Category Archives: travel

Wisata Belanja London

Harrods tampak depan
Harrods

Berbicara wisata belanja London, sering kali dikaitkan dengan Oxford Street dan Harrods. Banyak faktor yang menjadikan Harrods popular di kalangan wisatawan. Diantaranya karena Harrods menyajikan aneka barang branded yang banyak diburu wisatawan berkantong tebal.

Harrods juga sering dikaitkan dengan Dodi Al Fayed dan Putri Diana. Pasangan kasih yang tak mungkin dipersatukan. Hingga berujung tragis di Prancis. Entah untuk menarik pasar ataukah murni penghormatan terakhir dari Harrods. Di lantai dasar gedung berlantai tujuh ini terdapat monumen  Dodi dan Lady Di.

Banyak pengunjung berfoto di monumen bermaterialkan marmer coklat berbaur hitam ini. Foto Dodi dan Lady Di berdampingan dalam frame bulat berwarna kuning keemasan. Sepasang merpati keemasan menaungi keduanya. Senada dengan dinding latar belakang monument tersebut.

Sepasang lilin putih berukuran besar, tiga bucket mawar putih, serta kolam kecil berisi koin keberuntungan berserakan, melengkapi monument. Di depan monument terdapat patung Dodi dan Lady Di yang tengah berdiri. Mirip sedang menari. Mereka berpegangan,   seekor burung berada di atas tangan mereka. Tertulis dibawah patungnya, innocent victims.

Puluhan hingga ratusan barang branded

Bagi wisatawan yang berkantong tebal Harrods adalah surga wisata belanja. Betapa tidak, ratusan barang bermerek ternama bertenger manis di sana. Parfum, tas, sepatu, pakaian, perhiasan, emas, berlian, jam tangan dan sebagainya mengisi 330 gerai toko.

Harga yang dibantrol mulai dari ratusan, ribuan, belasan ribu, hingga puluhan ribu pounsterling. Sebut saja, untuk sebuah tas wanita ada yang dibandrol £15.000 (sekitar 300.000.000,-)

Harrods memiliki section coklat yang menempati bagian khusus. Seperti bagian lainnya, interior section coklat terlihat mewah. Tata lampunya agak remang. Sama halnya lift yang ada di sana. Tidak seperti mall modern yang terang benderang dan serba simple. Interior lift Harrods lebih ke detail, artistik, remang, kuning keemasan.

Harga coklat yang ditawarkan beragam. Mulai dari sepotong coklat seharga £2,75 hingga sekaleng praline seharga £250 (sekitar lima juta). Di sebelah section coklat terdapat section sea food. Sepertinya tak lumrah menempatkan section seafood di sebuah gedung perbelanjaan luxury. Tapi Harrods lain. Tak ada kesan bau amis, ataupun menurunkan selera belanja. Justru banyak wisatawan berfoto di sini. Seafood yang dijual diantaranya caviar, lobster, udang besar, scallop, filet salmon, tuna dan sebagainya.

Bagi pengunjung cilik, Harrods menyediakan section khusus yang membuat bocah-bocah betah berlama-lama di sana. Section souvenir juga ada. Harrods dijalankan 5 ribu karyawan. Mereka berasal dari 50 kewarganegaraan. Mengingat kepemilikkannya, tak heran jika banyak karyawan ganteng berwajah timur tengah yang melayani ramah. Mengucapkan salam kepada pengunjung muslimah yang jumlahnya cukup banyak.

Bagi penghobi wisata belanja pasti betah berlama-lama di bangunan klasik usia lebih dari seabad yang luas area 90.000 m2 ini.

China Town

Selain berbelanja di Harrods yang terkenal dengan keekslusifannya, kita juga bisa berwisata belanja bernuansa Asia. Tepatnya di China Town. Letaknya dekat Piccadily Circus yang juga masuk dalam list destinasi incaran wisatawan. Enam hal untuk mendeskripsikan Piccadilly Circus adalah: ramai wisatawan, musisi jalanan, Shaftesbury Memorial Fountain, lampu neon/billboard iklan, pusat belanja dan pusat hiburan.

Wisatawan yang lelah berbelanja ataupun mencari hiburan biasanya duduk-duduk di tangga Shaftesbury Memorial Fountain. Bisa sambil makan siang, menikmati musik jalanan, ataupun duduk santai menikmati hiruk-pikuk dan kerlap-kerlip billboard iklan produk ternama yang tersemat di gedung-gedung tinggi.

Lima menit berjalan dari Piccadily Circus kearah Timur Laut, tibalah kita di China Town yang juga banyak diagendakan wisatawan. Kebetulan saya datang di hari kedua Imlek, bertepatan liburan sekolah pula. Lalu lalang orang ramai sekali. Nuansa merah, balon-balon, lampion-lampion dan aksesoris imlek lainnya menambah marak suasana. Rasanya seperti di negeri Tiongkok saja.

