All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Adopsi Kuda di Inggris

horse sanctuary

Banyak cara yang dilakukan oleh organisasi pencinta hewan di inggris dalam menyelamatkan keberlangsungan satwa. Salah satunya adalah dengan adanya horse sanctuary atau tempat penampungan kuda yang berlokasi di Oxhill, Kota Coventry, Inggris.

Di sini ada 90 kuda, kuda poni dan keledai yang ditelantarkan, dianiaya atau diperlakukan tidak baik oleh pemilik sebelumnya. Maka, atas nama hak asasi hewan, kuda-kuda ini berhak diambil alih yayasan demi keselamatan hewan tersebut.

Ada pula kuda-kuda (poni, keledai) yang diserahkan langsung oleh pemiliknya karena tidak mampu lagi merawatnya. Baik karena alasan kuda tersebut sakit ataupun perlu perawatan khusus dll.

Setidaknya ada 2.000 kuda, kuda poni dan keledai bernasib sama yang dinaungi yayasan ini dan tersebar di banyak kota di Inggris. Dimana dana untuk pemeliharaannya mengandalkan swadaya warga yang peduli pada satwa ini.

Selain dengan cara donasi, kita juga bisa mengadopsi hewan ini hanya dengan £12,5 atau sekitar 260 ribu rupiah saja. Namun jangan paham. Istilah adopsi bukan berarti si kuda bisa dibawa ke rumah.

Teknisnya: setiap kuda memiliki nama, identitas detail beserta fotonya. Kita pilih kuda mana yang akan di adopsi. Per kuda £12,5. Kita bisa mengadopsi lebih dari satu kuda. Bisa atas nama kita, ataupun dihadiahkan atas nama orang lain. Biaya adopsi seterusnya ditransfer secara online ataupun langsung di tempat. Nantinya uang tersebut dialokasikan untuk biaya perawatan kuda yang diadopsi tersebut.

Pemilihan kuda yang akan diadopsi bisa dipantau lewat website ataupun langsung datang ke lokasi. Lokasi inipun merupakan destinasi wisata keluarga sekaligus wisata edukasi yang mengajarkan anak-anak untuk mencintai hewan, mengenalnya lebih dekat dan berkontribusi nyata dengan cara berdonasi dan mengadopsi. Tentunya pada diri anak-anak tersebut ada rasa memiliki tanpa harus memiliki (membawanya ke rumah).

Adopsi ini banyak pula dijadikan hadiah ulang tahun yang sangat keren dan didambakan anak-anak. Dengan berdonasi dan mengadopsi, mereka sepuas hati bisa menaiki kuda adopsiannya tersebut.

Jika istilah adopsi si kuda tidak bisa dimiliki (dibawa ke rumah) lain halnya dengan istilah rehome. Dimana kita bisa mengambil alih kepemilikan kuda-kuda tersebut untuk dibawa pulang. Tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku. Cuman agak ribeut kalau berniat rehoming si kuda tersebut. Perawatnnya lah, makanannya lah, kandangnya lah, kesehatannya dan sebagainya dan sebagainya. Maka dari itu program adopsi ini jauh lebih mudah. Dimana kuda-kuda (kuda poni, keledai) yang kita adopsi tetap berada di horse sanctuary (penampungan kuda) dan tentunya ditangani/diurus oleh orang-orang yang tepat.

Untuk masuk ke sini tidak dikenai tiket masuk alias gratis. Area penampungan kuda ini sangat luas sekali. Terdiri dari beberapa bagian. Kandang-kandang tertutup (istal) yang diberi nomor urut. Kandang terbuka luas dibatasi pagar agar memudahkan interaksi dengan pengunjung. Ada juga ruang pemeriksaan kuda, ruang presentasi untuk keperluan adopsi, toilet, café, toko suvenir dll. Semua keuntungan dari penjualan suvenir dan cafe seutuhnya untuk yayasan ini. Adapun barang-barang yang dijual di toko suvenir sangat beragam dari harga termurah 1 pounsterling sampai puluhan pounsterling. Mulai dari kartu pos, alat tulis, mug, kaus, tas  hingga lukisan kuda dan masih banyak lagi.

