All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Ana-Fia Lolos Semifinal Britain’s Got Talent, Promosikan Indonesia

Ada kabar gembira dari Inggris untuk semua saudara di tanah air, Indonesia. Bahwa Ana dan Fia,  ibu anak peserta Britain’s Got Talent asal Indonesia yang tinggal di Kota Essex lolos ke babak semifinal.

Sejak penampilan perdananya di babak penyisihan, malam sabtu 14 mei 2016, Ana dan Fia mencuri perhatian karena kualitas vokal, kekompakan serta aksi panggungnya di  Britain’s Got talent (BGT) yang masuk ke tahun 10 ini.

Merekapun mendapat standing aplausse dari  penonton dan semua juri yang terkesima, termasuk simon cowell. Maka adalah suatu kebanggaan ketika simon berdiri dan bertepuk tangan untuk mengapresiasi aksi panggung Ana dan Fia di minggu lalu.

Setelah semua peserta BGT 2016 tampil di Sabtu malam (waktu inggris), 21 mei 2016, kini waktunya juri untuk memilih siapa saja yang berhak maju ke babak semifinal.

BGT adalah salah satu acara TV yang banyak disukai warga Inggris. Maka tak heran jika kami rela menonton dari awal hingga akhir untuk melihat hasil resultnya. Termasuk saya dan orang-orang Indonesia yang mukim di Inggris. Karena ada yang special di BGT tahun ini. Tentu saja untuk terus memantau jagoannya, Ana dan Fia, apakah mereka bakal lolos ke babak semifinal dan selanjutnya?

Pengumuman di segmen terakhirpun keluar, dan sunguh mengharukan serta menyenangkan ketika juri mengatakan Ana dan Fia lolos ke babak semifinal yang akan berlangsung mulai hari Minggu, 22 Mei 2016 hingga hari Kamis, 26 Mei 2016. Setiap pukul 19.30 hingga pukul 21.00. Empat hari berturut-turut di jam yang sama.

Ana Promosikan Indonesia

Setelah result keluar disambung acara bincang-bincang dengan para peserta yang masuk ke babak semifinal. Satu yang paling menarik pertahian, khususnya bagi kita orang Indonesia, adalah ketika Ana menanyakan satu hal kepada Stephen Mulhern, presenternya.

Diawali dengan Ana dan Fia masuk belakang panggung dimana ada Stephen Mulhern di sana. Bagi Ana dan Fia adalah sebuah mimpi ketika bertemu Stephen Mulhern yang mereka idolakan dan sebelumnya hanya bisa melihatnya di layar TV.

Maka di malam special itupun Stephen Mulhern mempersilakan Ana dan Fia untuk menanyakan kepadanya tentang apa saja  yang ingin mereka ketahui tentangnya. Diluar dugaan, Ana menanyakan hal ini kepada Stephen Mulhern:
“Apakah anda pernah ke indonesia?”

Pertanyaan tersebut disambut tawa crew, dengan sedikit malu Stephen Mulhern menjawabnya “no”. Semoga saja dengan pertanyaan Ana yang mengelitik Stephen Mulhern ini menjadi salah satu jalan bagi orang Inggris yang ingin mengetahui seperti apa itu Indonesia? dimana itu Indonesia dan semoga (pesan implisit ini) menjadikan orang Inggris berbondong-bondong berwisata ke Indonesia 😀

Mau tahu obrolan Ana dan Stephen Mulhern tentang Indonesia? ini dia videonya..

Sisi Lain Ana & Fia

Sejak penampilan perdananya di layar kaca, Ana dan Fia yang makin terkenal. Viralnya meraja lela di dunia maya. Contohnya saja artikel rosi meilani di rosimeilani.com yang diunggah pada 17 mei mampu mendatangkan sekitar seribu pembaca dalam satu hari. Linknya bisa dilihat di sini:

Ana dan Fia Bikin Bangga Indonesia di BGT 2016

Di postingan tersebut diulas sisi lain Ana dan Fia yang biasa manggung di acara yang diselenggarakan KBRI London. Di link di atas terlihat bahwa Ana mampu menyanyikan berbagai jenis aliran musik. Tak hanya Pop, rock and roll tapi juga lagu Jawa “Rek Ayo Rek” berikut ini:

Saking viralnya Ana dan Fia, video berjudul Dancing Queen, Ana dan Fia yang diunggah di youtube Rosi Meilani beberapa hari lalu inipun ditonton lebih dari 20 ribu orang.

