Unik, Menyeberang Pulau St Michael’s Mount Dengan Berjalan Kaki

Setiap tahun saya selalu mengagendakan kemping bersama keluarga. Biasanya kemping yang kami lakukan sekalian road trip menuju beberapa destinasi wisata yang asik dan menarik untuk dijajal.

Inggris adalah Inggris yang kadang cuacanya bikin surprise. Saat merencanakan road trip dan kemping, katanya weather forecast, cuaca okey. Ternyata, perhitungan prakiraan cuaca meleset. Diperburuk oleh keteterannya waktu dari satu destinasi ke destinasi berikutnya menyebabkan satu destinasi incaran yang kami andalkan gagal dieksplor secara maksimal.

Selain karena cuaca, angin kencang, gerimis serta datang kesorean, dengan sangat menyesal, St Michael’s Mount incaran kami meninggalkan utang. Kami pun berjanji untuk kembali. Selengkapnya bisa dibaca di postingan saya lainnya berikut ini. Ini aja!

 

Kemping di Cornwall

Untungnya Allah masih kasih umur, kasih sehat, kasih rejeki untuk kembali melalukan road trip ke Cornwall yang perjalanannya lumayan jauh, lebih dari 5 jam (plus istirahat). Tapi worth it lah! Karena Cornwall menawarkan destinasi yang bikin takjub. Masya Allah.

Jadi, di inggris ada sebuah pulau kecil yang terpisah dengan mainland UK, atau pulau utama inggris, tempat England, Scotland dan Wales berada. Pulau kecil di sebelah Barat Daya mainland ini bernama St Michael’s Mount.

Keberadaan pulau kecil ini unik. Karena kita bisa menjangkaunya hanya dengan berjalan kaki.

Mengapa bisa demikian? karena di waktu-waktu tertentu air laut yang menghubungkan pulau utama (mainland) dan pulau St Michael’s Mount mengalami surut. Tergantung musim, jika saat summer seperti ini biasanya air laut surut mulai pukul satu siang hingga pukul lima sore.

Nah, pada kesempatan itulah selat yang memisahkan kedua pulau ini tak berair sehingga dengan leluasa para wisatawan bisa melewatinya dengan berjalan kaki.

Bahkan ketika air laut surut, beberapa bisa mobil keluar masuk diantara dua pulau ini. Tapi mobil yang melintas ke sini hanya mobil pribadi penduduk pulau St Michael’s Mount, ambulance dan dinas pariwisata terkait. Tidak berlaku untuk mobil para wisatawan.

Untuk memudahkan pejalan kaki disediakan jalanan khusus yang bermaterialkan batuan yang panjangnya sekitar 300 meter. Dimana di kiri kanan jalanan bebatuan ini ditumbuhi banyak rumput laut menghijau.

Tiba di Pulau St Michael’s Mount saya dapati dermaganya kering. Sehingga perahu-perahu kecil yang biasa dipakai mengangkut wisatawan kala air laut tinggi itupun berserakan di dasar dermaga yang mengering.

Di dermaga yang mengering ini banyak wisatawan yang duduk-duduk menikmati suasana sambil menatap lepas pulau di seberang sana.

Ada pemandangan yang menarik di pulau ini. Dimana bangunan-bangunannya tampak tua dan klasik, berdinding material batu. Adapun fasilitas lainnya yang ada di pulau kecil ini ialah taman, cafe, toko suvenir, turis info, toilet, dll.

Saking kecilnya, pulau ini hanya dihuni oleh 30 orang saja dimana mata pencaharian penduduknya di bidang pariwisata. Diantaranya ialah para pemilik perahu sewaan, pemiliki toko suvenir, pemilik cafe, pengurus pulau dll.

Pemandangan indah lainnya, di atas bukit pulau kecil ini terdapat sebuah kastil. Karena ketinggian bukit dan kastil ini maka dari seberang, pulau utama (mainland) nampak jelas terlihat.

Keunikan dan keindah pulau kecil ini berhasil menarik minat para wisatawan untuk mengunjunginya. Baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Untuk memasuki wisata pulau kecil ini tak dikenai biaya.

Jika ingin pulang ke mainland dengan berjalan kaki segeralah kembali sebelum air pasang. Karena bila tidak, kedua pulau inipun kembali terpisahkan laut.

Namun demikian, jangan khawatir, karena perahu sewaan siap mengantar anda menyeberangi pulau, dengan tiket seharga £2 atau sekitar rp. 35.000 rupiah saja.

Mau tahu seperti apa penampakannya pulau kece ini? silakan intip videonya berikut ini!

N5. NRosmel14072016

Mau liat keindahan wisata Cornwall lainnya? Ini dia!