Saya jumpai panda. Maksudnya orang berkostum panda yang notabene ikon Negara China. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun banyak yang berfoto bersama si panda yang besar nan lucu. Setelah berfoto, mereka melemparkan koin sekedarnya di box yang tersedia

Banyak wisatawan berselfie ria di gapura China Town. Kawasan ini merupakan surga makanan bagi wisatawan pecinta chinesse cuisine. Harga yang ditawarkan relatif murah. Dengan £8.50 (sekitar 170.000 rupiah) anda sudah bisa makan kenyang ala buffet.

Restoran Halal

Untuk Anda yang muslim, jangan khawatir. Saya merekomendasikan Restoran Rasa Sayang yang beralamat di 5 Macclesfield Street. Tertulis, Malaysia-Singaporean Cuisine. Maka tak heran jika cita rasa makanannya sesuai dengan lidah kita.

Begitu memasukinya, saya temukan kesan sempit. Kursinya penuh.  Saya pikir, kami baru bisa duduk setelah pengunjung lain pergi.

“Tunggu,” kata pramusajinya ramah. Tak lama, ia mempersilakan saya menuju lantai bawah.

Tangganya sempit, tapi di luar dugaan, lantai bawah lebih luas dari lantai atas. Harga makanan di restoran berdaya tampung sekitar 80 orang ini relatif murah. Rata-rata per porsinya £7,5 (sekitar 150.000). Ada nasi/mie/bihun goreng, rendang, nasi Hainan, aneka mie dan kwetiau, sate lontong dan masih banyak lagi.

Dari sekian banyak jenis minumannya saya tertarik dengan cincau bandung. Sebagai orang Bandung, rasanya di Bandung sendiri tidak ada jenis minuman seperti itu. Setelah dipesan, datanglah es cincau biasa. Oh, rupanya, bandung itu sebutan untuk evaporated milk yang digodok bersama pandan lalu diberi sirup.

Jika dipukul rata, makan,minum plus pajak, £12 (sekitar 240.000 rupiah). Puas makan, selanjutnya berbelanja di toko groceries. Maklum, Worcester tidak memiliki kawasan seperti ini. Di sini banyak toko yang menjual aneka sayur, buah dan kelontongan khas Asia. Seperti: durian, petai, kangkung, jambu batu dan sebagainya.

Disinipun banyak terdapat toko kue. Dimana dinding toko bermaterialkan kaca lebar tersebut memamerkan kue, roti dan cake yang berpenampilan cantik menarik. Membuat langkah wisatan terhenti. Begitu pun saya. Langkah terhenti ketika sederet cakwe terpajang di sana. Segera saya memasuki tokonya yang ternyata padat. Padat pengunjungnya, padat pula kue-kue yang disajikannya.

Kursi yang tersedia penuh terisi. Terpaksa, pengunjung yang baru datang harus take away. Kue-kue yang dijual di sini cukup familiar di kalangan kita orang Indonesia. Ada cakwe, onde-onde, klepon, aneka roti dan sebagainya. Untuk onde seukuran bola tenis dibandrol £1 (sekitar 20.000,-). Sedangkan cakwe sepanjang 35 centi, dibandrol  £1,5 (sekitar 30.000,-)

Oxford Street

Banyak wisatawan mengagendakan Oxford Street sebagai destinasi wisata belanja. Maka tak heran jika ia berjuluk kawasan belanja terpadat di Eropa. Berjalan diantara hiruk-pikuk orang yang berlalu-lalang di kawasan yang memiliki 300 toko ini menjadi sebuah keseruan tersendiri bagi wisatawan.

Di sepanjang jalan ini akan Anda jumpai toko: DEBENHAM, GAP, H&M, House of Fraser, John Lewis, Mark & Spencer, Next, Zara dan masih banyak lagi toko berkelas lainnya. Jika merasa lelah untuk keluar masuk toko-toko tersebut, Anda bisa masuk ke Selfridges, one-stop shopping ikon Oxford Street.

Selfridges menawarkan banyak barang branded tak ubahnya Harrods. Bedanya, meski menempati bangunan berusia lebih dari seabad, seting interiornya dibuat modern dengan lampu terang-benderang layaknya mall kebanyakan. Berbeda dengan interior Harrods yang klasik dengan tata lampu remang-remang.

Fenwick

Kurang dari setengah mile, hitungan menit, dari Selfridges berjalan kaki ke arah Barat, Anda akan temukan Fenwick. Satu lagi one-stop shopping yang bisa Anda jajal selama berwisata belanja di London.

Bangunan yang terletak di Jalan Bond Street ini juga menawarkan barang-barang bermerek. Sepertinya halnya Selfridges, Fenwick menempati bangunan usia tua klasik namun seting interiornya dimuat modern dengan tata lampu yang terang-menderang.

Apapun pilihan tempat wisata belanja yang akan akan kunjungi selama di London, satu hal yang harus diperhatikan: Anda berhak mengklaim pajak pembelian.

Pengembalian Pajak

Anda adalah wisatawan, tidak diwajibkan membayar pajak. Apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah membayar pajak atas barang yang anda beli?

