Lebih Dua Dasawarsa, John Pawson, Warga Inggris, Geluti Gamelan Indonesia

Indonesia memiliki sejuta pesona budaya. Diantaranya keberagaman seni musik. Satu diantaranya ialah gamelan.

Perpaduan alunan bonang, kendang, saron, kenong dan lainya mencipta harmonisasi nada yang mampu menelusuk sukma hingga tercipta rileksasi. Ketenangan dan kenyamanan itulah yang dirasakan banyak orang ketika mendengarkan alunan gamelan, termasuk seorang Inggris bernama John Pawson.

Pak John Pawson Guru Gamelan Orang Inggris

Beliau jatuh cinta pada gamelan karena pesona harmonisasi alunannya serta  etos kebersamaan dalam bermain gamelan.

Pria ramah yang pintar berbahasa Indonesia ini berlatar belakang kuliah jurusan musik. Iapun berkesempatan mendapatkan beasiswa  belajar gamelan di STSI (sekang menjadi ISI alias Institut Seni Indonesia) di Surakarta, lebih dari dua puluh tahun yang lalu.

Sekembalinya dari indonesia ia menjadi penggiat gamelan. Mengajar di beberapa tempat salah satunya di Southbank Center.

Selain mengajarkan bermain gamelan, John sering tampil di berbagai kesempatan. Baik di Inggris maupun di negara Eropa lainnya.

Pada sebuah kesempatan bertajuk Bristol Indonesian Society Gathering (kumpulan orang indonesia yang mukim di Kota Bristol) John beserta rekan-rekannya tampil di sini.

Adalah sesuatu yang unik, menarik, bangga sekaligus gimana… gitu.. 😀
Bangga ada orang luar negeri yang sangat cinta budaya Indonesia. Rasa gimananya itu ialah ketika beliau beserta teman-teman grupnya menghibur kami, orang indonesia, yang nyata-nyata pemilik kesenian ini.

Apapun itu, terbukti gamelan disukai hingga ke luar negeri. Menurut John, rekan-rekan pemain gamelan dan murid-muridnya nyaris didominasi oleh orang Inggris. Ada juga sih orang Indonesia, tapi bisa dihitung jari.

Sering kali dalam setiap penampilannya, John memberikan workshop super singkat kepada penonton yang hadir untuk bermain gamelan bersama. Dalam kesempatan BIS Gathering kala itu penonton diantaranya masyarakat indonesia serta Wakil Dubes RI untuk Inggris, Ibu Anita, ikut serta memainkan gamelan (bagian kendang). Mantap deh ini ibu 😉

Mau lihat permainan Ibu Dubes kami bermain gamelan? Intip aja artikelnya di sini. 😉

Tak perlu waktu lama. Peserta workshop yang dipandu oleh para pemain gamelan profesional inipun berhasil mengalunkan tembang sederhana atas arahan John.

John pandai memainkan semua alat musik gamelan, terutama kendang. Tangannya begitu piawai memukul kendang. Iapun pintar ngawih sebagai pelengkap seni pertunjukan gamelan tersebut. Lengkap sudah. Memimpin gamelan, bermain kendang serta ngawih.

Mau lihat penampilan Pa John saat mimpin gamelan, maen kendang serta nembang? Klik ini!

Makasih, Pak John, Anda telah melestarikan budaya kami serta menyebarkan seni gamelan ke belahan bumi Inggris.

intip guru gamelan orang inggris lainnya di sini

John hanyalah salah satu orang bule yang sangat mencintai budaya Indonesia. Masih banyak John-John lainnya di inggris serta di seluruh dunia yang cinta budaya Indonesia. Lalu, bagaimana dengan kita?

Oiya, selain Pak John, intip juga kegiatan Louis Mc Kenzie seorang Inggris yang pintar mendongeng “Bawang Merah Bawah Putih” di link ini.

