All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Bumbu Rendang Instan Buatan Inggris

bumbu rendang instan di inggris

Pada sebuah Sabtu saya berkesempatan menjumpai seorang Warga Negara Indonesia yang telah lama tinggal di Inggris. Tepatnya di Kota Birmingham. Sekitar setengah jam perjalanan bertemulah saya dengan dia. Tina namanya. Rupanya kami sama-sama orang Sunda. Obrol-obrolpun berlangsung hangat diselingi berbahasa Sunda tentunya.

Sabtu itu Tina buka stand di sebuah pasar kaget yang digelar tiap akhir pekan. Produk yang ia jual adalah bumbu instan khas Indonesia asli. Ada 9 varian yang ia jual. Yang bikin bangga, ia produksi sendiri kesemua produk tersebut. Dari sekian banyak produk tersebut diantaranya ialah: bumbu rendang, bumbu sate, bumbu kari, sambal padang, bumbu nasi goreng dll. Dan dari sekian banyak itu, bumbu rendang adalah yang paling banyak diminati pembeli.

Itu terbukti, di setiap kesempatan berjualan, Tina selalu menyajikan tester alias icip-icip rendang buat para pembeli. Hal ini tentu saja untuk memberikan pengenalan rasa, dan sedikit pengetahuan pembeli baru bagaimana cara mengolah bumbu yang praktis ini.

Pada kesempatan itu, banyak pembeli baru yang merapat ke stand Tina, mencoba, icip-icip, lalu membelinya. Sesi icip-icip ini tak cuman rendangnya saja, tapi juga plus nasinya yang sangat pulen, hangat pulak. Saat itu cuaca agak dingin lagi. Wah, pas deh. Lucunya dari sekian banyak pembeli yang icip-icip seorang pembeli bule, malah tekor nasinya n nyeletuk,
“Enak banget nih nasi, boleh beli gak?” 😛 😛
Mungkin ini kali pertama dia makan nasi pulen. Soalnya orang Inggris kebanyakan makan nasi basmati yang panjang-panjang dan agak sedikit keras. Biasanya dipadupadankan dengan makanan Asia Selatan (IPB = India, Pakistan, Bangladesh) seperti untuk nasi Biryani, nasi mandi dll.

Gak cuman si bule itu aja sih yang jatuh hati sama kombinasi nasi pulen n rendang sapi buatan suaminya Tina ini. Saya dan suami juga 😀 Apalagi suami saya, doi minta nasinya dibanyakin 😛 Yeee… namanya juga tester, seuprit aja keleuss…
Pinter juga nih Tina, pincuk* piring kertas buat testernya dibikin kecil 😀
Yaelah, klo gede mah sebox nasi plus rendang itu harganya £5 atau sekitar 125 IDR itu harga yang biasa saya temukan saat acara bazaar-bazaar orang Indonesia di Inggris.

Eh, apa, tadi bilang yang bikin rendang itu suaminya Tina? 😀
Iya, Tina bilang, yang biasa dapat tugas bikin rendang untuk sesi icip-icip ini adalah suaminya. Keren ya mas bule 😀
Adalah Jeremy, suaminya Tina, yang juga sama-sama membangun usaha pembuatan bumbu khas indonesia ini.

Disela obrol-obrol kami datanglah Jeremy yang ternyata pintar juga berbahasa Indonesia dan sedikit berbahasa Sunda. Lucu aja denger doi ngomong sunda. Menurut Jeremy yang pernah bermukim di indonesia selama 7 tahun, usahanya ini merupakan bentuk memperkenalkan masakan indonesia pada warga Inggris, agar makanan indonesia lebih go internasional.

Menurut Tina, berawal dari kerinduan akan makanan Indonesia, terutama buatan mamanya yang bernama Mama Eti, akhirnya terciptalah bumbu – bumbu olahan masakan Indonesia ini dari dapurnya di kota Birmingham yang tidak hanya untuk keperluannya sendiri melainkan diproduksi dalam jumlah banyak dan dipasarkan ke pelbagai kota di Inggris.