Gampang. Ketika Anda membeli barang di sebuah toko/butik/mall/one-stop shopping, mintalah form isian untuk pengembalian pajak. Ketika di Bandara, sebelum Anda pulang ke tanah air, klaimlah atas barang-barang berpajak yang telah anda beli. Lumayan kan? Lumayan banget.

Suvenir

Banyak toko souvenir yang bisa Anda jumpai selama di London. Entah itu di Harrods, di Pecinan, di Oxford Street, Piccadilly Street dan sebagainya. Namun, tip dari saya adalah, belilah suvenir di sekitar China Town. Karena harganya lebih murah.

Untuk sebuah fridge magnet dibandrol 99p, atau £5 untuk setengah lusin. Kartu pos besar model ekslusif £2 per lima lembar. Kartu pos standar £1 per sepuluh lembar. Barang souvenir lainnya berupa: gunting kuku, mug, kaos, bendera, replika Big Ben, dsb.

Menuju arah pulang, saya mampir ke Jalan Charing Cross 57, tempat Warung Padang London berada. Di sepanjang trotoar jalan ini kita jumpai pedagang suvenir. Sedikit tip, jangan terburu-buru membeli souvenir di sini. Karena untuk barang yang sama, harganya bisa berbeda. Seperti scarf bergambar ikon Inggris, harga per helainya £4. Saya membeli 3 helai seharga £10. Hanya beberapa langkah dari sana saya jumpai harga £2,99 per helai atau £10 per empat helai.

Kendaraan

Bus dan kereta bawah tanah adalah alat transportasi yang paling efektif selama di London. Dari rumah saya berkendara bus lalu turun di Victoria Coach Station, stasiun  terbesar di Inggris. Selanjutnya menggunakan bus nomor C1 menuju Harrods. Lalu menggunakan bus nomor 14 dari Harrods ke Picadilly Circus yang kemudian berjalan kaki ke Cina Town. Pulangnya, kembali ke Victoria Coach Station menggunakan bus nomor C1.

Dari Victoria Coach Station menuju Oxford Street, Selfridges ataupun Fenwick, Anda tinggal bisa menggunakan bus nomor 73. Kemanapun tujuan anda bepergian, gunakan Google map yang siap memberikan info kendaraan (bus dan underground) yang lewat ke kawasan yang akan Anda tuju.

Saya naik turun kendaraan dengan menggunakan kartu Oyster, atau kartu tiket otomatik. Saya tinggal top up £5 saja. Anda pun bisa melakukan hal yang sama. Belilah kartu Oyster selama traveling di London, karena jatuhnya lebih murah dan praktis. Anda tinggal sentuhkan chip kartu oyster di mesin tiket bus.

Hotel

Bagi Anda yang mengagendakan lebih dari sehari berwisata di London, Anda bisa menginap di hotel yang berdekatan dengan destinasi tujuan anda. Jika ingin menginap di hotel sekitar Harrods setidaknya anda harus menganggarkan £250-£350 (sekitar 5-7 juta) per kamar untuk dua orang. Harga tersebut bisa lebih murah bisa pula lebih mahal. Tergantung waktu (low season/high season), lokasi (tengah kota, pinggir kota), jenis kamar (standar, deluxe, family room dll) serta kelas hotel.

 Sale

Inggris memiliki musim sale. Ini berlaku juga di Harrods, toko-toko branded dan one-stop shopping lainnya. Biasanya awal musim panas (sekitar awal Juli), jelang natal dan tahun baru, terutama boxing day (26 Desember). Beruntunglah Anda jika melancong pada musim sale tersebut.

 How to get there

Bagi yang terbang dari Jakarta, silakan pilih maskapai penerbangannya, kelas, waktu dan option lainnya. Kesemua itu sangat mempengaruhi harga tiket, lama penerbangan dan kenyamanan yang Anda dapatkan. Sebagai gambaran, Emirats, kelas ekonomi, low season, bisa dapat tiket seharga £600-an (atau sekitar 12 juta). Setidaknya itu harga terendah.

Dari Bandara Heatrow ataupun Gatwick anda bisa menggunakan, mobil sewaan, taksi, bus maupun kereta, dengan plus minusnya. Taksi menguras kocek, tapi menghemat waktu dan tenaga. Sewa mobil, sulit urusan parkirnya. Kebanyakan wisatawan menggunakan bus dan kereta/underground selama bepergian di London. Selain lebih murah, feel dan atmosfir sebagai wisatawannya lebih terasa.

Jangan lupa gunakan Oyster Card, kartu tiket otomatis, disertai chip, sehingga memudahkan anda dalam berkendara umum. Lebih mudah dan murah. Mengenai transportasi umum bisa diliat di website berikut ini: http://www.tfl.gov.uk/

Inggris tidak termasuk dalam visa Schengen. Jadi jika Anda berniat keliling Eropa, buat jugalah Visa Inggris. Untuk mengetahui cara mendapatkan Visa Inggris bisa kunjungi website berikut ini: https://www.gov.uk/government/publications/apply-for-a-uk-visa-in-indonesia.