Porthcurno Beach, Pantai Tersembunyi Nan Elok di Cornwall Inggris

Di Inggris, Tambang Aspal Disulap Jadi Objek Wisata

Seiring kemunculan Revolusi Industri Inggris pada abad ke-18, Inggris memiliki banyak tempat penambangan. Salah satunya adalah tambang batu bara di daerah Shropshire.

Dalam memfasilitasi pengangkutan hasil tambang tersebut dibuatlah terowongan bawah tanah di sepanjang tepi Sungai Severn di Desa Coalport.

Pembuatan terowongan ini digagas oleh seorang pengusaha tambang batu bara yang bernama William Reynolds, pada tahun 1786.

Saat para pekerja sedang menggali tanah dikejutkan oleh muncratan cairan alam berwarna hitam pekat nan kental. Yang kemudian diketahui cairan alam tersebut ialah cairan aspal. Hingga akhirnya terowongan inipun menjadi tambang aspal.

Di masa-masa kejayaannya, sumber aspal ini pernah menghasilkan  seribu galon aspal per minggunya.

Tambang aspal yang pernah melimpah ruah ini lama-kelamaan kandungan aspalnya mulai menyusut hingga akhirnya berhenti beroperasi di tahun 1840. Dan akhirnya terowongan itupun difungsikan kembali seperti rencana semula. Yaitu sebagai terowongan (lorong) untuk mengangkut batu bara yang beroperasi hingga akhir abad ke-19.

Seolah tak ingin melupakan kejayaan Revolusi Industri Inggris, maka pada 1965 terowongan yang sudah tidak beroperasional inipun terbuka bagi umum yang ingin mengetahui seluk beluk pertambangan ini.

Hingga kini, wisata tambang aspal di Shropshire ini banyak dikunjungi  wisatawan, baik lokal maupun manca negara. Karena unik, menarik serta menyimpan sejarah yang panjang.

Untuk memasuki terowongan tambang aspal ini dikenai tiket masuk sebesar £3,25 atau sekitar 50.000 rupiah. Dimana petugasnya mengharuskan kita untuk memakai helm proyek selama berada di dalam terowongan.

Tambang aspal di Inggris

Demi keamanan dan kenyamanan pengunjung, untuk memasuki terowongan ini dibatasi. Hanya 15 pengunjung per sekali masuk. Jadi jika pengunjung sedang membludak Anda harus sabar menunggu antrian dan baru bisa masuk setelah rombongan 15 orang itu keluar dari terowongan.

Panjang terowongannya seribu meter. Namun untuk keamanan pengunjung, kita tidak bisa menjelajahi terowongan sepanjang itu. Ada batas aman yang bisa dilalui oleh pengunjung dan diberi besi tralis penghalang.

Terowongannya agak gelap, hanya diterangi beberapa lampu penerangan di beberapa titik.

TInggi terowongannya setinggi orang bule dan ada beberapa bagian yang rendah sehingga kita harus menunduk.

Di dinding terowongan utama tersebut terdapat beberapa terowongan-terowongan kecil yang dulunya merupakan titik-titik penghasil  aspal.

Uniknya, meski tambang aspal sudah tidak beroperasi lagi, namun lelehan aspal masih bisa kita temukan di dinding-dinding terowongan. Bau khas aspalpun tercium. gelap, dingin, tanahnya sedikit becek, sunyi, suara menggema, bau aspal menyeruak, lengkap sudah. Berada di dalam terowongan  serasa kita berada di masa lalu saat tambang ini masih beroperasi.

Keunikan lainnya, jalan menuju terowongan aspal ini kita harus melewati rumah warga desa yang khas layaknya rumah Inggris. Termasuk destinasi wisata terowongan inipun memasuki lobi yang bentuknya seperti rumah kecil. Di mana ruangan sebelahnya merupakan toko suvenir. Di toko suvenir inilah terdapat mulut lorong terowongan.

Buat kamu yang ingin membawa cindera mata jangan lupa membelinya di toko suvenir ini.

Mau lihat lebih dekat lokasinya? Ini dia!

N10_N12.NRosmel8_11072016

Selain terowongan aspal yang dijadikan objek wisata. Inggris memiliki objek wisata terowongan lainnya yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, berikut ini:

Wisata terowongan di perut Sungai Thames London

Bandara di Jerman Dilengkapi Mushola dan Ruang Tidur

Munich International Airport merupakan Bandara tersibuk kedua di Jerman yang menghubungkan 228 destinasi dari 66 negara yang dalam tahun 2014 berhasil mengangkut 40 juta penumpang.

Sebagai bandara besar, Munich International Airport memiliki pelayanan dan fasilitas yang bagus. Diantaranya ialah ruang tunggu (lounge) yang nyaman dengan sofa-sofa empuk dan tempat duduk yang nyaman. Di sini pun terdapat buku-buku sehingga menanti jadwal keberangkatan bisa dimanfaatkan untuk membaca.

