Category Archives: food

Graduation Cookies

Hari kelulusan adalah hari yang paling dinanti oleh para siswa/siswi, mahasiswa/mahasiswa. Iya dong, ya? Hari yang dinanti gitu loh.

Yang namanya hari bahagia sering kali dirayakan dengan sesuatu yang bikin hati happy. Entah itu abis kelulusan makan-makan, foto-foto dan sebagainya.

Selain acara foto-foto dan makan-makan, acara kelulusan sekarang  ini banyak pernak-perniknya, ya?
Eh, ngak sekarang-sekarang ini, sih. Tapi udah berlangsung beberapa tahun lalu. Maklum udah lama jadi kaum perantau, jadi kurang memantau 😀 Saya pernah lihat foto kelulusan seorang ponakan, pegang boneka apalah itu yang pake toga. Ada juga anak kerabat yang foto kelulusannya pada pegang setangkai bunga mawar.

Jaman kami dulu, kelulusan gak pake pernak-pernik begituan. Bungalah, bonekalah, souvenirlah atau apalah. Tapi jaman kan berubah ya… Bagus juga sih pernak-pernik kelulusan dengan yang begini-beginian. Selain lebih seru dan berkesan juga membuka rejeki bagi para pedagang bunga dan pengrajin souvenir kelulusan.

Nah ini ada satu lagi pernik kelulusan lainnya. Namanya graduation cookies. Dinamakan graduation cookies, pastinya berupa sekeping cookies cantik yang diberikan ketika kelulusan. Kelulusan apa aja. Mulai dari PAUD hingga pasca sarjana pun bisa 😉

Celebration cookies
Graduation Cookies

 

Anda bisa pesan graduation cookies ini di “THE VALE COOKIES”
Menurut ownernya, kata “vale” diambil dari bahasa Latin yang artinya artinya farewell. Jadi,  anggap aja cookies ini sebagai farewell/perpisahan/pamitan setelah sekian lama menyelesaikan study. Gitulah kira-kira… 😉

Cookies produk “THE VALE COOKIES” ini bentuknya lucu-lucu, keren n colourful. Rasanya juga enak. Dibuat dari bahan berkualitas. Cookiesnya gak terlalu manis. Karena manisnya didapat dari icing penghias cookiesnya itu sendiri.

vale diambil dari Bahasa Latin yang

Bentuk sesuai pesanan

“THE VALE COOKIES” melayani pesanan cookies dengan bentuk  sesuai dengan yang Anda inginkan . Biar sesuai tema, gituu… Untuk  graduation cookies PAUD dengan S1 pastilah beda desainnya 😉
Dan inilah beberapa contoh penampakan  graduation cookiesnya.

Harga dan pemesanan

Harga yang ditawarkan bervariasi. Ada paket-paketnya gitu, bo. Mulai paket VICI seharga 25.000 IDR untuk 3 Pcs cookies. Paket Veni 150.000 IDR untuk 24 cookies. Paket Vidi 180.000 IDR untuk 30 cookies.

Karena cookies berbentuk keren ini dibuat secara home made, jadi Anda harus pesan jauh-jauh hari. Untuk alamat pemesanan bisa hubungi nomor berikut ini: 085711882889.

Celebration Cookies

Awalnya, “THE VALE COOKIES” memang memproduksi  graduation cookies. Tapi lama kelamaan banyak yang order untuk celebration lainnya. Oleh karena itu, sekarang “THE VALE COOKIES” menerima aneka celebration cookies. Entah itu untuk birthday, wedding, baby born, anniversary, souvenir dsb.

Pokoknya “THE VALE COOKIES”  menerima pesanan cookies sesuai dengan yang Anda inginkan.

So, dalam waktu dekat ini ada event apa, bro n sis? Nikahan? ultah? sunatan, kelulusan dan lain sebagainya, pesan aja celebration/souvenir cookiesnya di “THE VALE COOKIES” di nomor berikut ini  085711882889 (SMS/WA).

Eh, buat souvenir lebaran yang bisa dibagiin ke bocah-bocah/ponakan seru juga kayaknya,  ya? ehmm..

Cornish Pasty, kue pastel ala Inggris

Cafe Land's End
Cornish Pasty Cafe Land’s End

Cornwall adalah sebuah provinsi di Barat Daya England. Karena posisinya di semenanjung, ia menyimpan pesona pesisir pantai yang indah. Tak heran,  Cornwall diburu pelancong. Tak heran pula, seperempat pendapatan daerahnya didapat dari bidang pariwisata. Kali ini saya tidak akan membahas wisata alamnya, tapi akan membahas makanan khasnya.

Pastel ala Inggris

Tentunya kita sudah tahu dan biasa makan kue pastel, kan, ya?

Eternyata… setelah saya pindah ke Inggris, saya menemukan kue yang mirip dengan kue pastel. Namanya Cornish Pasty. Tapi, kue pastel Inggris ini ukurannya lebih besar. Kira-kira seukuran telapak tangan orang dewasa. Kulit pastynya lebih tebal hingga mengenyangkan. Isiannya terdiri dari daging cincang, kentang, wortel, swede, daun bawang dll.