Tulisan perjalanan ini telah dimuat di Majalah Female edisi April 2015.

Majalah female
Tulisan perjalananku di Majalah Female

Tips Tulisan Perjalanan, Sisi Menarik Sebuah Destinasi

Assalamualaikum, Mbak..boleh aku tanya-tanya? Aku akhir April mau ke kota X. Di sana ada pantai, benteng, bunga raflesia, dan beberapa tempat wisata lainnya. Kira-kira dari sisi apa yang menarik untuk dijadikan objek tulisan? Bisa sharing di blog-nya Mbak Rosi gak tentang hal ini?

Saya senang sekali mendapat inbox seperti ini. Meski ilmu saya cuman seuprit, boleh dong saya berbagi ilmu pengalaman.

Jujur, saya gak pernah belajar nulis tulisan perjalanan di kelas apapun. Saya mempelajarinya otodidak. Mengalir begitu aja. Nulis ya nulis aja. Lalu dikirimkan ke media. Kalau kemudian tulisan saya nyangkut di sana. Barulah saya mikir. Oh.. media ini sukanya tulisan kayak gini ya? Media X sukanya yang lebih ke wisata sejarah, bangunan-bangunan tua. Media Z mengutamakan wisata yang cocok buat anak-anak. Media B sukanya wisata islami, dan lain sebagainya.

Sisi Menarik Sebuah Destinasi 

Seringkali (dulu sih), kalau saya mau ngetrip, sengaja saya cari tahu dulu tempat tersebut. Ada objek wisata apa saja di sana. Misal, waktu road trip ke Scotland, saya jatuh hati pada pekuburan Necropolis. Rada aneh juga mengangkat artikel tulisan perjalanan tentang sebuah kuburan. Tapi saya kemas tulisan wisata kuburan itu semenarik mungkin.

Berikut saya cuplik sedikit dari naskah aslinya,

Glasgow Necropolis, Scotland
Mejeng di pekuburan Glasgow Necropolis, Scotland

Pemakaman yang terletak di belakang Glasgow Catedral ini merupakan tempat bersemayamnya orang-orang penting, orang kaya dan ternama dengan latar belakang profesi yang beragam. Teknokrat, military, sastawan, ilmuwan, artis, penulis, pebisnis, saudagar, arsitek dan profesi lainnya. Uniknya dalam setiap nisan, profesi mereka tertulis di sana.

Karena Necropolis menjadi tempat prestige untuk sebuah tempat peristirahatan terakhir, maka semenjak dibuka pada tahun 1832 hingga dinyatakan penuh, ditutup, tidak menerima lagi jasad pada tahun 1851, tercatat 50 ribu makam bersemayam di sana. Namun yang berbatu nisan hanya 3.500 saja.

Meski berusia ratusan tahun, sampai saat ini kita masih bisa menyaksikan kemegahan arsitektur nisannya yang ditangani para arsitek termasyur pada masa itu. Seperti David Hamilton, Alexander Thomson, John Bryce dan masih banyak lagi.

Pengertian nisan yang dimaksud tidak sekedar lempengan batu datar seperti yang biasa kita temui. Tapi berukuran besar, bahkan sangat besar, tinggi, bahkan sangat tinggi, unik, artistik, megah, gagah, kokoh dan tematik. Nisan disini bisa berarti: mausoleum, tugu, patung, bangunan, monumen dan nisan itu sendiri tapi dalam ukuran besar.

Uniknya lagi, dalam nisan-nisan tersebut tidak hanya mencatatkan sebuah nama sebagai pemilik jasad yang ada di dalamnya, namun dalam nisan ukuran besar yang lebih menyerupai monument tersebut bisa mewakili satu keluarga besar. Seperti tugu nisan/ monument The Gourlay Family yang anggota keluarganya merupakan orang-orang ternama yang berprofesi sebagai fotografer, sejarawan, akuntan, pebisnis, banker dan tentara. Ada pula satu tugu/monument untuk kakak beradik, seperti pada Mausoleum Buchanan Sisters.

Model nisan-nisan tersebut sangat beragam. Bergaya arsitektur Romawi, Metropolis, Renaisanse, Gothik, Scottish, bahkan ada sebuah makam bergaya Timur Tengah. Konon si empunya makam adalah pebisnis yang hobi travelling ke negara-negara Timur Tengah dan menuliskan perjalanannya tersebut. Sebelum meninggal ia berpesan agar dibuatkan makam bergaya arsitektur Timur Tengah.

Diantara orang ternama yang dimakamkan dis sana ialah Wilham Miller, seorang author. Tugu nisannya berukuran lebih dari 2 meter dengan relief wajahnya yang terpahat di sana. Atau makam 3 putri dari saudagar kaya. Tempat peristirahatannya yang mirip rumah kecil itu diberi nama Mausoleum Buchanan Sisters, masih kokoh berdiri, tepat di sebelah sebuah makam yang berkubah ala Timur Tengah tadi.

