All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Nikmati Indahnya Taman tertua di London

Taman adalah salah satu tempat yang banyak diburu warga Inggris ketika musim panas tiba. Betapa tidak, karena di sini kita bisa menikmati hangatnya matahari serta suasana sekitar yang sangat mendukung. Bunga-bunga indah bermekaran dimana-mana. Unggas-unggas berenang tenang di danau, mereka berkeliaran hidup bebas, ramainya pengunjung taman juga sajian musik yang bikin asik suasana.

Seolah tahu akan kebutuhan warganya, London memiliki banyak taman kota diantaranya adalah St James’s Park yang letaknya dekat dengan Buckingham Palace yang tak lain adalah kediaman Ratu Inggris.

St Jame's Park London

Otomatis keberadaan taman yang letaknya strategis ini menjadi destinasi andalan para wisatawan dalam dan luar negeri. Tak heran jika dalam setahunnya St James’s Park dikunjungi jutaan pengunjung.

Menilik ke belakang, ternyata taman kota ini telah ada sejak tahun 1603. Itulah sebabnya St James’s Park merupakan taman tertua diantara 8 Royal Park lainnya yang ada di kota London. Wah, taman ini umurnya sudah 5 abad ya?

Luas St James’s Park 23 hektar atau 230.000 meter persegi. Luas banget kan? itulah sebabnya mengeksplor taman ini tak cukup hanya sejam-dua jam. Luangkanlah waktu yang banyak di sini.

Penasaran liat penampakan tamannya? klik aja video hasil jalan-jalan saya ke St James’s beberapa waktu lalu itu. 

Selain mengeksplor setiap sudut taman yang tawarkan aneka keindahan, di sini pun kita bisa nikmati sajian musik semi orkestra yang dibawakan oleh korps tentara dari berbagai angkatan.

Band instrumen memainkan aneka jenis musik dari segala masa dan segala aliran. Diantaranya musik klasik, jazz, musik slow bahkan theme song film Inggris yang legendaris seperti Charlie Chocolate  Factory dll.

Sementara musik terus dimainkan pengunjung menikmati musik sambil duduk-duduk santai mengelilingi gazebo tempat para musisi abdi negara ini menghibur. Sebagian penonton ada yang duduk di rerumput taman, ada yang sengaja membawa kursi lipat dari rumah (khusus londoner), ada juga yang menggunakan kursi sewa yang disediakan. Adapun kursi lipat yang disewakan tersebut harganya £1,60 sejam pertama (sekitar Rp.28.000).

Sudut lainnya yang banyak disajikan spot duduk bersantai ialah di sepanjang danau dimana unggas-unggas berkeliaran dengan bebasnya. Ya, di tengah St James’s Park terdapat danau yang cukup besar.

Kedua sisi danau dihubungkan oleh jembatan. Dimana jembatan ini dijadikan spot yang asik untuk mengambil photo. Karena tepat di kiri dan kanan jembatan terlihat ikon London yang letaknya berlawanan arah. Di sebelah Barat terlihat dari kejauhan Buckingham Palace sementara di sebebalah timurnya terlihat dari kejauhan London Eye.

Pendek kata, berwisata ke St James’s Park saat musim panas sangat tepat dan lengkap. Nikmati suasananya, keindahan danaunya, keindahan pemandangannya, bunga-bunga indah bermekaran dimana-mana, ungas-ungas hidup liar di alam bebas, nikmati sajian musik sambil bersantai, berjemur sambil piknik makan siangpun asik.

Setelah puas bersantai di St James’s Park merapatlah ke Buckingham Palace yang jaraknya hanya selemparan batu. Dengan berjalan kaki beberapa menit tibalah kita di sana.

Tak kalah populer dengan St James’s Park, Istana Buckingham juga menjadi incaran destinasi bagi wisatawan lokal dan manca negara. Istana Buckingham tak pernah sepi dikunjungi para wisatawan sepanjang tahun. Karena ke London tanpa ke Buckingham Palace rasanya tak syah.

Selain destinasi di atas, masih ada taman lainnya yang asik untuk Anda kunjungi di London, ini diantaranya:

Wisata Gratisan Di London

Sedikit bocoran nih buat kamu yang mau melancong ke London, asal cari destinasi  gretongan, modal kamu keliling London sampe gempor cuman £11 doang 😉

Keliling London £11

Mau Angkat 13Kg Emas? Ke Museum ini Aja!

