All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

NET_CJ Bistrol Indonesian Society

Ini adalah debut pertama saya dalam membuat video Citizen Journalist.
Lokasi : Bristol, Sabtu 25 April 2015

Link tulisannya bisa dibaca di sini: Mewawancara Dubes RI untuk Inggris itu…

Juga bisa di baca di link berikut ini http://www.penulisgoabroad.com/community/bristol-indonesian-society-gathering.

acara bristol indonesian society

 

 

Car Boot Sale, Inggris

Selain toko charity, ada sebuah tempat lainnya di Inggris yang menjual barang bekas. Namanya car boot sale. Berbeda dengan toko charity, car boot sale  tidak menempati toko tapi digelar di lapangan terbuka.

Dinamakan car boot sale karena sejarahnya. Konon, diawal tahun 1970’an seorang pastor berinisiatif menjual barang-barang bekas di car boot atau di bagasi mobilnya. Dimana keuntungan dari penjualan barang-barang tersebut digunakan untuk charity/disumbangkan.

Diawal-awal tahun tersebut banyak orang mengelar acara serupa dengan tujuan non komersil. Namun seiring waktu, konsep berjualan dengan menggelar lapak di bagasi mobil tersebut dikoordinir hingga meluas dengan tujuan komersil.

Sedikit bernostalgia, ajang serupa inipun pernah saya rasakan di tanah air. Bagi ABG Bandung angkatan 45 80’an, nuansa ini bisa dirasakan di kawasan Gasibu/Gedung Sate saat minggu pagi. Duh, tua amat ya yang nulis 😀
Tentu saja Gasibu waktu itu masih lengang tidak segila sekarang macetnya.
Pada saat itu anak-anak mahasiswa berjualan di bagasi mobil mereka. Selain menjadi ajang bisnis, juga sebagai ajang mejeng-mejeng dan ngeceng-ngeceng gitu deh.

Balik lagi ke car boot sale Inggris. Kini, para penjual tersebut tidak lagi memajang barang dagangannya di boot/bagasi mereka. Tapi ditata di meja pajang atau di rumput yang sebelumnya diberi alas. Tentunya, keuntungan dagangannya bukan untuk charity tapi masuk kantong pribadi. Namun ada juga satu dua yang berjualan untuk charity.

Untuk bisa berjualan di sini, para pedagang harus membayar sewa lapak ke pemilik tanah seharga £5. Sedangkan untuk truk diharuskan membayar £7-10 tergantung besarnya kendaraan. Dengan durasi berjualan mulai dari jam 7 hingga jam 2. Di beberapa tempat ada juga yang menggelar car boot sale hingga sore hari. Kebanyakan car boot sale digelar di hari minggu, namun ada juga digelar di hari Sabtu atau hari libur lainnya.

Adapun barang yang dijual di car boot sale ini sangat beragam, sama halnya dengan barang-barang yang dijual di toko charity. Namun harganya lebih murah lagi. Seperti pakaian, perkakas, barang elektronik, bahkan laptop dan lain sebagainya.

car boot sale inggris

Aneka laptop second

Jika dipersentasikan, antara pedagang barang bekas dan baru, sekitar 70-30. 70% berjualan barang second, 30% barang baru. Seperti pakaian, tas, perkakas/perabotan rumah tangga dan lain sebagainya.

car boot sale inggris

Berbeda dengan toko charity, nuansa car boot sale lebih meriah. Selain karena digelar dilapangan terbuka, pembelinya ramai mondar-mandir, juga dimeriahkan para pedagang makanan/minuman, pedagang tanaman, kadang ada pertunjukkan musik indian. Bahkan  di car boot sale skala besar, seperti di Kota Worcester, tempat kami tinggal, dimeriah oleh bouncy castle, agar anak-anak betah berlama-lama. Ada juga penyewaan kuda tugang. Kuda poni maksudnya, alias kuda mini.

Sebetulnya car boot sale dimulai sejak musim semi. Namun puncak ramainya saat musim panas. Tentulah dengan alasan, waktu yang tepat untuk menikmati hangatnya matahari yang sangat dinanti.

Jadi, kadang, ada atau tiada barang yang ditargetkan, pokonya ngarbut aja. Dapat barang syukur, gak dapat juga gak apa-apa. Yang penting bisa berjemur sambil cuci mata.

