All posts by Rosi

About Rosi

Rosi Meilani content creator Channel Youtube Rosi Meilani | Citizen Journalist | Guide Jalan-Jalan London & Inggris | Vloger | Blogger | Tinggal di Inggris sejak 2007.

Dapat Duit Dari Listrik Tenaga Surya

Selama ini sumber listrik yang kita pakai berasal dari pembangkit listrik tenaga nuklir, minyak bumi, batu bara, gas alam dan sebagainya. Dimana dari semua jenis sumber listrik tersebut memiliki kekurangannya masing-masing. Tenaga nuklir bisa menghasilkan limbah berbahaya. Batu bara, minyak bumi dan gas alam akan habis pada akhirnya. Mengingat hal itu, mulai tahun 2010 pemerintah Inggris menggalakkan pemakaian solar PV (photo voltaic) atau sebagian besar dari kita biasa menyebutnya listrik  tenaga surya. Populasi solar panel rumahan tersebut kini sudah mencapai lebih dari 650.000 instalasi.

Tentunya selama ada matahari pasti ada sinarnya. Meski tidak semua negara terpapar matahari pada setiap musimnya. Seperti di negara empat musim, Inggris contohnya. Jika paparan matahari di Indonesia bisa mencapai  sekitar 3.000 jam dalam setiap tahunnya, Inggris hanya mendapat paparan matahari sekitar 50% dari angka tersebut. Maka dari itu inggris berjuluk grey country alias negeri berawan abu.

Meski demikian, Inggris optimis dalam penerapan sumber listrik yang berasal dari tenaga surya. Tentu saja hal ini untuk mengurangi beban perusahaan listrik negara (NPower) yang selama ini dipasok oleh sumber-sumber penghasil listrik dari material-material yang disebutkan di atas tadi.

Sebagai bentuk dukungan pemakaian listrik tenaga surya ini, pemerintah Inggris memberikan kemudahan kepada warganya yang memasang perangkat solar panel diantaranya adalah :

  1. Kemudahan kredit bank untuk biaya pemasangan perangkat solar panel yang relatif mahal.
  2. Selama 20 tahun Pemerintah Inggris membayar perolehan listrik yang dihasilkan dari tenaga surya ini. kepada warga yang memiliki perangkat solar panel.
  3. Uang yang diterima warga tersebut tidak dikenakan pajak.

Paparan surya yang terserap oleh perangkat solar panel akan diubah menjadi tenaga listrik yang seterusnya dialirkan, dikonsumsi untuk listrik rumah tangga seperti pemakaian komputer, tv, kulkas, mesin cuci dan sebagainya.

Sebagai informasi, untuk 12 unit solar panel dapat menghasilkan tenaga listrik sekitar 2.500-3.000 KWH per tahun. Tergantung cuaca. Dalam hal ini, tentunya saat paparan matahari terik bisa menghasilkan banyak listrik. Meski demikian, saat mendung sekalipun, masih bisa menghasilkan listrik.

Selain mendapatkan manfaat listrik gratis, tenaga listrik yang berlebih secara otomatis akan mengalir ke aliran listrik milik negara. Dengan perhitungan khusus, merujuk pada meteran listrik yang tersedia, selanjutnya pemilik solar panel akan mendapat manfaat uang dengan cara melaporkannya online dan uang masuk ke rekening pemilik tanpa dikenakan pajak seperti yang diterangkan di atas.

Untuk saat ini, Pemerintah Inggris membayar 13,88 Pence per KWH kepada si pemasang solar panel dan 4,85 Pence per KWH untuk listrik yang disalurkan ke jaringan listrik negara. Atau ringkasnya, Pemerintah Inggris membayar 16,305 pence per KWH yang dihasilkan oleh solar panel rumahan ini. Hitungan kasarnya, minimum, jika setahun bisa menghasilkan 2.500 KWH, itu artinya si pemasang solar panel bisa mengantongi £407.625 (atau sekitar 8,5 juta).

