai oleh pebisnis yang sering wara-wiri lintas negara. Tapi kemudian, nomor ini banyak digunakan oleh para scamer karena pendaftarannya tidak ketat dan murah. Scamer juga mendapatkan bagian uang dari setiap telefon yang masuk ke nomor +4470xxxx ini. Jadi, telephone dengan nomor awal +44xx tersebut belum tentu berlokasi di UK, bisa di Nigeria, bisa di Malaysia, bisa pula di Indonesia

Kecurigaan pun semakin bulat. Sebab, penulis menggunakan paket telefon sekian pounsterling untuk penggunaan sepuasnya (free) ke handphone seluruh UK. Tapi ketika mengontak nomor telefon X di nomor +4470xx tadi, sekitar satu menit penulis kena biaya sebesar £ 4,5.

Mencengangkannya lagi, ketika Bunga makin terbuka. Ia katakan, bahwa sebelum X menggunakan nomor +4470xx ini, Bunga biasa menghubungi X di nomor +2347060516686. Surprise, karena menurut Google +23470 adalah nomor handphone Nigeria dan nomor scam ini sudah terkenal di jagat maya.

Setelah fakta-fakta terbuka jelas, lemaslah Bunga yang sudah empat kali mengirimkan uang kepada X, mulai dari Bulan Mei hingga Agustus. Dan satu persatu kekukuhan Bunga terbantahkan, berguguran. Tapi X bilang, ia lulusan Universitas A dan bisnis perhiasannya cukup sukses. Hei, bukankah lidah tak bertulang? Siapapun bisa mengatakan ini dan itu, A, B, hingga Z?

Lalu, dengan PPnya di FB itu? Hei, bukankah kita hidup di jaman internet? Berapa miliar wajah-wajah manusia di dunia ini nampang di internet? Milyaran. Tinggal pilih, dalam hitungan detik, kopas, lalu masukkan dalam akun Facebook yang baru dibuat, jadilah sosok baru. No wonder, jika si X ingin akunya diseting privat, tanpa teman lainnya. Hanya kalian berdua. Terlebih koleksi fotonya hanya satu-dua saja, buram pula.

Jadi, wahai perempuan Indonesia, berhati-hatilah akan ucapan lelaki yang baru dijumpai. Jangan mudah percaya. Apalagi jika menyangkut hal yang paling sensitive, uang. Juga, selain menggunakkan hati, gunakan pulalah nalar yang sehat ketika seorang lelaki mengumbar kata-kata. Bukankah lidah tak bertulang? Tak terbatas kata-kata.

Dan yang tak kalah penting, wahai perempuan Indonesia, gunakanlah smart phone dan gadget yang anda miliki untuk mengakses internet dan menjawaban tindakan-tindakan yang mencurigakan. Sebelum anda terjatuh dalam lubang scam asmara yang membutakan nalar dan menguras rekening isi rekening.

******

Sebuah tulisan lama yang ingin dishare, karena sampai saat ini masih saja ada yang termakan rayuan gombal yang jijai bajai.

Opini tribun

 

 

 

Tiket Gratis All England 2015

Ngak kerasa, rasanya baru kemarin nonton All England di Birmingham (Liputan/hasil tulisanku bisa dilihat di sini, sini dan sini).

Buat saya dan suami, All England adalah sesuatu yang dinanti. Walaupun awalnya saya hanya menemani suami yang gila badminton, lama-lama enjoy juga dengan olah raga ini.

Seperti taun-taun sebelumnya, kami mendapat tiket gretongan dari club badmintonnya suami. Untuk All England kali ini, kami dapat 4 tiket. Untuk Selasa-Rabu, 3 dan 4 maret. Ehm, selalu saja bertepatan dengan hari kerja. Dan selalu saja harus minta cuti seperti taun-taun sebelumnya.

Sayang, karena udah kebanyakan cuti/ijin n emang lagi sibuk juga, walhasil suami hanya dapat ijin sehari doang. Sayang banget tuh klo tiket di tangan harus diangusin.

So guys, sapa mau tiket gretongan All England 2015???….

tiket

Oleh-oleh London

Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Halah, peribahasanya kejauhan. Jadi gini, setiap kali pulang mudik saya selalu ingin berbagi oleh-oleh untuk sanak sodara, walaupun mereka tidak meminta. Kadang yang saya beri pun tak istimewa, tapi tetep aja mereka suka.

Selain pada sanak sodara, saya juga senang memberi oleh-oleh kepada teman. Biasanya berupa, mug, fridge magnet, hiasan dinding, pernak-pernik pejangan lemari, syal dan sebagainya.

Kemarin tuh, pas mudik, oleh-oleh yang saya bawa, lumayan banyak juga. Itu oleh-oleh klo beli sekaligus bisa bikin dompet jebol. Berhubung saya emak-emak yang rajin menabung 😀 maka cara ringan untuk membawa segambreng oleh-oleh adalah dengan menyicilnya.

Salah satunya, waktu kemaren maen ke london, di deket pecinan kan banyak yang jual sovenir tuh. Harga satuan sama harga setengah atau seperempat losin, harganya mayan jauh. Ya udah deh, saya beli setengah losin fridge magnet. Selosin kartu pos dan seperempat halah seperempat, bilang aja 3 biji  scarf.

Jadi begitulah cara saya menyicil oleh-oleh buat dibawa mudik nanti, yang entah kapan itu 😉
oleh-olehInggris