Sampai saat ini rata-rata per minggunya bisa memproduksi 350 toples. Tidak sulit untuk bisa mendapatkan aneka bumbu berlabel Mama Eti’s ini. Karena Tina dan Jeremy melayani pembelian online. Selain itu, produknya inipun tersebar di beberapa toko yang ada di Inggris seperti berikut ini:

  • Birmingham: Beckets Farm  dan Rositers Butcher
  • Stoke on Trent  Brown And Green
  • Essex:  Food Company
  • North East: Latimers Seafood And Deli
  • London: Eat 17 dan Few High End Butchers
  • Warwickshire: Squisito

Dan masih banyak lagi toko-toko kecil yang ada di seputar West midlands area. Di saat mulai akhir musim semi – musim panas – hingga awal musim gugur, Tina-Jeremy sering kali buka stand di segala acara bertema kulineri di berbagai kota di Inggris. Seperti di NEC Birmingham  dan di Pameran Di London Olympia, beberapa waktu yang lalu.

Oiya, mulai Januari 2016 produk Mama Eti’s juga bakal masuk Harrods, London. Tau Harrods kann… hehehe… Nih, artikel saya tentang Harrods ini pernah dimuat di Majalah Female yang keren itu 😉

Harga produk bumbu Mama Eti’s mulai £2,95 – £3,95 (sekitar 60 ribu – 80 ribu rupiah) per toples.

Oiya, untuk memenuhi kebutuhan pelangan dari berbagai kota dan luar negeri, Mama Eti’s juga bisa dibeli lewat Amazon loh. Kamu bisa intip keterangan lengkapnya di sini : http://www.mamaeti.com/

 

Asiknya Bersepeda di Oxford

Oxford adalah salah satu kota dengan pengguna sepeda terbanyak di Inggris. Maka tak heran jika anda melancong ke Oxford akan disuguhi banyak sepeda yang berseliweran di pusat kotanya yang terkenal akan universitasnya yang melegenda. Para pesepeda itu terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, kaum muda, kaum kantoran ataupun para mahasiswa.

Menurut sensus 2011, 17% kaum pekerja Oxford menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya. Itu menurut sensus tahun 2011, apalagi sekarang dong ya?
Para pekerja yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya itu termasuk mereka yang berada di luar kota Oxford. Oleh karena itu, untuk mendukung kenyamanan warganya dalam bersepeda, Pemerintah Daerah Oxford menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satunya adalah “Park and Pedal”. Yaitu kawasan/area parkir mobil yang berada di sisi kota Oxford. Dengan membayar parkir 2 pounsterling (sekitar 42 ribu rupiah) selanjutnya pemilik mobil tersebut bersepeda menuju kantor yang terletak di pusat Kota Oxford.

Hal ini sangat efektif, efisien, menyehatkan dan mampu mengatasi kemacetan dan tentunya lebih hemat. Karena, jika kita parkir di pusat kota untuk seharian penuh, bisa bikin jebol dompet. Setidaknya, kita harus membayar £31,5 (sekitar 661.000 rupiah). Sedangkan tarif per-jam antara £3 – £4. Hal itu saya rasakan banget ketika hendak parkir di dekat University of Oxford dalam rangka meliput kegiatan Oxford-Indonesia Forum 2015. 

Dengan banyaknya warga bersepeda lalu lalang, justru membuat pusat kota yang dilingkup oleh bangunan kampus Universitas Oxford yang tua nan klasik ini terlihat khas dan cantik.

Hampir di semua sudut jalan terdapat area parkir sepeda, berderet rapih. Baik itu di pusat perbelanjaan, depan kampus, depan pasar, depan toko dan sebagainya. Saking banyaknya spot parkir sepeda, jangan heran jika kita saksikan banyak sepeda yang parkir disandarkan di dinding bangunan begitu saja. Saking amannya kali itu kota.

Demi kenyamanan pengendara sepeda, jalur sepeda pun dibuat sebaik dan serapih mungkin. Seperti dari jalur park and pedal menuju tengah kota Oxford.

Area Park and Pedal (parkir lalu bersepeda) ini merangkap juga Park and Ride (parkir lalu naik bus). Artinya, setelah memarkirkan mobil  seterusnya silahkan menggunakan bus yang tersedia menuju pusat kota. Parkir di Park and Ride seharga £2, berlaku 24 jam, buka tiap hari pula. Ada 5 park and ride yang berada di sisi kota Oxford bagian Utara – Selatan – Timur – Barat. Sedangkan tiket bus dari park and ride menuju pusat kota Oxford tarifnya £1,8 (sekitar 36 ribu rupiah) sekali jalan.

Apapun pilihannya, mau naik bus ataupun bersepeda (yang tentunya lebih menyehatkan) pilihan ada di tangan anda. Namun, dengan bersepeda, ada sensasi lain saat melancong di Oxford. Seperti yang saya rasakan ketika melancong ke sana beberapa waktu yang lalu. Bersepeda diantara orang-orang lokal itu…  serasa kita menjadi bagian dari mereka. Oiya, untuk para pelancong, tersedia jasa penyewaan sepeda loh.

