Gejala Gagal Ginjal | Pengobatan Gagal Ginjal | Apa itu CAPD

Banyak penyintas gagal ginjal atau penderita gagal ginjal divonis setelah kondisinya parah, hampir semua penyintas gagal ginjal yang saya wawancarai dan tayang di Channel Youtube Rosi Meilani divonis setelah stadium akhir atau stadium final alias stadium 5 atau juga disebut GGK (Gagal Ginjal Kronis).

Seperti kisah penyintas GGK yang satu ini, Ibu Heni namanya. Berawal dari kesibukan yang ia jalani sebagai pemilik sebuah bengkel yang setiap harinya aktif beraktifitas. Bolak balik antara rumah dan bengkelnya yang cukup jauh dengan menyetir mobil sendiri, yang konon katanya sering menahan haus karena malas jika kebelet pipis. Alih-alih harus berhenti di tengah perjalanan Ibu Heni lebih memilih tidak usah minum saja sekalian.

Rutinitas tersebut ia lakukan lama sekali hingga pada suatu saat ia sering merasakan pegal-pegal, sakit pinggang, mudah lelah dan kemudian tekanan darahnyapun cukup tinggi.

Semua gelaja-gejala tersebut ia abaikan. Andalan yang ia lakukan adalah dipijat saja. Oiya Bu Heni inipun sering kali mudah memar di tubuhnya. Akumulasi gejala-gejala tersebut bertambah jadi sering mual yang mana perkiraannya ialah asam lambung atau apalah yang akhirnya memaksakan ia untuk memeriksakan diri ke dokter.

Sesuai perkiraan dokterpun memberikan obat asam lambung dan sejenisnya. Namun ketika Ibu Heni tunjukan memar-memar di tubuhnya dokter menyuruhnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Cek darah ini dan itu yang kemudian hasilnya diluar perkiraan dan mengharuskan ibu Heni rawat inap.

Setelah dirawat beberapa hari ia kembali ke rumah sakit dengan kondisi yang lebih parah dan singkat cerita harus opname lagi dan di moment itulah ia divonis GGK alias Gagal Ginjal Kronis alias stadium akhir.

“BAGAI DUNIA TERBALIK” begitu kata Bu Heni kepada saya. Beberapa jam sebelumnya ia merasa sakit biasa dan semuanya akan sehat lagi. Dan begitu vonis itu ia terima, limbung! entah bagaimana hidupnya ke depan. Mungkin tak lama lagi ia bisa menikmati indahnya dunia ini.

Permohonan maaf kepada teman, sanak saudara ia lakukan. Bahkan pakaian-pakaian dan tas-tas ia bagikan, toh semua itu tidak akan ia bawa jika memang ia harus “pergi”. Takut memberatkan penghisaban, katanya.

Pengetahuannya tentang GGK,  sepertinya usianya tak lama lagi. Tak ada teman, sodara, kerabat yang memiliki penyakit seperti ini. Sehingga ia merasa sendiri dan sangat terpuruk. Informasi tentang gagal itu apapun ia tak tahu. Hingga akhirnya ia mengenal KPCDI yaitu Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia.

Apa itu KPCDI kamu bisa lihat obrolan saya bersama SekJennya Pak Peter Hadi atau Pak Petrus di link berikut ini. Yang mana beliaupun penyintas GGK dan sudah cuci darah bertahun-tahun lamanya.

Kpcdi komunitas pasien cuci darah indonesia

Setelah bergabung di KPCDI wawasannya tentang GGK bertambah setelah bertemu dengan sesama pasien gagal ginjal bernama Pak Sandi. Berbeda dengan Pa Petrus, Pa Sandi ini mengunakan terapi pengobatan Cuci Perut. Apa itu cuci perut? Video obrolan saya dengan Pa Sandi tentang Pengobatan Gagal Ginjal dengan cara cuci perut ada di link Video dibawah ini:

Pengobatan Gagal Ginjal dengan cara CAPD atau Cuci Perut

Akhirnya ibu Heni pun mengikuti jejak Pa Sandi dengan melakukan terapi CAPD atau Cuci Perut hingga sekarang dan hidupnya normal biasa. Seperti apa teknis terapinya dan seperti apa pula obrolan tanda awal gejala penyakit gagal ginjal, penanganan dan sebagainya? Simak video lengkapnya obrolan saya dengan Ibu Heni di bawah ini:

 

Published by

Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

One thought on “Gejala Gagal Ginjal | Pengobatan Gagal Ginjal | Apa itu CAPD”

komentar Anda