Charity Shop di Inggris

Toko Charity

Jika Anda jalan-jalan ke Inggris, Anda akan menemukan Charity Shop atau Toko Charity sejejeran dengan toko-toko lainnya. Dinamakan toko charity, karena keuntungan dari penjualan barang-barang tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi kegiatan amal. Bahkan, karyawannya itu sendiri tidak dibayar alias pekerja sukarela. Kecuali level manager saja yang menerima upah. Tentulah sepadan, karena ia yang bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan toko yang bergerak di bidang kemanusiaan ini.

Lalu, dari manakah sumber barang-barang yang dijual di toko charity ini berasal? Tidak lain adalah dari sumbangan warga. Jadi memang 95% barang-barang yang dijual di toko ini second hand. Tapi jangan salah, meski demikian, kualitas barang-barang tersebut masih bagus. Karena banyak para donatur ini menghibahkan barangnya dikarenakan bebenah rumah dan mengeluarkan sebagian barang yang sudah tidak diinginkannya, lalu diberikan ke toko charity.

Sedangkan 5%nya lagi merupakan sumbangan dari toko/perusahaan yang gulung tikar. Maka jangan heran jika sekiranya ketika Anda melancong ke Inggris dan menemukan barang-barang 100% baru, bisa jadi barang-barang tersebut hasil hibah dari toko/perusaahaan yang gulung tikar.

Barang apa saja yang dijual di toko charity ini?
Banyak banget ragamnya. Mulai dari pakaian bayi sampai pakaian oma opa. Mulai dari pakaian musim panas yang irit bahan, sampai pakaian musim dingin yang super tebal. Mulai dari barang-barang kecil semisal: buku, mainan, hiasan/pajangan rumah, aksesoris, tas, sepatu, sampai barang-barang ukuran besar seperti satu set meja makan, lemari pakaian, spring bed, kulkas dua pintu, TV dan lain sebagainya.

Sekilas, tidak nampak perbedaan antara toko charity dan toko lainnya. Sama-sama menata barangnya serapi dan semenarik mungkin. Etalase-etalase tokonya terlihat kiclong. Penataan apik menekin, tas, sepatu dan aksesoris lainnya mampu menarik kaki untuk memasuki tokonya.

Mengenai harga, tentu saja barang-barang tersebut dibandrol dengan harga super murah.

Soal kemanusiaan, Inggris memang memiliki rasa berbagi dan kepedulian yang tinggi. Maka tak heran ratusan yayasan kemanusiaan tumbuh subur di negeri ini. Banyak dari yayasan-yayasan tersebut mencari sumber pendapatannya dari toko charity. Strategi yang bagus, kan?

Banyak yang diuntungkan dalam hal ini. Para donatur tidak sulit menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak diinginkannya. Toko charity bersenang hati menampungnya. Pembeli senang mendapatkan barang bagus dengan harga murah. Dan yang paling merasakan manfaatnya ialah orang-orang di luar sana yang menerima bantuan/sumbangan dari yayasan-yayasan yang menaungi toko-toko charity tersebut.

Entah itu digunakan untuk mensuport para penderita penyakit tertentu, seperti yang terkena cancer, penyakit jantung, dimensia dan lain sebagainya. Hingga sumbangan ke luar negeri. Seperti ke negara-negara Afrika yang mengalami krisis air, gizi buruk, serta negara-negara yang terkena bencana dan lain sebagainya.

Jadi, charity shop ini adalah sebuah konsep belanja sambil beramal. Semoga di negara kita juga bisa diterapkan, ya? Atau mungkin sudah?

Selain toko charity, ada satu lagi tempat jualan barang yang super murah, di sini.

Baity Jannaty

Baity Jannaty, Rumahku surgaku.

Tiada tempat yang paling menentramkan hatiku, selain rumahku sendiri.
Rumah yang baru dua tahun setengah ini kami tempati.
Rumah yang tak besar, namun penuh kasih.
Rumah yang tak mewah tapi penuh berkah, insya Allah.

Dinamakan rumah berkah, karena banyak keberkahan yang kami dapatkan sedari awal. Dimulai dari pencariannya yang berbulan-bulan. Cocok lokasi, cocok kondisi, tapi tak cocok harga. Memang sulit mendapatkan rumah dengan budget minim.