Itu minimum lo ya… Soalnya saat ini kami memasuki bulan ke-9 sedangkan KWH yang dihasilkan sudah mencapai 2.700 KWH. Tarohlah genap setahun mampu menghasilkan 3.000 KWH itu setara dengan 10 juta rupiah.

Ini Inggris loh ya…. dengan julukan si Grey Country yang sering kali mendung. Kalau solar panel ini diterapkan di Indonesia, hmmm.. gimana ya… Matahari kan berseri nyaris tiap hari di sana.

Menarik bukan?

Berikut ini visualnya, silahkan ditongton 😀

N10, NAdes15-29102015

Katedral Gloucester, Tempat Shooting Harry Potter

Katedral Gloucester (dibaca Gloster) pernah dijadikan tempat shooting film Harry Potter yang berjudul “Harry Potter and The Philosopher’s Stone” dan “Harry Potter and The Chamber of Secrets”.

Dari sekian banyak adegan, koridor Katedral adalah yang paling banyak diambil untuk pengambilan gambar. Diantaranya digambarkan sebagai koridornya “Hogwart’s school of witchcraft and wizardry”. Kalau sudah agak lupa adegannya, silakan cari di youtubenya 😉 Anda pasti akan temukan beberapa scene yang mengambil tempat di Katredral Gloucester ini.

Selain mengambil adegan di korider, beberapa bagian ruang lainnya yang tak luput dijadikan tempat adegan adalah bagian dalam (tempat ibadat), taman, dsb. Hal yang menginspirasi “Jk Rowlings” memilih lokasi ini karena semasa kecilnya ia pernah tinggal di Gloucesterhire.

Kepopuleran Harry Potter membuat banyak pengunjung berwisata ke Katedral ini. Menurut BBC, dalam lima bulan pertama di tahun 2003 (dimana film Harry Potter meledak) katedral ini dibanjiri 34.000 wisatawan lokal dan manca negara.

Pengunjung yang datang ke katedral berusia 11 abad ini tidak hanya tertarik karena ada hubungannya dengan Harry Potter saja, tetapi juga terkesan akan keindahan dan kekokohan katedral bergaya arsitektur gotik ini. Itu terlihat dari interior dan eksteriornya yang  cantik dan sangat detail. Diantaranya adalah lekuk-lekuk dinding, langit-langit, atap serta hiasan kaca patri di hampir semua jendelanya.

Sebagian besar hiasan kaca patri tersebut mempresentasikan cerita-cerita abad pertengahan. Untuk memasuki katedral yang dibangun pada 1058 ini tidak dikenakan biaya. Tetapi jika ingin memberikan donasi, pihak management katedral akan sangat senang sekali. Jika hendak  mengambil foto ataupun  video anda harus membayar sebesar £3 ( 3 pounsterling ) atau sekitar 65 ribu rupiah //

N10-NAdes12-23102015

Camden, Wisata Belanja Serba Ada

Camden merupakan kawasan wisata serba ada yang terletak di Kota London. Awalnya kawasan ini merupakan pasar tradisional/konvensional, yang telah ada sejak awal abad 20. Diiawal dekade 70’an, kawasan ini mulai diramaikan oleh stan-stan (lapak) kerajinan tangan yang berjualan setiap hari minggu. Lama-kelamaan, kawasan belanja ini makin meluas dan makin ramai saja yang akhirnya memiliki daya tarik tersendiri hingga menjadi objek wisata yang terkenal di manca negara. Khususnya negara-negara tetangga, Eropa.

Di sini wisatawan bisa berburu aneka pernak-pernik suvenir bertema inggris. Juga bisa memuaskan berwisata belanja pakaian, tas, sepatu serta beragam aksesoris, barang seni dan kerajinan tangan. Wisata kuliner pun tak kalah ramai.

Satu yang menarik dari kawasan yang banyak diburu kaum muda ini adalah jejeran toko dengan eksterior yang dibuat senyentrik mungkin. Tentunya agar menarik perhatian wisatawan.