Kalau buat kami sekeluarga, kami biasa membeli isian cheese & onion dengan pertimbangan kehalalannya tentunya. Kami punya toko kue langganan. Biasanya kami membeli di akhir pekan sambil belanja mingguan. Jika membeli Cornish Pasty sekitar jam 10 pagi, hmmm.. wangi aromanya bikin air liur netes. Masih hangat pula.

Di sebuah musim panas, kami travel ke Cornwall. Dari sekian titik destinasi wisata kami, Land’s End adalah salah satunya. Di titik terujung Barat Daya Inggris inilah saya baru tahu, bahwa Cornish Pasty ini adalah makanan khas orang Cornwall. Untuk artinya, Cornish itu sebutan bagi orang Cornwall. Sedangkan Pasty adalah sebutan untuk jenis kue yang bentuknya dibalut adonan terigu.

Land's End
Land’s End Pulau Terujung Inggris

Dari sinilah kisah pastel Inggris itu bermula

Di abad pertenggahan Cornwall terkenal sebagai daerah penghasil barang tambang. Para penambang bekerja dari pagi hingga sore di dalam perut bumi. Bekal makan siang mereka haruslah yang praktis, padat, mengenyangkan dan tidak mudah basi. Mengandung karbohidrat, sayur dan daging, maka terciptalah Cornish Pasty.

Sejak itulah Cornish pasty lahir di tanah Cornwall yang kemudian menyebar ke suluruh negara bagian Inggris lainnya. Tidak hanya para penambang di jaman dulu, kini, karena, enak, padat, praktis dan bergizi, para pekerja kantoran biasa makan siang dengan si Cornish pasty ini.

Makan cornish pasty enaknya selagi panas. Seperti waktu kami di Land’s End tempo hari itu. Untuk menikmati cita rasa Cornish Pasty yang otentik kami membelinya di sebuah cafe yang menawarkan aneka varian isian. Kami membeli beberapa Cornish Pasty rasa Cheese and Onion seharga £ 3,90 per buah. Sengaja kami membelinya take away. Seterusnya kami duduk-duduk di tepian tanjung sambil menikmati chesse onion pasty yang masih hangat sehangat mentari siang itu. Hmm … lezat.

Dapat dua paket makanan di hari yang sama

Minggu kemarin, saya senang, karena mamah-bapak senang. Pasalnya, hari itu mamah-bapak dapat kiriman cake dari anaknya yang manis ini 😛 … kresek mana .. kresek… 😀

Hari itu, saya tanyakan pada beliau, apakah ada kiriman paket lainnya? Mereka bilang tidak ada. Oh, ya sutralah.. Mereka kepo juga sih, makanan apa lagi yang bakal mereka terima. Sayangnya, anaknya yang satu ini seneng banget ngasih surprise, ntar aja liat barangnya.

Akhirnya saya ngobrol-ngobrol segala hal dengan bapak lewat telpon. Meski sering nelfon, bahan obrolan kami tak pernah habis, mulai dari ngobrolin cake, sampai ngobrolin saudara yang sakit, dan sebagainya, dan sebagainya. Cukup lama kami bercerita itu ini, akhirnya obrolan diakhiri.

Sebetulnya komunikasi kami akan lebih hemat lewat WA, FB, BBM dan sebagainya dan sebagainya. Tapi bapak saya gaptek. Padahal Hpnya mayan canggih lah untuk ukuran aki-aki ups… ampun pa… 😀 Pokonya no sosmed, no sms, nelpun only 😀
Baiklah.. Apalah arti pulsa, yang penting silaturahim dan komunikasi lancar dan semoga semua itu membawa keberkahan, aamiin..
Tapi, kadang bapak ingetin juga. Udah atuh ya? bisi kelamaan, sayang pulsa, katanya. Yaudah, kalau gitu, barulah saya matiin telpun.

Selang beberapa jam, Salwa ponakannku yang cantik dan baik hati kirim foto lewat BBM. “Wa, ini titipan foto dari Opung, katanya.”
Jadi, c opung emang udah moto cake tadi, tapi kan gak punya sosmed, jadilah kirimnya perantara ponakanku yang kelas satu SMP itu.

Saya lihatlah fotonya, cake yang tadi dan kripik jamur tiram Alfian. Loh, paket kripiknya kapan datang. Ternyata, selang beberapa jam dari kiriman cake tadi itu, barulah kripik jamur tiram Alfian datang.

“Kiriman kripiknya banyak wa!” ujar Salwa.
“Brapa bungkus, neng?”
15 bungkus, katanya. Wah… banyak amat. Nuhun Kang Iwan, bosnya kripik jamur tiram Alfian.
Dan seperti biasa, jumlah sebanyak itu menjadi rejeki mamah-bapak plus anak, cucu, mantu dan sodaranya yang dekat dari rumah mereka. Mamah-bapaku mah emang gitu orangnya 😀
Dan itu yang membuat saya bangga.

kripik jamur

Dan inilah penampakan kripik jamur tiram Alfian yang sempat difoto Salwa.