Ada sebuah tugu besar, kokoh dan menjulang, milik Dr. Duncan Mac Farlan yang merupakan anak seorang menteri pada masanya yang kemudian menjadi seorang Teknokrat. Ada pula bentuk unik dari makam James Ewing, seorang saudagar kaya yang terkenal dengan Ewing&Co-nya. Monumennya menyerupai kotak mati persegi panjang, berukuran besar, tinggi, dengan relief dan eksterior yang cantik.

Yang agak seram, ada sebuah peti mati yang terbuat dari batu dibiarkan begitu saja tergeletak di tanah berumput hijau. Entah peti itu berisi jasad si empunya, apakah hanya sebuah monument saja. Entahlah. Yang jelas, masih banyak lagi bentuk  bangunan/tugu/patung/nisan yang unik dan artistik lainnya.

Karena keunikan, keberagaman model, keindahan dan kemegahan nisan-nisan tersebut membuat perjalanan menelusuri taman pemakaman pertama di Skotlandia yang memakan waktu 2 jam pada lahan seluas 17 hektar ini tidak terasa membosankan hingga membawa kita ke puncak bukit dimana monument patung Jhon Knok menjulang kokoh di sana. Tepat di puncak bukit yang tingginya 87 meter dari permukaan laut.

Tidaklah heran jika monument John Knok yang dirancang oleh arsitek William Waren ini menempati posisi puncak Glasgow Necropolis, sebagai penghargaan tertinggi atas jasa yang diberikan John Knok sebagai tokoh terkemuka Scotlandia. Uniknya, jasad John Knok sendiri sebenarnya tidak bersemayam di bawah monument tersebut. Melainkan bersemayam di Endinburg Car Park. Sebuah area parkir mobil di Kota Edinburg.
Dan seterusnya.. dan seterusnya…

Hal-hal yang seperti itulah kadang memiliki nilai plus untuk editor. Bahwa ternyata dari kuburan ada sebuah cerita.

Jadi, kalau ada pertanyaan: Kira-kira dari sisi apa yang menarik untuk dijadikan objek tulisan? jawabannya adalah berilah informasi yang belum diketahui orang banyak.

Misalnya tentang bunga raflesia (sesuai dengan tempat wisata yang akan anda kunjungi). Pancinglah pembaca dengan kalimat tanya. Apakah bunga raflesia dan bunga bangkai itu sama?

Lalu, bagaimana cara mengetahui sisi menarik sebuah objek wisata? Salah satunya adalah membaca banyak referensi tentang objek wisata tersebut. Bukankah dengan banyak baca jadi banyak tahu?

Misal, ketika berwisata ke Tangkuban perahu, jangan melulu menceritakan legenda Sangkuriang yang jatuh cinta pada ibunya, Dayang Sumbi. Lalu kemudian Sangkuriang menendang perahu buatannya hingga telungkup dan menyerupai perahu terbalik. Rasanya semua orang sudah tahu akan hal itu. Tapi, cobalah sambungkan Tangkuban Perahu dengan letusan gunung purba. Karena ternyata, sudut pandang gunung berbentuk perahu terbalik itu tidak sama jika dilihat dari sisi lainnya. Hal ini pernah saya baca di status FBnya Bapak Bumi, Pak Bachtiar yang baik hati 😀
(Ini cuman contoh saja loh ya…) 😉

Contoh lainnya. Ketika saya ke Cheddar Village, saya baru tahu bahwa desa merupakan sentral keju Inggris sejak berabad-abad lamanya. Saya baca-baca referensi lainnya. Kenapa keju yang dihasilkan di desa ini begitu enak? Ternyata sebuah fakta membuktikan bahwa rumput di desa ini berkualitas tinggi. Hingga produksi susu sapi yang dihasilkan para sapi itu bagus pula. Efeknya, susu sapi kualitas tinggi mempengaruhi hasil akhir si keju. Beuhhh… bisa segitunya ya?
(Tentang Desa Cheddar bisa dibaca lebih lanjut di buku Jelajah Inggris, hahaha… teuteuupppp…. promo)

Kok pembahasannya jadi panjang kali lebar gini ya? hehe..

Kembali ke laptop pertanyaan tadi: Kira-kira dari sisi apa yang menarik untuk dijadikan objek tulisan.

Jawabannya: sisi manapun akan terlihat menarik jika memasukkan informasi-informasi menarik, detail dan ada unsur kekininiannya 😀

Hmm…. jadi, ya.. gitu aja deh, hehee…
Maap klo jawabannya kurang memuaskan.

Fun Trip To Baduy Bersama INDOTREK

 

trip to baduy
kampung baduy

Seperti yang kita tahu, Suku Baduy adalah sekelompok suku yang unik. Dimana mereka memegang teguh adat tradisi nenek moyangnya terdahulu. Gempuran demi gempuran modernisasi tidak mengoyahkan tatanan hidup yang telah terbentuk ratusan tahun yang lalu.