Toko-toko di sepanjang Camden High Street ini memutar musik yang mendentam kencang menambah marak suasana. Ingar-bingar inilah yang menjadi ciri khas kawasan Camden.  Jika bandung punya cihampelas, maka di london punya camden.

Kawasan wisata belanja ini tidak hanya dimeriahkan oleh toko-toko permanen tapi juga lapak – lapak tidak permanen. Wisata kuliner tak kalah ramai, mulai dari restoran, cafe, bar, pub juga street food dengan cita rasa makanan dari berbagai negara diantaranya makanan Amerika Latin, Belanda, Italia, dan lain lain.

Saking terkenalnya kawasan wisata ini, di akhir pekan setidaknya dikunjungi 100 ribu wisatawan yang didominasi kaum muda. Kawasan ini paling ramai dikunjungi pada hari minggu. Jadi, jika akan melancong ke Camden pastikan datang di hari minggu, ya….

Yang menarik lainnya, kawasan ini dilalui kanal, sehingga menjadi tempat yang asik untuk bersantai di tepian kanal sambil duduk – duduk santai menikmati suasana bersama teman-teman sebaya, anak muda.

N12-NAdes11-20102015

Jaga Ekosistem Bentuk Peduli Hewan di Inggris

Tidak hanya manusia yang memiliki hak asasi, Satwa pun demikian. Sebagai manusia beriman, berilmu, beradab serta punya rasa kasih, sudah selayaknya kita menjaga ekosistem. Dalam hal ini adalah menjaganya alam, lingkungan, serta satwa yang hidup di habitat tersebut.

Banyak hal yang bisa dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada satwa ciptaan Tuhan. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah inggris dan didukung oleh warganya terhadap unggas-unggas yang hidup bebas di taman kota, pinggiran sungai,  area kanal dan tempat-tempat umum lainnya.

Salah satu upaya pemerintah inggris dalam menciptakan hak asasi hewan, terutama unggas, diantaranya dengan menjaga ekosistemnya. Menjaga agar sungai, kanal, pantai dll, selalu bersih dari sampah, bahan kimia, serta hal lainnya yang mengusik keberlangsungan satwa.

Secara alami dan secara rantai makanan, Tuhan telah sediakan makanan untuk semua makluknya, termasuk unggas yang akan kita bahas. Tuhan sediakan ikan-ikan di sungai untuk makluk ini. Maka dari itu, pemerintah Inggris menerapkan yang aturan-aturan demi terjaganya keberlangsungan ekosistem. Dari sekian banyak aturan tersebut satu diantaranya ialah pelarangan memancing ikan di beberapa titik aliran Sungai Severn yang melintas di kota Worcester, tempat tinggal kami. Karena sedianya ikan-ikan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Hampir di setiap kota/desa yang dialiri sungai, kanal, ataupun pantai/laut, tempat wisata, serta taman kota di inggris, banyak terdapat unggas (angsa, bebek, merpati, camar dan aneka jenis burung lainnnya) kami terbiasa memiliki adab yang santun kepada mereka. Kami tidak pernah mengusik keberadaan mereka, apalagi menangkapnya. Kami biarkan mereka hidup bebas. Bahkan biasanya kami membawa makanan untuk unggas-unggas tersebut dari rumah. Entah itu roti ataupun biskuit yang disukai oleh unggas-unggas tersebut.

Kehadiran unggas yang sehat dan atraktif mampu menjadi obat pelepas penat dan objek rileksasi. Tak heran, banyak warga yang sengaja datang ke tempat-tempat tersebut diatas hanya untuk melihat dan memberi makan unggas-unggas nan elok. Entah itu saat makan siang, pulang kerja ataupun di akhir pekan bersama keluarga.

Kiranya itulah timbal balik yang bersinergi dan saling menguntungkan antara manusia dan hewan. Kita menjaga ekosistem dan keberlangsungan mereka. Mereka memberikan rasa tenang di hati.

N10, NAdes10-15102015