Bertempat di Bartholomew Lane Kota London, terdapat Bank of England yang berdiri sejak tahun 1694. Di salah satu bagian Bank of England ini terdapat sebuah Museum bernama Bank of England Museum.

Museum terbuka bagi umum dan tidak dikenakan biaya masuk. Buka setiap hari kerja mulai pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore.

Berwisata ke Museum Bank of England ini kita akan dibuat takjub dengan keindahan bangunannya yang kokoh dan klasik berusia 4 abad. Adapun interior dan tampilan dalam museum dibuat modern. Serta seting ruangannya dibuat menarik agar tidak menjemukan bagi pengunjung.

Salah satunya dengan disediakannya beberapa  komputer layar sentuh yang bisa diakses oleh pengunjung. Dari sini pengunjung bisa mendapatkan segala informasi mengenai perbankan Inggris sejak dulu kala hingga kini.

Selain dibuat takjub pada bangunannya yang klasik dan kecanggihan fasilitasnya, pengunjung pun akan disuguhkan sejarah, tokoh-tokoh yang berjasa dalam perbankan Inggris, artefak, peralatan memproduksi uang, koin-koin kuno, koin emas berusia 4 abad serta setumpuk  emas batangan dll.

Emas batangan yang merupakan emas murni ini dicetak dalam ukuran standar 13kg dan dinamakan London Good Delivery (LGD) bar. Untuk diketahui, LGD bar ini merupakan benda berharga yang diperjualabelikan di London Bullion Market. Menariknya, dari sekian banyak LGD yang tersimpan di Bank of England satu diantaranya boleh disentuh/diangkat oleh pengunjung museum.

Tak pelak, para pengunjung  mencoba kesempatan langka ini. Namun tak semua pengunjung bisa mengangkatnya (terutama anak-anak) karena logam mulia yang padat berkilau tersebut beratnya 13 kg.

Demi keamanan, emas batangan tersebut disimpan dalam display ( kotak kaca tebal) yang hanya bisa dimasuki sebuah lengan, serta dilengkapi 4 buah CCTV. Yang lebih menariknya lagi, tepat di bawah display emas LGD bar tersebut terdapat ruang bawah tanah yang menyimpam 400.000 batang emas LGD bar.

Namun ke 400.000 batang emas tersebut bukan milik Bank of England seluruhnya, melainkan aset Inggris, milik Bank Central negara-negara lain di dunia serta milik Institusi Keuangan lainnya.

Jadi, jika anda ingin merasakan menyentuh dan mengangkat emas murni seberat 13kg datang saja ke Museum Bank of England ini.

Penasaran seperti apa tempatnya? klik aja YouTubenya!

Mau tau kira-kira habis berapa keliling London? Baca aja pengalaman jalan-jalan saya berikut ini:

Keliling London £11

Oiya, saya pernah merasa kemahalan bayar tube aka underground alias kereta bawah tanah loh. Lalu, apa yang saya lakukan? Tentu saja claim, dan saya pun dapat uang ganti. Selengkapnya silakan baca artikelnya berikut ini:

Di Inggris, Kemahalan Naik Kereta? Minta Refund Aja!

Ibot, Kursi Robot di Inggris

Negara Inggris memperhatikan benar warganya yang menyandang disabilitas. Selain mengenyam pendidikan dan mendapatkan kesempatan kerja yang sama seperti halnya orang normal, fasilitas publikpun sangat ramah pada mereka.

Mulai dari toilet khusus, tangga khusus, tempat parkir khusus, jalan khusus, kendaraan umumpun dibuat sedemikian rupa agar mudah dinaiki oleh mereka kaum difabel. Dengan segala fasilitas itu pengguna kursi roda dan moped menjadi lebih mudah dalam beraktifitas sehari-hari.

Membincang kursi roda, di Inggris ada kursi roda yang tak biasa. Kursi roda yang diberi nama IBOT ini lebih canggih dari kursi roda konvensional yang biasa kita temukan. Dimana si Ibot ini bisa berdiri tegak sehingga tingginya bisa sejajar dengan orang normal.

Tentunya hal ini jadi terasa mengasyikan, sebagai orang normal kita tidak harus menunduk dan penderita disabel tersebut tidak perlu menengadah. Itulah pengalaman kami, saya dan suami ketika berjumpa dengan pengguna Ibot di Kota London beberapa waktu yang lalu.