Keunikan dan keistimewaan sistem kehidupan mereka memiliki nilai lebih bagi kita semua, manusia modern. Betapa mereka bisa hidup dengan mengandalkan kekayaan alam lokal. Mereka hidup arif bijaksana. Tatanan hidupnya unik. Begitupun sistem kekerabatannya, unik pula.

Untuk lebih mengetahui keunikan budaya, adat tradisi suku istimewa ini, INDOTREK Adventure and Training mengajak anda mengunjungi mereka.  Acara bertajuk Fun Trip To Baduy ini berlangsung 2 hari/1 malam, pada 23-24 Mei 2015. Biaya 750k. Meeting Point: Jakarta. Untuk lebih mengakrabkan para peserta dan agar fokus dalam wisata budaya ini, peserta dibatasi 10 orang saja.

Fun Trip To Baduy ini akan dipandu langsung oleh Kang Roby, selaku managernya indotrek 😉

Agar terbayang keseruannya Wisata Budaya ini, saya sertakan itinerarynya berikut ini:

Hari Pertama, Sabtu, 23 Mei 2015 (L/D)

  • Penjemputan di meeting point.
  • Pukul 6.30 menuju Ciboleger via Serang Timur – Rangkasbitung – Leuwidamar.
  • Siang hari tiba di Ciboleger. Makan siang. Lalu trekking ke Kampung Cibeo (Baduy Dalam) via Desa Katutegug, Balingbing, Gajeboh.
  • Jelang malam tiba di Kampung Cibeo. Selanjutnya berinteraksi dengan masyarakat Baduy Dalam. Untuk mendapatkan pengalaman yang seru dan tak terlupakan, peserta menginap di rumah penduduk Baduy Dalam.

Hari ke-2, Minggu, 24 Mei 2015 (B/L)

  • Sarapan pagi, packing, check out.
  • Trekking kembali ke Kampung Ciboleger via Danau Dandang – Karahkal – Kadu Jangkung.
  • Setelah makan siang kembali ke Jakarta.
  • End Trip.

Biaya sudah termasuk:

  • Izin masuk.
  • Biaya akomodasi menginap di rumah penduduk.
  • Transportasi Elf AC Jakarta – Ciboleger PP.
  • 1x Makan Pagi, 2x Makan Siang & 1x Makan Malam.
  • Air Mineral Selama Perjalanan.
  • Tour Leader & Guide.
  • Asuransi Perjalanan.

Biaya belum termasuk:

  • Porter Pribadi.
  • Pengeluaran Pribadi.

Perlengkapan yang harus dibawa:

  • Daypack / Backpack.
  • Sepatu & Sandal Gunung.
  • Jaket / Sweater + Raincoat.
  • Pakaian Untuk 2 Hari + Cadangan.
  • Topi & Kacamata
  • Senter / Headlamp.
  • Sun Block.
  • Handuk & Perlengkapan Mandi.
  • Kamera.
  • Obat-Obatan Pribadi.
  • Makanan Ringan (Snack).

PENDAFTARAN

  • Biaya pemesanan tempat ditandai dengan pembayaran DP sebesar Rp 350.000,- paling lambat 20 April 2015 atau jika kuota sudah terpenuhi dan pelunasan Rp 400.000,- paling lambat 8 Mei 2015.
  • Pembayaran dengan mentransfer tunai ke rekening atas nama : YOSEP ROBY
    Bank MANDIRI Cabang Tangerang City – Tangerang No Rekening : 155 0000 548 852 Bank BCA Cabang Setiabudhi – Bandung No Rekening : 233 261 9731
  • Mengirimkan bukti tranfer via Email / Whatsapp / BBM.
  • Setelah transfer DP, setiap peserta mengirimkan identitasnya via SMS / Whatsapp / BBM / Email dengan format :
    Nama Lengkap : ………………………………
    Nama Panggilan : …………………………….
    No KTP : ……………………………………
    Alamat Lengkap : …………………………….
    No HP / Whatsapp / Pin BB : …………………..
    Email : …………………………………….
    Nama + No Hp yg Dapat Dihubungi dalam Keadaan Darurat : ……………………

SYARAT DAN KETENTUAN

  • Trip akan bisa berjalan bila ada minimal 10 peserta yang daftar.
  • Apabila total peserta kurang dari 10 orang, maka akan ada penyesuaian harga atau trip dibatalkan dan DP dikembalikan.
  • Peserta tidak mempunyai riwayat kesehatan yang membahayakan diri sendiri atau peserta lain.
  • Apabila peserta membatalkan keikutsertaannya dengan alasan apapun, maka biaya yang sudah dibayarkan baik DP maupun pelunasan tidak bisa diminta kembali. Namun hak keikutsertaannya bisa digantikan oleh orang lain dengan syarat peserta pengganti diusahakan oleh yang bersangkutan dan segala biaya yang timbul merupakan tanggung jawab yang bersangkutan.
  • Indotrek berhak membatalkan trip dengan pertimbangan tertentu di luar kemampuan Indotrek dan DP akan kita kembalikan.
  • Peserta dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas.

