All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Seru, Lomba Makan Cabe Naga di Inggris

Untuk ke-7 kalinya Birmingham mengadakan acara Chilli Festival yang diselenggaran di pusat Kota Birmingham, Brindley Place Central Square pada Jumat-Sabtu, 16-17 September 2016.

Acara dari pagi hingga sore hari ini dimeriahkan aneka stand kuliner mancanegara serta olahan makanan berbahan dasar cabai. Seperti rupa-rupa sambal, sosis pedas, chilli chocolate seharga £2 (sekitar Rp. 35.000 per kepingnya) dll.

Acara yang digelar di taman kota yang dilengkapi kolam ini sangat asik karena pengunjung bisa menikmati sajian aneka makanan sambil duduk-duduk bersantai di sekitar kolam apalagi dihibur street perfomance seperti jugling api serta ada beberapa pengunjung berkostum unik dengan topi cabainya.

Rata-rata makanan yang ditawarkan di sini berkisar £5-£7 (sekitar Rp. 90.000 – Rp. 120.000) per porsinya.

Ada pula stand yang menjual cabai serta pohon cabai dalam pot. Mulai dari cabai ukuran besar hingga cabai rawit. Adapun harga per potnya £5,99 (sekitar Rp. 100.000).

Yang paling menarik dari chilli festival ini ialah chilli eating competion alias lomba makan cabai. Adapun cabai yang diperlombakan di sini terdiri dari berbagai jenis macam cabai mulai dari yang terendah hingga tertinggi tingkat kepedasannya. Mulai dari paprika hingga carolina reaper naga chilli yang merupakan cabai terpedas di dunia.

Peserta yang bertanding pada kompetisi makan cabai di chilli festival kali ini terdiri dari 20 orang peserta. Setelah tahapan-tahapan pemberian cabai diberikan kepada para peserta berdasarkan tingkat kepedasannya, satu per satu peserta berguguran tak sanggup menahan panasnya mulut dan perut. Bahkan ada yang sampai muntah.

Setelah hampir satu jam perlombaan tinggal tersisa dua peserta yang keduanya sama tangguh. Entah berapa belas carolina reaper naga chilli (biasa disebut naga chilli) mereka santap tanpa tanda-tanda kepayahan hingga akhirnya panitia memutuskan mengakhiri pertandingan ini dengan hitungan draw. Kedua pemenang tersebut ialah Lou dan Parminder. Perlombaan yang dimulai pada pukul 3 sore inipun ditutup pukul 4 sore.

Intip keseruan lombanya berikut ini:

Net12. NRosmel,18092016

 

Sudah Seperempat Abad Wanita Inggris Ini Menari Topeng I Orang Inggris Tari Topeng

Ratusan warga negara Indonesia dan warga Inggris terkesima oleh penampilan seorang penari topeng di sebuah acara beberapa waktu lalu. Dengan luwesnya ia menari penuh penghayatan, lincah dan enerjik, sesuai karakter tari topeng yang dibawakannya.

Kita tahu tari topeng adalah tarian tradisional Indonesia tapi siapa sangka orang yang berada di balik topeng tersebut ternyata seorang bule. Saya merasa terkecoh sekaligus bangga pada warga negara asing yang sangat mencintai seni tradisional Indonesia.

Orang yang berada di balik topeng tersebut bernama Gill Roberts. Seorang warga Inggris yang jatuh cinta pada tarian tradisional Indonesia khususnya tari Jawa (Tengah), khususnya lagi tari topeng, saat pertama kalinya ia berlibur ke Indonesia.

Gayung bersambut, setelah jatuh cinta pada tontonan pertama, beberapa tahun kemudian, di tahun 1990, Gill bertemu dengan Pak Haryono yang merupakan Dosen STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Solo. Iapun kemudian belajar pada beliau.

Beruntungnya Gill karena beberapa tahun kemudian, ia berkesempatan untuk belajar tari di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) langsung. Menimba ilmulah Gill di Kota Solo yang penuh kenangan itu. Sejak itulah ia makin cinta pada seni tari tradisional Indonesia, khususnya tari Jawa (Tengah), khususnya lagi tari topeng.

Sekembalinya ke tanah Inggris Gill kerap menari tradional Indonesia di berbagai kesempatan. Gill yang juga guru tari dan artis ini pun mengajar tari topeng di sekolah-sekolah. Sering juga menyelenggarakan workshop tentang tarian tradisional Indonesia.

Gill sering tampil di acara seni budaya baik di dalam negeri (Inggris) walaupun di luar negeri, seperti Amerika dan Siprus.