Ide Cerpen Anak Dari Bapak, Dimuat di Majalah Bobo

Minggu kemarin, saya dapat info dari seorang teman kalau cerpen anak karya saya dimuat di Majalah Bobo yang keren itu.

Seperti cernak saya lainnya yang berhasil dimuat di koran dan majalah, idenya tak jauh dari pengalaman pribadi. Entah pengalaman saya ataupun pengalaman orang-orang di sekitar saya. Nah, untuk cernak kali ini ide awalnya adalah kejadian yang dialami bapak saya ketika ABG.

Untuk diketahui, bapak saya sekarang usianya sudah kepala 7. Pesan yang ingin saya sampaikan ialah: ide itu bisa datang dari mana saja, dari masa kapan saja, bahkan pada masa tahun 60’an sekalipun 😀

Jadi ceritanya begini, ketika saya mudik dulu, saya ke rumah keluarga bapak di Bandung. Rumah itu penuh kenangan bagi kami. Di setiap sudutnya memiliki kenangan dan cerita tersendiri. Salah satunya ialah sebuah sumur yang terletak di samping rumah nenek-kakek saya itu. Meski di tahun 90’an rumah kakek saya itu sudah dipasang air ledeng, namun keberadaan si sumur tua ini tak tersisihkan hingga kini.

Ketika mudik itu, kami, saya, uwa, bibi dan sodara-sodara lainnya ngumpul bersama sambil cerita-cerita masa lalu. Biasalah, klo mudik memang waktunya kami untuk bernostalgia. Ketika saya melonggokan kepala di jendela samping rumah, saya bilang, “Duh, sumur itu, lawas benar”

Ketika itu, mulailah uwa saya bercerita. “Tau ngak? bapamu dulu pernah (dikira) kecebur sumur itu. Hebohlah kami semua dibuatnya.”

Singkat ceritanya, ketika itu terdengar suara gedubrak di halaman samping rumah. Semua orang mengira bapa tersandung atau apalah-apalah hingga akhirnya (dikira) kecebur sumur. Hebohlah semua orang. Setelah panik dan riweuh berusaha menyelamatkan bapa yang katanya (kemungkin) tenggelam.

Selang beberapa waktu, tiba-tiba si bapa nongol begitu saja. Konon katanya baru pulang dari rumah temannya. Hahaha.. D 😀 kocak banget kan? Si uwa sambil ketawa-tawa menceritakannya, kamipun juga.

Nah, cerita-cerita seperti ini bisa kita kembangkan menjadi sebuah cernak yang kocak. Iya gak? Padahal itu kejadian terjadi setengah abad yang lalu. Taruh saja saat itu bapak saya masih ABG, dimana bapa saya sekarang usianya 71 tahun. Uwow banget kan?

So, buat kami yang masih saja bingung dengan ide untuk sebuah cernak, mungkin hal-hal seperti ini bisa dijadikan bahan masukan. Satu tips yang harus diingat, ubahlah seting waktu dan keadaannya.

Baiklah, setelah dieksekusi, ide tersebut saya kembangkan dengan seting waktu kini, tokohnya pun diubah menjadi tokoh anak-anak. Yaelah, namanya juga cerpen anak.

Ini adalah naskah aslinya, silakan nanti dibandingkan dengan cernaknya yang sudah dimuat di Bobo edisi 12 Mei 2016 kemarin. Jadi kamu bisa lihat, bagian mana yang diedit oleh editor Majalah Bobo.

Kecebur Sumur

(Rosi Meilani)

 

            “Mak, beliin sepatu bola dong, Mak!” rayu Ocid pada Emak yang sedang memasak.    

“Jangan sekarang, Cid. Emak belum punya uang.”

“Gak usah yang baru, Mak. Yang bekas aja. Kebetulan Yana mau ngejual sepatu bolanya. Cuman 30 ribu.”

“Buat Emak 30 ribu itu masih kemahalan, Cid.”

“Nanti Ocid tawar deh,” ujarnya berapi-api.

“Nanti tanya Abah dulu. Kamu kan tahu, Abah baru beli bibit tanaman,” jawab Emak sambil berlalu menuju kamar.

“Ya … Emak. Sudah capek-capek merayu, ujung-ujungnya tanya Abah juga.” Ocid mengerutu sambil berlalu.

Tak lama. Brak! terdengar sesuatu dari kamar Ocid.

“Cid! apaan tuh?” tanya emak yang tengah mengelar sejadah.

Ocid tak menjawab. Selang beberapa menit, Ocid ke kamar emak, tapi emak sedang shalat. Ocidpun berlalu keluar rumah.