Wisata edukasi sekaligus wisata keluarga ini banyak dipilih para orang tua. Di sini kita bisa mengetahui sifat, karakter, fakta-fakta dan ilmu lainnya tentang perkudaan. Juga  bagaimana cara yang baik memperlakukan mereka. Petugas-petugas di sini sangat ramah kepada para pengunjung. Mereka siap membantu dan memberikan penjelasan tentang segala hal yang berkaitan tentang horse sanctuary ini.

Semua kuda yang ada di sini diperlakukan baik oleh tangan-tangan profesional di bidangnya masing-masing. Makanannya, kesehatannya, kondisi kandangnya dan lain sebagainya. Maka tak heran di setiap bagian area ini terjaga kebersihannya. Demikian pula untuk menjaga kebersihan tangan, disediakan banyak hand sanitizer dispenser di beberapa spot. Agar pengunjung yang sudah berinteraksi/ mengelus/ memegang kuda segera mencuci tangannya.

N10, NRosmel29 – 04112015

ELOKNYA TEPIAN SUNGAI THAMES DI OXFORD

Sungai Thames mengalir sepanjang 346 km. Antara Gloucestershire – London. Sepanjang alur sungai tersebut Oxford salah satu kota yang dialirinya.

Di inggris, pinggiran sungai bisa menjadi objek wisata, tempat rileksasi, tempat berolah raga, tempat bercengkerama bersama teman dan keluarga. Terlebih apabila pinggiran sungai tersebut memiliki panorama alam yang elok juga didukung semesta bangunan nan indah seperti di penggiran sungai Thames di kota Oxford ini. Sempurna sudah.

Suasana dan pemandangan sore hari di tepian sungai Thames ini terasa lebih indah saat musim gugur. Pantulan sinar mentari senja jatuh di permukaan sungai, bak cermin alam berwarna kuning keemasan. Daun-daun kuning nan mengering jatuh di kaki pepohon, menebar di tanah.

Orang-orang lalu lalang sekadar berjalan-jalan sore bersama orang terkasih, duduk-duduk santai menikmati suasana senja nan keemasan. Adapula yang berolah raga khusuk, jogging, lari sore, bersepeda, banyak pula yang berolah raga dayung di sini.

Seperti halnya tempat wisata lainnya di inggris, di sini terdapat cafe dan restoran. Jika Anda ingin merasakan sensasi menaiki cruise cukup sediakan uang 7 pounsterling atau sekitar 150 ribu rupiah untuk 40 menit berlayar di sungai thames yang indah ini:

N10, NAdes16, 30102015

Oxford-Indonesia Forum 2015

Pada Minggu, 25 oktober 2015 diselenggarakan Oxford-Indonesia Forum yang berlangsung di Habakkuk room, Jesus College, University of Oxford. Forum ini diprakarsai oleh PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Oxford. Dihadiri oleh para mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Inggris, Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya dan Irlandia, perwakilan dari pemerintahan Indonesia juga menghadirkan pakar dan akademisi dari Universitas Oxford, diantaranya ialah: Dr. Tim Coles OBE, Project Director and Founder, Operation Wallacea. Prof. Martin Speight, Associate Professor of Agricultural & Forest Entomology, Departement of Zoology, University of Oxford.

Sedangkan perwakilan dari pemerintahan Indonesia menghadirkan Bapak Nurul Ichwan selaku Director, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London. Juga menghadirkan Ibu Laksmi Dhewanthi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang pada kesempatan Forum ini terhubung melalui Google Hangout karena satu dan lain hal berhalangan hadir di Oxford.