Sesekali Gill tampil di hadapan masyarakat Indonesia yang bermukim di Inggris, jika ia diundang dalam sebuah acara. Seperti di acara Bristol Indonesia Society Gathering beberapa waktu lalu.

Ditemui di belakang panggung, wanita yang ramah ini begitu asik untuk diajak ngobrol seputar kecintaannya kepada seni tari tradisional Indonesia. Ia hafal betul semua karakter dan penokohan dalam setiap tarian yang ia bawakan. Seperti tarian yang barusan ia bawakan tentang si tokoh topeng yang bernama Panji.. Duh Panji apa ya… 😀 Lupa saya. Parah banget ya! orang Indonesia macam apa saya ini. Jadi malu 🙁

Ketika saya tanyakan sampai kapan Gill akan menari? Wanita yang telah seperempat abad menari (tradisional Indonesia ) inipun menjawab:
“I will keep dancing as long as i can.”
Wow banget kan?

Kamu, iya kamu, yang mengaku orang Indonesia, bisa nari tarian Indonesia gak? 😉

Oiya, untuk kepentingan manggungnya, Gill memiliki 6 kostum tari yang dipesan dari kota Malang. Begitupun beberapa koleksi topeng serta asksesoris lainnya dipesan langsung dari kota Malang.

Mau lihat atraksi beliau saat manggung? bagaimana luwesnya Ibu Gill menari topeng? Orang Inggris Tari Topeng

 

Ini foto saya bersama Ibu Gill sesudah pentas, tanpa kostum tari topeng, kalau tanpa kostum, ibu Gill nampak seperti orang Inggris lainnya, tapi kalau sedang menari, sembunyi dalam kostum dan topengnya, siapa sangka kalau beliau ini orang Inggris.

Gill penari topeng dari Bristol Inggris

Saya masih punya artikel dan video tentang Warga Inggris yang keren-keren berikut ini loh!

Tari Topeng di London Keren BANGET!
Orang Inggris Belajar Tari Topeng
Pa John pegiat gamelan jawa

Ke Clifton Bridge Ikonnya Bristol, yuk!

Sebetulnya Kota Bristol udah jadi kota kedua buat kami. Secara, di sinilah tempat ngumpulnya diaspora Indonesia yang kebanyakan tenaga profesional di bidang kedirgantaraan. Maklum bapak-bapak, ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Pengajian Al_Hijrah tempat kami bernaung, awalnya mayoritas X IPTN aka PTDI. Tau kan IPTN? Ituloh perusahaan pesawat terbang yang dirintis Pak Habibie?

Jadi, sudah 7 tahun lebih kota ini kami kenal. Bristol-Worcester udah kayak Bandung-Cimahi aja gitu 😀

Tapi entah kenapa, setelah beberapa tulisan perjalanan saya mejenk di berbagai koran dan majalah tanah air serta merambah CJ untuk NET TV, baru kali ini kami sengaja, seurieus meliput Ikon Bristol bernama Clifton Bridge. Lah, kemarin-kemarin kemana aja, pa? bu? 😀

Clifton Bridge adalah sebuah ikon Kota Bristol. Disebut juga Suspension Bridge atau jembatan gantung. Dibangun tahun 1829 hingga 1830. Didesign oleh Sir Isambard Kingdom Brunel. Jembatan ini memiliki panjang 412 meter, sedangkan tingginya 101 meter.

Dilihat dari usianya, jembatan ini sudah tua dong ya? 176 tahun gituloh. Tapi, jangan salah, walaupun sudah tua namun jembatan ini masih beroperasi.

Clifton Bridge dibuat tidak hanya untuk pengguna kendaraan bermotor saja, tetapi juga untuk para pejalan kaki. Terdapat dua ruas pedestrian di sisi kiri dan kanan jalan jembatan yang berpagarkan besi nan kokoh sehingga memberikan rasa aman bagi orang yang melewatinya.

Lokasi jembatan ini posisinya sangat strategis untuk dijadikan objek wisata andalan Bristol. Selain kekuatan wisata dari jembatannya itu sendiri juga karena jembatan ini terletak diantara ngarai yang menawarkan pesona alamnya.

Di jalur pedestrian banyak pejalan kaki, yang kebanyakannya wisatawan, bisa mengambil gambar dan berselfie ria. Tak hanya itu, kitapun bisa melihat pemandangan sungai dan alur jalan dari ketinggian, indah banget pokonya.