Eh, ko gambarnya cuman 3 bungkus doang? 🙂 dan saya belum sempat menanyakannya lagi. Mungkin yang lain sudah habis dimakan, saking enaknya. Atau mungkin sudah dibagikan kah? semoga iya, dan semoga menambah barokah, Aamiin YRA.

“Kripiknya enak, wa,” kata Salwa.
Sayang, si uwa ga bisa ikut nyicip. Tapi, udah kebayang ko, segimana enak, gurih dan kriuknya kripik jamur tiram kesukaanku itu. Tenang aja neng, ntar klo uwa mudik mau minta japrem sama Om Iwan 😀 😀 😀

Nuhun, Kang Iwan, semoga usahanya tambah sukses. Aamiin YRA.

Tak harus menunggu 365 1/4 hari untuk mengirim cake

Sekilat info:
Di postingan  minggu lalu, tepat moment kartinian, saya pengen ngasih cake buat mamah. Ketauan orang sundanya, nih. Hambur hurup “h”.  Mama jadi Mamah, Papa jadi Papah, Papi jadi Papih. Orang Sunda mah emang gituh orangnyah 😀 Salam Sundaners di seluruh dunia! 😉 

Waktu saya posting blog beberapa waktu lalu itu kan si adik ikut baca. Dari Padalarang, meluncurlah ia ke rumah mamah di hari sabtu. Sebelumnya, ia tanya, apa iya pesan cake buat mamah. Saya bilang iya, tapi saya titip pesen jangan bilang-bilang, namanya juga kejutan. Kami pikir cake pesanan itu akan tiba di rumah mamah hari Sabtu. Tapi ternyata, setibanya si adik di rumah mamah, cake yang dimaksud belum datang. Maklumlah, Nhie Kichenette kan orderannya banyak. Makanya seperti yang saya bilang, kalau mau pesan cake ke Teh Nhie, musti jauh-jauh hari. Ya.. berarti itu bukan milikmu, dik. Ga papa juga dong ya.. Kan niat awalnya emang mau ketemu bapak-mamah tercintah.

Begitulah kami. Tiga dari empat anak mamah jauh dari rumah. Si adik paling sebulan sekali ke rumah mamah. Maklum, doi punya usaha yang gak bisa ditinggal. Kalau saya sih, waktu masih di Bandung, sering banget nengokin mamah. Duh, jadi inget mamah 🙁

Tapi sekarang, jarak yang memisahkan kita, mah. Tapi mah, biar benua memisahkan kita ijinkan saya mengirimkan perwakilan saya pada mamah.

Minggu siang teh Nhie ngabarin, cake sudah meluncur ke Kopo. Selang beberapa jam saya telfon bapak-mamah. Dan perwakilan saya itupun tibalah. Taraaa….  dan inilah perwakilan saya untuk mamah dan bapak.

Beatiful cake
Beatiful cake for mom

“Nuhun,” kata mereka, “Cakenya enak pisan, ini udah dipotong dan dibagiin ke anak, cucu dan mantu.”

Ah mamah-bapak, itu yang selalu kuingat dari kalian, mah, pak. Sebanyak dan sedikit apapun makanan yang kalian punya selalu saja kalian ingat dan ingin membagikannya kepada anak, cucu, menantu dan keluarga dekat yang ada disekitar kalian. Miss you so much, mah.. pa..

Nuhun buat Nhie Kichenette yang sengaja mengirimkan cakenya oleh Kang Ricky, suaminya Teh Nhie. Wah cakenya dianterin Pak Bos. Malah tadinya Teh Nhie mau ikut nganterin, tapi doi tumbeng. Saking digedernya banyak orderan kali 😀 Get well soon ya, teh.. Dengan niatnya itu saja saya sudah tersanjung. Mengingat dari rumah Teh Nhie ke Kopo mayan jauh.

Soal cake itu, pas banget di lidah mamah. Beliau kan gak begitu suka makanan yang manis-manis kecuali coklat (mamahku coklat lover :D), makanya diawal pemesanan cake, Teh Nhie ngasih masukan base cakenya rasa vanilla keju.

Dan sebagai perwakilanku, cake tersebut diberi dekorasi ikon Inggris, phone box, tentara penjaga Buckingham Palace dan pernik lainnya. Lucunya lagi, di atas cake tersebut terduduk wanita berjilbab.

Ah Teh Nhie, brilian pisan idena. Maksudnya doi, itu penggambaran ibuku yang tengah duduk menanti kehadiranku. Hehehe… daya imajimu emang luas, nhie! 😀

Cuman satu yang ingin kuprotes, kenapa mamahku bajunya ngepink gituh. Da mamahku mah biasa dasteran batik, hahahah… Nuhun ya teh..