Gimana? tertarik untuk ikutan? Buruan daftar… 😉

Organized by:
INDOTREK Adventure & Training.
Contact Person: Roby
Calls/Whatsapp: 0813 8356 5772
Pin BB: 74A3CCBB
Email: indotrekadventure@gmail.com

Gudeg Wijilan, Kini Dalam Kemasan Kaleng

Jika menyebut kata Yogya, apa yang pertama kali kamu pikirkan?

Kalau saya sih, Yogya itu… tenang di hati, meski panas tapi ngangenin. Adat tradisinya masih kental. Kraton, ramah, batik, berseni, Malioboro. Dan… Gudeg! Ke Yogya tanpa menyantap gudeg itu… rasanya kurang gimana… gitu.

Asal-muasal gudeg itu sendiri ada beberapa versi. Konon katanya (hasil BW) pada jaman perang, ada prajurit yang kebagian tugas masak buat pasukan. Bahannya dari nangka muda, diberi bumbu, gula merah dan santan. Di saat itu, ia ketiduran. Bangun-bangun 5-6 jam kemudian. Ia dapati, sayur ini nyaris mengering.

Ternyata, setelah diicip-icip rasanya enak juga. Ya iyalah pasti enak. Nangkanya jadi nyerep bumbu. Santan yang mengental nyaris mengering itu bikin gudeg jadi legit. Nah, sejak itulah gudeg lahir dan banyak dikonsumsi orang hingga kini.

Jadi, letak enaknya gudeg itu berasal dari proses pembuatannya. 5-6 jam gituloh. Wah, saya mah gak bisa ngebayangin masak selama itu. Kalau travel, udah nyampe mana kali tuh 😀

Kalau bikin gudeg sendiri tuh, bukan hanya perlu waktu banyak. Tapi juga perlu energi banyak (listrik/gas). Karena pembuatan gudeg tradional menggunakan slow cooker dengan cara menggunakan tungku bambu dan sejenisnya (pokonya slow gitu deh).
Nah, saya pun pernah bikin pula. Cuman pake slow cooker listrik. Hadeuh.. bo.. lamanya minta ampun. Bikin dikit nanggung, bikin banyak anak-anak gak suka. Walhasil  itu gudeg keluar masuk kulkas cukup lama.

Yaudah deh, sejak itu saya blom bikin gudeg lagi. Kalau kamu? suka bikin gudeg juga, gak? Ah, klo di tanah air mah tinggal beli aja kali ya? 😀  daripada repot-repot bikin.
Soalnya, diitung-itung, beli seporsi lebih murah ketimbang bikin sendiri. Lain soal kalau bikinnya buanyak untuk acara makan-makan misalnya, itu baru worth it.

Gudeg Yogya = Wijilan.

Wijilan apa sih? Wijilan itu adalah nama sebuah jalan dekat komplek keraton Yogya. Sejak taun 40’an di sana sudah ada kedai gudeg. Saking enaknya dan saking banyak yang suka, kedai-kedai itu tumbuh banyak seiring permintaan pasar. Makanya, kawasan itu disebut sentra gudeg.

Klo kamu pas travel ke Yogya, mampir ke sana deh. Nikmati gudegnya, rasakan suasananya. Rangkaian travel keliling Yogya pun jadi sempura dengan wiskulnya . Di sana ada gudeg Bu Lies yang berdiri lebih dari 20 taun yang lalu.

Tepatnya Jalan Wijilan 5A-5B. Oiya, kedai gudeg Bu Lies juga ada food courtnya Mall Malioboro. Kali aja pas kamu lagi ngemall n laper, bisa langsung merapat  ke sana.

Dari sekian usaha gudeg Bu Lies, tempat yang paling luas dan paling nyaman adalah Pendopo Dhahar Bu Lies. Tepatnya di Jl. Gamelan no. 26. Phone: (0274)450164. Berjarak 500m dari sentral gudeg Wijilan. Di restoran berseting Jawa nan kental ini kamu bisa menikmati akses internet gratis sepuas hati. Asik kan?

Eh, di kedai gudeg Wijilan 5A-5B juga ada internet gratisnya juga sih. Cuman Pusat Gudeg Bu Lies di Pendopo Dhahar Bu Lies ini suasana jawanya lebih kental terasa karena dipengaruhi interior ruangannya. Tempat parkirnya juga luas. Jadi kamu lebih leluasa memarkirkan kendaraan di sini. Ketimbang di sepanjang Jalan Wijilan yang padat.

Pendopo Dhahar Bu Lies dan yang di Jalan Wijilan mulai buka jam 5 subuh sampai jam 11 malam. Sedangkan yang di food court Mall Malioboro  buka jam 10 siang sampai tutup Mall. Untuk memenuhi keperluan konsumen, semua gerai/kedai Bu Lies buka 24/7. Termasuk hari libur nasional dan hari raya keagamaan. Khusus Idul Fitri dan Idul Adha buka agak siang.