Sepertinya, sistem Park and Ride dan Park and Pedal ini cocok diterapkan di kota-kota besar di indonesia yang tingkat kemacetannya semakin parah deh kayaknya. Sebut saja Bandung contohnya. Akan lebih indah kan, jika jalan Riau, Gasibu, Cihampelas, Asia Afrika dll, lebih lenggang, lebih segar dan lebih cantik pula kelihatannya.

Sedikit ngayal 😀 Dengan berseliwerannya sepeda-sepeda di Bandung jaman kiwari, mungkin akan tercipta suasana Bandung tempo doeloe 😉

 

Jembatan Air Usia 3 Abad, Pontcysyllte Aqueduct

Berwisata ke Inggris tak harus melulu London, Oxford, Birmingham ataupun kota-kota besar lainnya di Inggris. Tapi cobalah juga berkunjung ke negara bagian Inggris Raya, Wales. Wales memiliki banyak destinasi wisata yang cantik dan menarik untuk dikunjungi. Salah satunya ialah jembatan air Pontcysyllte Aqueduct yang dibangun pada tahun 1795.

Jembatan air?
Ya.
Dinamakan jembatan air karena di atas jembatan ini mengalir air yang menghubungkan dua kanal.

Awal mula pembangunan jembatan ini untuk menggabungkan dua desa yang terhalang oleh lembah dan sungai. Desa tersebut bernama Desa Froncysyllte dan Desa Trevor. Kedua desa tersebut memiliki kanal air. Kehadiran jembatan air ini berhasil menggabungkan kedua kanal tersebut dan mampu menjadi sarana transportasi air yang sangat efektif.

Jembatan air Pontcysyllte Aqueduct dibangun selama 10 tahun (1795-1805) lewat ide seorang insinyur sipil berdarah Skotlandia bernama Thomas Telford. Meski jembatan air ini telah berumur tiga abad namun masih kokoh berdiri dan masih beroperasi.

Namun kini fungsinya bukan hanya semata sebagai  sarana transportasi air tapi lebih ke tempat wisata. Wisata air yang merangkap wisata alam ini mampu menarik wisatawan lokal dan manca negara.

Desa tempat jembatan air ini berada sangat asri dan indah. Di atas  jembatan air kita bisa melihat pemandangan alam desa sekitar dari ketinggian, indah sekali.

Jembatan air Pontcysyllte Aqueduct tingginya 38 meter, panjangnya 307 meter, disanggah oleh 19 pilar yang amat sangat kokoh. Antar pilar yang berbentuk melengkung indah tersebut berjarak 16 meter. Hal ini menobatkan Pontcysyllte Aqueduct sebagai jembatan air tertinggi dan terpanjang di Inggris, Hal ini pula membuat Pontcysyllte Aqueduct masuk dalam a grade i listed building juga masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO.

Lebar jembatan air Pontcysyllte Aqueduct hanya 3,4 meter saja. Itupun dibagi dalam dua badan jalan. Satu untuk pejalan kaki ataupun pesepeda. Satunya lagi untuk jalur boat (perahu).

Karena jalur untuk pejalan kaki (pesepeda) sangat sempit maka kita harus sabar berbagi jalan antara mereka yang berlainan arah. Jalan di ketinggian jembatan ini sedikit memacu adrenalin ketika angin bertiup sangat kencang. Tak heran banyak yang berpegangan pada pagar besi yang dibuat hanya di satu sisi ini. Sedangkan sisi jembatan satunya lagi tidak diberi pembatas pagar jeruji besi

Jalur jembatan air ini hanya memuat satu boat saja. Maka dari itu harus ada koordinasi dari kedua belah arah. Boat mana dulu yang akan melewati jembatan air ini. Selain boat, jalur jembatan air inipun biasa dilalui kano dan kayak. Tapi hanya yang bernyali besar sajalah yang berani berkayak dan berkano ria di ketinggian jembatan plus diterpa angin yang sangat kencang sekali.

Untuk bisa merasakan sensasi menaiki boat selama 2 jam pulang pergi melintasi jembatan air plus kanal dari Froncysyllte ke Bryn howel dan sekitarnya, wisatawan dikenakan tiket sebesar 13,5 pounsterling atau sekitar 383.000 rupiah.