Ketika hendak pergi, sandal jepit yang dikenakan Ocid putus. Ocid yang sedang kesal makin kesal saja. Spontan ia menendang bibir sumur yang ada di hadapannya.

“Huu uuhh …,” gerutunya.

Brak! Gejebyurrr … separuh dinding sumur tua itupun roboh.

Bunyi keras itu terdengar ke kamar Emak. Emak mengira, suara itu berasal dari rumah tetangga. Emak pun meneruskan shalatnya.

Usai shalat emak ke kamar Ocid. Tak ada Ocid di sana. Emak perhatikan ada pecahan celengan tanah liat di lantai kamar Ocid. Lalu emak kembali ke dapur.

Tak lama, Abah pulang dari ladang.

“Emak … emak …,” dari arah halaman belakang Abah berteriak-teriak.

Emak bergegas menghampiri Abah yang terdengar genting, lalu bertanya.

“Ada apa, Abah? pake teriak-teriak segala.”

“Lihat, sumur kita roboh separuh! Apa yang terjadi?” pekik Abah.

“Hah? Rubuh? Ya … ampun. Apa yang terjadi?” Emak balik bertanya. “Wah, jangan-jangan …,” Emak gusar dan panik.

Emak bertambah panik saat melihat sandal jepit Ocid mengambang di permukaan sumur. Emak menangis sejadi-jadinya. Hingga menarik perhatian tetangga.

“Ada apa ini, Emak? Ada apa?” Abah tak mengerti.

Sambil menangis hebat, Emak menceritakan kejadian tadi. Dalam waktu bersamaan para tetangga datang menghampiri dan berinisiatif memberikan bantuan.

Mang Tatang, Wa Eman dan Kang Sule berlari mengambil tangga bambu dari rumahnya masing-masing. Lalu tangga-tangga itu disambungkan.

“Siapa yang bersedia masuk?” tanya Mang Tatang.

“Aku, Mang!” jawab Kang Sule sigap. Mang Tatang segera melilitkan tambang ke pinggang Kang Sule.

Semua orang di sana melingkup sumur sambil tertunduk menyaksikan Kang Sule menuruni anak tangga menuju dasar sumur. Mang Tatang mengulurkan tambang perlahan.

Hampir sejam kejadian ini berlangsung. Emak semakin panik. Emak tak henti menangis, lalu berujar,

“Emak ngak tau, kalau sepatu bola itu adalah permintaan terakhir Ocid. Tau gitu, emak pasti mengabulkan permintaannya. Lain kali, apapun permintaan Ocid, emak bakal kasih,” emak sesegukan, kepalanya bersandar ke pundak Abah. Sedangkan  tangan Abah melingkar di pundak Emak.

Dalam waktu bersamaan, pundak Emak dan Abah digelayuti sepasang lengan kurus.

“Ada apaan nih,” ujar orang berlengan kurus itu.

Emak dan Abah kaget. Merinding seram bercampur senang. Dug! jantung Abah dan Emak berdebar. Keduanya menengok kebelakang.

“Ocid?!” Pekik Abah dan Emak.

“Ocid?!” seru yang lainnya.

Mang Tatang kaget, terlepaslah tambang yang ia pegang sedari tadi. Tambangpun tercebur ke sumur.

“Mang, tambangnya lepas … pas … pas … pas …,” teriak Kang Sule dari dalam sumur yang menggema.

Semua yang ada di sana memeluk Ocid erat-erat.

“Ada apa sih?” Ocid bingung sekali.

Emak menceritakanya dugaannya. Ocid pun tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha.. jadi, emak pikir Ocid kecebur sumur? Maaf, Ocid ngak pamit sama Emak. Tadi itu Ocid abis ke rumah Yana. Nih lihat, Ocid beli sendiri sepatu bolanya. Ocid tawar. Jadinya 25 ribu saja. Ocid bayar pake celengan Ocid sendiri,” Ocid memamerkan sepatunya penuh bangga.

Sekali lagi, Emak memeluk Ocid erat-erat. Emak bangga pada Ocid.

“Cid, tadi emak janji, katanya apa aja yang Ocid minta nanti mah bakal dikabulkan,” canda Mang Tatang menyeringai.

“Ah, sekarang mah ngak janji, kan Ocidnya juga udah selamat,” emak tersenyum mengelak dan semua yang ada di sana tertawa,

“Itu Si Sule gimana?” tanya Abah.

Tiba-tiba sule nongol di bibir sumur,

“Eh … gimana ini teh. Saya udah capek-capek nunggu di dalam sumur ngak ada yang ngasih instruksi,” ujarnya kesal.