Awalnya, ketika kami sama-sama menunggu bus di stopan saya pikir itu adalah kursi roda biasa. Ketika bus yang hendak kami tumpangi tak kunjung tiba, tiba-tiba si bapak penyandang disabilitas tersebut menggerakkan kursi rodanya. Lalu, perlahan kursi roda itu meninggi berdiri dengan dua roda kecil sebagai tumpuannya. Eh, canggih juga saya pikir.

Dengan keponya kami samperin beliau. Chit-chatlah kami dan diketahui bapak penyandang difabel tersebut bernama Keith. Sebagai tukang enginer kekepoan suami makin menjadi. Bertanya teknik dan cara kerja mesinnya yang bisa bertumpu dengan dua roda kecil itu. Malah si Pak Keith beratraksi menggerak-gerakkan dan mengoyang-goyangkan kursi rodanya ke depan ke belakang bikin saya deg-degan takutnya ia ngejengkang (cari kamus sunda, bo!) 😛

Lebih lanjut kami ketahui bahwa roda  ibot didesain khusus hingga mampu menempuh medan berpasir dan berkerikil juga bisa digunakan saat menaik dan menuruni anak tangga. Juga memudahkan penggunanya ketika berbelanja di swalayan. Karena bisa mengambil sendiri barang yang posisinya ada di rak atas. Sama halnya ketika Ibot Keith tadi berdiri untuk melihat bus nomor sekian dari kejauhan.

Semua sistem robotik kursi roda ini bergerak luwes dan tentunya bisa berdiri lebih dari 180 derajat tanpa terguling.

Ibot diciptakan oleh Dean Kamen, seorang penemu berkebangsaan Amerika yang tak lain penemu Segwey. Jadi, bisa dibilang, si Ibot ini cikal bakal dari Segwey.

Sayangnya kursi roda robot yang pernah diatraksikan di depan Presiden Bill Clinton pada tahun 2001 ini tidak diproduksi lagi sejak tahun 2009.

Hal ini sangat disesalkan oleh kaum difabel yang memimpikan kebebasan bergerak. Sebagai bocoran, si Ibo ini harganya sekitar $25,000 atau sekitar 340 juta per unitnya.

Obrol-obrol kami terhenti ketika bus nomor sekian yang akan ditumpangi Keith datang merapat. Obrolanpun kami akhiri, selanjutnya si Ibot yang berdiri itu kembali turun dan memposisikan menjadi kursi roda biasa. Lalu Keith pamit. Kemudahan lainnya diberikan oleh si bus. Secara otomatis si bus mengeluarkan penghubung antara trotoar dan pintu masuk bus. Dengan perlahan penyambung yang disediakan untuk kursi roda, moped, stroller tersebut dinaiki si Ibot.

Bye Keith…. Buspun melaju, sedang kami menunggu bus nomor sekian untuk menuju destinasi berikutnya.

*selalu ada cerita lain saat traveling 😉

Mau lihat fasilitas yang berikan pemerintah Inggris kepada warganya yang difabel? Intip liputan kami di bawah ini!

Fasilitas Umum Ramah Difabel di Inggris

Juga liputan berikut ini!

Pemerintah Inggris Permudah Mobilitas Kaum Difabel

Kamu Pelajar/Mahasiswa? Boleh  Menginap di Wisma Merdeka London

Sebagai upaya memberikan kemudahan akomodasi bagi para pelajar indonesia yang sedang melakukan kegiatan study, kompetisi, atau apapun itu, KBRI London sediakan  Wisma Siswa Merdeka.

Bertempat di kawasan elit, Willesden Green London, pelajar/mahasiswa Indonesia boleh menginap di sini.

Keberadaan Wisma Siswa Merdeka sangat panjang. Diawali dari ide pendiriannya di awal dekade 60’an.

Wisma Siswa Merdeka berdiri berkat bantuan dari para donatur yang 95%nya merupakan pihak asing (terutama Inggris). Baik Perusahaan Pemerintah, Swasta, Komunitas, perorangan dll. Dimana sekitar 50 nama-nama donatur tersebut tertulis dalam plakat yang tersemat di ruang tamu wisma.

Sisma Merdeka resmi dibuka pada 5 desember 1963 yang diresmikan oleh Dubes RI untuk Inggris yang ke-4, yaitu Bapak Burhanuddin Diah yang juga ketua “Jajasan Balai Peladjar Indonesia” pada waktu itu.