Sedikit bocoran, konon, salah satu material penguat pembangunan jembatan air Pontcysyllte Aqueduct ini menggunakan darah lembu.
Hmm… darah lembu.. rasanya ada sedikit mistis ya 😀
Mungkin dari darah lembu tersebut ada sebuat zat yang bisa membuat jembatan ini berdiri kokoh. Itu terbukti sampai sekarang, tiga abad kemudian, jembatan ini masih beroperasi.

Waktu yang tepat untuk berwisata ke jembatan air Pontcysyllte Aqueduct enaknya di musim panas. Selain cuaca hangat, anginnya tidak kencang, sehingga Anda bisa berlama-lama di atas jembatan air Pontcysyllte Aqueduct untuk menikmati keindahan suasana sekitar.

 

N10. N31Rosmel.19112015.

Cintai Anaknya, Sayangi Ibunya

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu ibu mertua saya Ultah nih. Sebagai menantu yang kurang perhatian sama mertua, terlintaslah ingin memberikan sesuatu kepada beliau, supaya beliau senang. Tapi, apa ya kira-kira… ? hmmm..

Oiya, sebelumnya, beberapa hari yang lalu, saya sempat pesan cake ke neng Nhie untuk teman saya yang lagi ada kerjaan di Bandung. Yaudah, saya pun menghubungi lagi si eneng yang pinter pisan bikin cake ini.

Sayangnya, itu dapur produksi yang gak pernah sepi orderan ngak pernah nyetok barang. Alias cake dibikin sesuai pesanan. Mana kita terpaut waktu 7 jam lagi. Indonesia lebih cepet. Jadi, tadinya, saya pikir kalau pesan pagi, sore bisa diantar. Ealah, dasar baru buka mata, dimana jiwa dan raga belum bersatu, perasaan kita dalam waktu yang sama, padahal di indonesia udah siang dong ah. Mana beliaunya lagi ngerjain orderan punya orang lain pulak.

Setelah berhasil dirayu dan sangat profesional banget si eneng ini menyanggupi bikin cake orderan saya nanti malam katanya. Dengan target itu cake dikirim jam 6 pagi keesokan harinya. Wah, jempol deh buat si eneng yang tinggal di Cimohai ini.

Jadi, ya gitu. Hari gini, dunia dalam genggaman. Meski saya tinggal di Inggris, pesan cake di Cimahi untuk diantarkan ke mertua saya di Bandung, bukan perkara sulit. Oiya, ini adalah pesanan saya yang kesekian, sebelumnya, saya juga pernah pesan cake untuk mama saya di sini.

Besoknya, Nhie ngabarin kalau cake udah sampai di alamat tujuan. Setelah saya cek, ternyata mertua sedang terapi ke Garut. Setelah selang beberapa waktu, terhubung, dan beliau baru saja sampai di rumah.
“Tan, ci eyang meni carinakdak… terharu…,“* begitu kata ipar saya 😀
(carinakdak = matanya berkaca-kaca, sunda-red)

Mamah mertua senang, saya juga ikut senang. Selamat ulang tahun, ma! Semoga panjang umur nan barokah, Aamiin.

Dan inilah penampakkan cake pesanan untuk mahmer (mamah mertua – kiri). Sedangkan yang kanan pesanan untuk teman saya (org Jakarta) yang tempo hari datang ke Bandung. Alamat kirimnya ke hotel tempat ia mengenap. So, buat kamu, orang luar kota Bandung, yang lagi berada di Bandung, bisa pesan seperti yang saya lakukan ini.

bolu keju

Cakep kan penampakkannya? Yang kanan itu namanya triple choco pudding cake kalau yang kanan namanya bolu keju gondrong, nama yang aneh 😀
Dikasih nama demikian karena parutan kejunya numpuk panjang-panjang, gondrong gitu deh. Hmmm… yummyy… Saya pesan 4 rasa sesuai dengan yang tersedia. Rasa vanila, pandan, lemon dan green tea.

Deuh, betapa enaknya hidup di jaman serba inet dan serba online shop seperti ini. Gak hanya beli pakaian, beli cake juga bisa sesimple ini. Alhamdulillah. Membahagiakan orang terkasihpun terasa lebih mudah. Selamat ulang tahun, ma. Salam baktos Aa-Osi.

So, buat kamu yang mau ngasih cake kepada orang terkasih, entah itu orang tua, mertua, saudara, teman, kerabat yang di Bandung, ataupun yang sedang berada di Bandung, bisa lakukan apa yang seperti saya lakukan ini. Mudah. Serasa dunia dalam genggaman.