Semuanya melirik pada Kang Sule dan tertawa bersama.

***

Cerpen anak di majalah bobo

 

Pesona Indahnya Sungai Cam di Cambridge Inggris

Saya lagi malas nulis artikel panjang-panjang. Jadi, selamat menikmati perjalanan kami lewat tayangan videonya saja ya…

Specialnya, video traveling kali ini bersama pasukan komplit. Papih, mamih, teteh, dede 😀
*tumben.

Judulnya: Ketika si cantik dan si ganteng mau jalan bareng 😉

 

N12. Nrosmel.12052016

Ana dan Fia Bikin Bangga Indonesia di BGT 2016

Britain’s Got Talent atau disingkat BGT adalah ajang pencarian bakat bertaraf internasional. Meski ajang bergengsi yang digagas Simon Cowell sejak 2007 ini berlangsung di Inggris namun BGT membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa aja yang mau menunjukkan kebolehannya di sini.

Tak pelak kontestannya tak hanya orang Inggris saja, tapi juga ada yang berasal dari negara luar. Sebut saja diantaranya ialah “Attraction”, sebuah shadow theatre group yang berasal dari Hungaria. Hebatnya lagi, grup yang menyajikan drama dengan format bayangan ini terus melaju hingga ke final dan berhasil mengantongi hadiah utama sebesar setengah juta pounsterling atau sekitar 10 M rupiah. Selain itu, berkesempatan tampil di hadapan Ibu Ratu Elizabet beserta keluarga istana di acara  “Royal Variety Performance”. Sebuah acara tahunan yang telah berlangsung sejak 1912. Uwow banget kan?

Makanya, banyak orang yang memiliki talenta ingin tampil di ajang bergengsi BGT ini. Sudah mah terkenal, tak hanya di Inggris, tapi juga di dunia, bisa menaikan karir, bertemu dan bersalaman dengan Ibu Ratu, mengisi acara bergengsi, hadiahnya gila-gilaan. Wah, komplit pokoknya.

Untuk BGT tahun ini kita turut bangga pada salah satu pesertanya. Karena ada Ana dan Fia di sana. Mereka adalah ibu-anak asal Indonesia yang turut bertarung di ajang tahunan ini.

Ana pernah berprofesi sebagai pramugari, pada tahun 2011 ia beserta kedua anaknya pindah ke Essex Inggris. Seperti yang dituturkan Ana pada juri BGT yang tayang Sabtu lalu di chanel ITV, ia pernah mengalami masalah berat dalam kehidupan keluarganya. Namun ibu anak ini harus kuat dan saling menguatkan. Nah, hal-hal seperti inilah yang bikin juri leleh. Terlebih ketika keduanya beraksi.

Wow.. suara Ana berkarakter kuat, penjiwaan keduanya saat bernyanyi dalam banget. Tak heran mereka berhasil pukau penonton. Baik yang berada di lokasi maupun yang menonton lewat layar TV. Bahkah mereka sampai standing applause. Termasuk Simon Cowell dan ketiga juri lainnya. Padahal biasanya Simon Cowell itu jutek, pelit pujian bahkan sering kali kasih komentar pedas yang tak jarang peserta sakit hati dibuatnya. Tapi buat Ana dan Fia, ia dan ketiga juri lainnya standing applause. Keren banget kan?

Sabtu kemarin itu adalah penampilan babak pertama mereka. Doakan mereka, semoga mereka terus melaju hingga ke babak final. Semoga Tuhan mengabulkan doa kita semua. Aamiin.

Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Inngris yang sering wara-wiri hadir di acara besar seperti yang diselenggarakan KBRI, seperti halnya saya, tentunya nama Ana sudah tak asing lagi di telingga. Karena wanita berusia 43 tahun yang bernama lengkap Ana Aldiana ini kerap bernyanyi menghibur kami. Salah satunya ialah saat perayaan HUT RI yang ke-70 tahun 2015.

Ana dan Fia menyanyikan beberapa lagu yang berhasil menghangatkan suasana perayaan agustusan tahun lalu itu. Segala jenis lagu bisa Ana bawakan. Mulai dari Pop, Rock and Roll, yang mellow seperti lagunya Whitney Houston hingga lagu “Rek Ayo Rek” bisa ia bawakan dengan apiknya. Pokonya mba Ana ini penyanyi komplet. Segala bisa. Multi talent. Semoga kalian berdua bisa menjadi pemenang BGT 2016!

Mau lihat penampilan keren mereka? ini dia video-videonya…