Di dekat Clifton Bridge ini ada objek wisata menarik lainnya yang tak kalah seru untuk dijajal, yaitu goa raksasa. Seperti apa penampakkannya? Intip aja artikel saya berikut ini:

Ada Goa Raksasa di Kota Bristol

Pemandangan dari Clifton Bridge ke sekitar ngarai yang indah membuat lokasi ini sering dijadikan tempat syuting film, program tv dan tentunya tempat selfie dong… 😉

Keindahan Clifton Bridge tidak hanya di siang hari saja, tetapi juga ketika sunset dimana kita bisa melihat keindahan Kota Bristol dari ketinggian. Dimana jembatan ini dihiasi 2796 lampu led yang hemat energi. Suasana pada malam hari di sekitar jembatan menjadi semakin romantis.

Gimana romantisnya jembatan ini kala senja? Cekidot dimarih! 😀

Net10. NAdes,13092016

Oiya, kalau udah lelah dan lapar jalan-jalan di Kota Bristol, kamu bisa makan di restoran halal bercita rasa Timur Tengah, ini dia bocoran tempatnya:

Kuliner Libanon di Bristol Inggris, Round Four, Cukup Untuk 7 Perut

Menakjubkan, Pesona Ngarai Partnachklamm Di Jerman

Di Jerman Selatan terdapat sebuah destinasi wisata alam yang sangat menakjubkan. Namanya Partnachklamm, atau Ngarai Partnach.

Dari Kota Munich diperlukan waktu satu jam perjalanan untuk mencapai wisata alam yang memesona ini. Sebelum tiba di Ngarai Partnach kita harus melewati jalan pedesaan yang masih sangat asri. Dimana jalanan desa ini hanya boleh dilalui oleh kereta kuda atau berjalan kaki.

Jika ingin menggunakan kereta kuda atau delman ala Jerman pengunjung harus merogoh kocek sekitar Rp. 50.000. Tapi jika ingin bersantai menikmati pemandangan alam sekitar, berjalan kaki juga asik. Jika berjalan kaki diperlukan waktu sekitar sekitar 20 menit hingga tiba di gerbang menuju ngarai.

Pemandangan desa menuju ngarai ini menyajikan pesona alam yang sangat indah. Rerumput hijau, kicau burung serta suara air sungai yang menggelontor menambah sejuk suasana.

Tiba di gerbang menuju ngarai kita masih harus berjalan lagi hingga tiba di ngarai. Meski jalanan menanjak namun lelah akan terbayar oleh pesona alamnya. Ngarai Partnach terbentuk melalui proses alam yang terjadi jutaan tahun yang lalu.

Pengunjung akan dibuat takjub oleh tingginya tebing bebatuan yang mengapit sungai sempit. Bentukan batuan alam raksasa banyak terdapat di sini. Panjang ngarai ini 702 meter, dengan lekuk-lekuk batuan raksasa yang beraneka bentuk sehingga tak bosan menjelajahinya.

Sedangkan tebing-tebing curam tersebut tingginya sekitar 80 meter. Ngarai yang terdiri dari tebing-tebing mencakar langit ini mengapit sungai-sungai sempit. Meski sungainya sempit namun aliran sungainya sangat kencang. Air sungainya menggelontor menghasilkan suara alam yang mengemuruh.

Demi keselamatan pengunjung,  jalanan di pinggir jurang diberi pembatas sehingga wisatawan yang ingin berfoto atau menikmati sensasi indahnya sungai sempit yang berada di bawah jurang tersebut merasa aman.

Selama berjalan di ngarai ini hati-hati ya.. karena jalanannya sempit, menanjak, juga licin, terlebih jika turun hujan. Di ngarai ini terdapat banyak goa-goa yang merupakan akses jalan menuju ngarai. Rembesan-rembesan air dari bebatuan di atasnya bisa kita rasakan.

Bebatuan raksasa, tebing yang tinggi, jurang yang curam, aliran sungai yang bening, kencang dan bergemuruh merupakan sebuah fenomena alam yang sangat indah menakjubkan.

Untuk memasuki wisata alam ini pengunjung harus merogoh kocek £4 euro (sekitar 58.000 rupiah)

Menyadari potensi wisata alam yang sangat indah ini pemerintah setempat membuka Ngarai Partnach sebagai destinasi wisata sejak tahun 1912. Saking terkenalnya Ngarai Partnach banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara dari dulu hingga kini.

Wisata Ngarai Partnach dibuka sepanjang tahun. Baik di musim panas maupun musim dingin dengan pemandangan yang berbeda tentunya. Dimana saat musim dingin kita akan temui batuan-batuan raksasa itu berselimut salju. Serta indahnya bentukan stalaktit-stalaktit es di ujung-ujung bebatuan itu.

Fasilitas lainnya yang ada di sini ialah cafe dan toilet yang berada di pintu gerbang masuk ngarai.

Mau intip bagaimana indahnya Ngarai Partnach? berikut ini videonya!

Net5. NAdes,14092016