 

Warga Inggris Ini Lestarikan Gamelan Indonesia

Selengkapnya bisa dibaca di sini:

Lebih dari dua dasawarsa, John Pawson, Warga Inggis, Geluti Gamelan Indonesia

Orang Inggris cintai gamelan indonesia

 

Net10. NRosmel08062016

 Tarhib Ramadan di Munchen, Jerman

Sambut Ramadan 1437 Muslim Indonesia yang mukim di Kota Munchen Jerman adakan Tarhib Ramadan atau Welcome Ramadan dalam Bahasa Inggris atau dalam Bahasa Indonesianya selamat datang Ramadan.

Kegiatan yang bertempat di Machtlfingerstrasse no 10 Munchen ini diisi  ceramah dengan tema berpuasa di bulan Ramadan dengan baik dan benar seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Inilah Museum Kereta Kerajaan Terbesar di Dunia

Perkeretaapian Inggris memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-19.

Kereta api merupakan alat transportasi yang sangat efektif dan efesien karena mampu mengangkut orang dan barang lebih banyak dari moda transportasi apapun pada masa itu.

Dengan adanya kereta api, laju perekonomian,  informasi dan perjalanan warga Inggris menjadi lebih mudah. Segala informasi mengenai perkeretaapian Inggris tersebut tersimpan di National Railway Museum yang berada di Kota York. Museum yang dibuka pada 1975 ini menyimpan banyak koleksi.

Selain berbagai jenis kereta yang mengangkut penumpang dari masa ke masa, dipamerkan pula banyak gerbong perniagaan. Seperti gerbong pengangkut barang, bahan makanan, sayur,  ikan dari satu kota ke kota lainnya.

Juga dipamerkan gerbong khusus paket dan pos. Di gerbong tersebut kita bisa melihat tayangan TV yang memaparkan cara kerja lalu lintas pos, surat, paket barang antar kota di seluruh Inggris.

Di sini dipamerkan gerbong-gerbong kereta di abad 19 dan 20 yang terbagi dalam tiga kelas. Dimana masing-masing kelas memiliki sofa dan toilet yang berbeda jenisnya. Konsep museum kereta ini dibuat sangat menarik. Interior dan eksteriornya dibuat sama persis seperti stasiun kereta api sungguhan seperti di masa lampau.

Satu yang menarik di sini dipamerkan banyak gerbong kereta milik kerajaan inggris. Gerbong-gerbong yang didesain khusus layaknya istana berjalan ini merupakan gerbong pribadi raja dan ratu inggris yang pernah bertahta.

Diantaranya gerbong kereta Ratu Victoria, gerbong kereta Raja Edward VII, gerbong kereta ibunda Ratu Elizabeth dan masih banyak lagi. Saking banyaknya koleksi gerbong kereta Kerajaan Inggris maka tak heran jika museum ini diberi gelar museum kereta kerajaan terbesar di dunia.

Istana berjalan ini terlihat sangat mewah. Yang dibagi dalam beberapa bagian. Diantaranya ruang tamu, ruang santai, ruang makan, ruang kerja, kamar tidur, toilet yang lengkap dengan bath tubenya. Dan tentunya perabotan begitu lux bin mewah.

Mau lihat salah satu penampakkan ruang kerja Raja/Ratu Inggris di gerbong keretanya yang ekslusif itu? Ini dia!

Gerbong kereta milik Raja Ratu Inggris

Hmm, terbayang betapa nyamannya berada dalam kereta ekslusif itu, ya?

Untuk memasuki museum ini tidak dipungut biaya alias gratis. Namun jika Anda ingin memberikan donasi tentu saja Management Museum lebih menyukainya.

Jadi, buat kamu yang nanti akan melancong ke Inggris, jangan lupa kunjungi museum ini.

Tayang di NET10. NRosmel31052016

Ngomongin soal kereta di Inggris, saya punya pengalaman menarik di sini.

Di Inggris,  kemahalan naik kereta? minta refund aja!

Masih tentang kereta api dan stasiunnya, artikel ini tak kalah  menarik. Karena stasiun kereta ini beken gegara si Harry Potter 😉

Magnet Harry Potter di Platform 9 3/4 London