All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Behind The Scene NET_CJ Versi Gagal Tayang

Hari ini saya masih ngubek-ngubek file lama dan nemu video-video yang DIBUANGSAYANG. Saya sengaja menyimpannya sebagai kenangan dan sebagai rantai proses pembelajaran jadi NET_CJ.

Perhatiakan video berikut ini:

Kemudian lihat video yang ada di sini. Perhatikan dengan seksama. Ada yang aneh?

Hmm.. sebelum Anda merapat kesana, baiklah, saya kasih bocorannya. Perhatikan baju yang saya pakai. Take PTC aka oncam alias omong-omong depan kamera kali ini mayan lancar, ketimbang video yang ini yang kacau banget karena lagi sakit gigi bo! 😀

Begitu saya bilang: “Bagaimana kalau kita tanya orang sekitar, ya?”
sayapun clingukkan kali aja ada orang lokal yang seliweran gitu. Sialnya, karena itu waktu udah sore, gak ada orang lokal, malah yang ada turis seliweran. Lah, mereka kan bukan orang Wales jadi gak bisa bacanya. Begitu juga dengan turis Jerman yang saya temui.
“Meneketehe,” katanya sambil melambaikan tangan ke arah kamera,  nyerah.. nyerah… Emang Dunia Lain! 😛 Selengkapnya bisa baca di sini.

Setelah keliling-keliling mencari orang lokal akhirnya saya pun nyerah.
Lalu?
ya sudah.. ciao…
cabut bo!
Seterusnya kami menuju tempat kemping yang sudah dibooking dan bermalam di sana.

Besok paginya, kami datang kembali ke desa ini hanya untuk oncam akan PTC.

Untunglah pagi itu banyak orang lokal (orang setempat alias orang Wales) yang seliweran. Akhirnya, saya pun berhasil obrol-obrol sama doi dan minta diajarin pengucapan desa dengan nama unik tersebut. Kata di-a-ja-rin- itupun batal. Karena saya teuteup ngak bisa melafalkannya. Nyerah… nyerah….

Dan inilah penampakkan video hasil perjuangan nyari orang lokal tersebut. Oiya, ini video kedua kalinya tayang. Pertama tayang tgl 2 oktober 2015 (NET10), sedangkan yang ini tayang 5 oktober 2015 (NET12). Dibacainnya, teuteuppp.. sama non Angie Ang 😉 Suka deh sama doi.

Eh ternyata, doi pacarnya G Pamungkas 😀
Paan sih! rumpipisan.com

 

Masih #dibuang saya

Ketika masuk Best Video of The Month

Senang itu ialah ketika si yayang kena virus NET_CJ. Setelah Video pertamanya tayang, doi makin rajin aja deh. Puncaknya, setelah salah satu videonya masuk Best video of the week lalu masuk Best Video of The Month. Selamat ya, bro! 😉

Behind The Scene NET_CJ

Selama nyemplung dalam per-NET_CJ-an banyak suka duka yang saya rasakan. Mulai dari nyari ide, menuju lapangan, ngerekam, ngedit, bikin narasi, ngaplod, duduk manis nunggu tayang, seneng akhirnya si video bisa nongol di TV, honornya…. dan sebagainya dan sebagainya.

Dari semua sesi itu memiliki ceritanya masing-masing. Salah satu contohnya ialah ketika oncam atau PTC (Piece To Camera) aka obrol-obrol depan kamera. Jujur, kelemahan saya adalah suka jlimet di bibir. Di otak mau ngomong apa, keluarnya di bibir malah apa. Di otak udah disusun rapih, keluar di mulut teuteup jlimet.

Nah ini salah satunya:
Silakan senyum sepuas hati melihat video ini. Saya juga nontonnya sambil mesem-mesem antara memalukan tapi juga mengenang sebuah proses 😉
Tahukah Anda, dari take 1.31 menit yang diambil cuman 10 detik doang.

Gangguan lain, selain terletak di otak dan di bibir saya, juga gangguan di sekitar. Seperti suara-suara dari pasukan yang ikut jalan-jalan 😀
Maklum, saya ambil video CJ kan biasanya sambil ngangon bocah atau sambil main sama keluarga.
Etapi, kadang mereka membantu juga sih. Kadang mereka jadi pengontrol ucapan kita 😉

Seperti di video ini.
Sink apa sih bahasa indonesianya?
WADAH CAI ! 😛 😛
Kacau, kadang pula tim sorak ini bikin kacau suasana 😀
*kieu tah ari urang sunda saba Inggris teh 😀

Cuplikan video ini diambil untuk melengkapi oncam saya di video tentang Mata Air Abadi di Malvern Hills berikut ini.