Sabar membuahkan berkah. Akhirnya kami mendapatkan rumah melebihi target impian, disertai tambahan dana yang tak diduga sebelumnya.

Keberkahan lainnya: posisinya strategis, dekat sekolahan kedua anak kami, halaman belakangnya cukup luas, denah rumahnya sesuai dengan yang diinginkan. Lantai atas terbagi dalam tiga kamar tidur dengan ukuran yang cukup besar.

Lantai bawah terbagi: toilet, kamar mandi, dapur, conservatory yang berfungsi sebagai ruang makan. Jangan heran jika Anda temukan toilet di dekat pintu masuk rumah. Inilah tipe-tipe rumah Inggris.

Sedangkan ruang tengah dan ruang keluarga tanpa sekat, sehingga terkesan luas. Sesuai dengan yang saya inginkan sedari dulu agar bisa leluasa dipakai untuk pengajian rutin komunitas kami yang beranggotakan student dan keluarga muslim yang bermukim di Kota Bristol dan sekitarnya. Alhamdulillah.

Ruang tamu dan ruang tengah adalah ruangan terfavorit bagi kami sekeluarga. Ruang ini merangkap ruang tamu, ruang TV, ruang komputer/ruang kerja. Ruang serba guna yang sering dihabiskan untuk bercengkerama bersama keluarga tercinta.

Dan yang terpenting, ruangan ini adalah tempat kami menghadapNYA. Saat Ramadan, setidaknya 5 waktu dalam sehari, berjamaah. Subuh, ashar, magrib, isya, dan momen spesial, terawih yang alhamdulillah belum bolong dalam seminggu ini. Sedangkan zuhur, tidak bisa kami lakukan berjamaah, kecuali di hari libur. Karena waktu kerja dan sekolah.

Sama seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kali ini jatuh pada musim panas dengan durasi puasa 19 jam. Durasi sepanjang itu menjadikan kami lebih betah berada di rumah. Bukannya apa, selain menghemat energi, bersarang di rumah terasa lebih adem, lahir dan batin.

Terhindar dari sengat matahari, juga terhindar dari tiupan angin kencang nan dingin. Maklumlah, awal musim panas ini suhu cuaca Inggris masih angin-anginan. Kadang panas terik, kadang berangin sangat kencang. Maka jika sekiranya tidak ada kebutuhan mendesak untuk keluar rumah, saya lebih betah tinggal di rumah.

Banyak menghabiskan waktu di rumah saat Ramadan, tidak berarti minim kegiatan dan menjenuhkan. Kami menghabiskan banyak hal. Salah satunya, saya dan si sulung lebih anteng kerja di depan PC/laptop produktif menghasilkan karya-karya.

Dan bagi si bungsu, Ramadan kali ini waktu yang tepat untuk banyak berdiam di rumah. Karena, selain untuk menghemat energi dengan durasi puasa 19 jam, juga waktu yang tepat untuknya belajar menghadapi ulang umum.

Kegiatan asik lainnya saat Ramadan ialah, saya betah berlama-lama di dapur. Yang biasanya saya suka memasak yang praktis, kini, karena tersedia waktu yang sangat panjang, saya bisa anteng memasak/membuat kue yang susah-susah. Seperti membuat bakso, siomay, kue bika ambon, kolak biji salak, dll. Demi menyajikan makanan spesial untuk keluarga tercinta selama Ramadan, bulan berkah.

Jika jenuh, biasanya saya pergi ke halaman depan atau halaman belakang untuk sekadar memotong rumput semampu tenaga saya. Karena jika total menyelesaikan memotong rumput dan merapikan hedge keseluruhan bisa memakan waktu dua hari. Manalah kuat.

Al hijrah Inggris
Suatu ketika, shalat jamaah di halaman belakang, terasa menyatu dengan alam.

Bagi saya, memotong rumput adalah aktifitas rumahan lainnya yang bisa menyegarkan badan. Karena bisa menghirup udara segar yang melimpah ruah. Meski tinggal di kota, alhamdulillah rerumputan, hedge dan pepohonan ijo royo-royo melingkup rumah kami. Alhamdulillah, berkah.

*** Worcester, 24062015, seminggu Ramadan ***

Yg mau ikutan lombanya, klik link berikut ini.