Selain dimakan di tempat, Bu Lies menyediakan gudeg kendil yang gudeg besek. Maksudnya gudeg dalam kemasan kendil dan besek. Harganya bervariasi tergantung campurannya. Mulai dari 40 ribu sampe 200 ribu.

Karena gudeg berbahan blondo/minyak kelapa, maka rentan basi jika lebih dari 24 jam. Terutama gudeg basah. Jadi, gudeg itu ada dua tipe. Gudeg basah alias nyemek-nyemek. Sama gudeg kering. Gudeg kering emang lebih tahan lama dibanding gudeg basah. Tapi teuteup aja sih, gak bisa lebih dari 2 hari (room temperature).

Gudeg Kaleng Bu Lies

Untuk mengantisipasi ketahananlamaan gudeg, Bu Lies berinovasi. Sejak empat taun lalu Bu Lies memproduksi gudeg kalengan. Dengan label Gudeg Wijilan Bu Lies. Proses pengalengan ini dilakukan di pabrik pribadinya di Jl. Sorosutan no. 16, Yogyakarta.

gudeg kalengan
gudeg wijilan bu lies kemasan kaleng

Isi dan rasa gudeg kalengan ini sama persis seperti yang dijual di kedai Bu Lies lainnya. Konten bumbunya pun sama. Tanpa MSG, tanpa zat kimia dan tanpa bahan pengawet. Gudeg wijilan Bu Lies mengantongi sertifikasi halal dan BPOM.

Ketahanlamaan gudeg kaleng Bu Lies ini tertelak dari sistem pengalengannya yang sempurna sehingga Gudeg kalengan Bu Lies ini bisa tahan satu tahun sejak proses pengalengan.

Harga dan Pemesanan

Isi gudeg kaleng Bu Lies sangat komplit. Berupa gudeg nangka, krecek, tahu, tempe dan telur. Beratnya 300 gram. Cukup untuk 3 orang. Cara menghidangkannya gampang banget. Buka kalengnya, letak di piring, masukin microwave. Udah deh, siap santap.

Kalau gak punya microwave, gampang juga. Masukin aja kalengnya ke dalam panci yang telah dikasih air panas mendidih. Tunggu sekian menit sampai kira-kira gudegnya hangat (metoda ini cocok banget buat kamu yang lagi kemping). Atau, bisa juga direbus bentarrrr.. aja (diangetin), bisa ditambah air dikiiitt… banget biar ngak mengering.

Karena ketahanlamaannya dan kepraktisannya itu, Gudeg Kaleng Bu Lies sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Terutama buat kami, WNI yang bermukim di luar negeri 😉 Kerinduan akan legitnya makanan tradisional khas Yogyakarta ini pun bisa memuaskan lidah dan perut anda.

Gudeg Kaleng Bu Lies juga praktis dibawa kemping. Ataupun di stok di rumah. Jadi, buat kamu yang tinggal di luar kota Yogya, kalau mau gudeg Wijilan gak usah jauh-jauh ke Yogya, kan? Tinggal buka aja kalengnya, angetin. Makan deh.

Oiya, klo kamu pengen saat ini juga, gak usah pergi ke Yogya, pesen online aja. Bisa hubungi nomor berikut ini: 081567878777. Kalau beli 10 gratis 1. Kalau beli 20 gratis ongkir (Pulau Jawa)* Bilang aja, aja sama masnya nomor di atas, informasinya ini tau dari rosimeilani.com 😀 Buat yang mau jadi Reseller cocok nih.

Oiya, ada informasi tambahan. Klo beli gudeg campur, saya suka minta bonus krecek. Saya sukaaa.. banget kresek pelengkap gudeg ini. Bumbunya nyerep. Bu Lies emang paham bener sama kesukaan saya, 😀 Barangkali, langganannya Bu Lies banyak yang seperti saya juga.

Karena Bu Lies baik hati, makanya beliau memproduksi krecek kalengan juga. Mantap kan? Ukuran kemasan dan harganya sama dengan gudeg kalengan. Silahkan icip deh.

Sesi icip-icip

Saya tau semua yang baca artikel ini pernah makan gudeg. Kalau ada yang belum? wah ter-la-lu 😀 Walaupun let say semua pernah makan gudeg atau mungkin ada gudeg lovers, teuteup saya sediakan sesi icip-icip.

Untuk GA kali ini, saya sediakan 3 paket Gudeg Kaleng Bu Lies, yang masing-masing berisi 3 Gudeg Kaleng Bu Lies. Angka tiga ini sesuai denga filosofi tiga titik yang terdapat dalam gambar kendil logo Gudeg Bu Lies. Cara mendapatkan berikut ini

  • Jawab pertanyaan ini: Di jalan apakah Pendopo Dhahar Bu Lies berada?
  • Jawaban diketik di kolom komentar postingan ini.
  • GA dimulai sekarang, Senin, 30 Maret 2015 sampai Kamis, 2 April 2015 jam 12 malam.
  • Pengumuman pemenang dilakukan hari Jumat, 3 April 2015.

* ketentuan ini berlaku selama masa promosi