Bangunan Wisma Merdeka bergaya arsitektur Victoria dengan fasilitas ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, taman belakang yang ditumbuhi pohon pear dan pohon apel yang lebat saat musim panas, 2 toilet, 2 kamar mandi, 5 kamar dengan jumlah bed yang bervariasi. Jumlah bed terbanyak adalah 5 bed dalam satu kamar. Cocok untuk rombongan pelajar/mahasiswa. Antara mahasiswa/mahasiswi tentunya dipisahkan.

Di dekade awal keberadaannya, tidak banyak mahasiswa Indonesia  menggunakan fasilitas akomodasi wisma ini. Kamar dan bed yang tersedia banyak yang kosong tak terisi. Sehingga akhirnya penggunaan kamarnya tidak hanya bagi mahasiswa saja tapi juga WNI umum yang berkegiatan di London bisa menginap di sini.

Namun beberapa tahun terakhir seiring makin banyaknya  mahasiswa indonesia yang mendapat beasiswa di Inggris mengakibatkan wisma sering kali fully booked.

Hingga akhirnya setahun terakhir ini Wisma Merdeka kembali difungsikan sebagaimana niat awalnya yaitu menyediakan akomodasi bagi para pelajar/mahasiswa yang memerlukan penginapan selama berada di London. Baik itu mahasiswa dari indonesia yang tengah melakukan kegiatan pendidikan atau tengah melakukan kompetisi antara universitas ataupun kegiatan kemahasiswaan lainnya, apapun itu.

Sering pula wisma ini dijadikan penginapan sementara alias akomodasi trasit bagi mahasiswa Indonesia baru tiba di London sebelum mendapatkan tempat menetap yang tetap.

Pendek kata, wisma ini terbuka bagi seluruh siswa/mahasiswa Indonesia yang memerlukan akomodasi penginapan selama di London.

Untuk pemesanan kamar dilakukan melalui email KBRI London. Adapun biayanya sangat murah sekali, yaitu £13,5 per malam per mahasiswa (sekitar Rp. 225.000).

Sedangkan untuk akademisi/dosen, pengantar siswa/mahasiswa (orang tua/ istri/suami ybs) dikenai tarif umum yaitu £17,5 per orang per malam (sekitar Rp. 300.000).

Karena wisma siswa merdeka merupakan akomodasi sementara bukan tempat tinggal permanen maka maksimal menginap di sini tidak boleh lebih dari 3 bulan dan minimalnya semalam.

Posisi Wisma Merdeka sangat strategis karena masuk dalam zona 2 yang tak jauh dari pusat Kota London, serta mudahnya akses bus dan kereta.

Jadi, buat pelajar/mahasiswa yang hendak ke London untuk keperluan studi, course, summer school, kompetisi, mencari informasi pendidikan, transit atau apapun itu, kamu bisa menginap di sini dengan catatan booking dulu ke email Wisma Merdeka berikut ini: wisma.merdeka@indonesianembassy.org.uk. Jangan lupa berikan informasi yang jelas, identitas diri dan keperluannya selama kamu di London.

Sayangnya, wisma yang telah berjalan setengah abad ini kurang perawatan karena semenjak dibuka belum dilakukan perbaikan. Bahkan sebagian besar furniture termasuk gorden di ruang tamunya pun masih sama seperti dulu. Itu terlihat dari foto-foto pengurus wisma yang berfoto berlatar belakang kursi dan gorden tersebut.

Namun menurut pengurus wisma dalam tahun ini rencananya wisma akan direnovasi demi kenyamanan para pelajar dan mahasiswa yang akan menginap di sini.

Hmm, selama setengah abad tersebut berapa ratus atau mungkin ribu pelajar/ mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang telah menginap di sini ya? Dan sepertinya banyak diantara mereka yang telah menjadi “orang” 😉

Barang kali kamu perlu alamat lengkapnya, catat ya..
Wisma Siswa Merdeka
44 Dartmouth Road,
Willesden Green,
London NW2 4EX.

Pemesanan kamar ke email berikut ini:  wisma.merdeka@indonesianembassy.org.uk

 

Oiya, nanti kalau kamu menginap di sini, jangan lupa sekalian eksplore London sepuas hati. Nih, saya kasih bocoran beberapa tempat yang asik untuk dikunjungi selama kamu berada di London.

Brick Lane Market, Pusat Kuliner Dunia di London

Romantisme London Eye Kala Senja

Mau tau kira-kira abis berapa untuk keliling London, cekidot!

Keliling London Cuma £11