Selain itu, di bandara tersibuk ketujuh di Eropa inipun dilengkapi fasilitas tempat beribadah bagi berbagai pemeluk agama. Ruangan tersebut bernama meditation and prayer room. Di sini pemeluk agama apapun bisa beribadah dengan nyaman dan tenang. Ruangannya sejuk, bersih dan hening. Jadi buat Anda yang muslim tidak usah binggung mencari tempat sholat ketika bertolak ataupun landing di Munich International Airport.

Ruang ibadah ini dilengkapi sejadah, kitab-kitab suci dan buku-buku agama. Simbol lima agama dan kutipan ayat-ayat suci menjadi interior ruangan yang menampilkan keberagaman agama.

Selain ruang ibadah, fasilitas lainnya yang bisa me-refresh penumpang yang melakukan perjalanan panjang ialah ruang tidur. Ya, di sini kita bisa tidur untuk melepas penat di napcab atau kabin tidur.

Untuk bisa beristirahat di sini kita harus membayarnya seharga 10 Euro per jam, atau sekitar  Rp. 145.000 per jam. Kabin ini dilengkapi dengan sistem pembayaran dengan menggunakan kartu kredit dan kartu debit. Untuk rileksasi kabin  dilengkapi musik. Jangan khawatir ketinggalan pesawat, karena di kabin inipun tersedia informasi jadwal penerbangan.

Asik kan? udah mah bisa sholat dengan tenang dan nyaman, bisa nunggu si lounge yang juga nyaman, serta bisa melepas lelah dengan tidur siang pulak di napcabs.

N10. NAdes, 11072016

Porthcurno Beach, Pantai Tersembunyi Nan Elok di Cornwall Inggris

Wisata Inggris tak hanya wisata kota, wisata sejarah ataupun wisata belanja saja. Sesekali cobalah wisata alamnya. Karena Inggris memiliki banyak sekali wisata alam yang patut dijajal. Salah satunya adalah Cornwall.

Cornwall adalah sebuah county yang terletak di sebelah Barat Daya Inggris yang merupakan daerah pesisir pantai. Tak heran jika di sini terdapat banyak pantai. Pantainya asik-asik, cantik, bersih, tenang menyejukkan.

Saking banyaknya pantai di pesisir ini banyak pantai yang tersembunyi, sepi dan sangat alami alias tak banyak diserbu pengunjung. Mungkin karena pengunjungnya tersebar di banyak pantai lainnya di Cornwall ini.

Salah satunya pantai yang sepi alami nan elok itu ialah Pantai Porthcurno yang terletak di sebuah desa kecil bernama Porthcurno Village. Pantai Portcurno seolah pantai tersembunyi karena untuk mencapainya diperlukan perjuangan.

Pantai Porthcurno dilingkup tebing tinggi, jurang curam nan indah. Untuk mencapainya kita harus melewati tebing bebatuan dan tanaman (ilalang) yang menghadang jalan. Meski harus menuruni tebing curam dan ilalang tinggi namun perjalanan yang cukup melelahkan tersebut terbayar sudah ketika tiba di pantai yang berpasir sangat lembut ini.

Tiba di pantai, waktunya untuk bersantai, menikmati hangatnya matahari, deburan ombak serta pemandangan sekitar yang sangat eksotik berupa tebing bebatuan dengan rerumput hijau di atasnya. Ya, pantai yang tenang, damai serta relatif sepi ini dilingkup barisan tebing batu yang memesona. Seperti itu pula lah yang dirasakan dan diutarakan oleh Mc Owen, seorang turis asal Skotlandia yang saya temui ketika menuruni tebing ini.

Waktu itu, saya menuruni tebing bersama si sulung lalu berpapasan dengan Pak Owen beserta istrinya yang tengah menaiki tebing lalu duduk beristirahat di bebatuan tebing itu dengan napas terengah-engah kelelahan. Lalu kami duduk sebentar sambil menatap horizon yang luar biasa indahnya.

Rupanya, apa yang dirasakan Pak Owen saat menaiki tebing menuju arah pulang, saya rasakan pula. Hufff.. bikin lutut bergetar, maklum, umur 😀

Seperti pantai-pantai lainnya di Inggris, tentu saja untuk memasuki pantai ini tidak ada tiket masuknya, alias gratis.

 

Berwisata ke pantai, selain menikmati suasananya, bisa juga menikmati patung-patung pasir di pantai Somerset, Inggris, berikut ini.

Unik, Patung-Patung Pasir di Inggris

Nah, kalau yang ini hasil jalan-jalan kami berwisata ke pantai yang ada di Skotlandia.