Menurut Samuel Leonardo Putra selaku Chairman of Oxford-Indonesia Forum 2015, tujuan penyelenggaraan acara ini adalah untuk membantu pembangunan Indonesia, menjembatani para pakar dan akademisi Oxford dengan pemerintahan Indonesia, serta menjadi forum berbagi ilmu dan pengalaman seputar pembangunan yang smart dan green. Dari Indonesian Student (Oxford) untuk Indonesia. Adapun salah satu misi acara ini adalah untuk memperkuat ikatan hubungan antara Indonesia dengan Universitas Oxford. Samuel berharap, gelaran pertama ini bisa berlanjut di tahun-tahun selanjutnya.

Gelaran ini mengambil tema “Smart Green Development of Indonesia” yang artinya bahwa sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki indonesia harus bersinergi menciptakan pembangunan yang smart dan green.

Menurut ketua PPI Oxford, Rahmat Mulyawan MSc yang tengah mengambil studi PhD di Universitas Oxford, ide pengambilan tema ini adalah: sebagai negara berkembang, Indonesia tengah membangun di segala bidang. Satu hal, Indonesia memiliki potensi yang besar. Yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusianya itu sendiri. Dua modal besar ini harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Bagaikan pedang bermata dua. Kedua modal besar ini bisa bersinergi membawa manfaat seluas-luasnya bagi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia ke depannya. Namun juga bisa menjadi sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik dan benar, tidak smart dan green. Pastilah bencana, malapetaka, musibah dan kerugian lainnya akan dialami bangsa Indonesia. Lihat saja kabut asap yang menjadi isu besar di negeri ini.

Maka, adalah sangat penting pemahaman konsep “smart and green development of Indonesia” ini. Bahwa, pengelolaan sumber daya alam, ilmu pengetahuan dan teknologi harus bersinergi dalam penerapan pembangunan di Indonesia tanpa merusak Sumber Daya Alam yang kita miliki, tanpa merusak Ekosistem.

Menurut Bapak Nurul Ichwan selaku Director Indonesia Invesment Promotion Centre yang berkantor di London, forum ini merupakan sebuah sarana/media pembekalan untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman dari para ahli/para profesor Oxford yang melakukan riset di Indonesia. Diharapkan kita bisa banyak belajar dari mereka yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia. Dalam hal inipun dihadirkan perwakilan dari pemerintah indonesia dan pihak swasta melalui forum teleconference (media google hangouts).

Forum yang berlangsung padat mulai pukul 9 hingga pukul 4 sore ini dibagi dalam beberapa sesi. Semua sesi berlangsung menarik. Termasuk sesi tanya jawab yang dilemparkan oleh para peserta forum yang merupakan para mahasiswa Indonesia dari berbagai kota yang tengah studi di Inggris. Meski 97% peserta yang hadir adalah orang Indonesia yang tentunya faham berbahasa Indonesia, namun forum ini berlangsung dalam Bahasa Inggris. Sungguh, hadir dan menjadi bagian dari forum ini membuka mata dan hati saya, betapa anak-anak bangsa yang kita miliki yang tengah studi di sini merupakan asset-aset bangsa bernilai tinggi. Di pundak mereka nantinya Indonesia akan mereka bawa. Kearah lebih baik tentunya.

Penutup rangkaian kegiatan ini menampilkan pertunjukan tari dan musik yang dipertontonkan oleh PPI Oxford.

Berikut ini laporannya yang tayang di NET 10, NET TV, pada Selasa 27 Oktober 2015.

Kegiatan inipun telah dimuat pula di Koran Pikiran Rakyat Edisi Kamis 5 November 2015, Rubrik Kampus.

mahasiswa indonesia berkuliah di oxford inggris

Pernak-Pernik Halloween

Sebentar lagi Hallowen, pernak-pernik segala rupa yang berkenaan dengan Halloween pun makin ramai di supermarket-supermarket Inggris.

Cekidot dimarih:

N10, NAdes14, 28102015