#DIBUANG SAYANG

 

Mata Air Abadi di Inggris

malvern2

Di sebelah Barat Daya Kota Birmingham terdapat kota kecil bernama Malvern. Malvern memiliki barisan perbukitan yang kami sebut Malvern Hills. Setidaknya ada 20 bukit yang saling bertautan di sana.

Di dalam perut malvern hills terkandung banyak sumber mata air yang dipercaya berkhasiat bagi kesehatan tubuh juga sebagai penyembuh. Mata air  tersebut melimpah ruah mengalirkan airnya di kaki – kaki perbukitan Malvern.

Untuk memanfaatkan khasiat air mujarab ini pada 1842 Dr. James Wilson dan Dr. james Gully mendirikan  klinik SPA Hydrotherapy. SPA singkatan dari Sante Par Aqua (Bahasa Latin) yang artinya sehat melalui terapi air. Sejak itulah Malvern kian terkenal seantero Inggris. 

Pada masa itu SPA ini amat dirasakan khasiatnya  oleh para pasien yang datang dari berbagai kalangan. Mulai kalangan kerajaan Inggris, bangsawan, novelist, politikus / ilmuwan dsb.

Sebut saja diantaranya Charles Darwin yang tersohor dengan teori evolusinya itu. Istrinya Charles Dickens (novelis), Florence Nightingale (ibu perawat sedunia) bahkan Franklin Delano Roosevelt yang tak lain adalah presiden amerika yang ke-32. Franklin kecil yang pada tahun 1889 itu masih berusia 7 tahun sengaja melakukan terapi untuk kesembuhan penyakit kejangnya di Malvern ini.

Saking terkenalnya Malvern, sampai-sampai Ratu Victoria membeli rumah di sini. Bahkan kono katanya, jika melakukan perjalanan dinas ke luar negeri beliau harus membawa bekal minum dari mata air Malvern Hills.

Berabad telah berlalu, namun keasrian Malvern Hills masih tetap terjaga. Begitupun dengan mata air – mata airnya, masih mengalir di kaki – kaki perbukitan Malvern. Dan sampai sekarang air yang keluar dari mata air-mata air tersebut bisa langsung diminum tanpa harus melalui proses pematangan/pemasakan terlebih dahulu, rasanya pun sangat menyegarkan.

Banyak warga sekitar yang mengambil air Malvern Hills untuk dikonsumsi hari-hari dengan memakai jarigen/gallon. Pun para turis lokal dan mancanegara. Selain meminumnya di tempat juga dibawanya pulang.

Dari sekian banyak titik sumber mata air yang digelontorkan untuk pengunjung salah satunya ada di St. Ann’s well. Di tempat itulah awal mula kota Malvern dibuka oleh para biarawan. Dimana st. Ann’s  merupakan tempat tinggal para biarawan pada abad lampau.

Jejak Malvern Hills sebagai tempat terapi air alam bisa dilihat di salah satu bangunan menuju Malvern Hills yang bernama Aldwyn  Tower yang merupakan tempat tinggalnya Franklin Roosevelt saat tetirah alias berobat aka melakukan terapi SPA di Malvern Hills.

Hingga kini Malvern Hills masih ramai dijadikan destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara. Selain dijadikan wisata alam juga dijadikan trek olah raga naik bukit.

Meski sering kali kami naik perbukitan Malvern, namun tak ada kesan bosan. Karena untuk menaiki perbukitan Malvern ini ada banyak titik pendakian. Yang tentu saja viewnya tidak selalu sama. Titik pendakian bisa dari Great Malvern yang paling mudah dijangkau ataupun dari titik pendakian lainnya. Dari titik manapun naiknya, jangan lupa nikmati kesegarannya air Malvern yang langsung keluar dari mata air-mata air yang keluar dari kaki perbukitan Malvern.

Ayo, siapa yang mau menikmati segarnya air pegunungan Malvern dan ingin menyaksikan keindahan perbukitan Malvern, jangan lupa ajak saya, ya? 😀
Karena perbukitan ini letaknya tak jauh dari rumah saya 😉

Waduh, PPnya anak gadiskuh 😀
Tolong abaikan penampakkan dirikuh yang agak bulat, sepertinya kesalahan ada pada mata anda. Atau mungkin setingan kameranya gak bener nih 😛 😛

*N10. N30Rosmel. 12112015